Jejak: Antisipasi Kebekuan Kehidupan Sastra , Diro Aritonang, Pikiran Rakyat 24 maret 1992; Melayu Puisi Penyair Melayu, LK Ara, Pelita 22 Maret 1992; Inspirasi Seniman, Pesu Aftarudin, Pikiran rakyat 27 September 1992; Mengenal Tuhan Lewat sajak Popy Hutagalung, LP Murdiantoyo, Harian Terbit 25 Oktober 1992; Wayang Dalam Puisi Indonesia Modern, Agus Sri Danardana, Harian Terbit 30 Agustus 1992; Episode Pujangga Baru, Puji Santosa, Harian Terbit 30 Agustus 1992; Masalah Angkatan dan Periodesasi Sejarah sastra Indonesia, Retno Nurbuatingsih, Harian Terbit 25 Oktober 1992; Pesona Sebuah Cerpen , Wil, Bansung Pos 27 Oktober 1992; Drama Ken Arok-nya Saini KM Bakal Habiskan Biaya 14 Juta, uei, Bandung Pos 27 Oktober 1992; Novel Konvensional Gaya Baru, Maman S Mahayana, Surabaya Post Minggu III Juli 1992.(rg bagus warsono/Jejak)
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Senin, 13 Desember 2021
Kata "adiluhung" juga memiliki makna hanya satu orang yang lain tidak.
Sebagai orang yg berasal dari Jawa, memahami arti kata "adiluhung" adalah sesuatu yg bermutu dan bernilai, tetapi kata ini memiliki makna lain dalam keseharian di Jawa yaitu menganggap hanya seorang saja yang memiliki nilai bermutu itu, dan orang lain tidak. Adi luhung secara otomatis menganggap semua masih dibawahnya.
Jadi penggunaan kata "adiluhung" juga memiliki makna hanya satu orang yang lain tidak.
Contoh: Para pahlawan nasional tidak disebut sebagai adi luhung padahal besar jasanya terhadap negeri. Ki Hajar Dewantara tidak menggunakan kata "diluhung" untuk menyebut RA Kartini. Juga RA Kartini rela memberikan beasiswanya kepada H Agus Salim demi untuk tidak dikatakan adiluhung. Juga Sultan Hadiwijaya (Mas Karebet) tidak mau dikatakan adiluhung dalam ilmu perang yang tak terkalahkan bahkan ketika mengalahkan Aryo Penangsang yang sakti. Kemudian Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamangkubuwono IX tak ada yang menyebutnya adiluhung. Bagi orang jawa, memiliki perasaan tidak menyombongkan menyebut adiluhung atau menyebut orang lain adiluhung karena orang dengan keadaannya itu undak undakan.(rg bagus warsono)
Minggu, 12 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(62)
Jejak: Hoerijah Adam, Sebuah Magma, bud/ai/isna, Pelita 29 desember 1991; Temu Penyair Bandung Hadirkan Beni dan Syamsul, Pikiran Rakyat 20 September 1992; Sastrawan Sebagai Guru Kemanusiaan, Z Arifin Thoha, Pelita 26 April 1992; Pemain Tunggal di Jalan Tak Ada Ujung, Julius Pour, Kompas 7 Maret 1992; Kado Istimewa Kompas, Korrie Layun Rampan, Harian Terbit 23 Agustus 1992; Thaha Husain, Sastrawan dan Pembaru, Idris Thaha, Pelita 23 Februari 1992; Pahlawan Pembauran Tanpa Tanda Jasa, Helmi Y Haska Helmi Haska, Pelita 15 Maret 1992 ; Gejala Meluasnya Pengaruh Kebudayaan Massa, Saini KM, Pikiran Rakyat 28 Juni 1992; Rosihan Anwar 70 Tahu Wartawan Aneka Citra, Julius Pour, Kompas 11 Mei 1992; Nilai Cinta Seorang Wanita (Surat sastra Untuk Rita, Piek Ardijanto Suprijadi , Mutiara Minggu V Juni 1992. S. Takdir Alisjahbana Sebagai sastrawan, Korrie Layun Rampan, Harian Terbit 12 April 1992. (rg bagus warsono/Jejak)
Sabtu, 11 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(61)
Jejak: Kesusastraan "Pasemon", GOenawan Muhamad, Kompas 25 Mei 1992 ; Puisi Refleksi Nou Menon, Korrie Layun Rampan, Simponi 15 April 1992; Jika Romo dan haji Memberi Selamat, H Rosihan Anwar, Kompas 5 Juli 1982, Seni Memang Tak Bisa Dipasung, Sumatno, Harian Terbit 28 Juni 1992; Mengenang B Soelarto Domba Revolusi Sastra Indonesia, Nirwan Dewanto, Kompas 9 Juni 1991; Kapitalis Manis dan Kesenian Kita, Hardi, Kompas 5 Juli 1992; Karya Sastra Sebagai Alternatif, Dhanu Priyo Prabowo, Pelita 15 Desemnber 1991; Menikmati orang kecil dalam Pengucapan Sastra Ahmad Tohari, Sumarni, Harian Terbit 28 Juni 1992; Wajah sastra Mutakhir, Agus Sardjono, Pikiran rakyat 20 September 1992; Penyair Penyaji Dunia Rakyat, Korrie Layun Rampan, Pikiran rakyat 20 September 1992; Sebuah Satire Politik dalam sastra, Handoko SR, Simponi 13 Mei 1992; Aktor Wanita Budaya Sastra, Jiwa Atmaja, Kompas 26 April 1992. (rg bagus warsono/ Jejak)
Jumat, 10 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(60)
Jejak: Wanita "Speaker" Terbelah Dalam sastra, Afrizal Malna, Kompas 22 Desember 1994; Gumarang Sakti . dari Silat ke Sastra, Ahmad Gazali/Budi Winarno, Pelita 2 Februari 1992; Teriakan Spiritualisme di Akhir Zaman, Syair Rabiah Al-Adawiyah, Redaksi, Pelita 16 Februari 1992; Hemingway Menggugat Makna Hidup; prapti, Suara Karya Minggu I Agustus 1991; Beberapa Puisi Syu'bah Asa, Piek Ardijanto Soeprijadi, harian Terbit 8 Desember 1991; Burung-Burung rantau dan Penghargaan Arsitektur IAI, pom/wis/jup/mh, Kompas 28 Januari 1992; Peran Perempuan Dalam sastra Indonesia dan Jerman , Wawan Kuswandi, Minggu Merdeka 1 Desember 1991; biarkan Cerpen Bercerita Sendiri, Wil, Bandung pos 29 September 1992; Pengadilan sastra di Semarang, Tavifrudi Y, Pelita Minggu 29 Desember 1991; Kembar Lelaki dan Perempuan dan Keberuntungan Perempuan,Umar Yunus, Kompas 31 Mei 1992. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(59)
Jejak: Mengenang Toha Mohtar, Aku Telah Pulang Ayah, efix.tjo, Kompas 22 Mei 1992; Rekontruksi Strategis Seni Budaya Umat Islam (sapaan Dari jalan Sunyi), Emha Ainun Nazib, Kompas 22 Desember 1991; Teknik Menyususn Sebuah Cerita, Yacob Sumardjo, Pikiran Rakyat 26 April 1992; Kehidupan sastra Indonesia Sedang Sekarat, Soni Farid maulana, Pikiran Rakyat 25 Mei 1992; Peran Guru dalam Pengajaran sastra , Puji Santosa, Pelita 31 Mei 1992; Sitor Situmorang Merekam keindahan Lingkungan, LP Murdiantoyo, Harian Terbit 8 Desember 1991; In Memorial Toha Mohtar Telah Berpulang Si Novelis Pulang, Pelita 31 Mei 1992; Makna Anggur dalam Puisi Sufi, Lisfia Asri, Pelita 16 Februari 1992; Ulang Tahun Taman Ismail Marzuki ke-24, Edi Purnawady, Pikiran Rakyat 25 Oktober 1992; Mistisme dalam Sastra Amerika Melawan Pemiskinan Spiritual, Seno Gumbira Ajidarma, Kompas 14 Mei 1992, Kritik Seni dalam Konteks Filsafat Sosial, Nor Pud Binarto T. Pikiran Rakyat 18 Juni 1992. (rg bagus warsono/ Jejak)
Rabu, 08 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(58)
Jejak: Sastra Almanak dalam sastra Indonesia dan jawa, Suripan Sadi Utomo, Berita Buana 18 Maret 1986'; Sastra Tak Perlu embel-embel, Dami N Toda, Berita Buana 23 maret 1985; Kultur sastra Indonesia, Jakob Sumardjo, Berita Buana 23 Maret 1985; Tantangan Seni Modern, Abdul Hadi WM, Berita Buana 5 Juni 1984; Perlunya Kesinambungan. Abdul Hadi WM, Berita Buana 28 Januari 1986; danarto dan Ionesso, Abdul hadi WM, Berita Buana 18 September 1984; Hikmah Dari Timur, Abdul Hadi WM, Berita Buana 9 Juli 1985; Berita Dari Timur Sebuah sajak RM Ng. Yasadipura, Abdul Hadi WM, Berita Buana 5 Maret 1985; Apresiasi Seni Para Seniman, Abdul Hadi WM, 10 Juli 1984. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(57)
Jejak: Seni Timut dan Spiritualisme, Abdul Hadi WM, Berita Buana 21 Agustus 1984; Masalah Dewasa, Iskandar Siahaan, Berita Buana 12 Juli 1986; Lewat barat Kembali Ke Timur Al Hallaj, Goethe, Chairil Anwar. Abdul Hadi WM, Berita Buana 28 Agustus 1984; Angkatan Sebenarnya adalah Angkatan Pujangga Baru, Abdul Hadi WM, Berita Buana 31 Juli 1984; Malam Budaya Tebing Tinggi, Damiri Mahmud, Berita Buana 23 Juli 1985; Memberontaklah dalam sastra Anda Akan Mengorbit, Subiantoro Atmo, Berita Buana 23 Juli 1985; Keluhan Seniman Muda , Abdul Hadi WM, Berita Buana 20 Nofember 1984; Puisi Dari mana-mana, Abdul hadi WM, Berita Buana 4 September 1984; Karya bsastra Yang Diterjemahkan Pengarang Wanita Jauh Lebih Unggul , Ant/Sp, Pelita 30 Mei 1984; Oh , Novelis Indonesia Abdul Hadi WM, Berita Buana 11 September 1984; Sisi Lain Polemik Kebudayaan, Armijn Pane VS Amir hamzah, Abdul Hadi WM, Berita Buana 18 Maret 1986. (Rg Bagus Warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(56)
Jejak: Membaca "Nenek Moyangku Air mata" D Zawawi Imron: Sajak-sajak Yang Lancar Mengalir, Redaksi Berita Buana 12 Agustus 1996; Ikan Paus dan Demonstran Pakistan, Sutardji Calzoum Bachri, Berita Buana 21 Maret 1989; Hallo Para Pemred, Ikranegara; Berita Buana 15 Juli 1986; Minat Baca Meningkat Tetapi Sarananya Payah, Man Suparman, Berita Buana 15 Juli 1986; Suasana yang Hilang Dalam Pentas Slamet Sukirnanto, Yon Ag, Berita Buana 11 April 1989; Konsep Tengah Al-Ghazali Bagi sastra Sufistik, Jamal D. Rahman II, Berita Buana 11 April 1989; Kebebasan Bersastra Dalam Konsepsi Islami, Pracoyo, Pelita 1 maret 1989; Ronggowarsito, Sastra Profetik Dan Seni Religius, DBB/H , Berita Buana 10 Februari 1987; Kelompok Wirabrajan dan Surat-surat Iwan , Redaksi, Pelita 19 September 1986; Sapardi dan Anugerah Puisi Putra 83, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita 13 Agustus 1986; Catatan Atas Sebuah Fledoi, Enthieh Mudakir, Pelita 4 Agustus 1985; Alam Pedesaan di Mata Penyair, Dasril Ahmad, Pikiran Rakyat 9 Aguistus 1983; Simbolisme Kontradiktif . BY Tand, Pikiran Rakyat 8 Agustus 1983, Penyair Butuh Dileme Obsesi dan Vitalitas, Diro Aritonang, Pikiran Rakyat 9 Agustus 1983. (rg bagus warsono/Jejak)
Senin, 06 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(55)
Jejak : Chairil Anwar:Ruang Hunian Sang Maut, Idk Raka Kusuma, Berita Buana 4 Juli 1989; Claude Simon, Pemenang Hadih Nobel Kesusastraan 1985, Hasan Junus, Suara Karya 15 Nofember 1985; Obsesi Litererial Dekade 80-an Jamal D Jamal D. Rahman II, Berita Buana 11 Juli 1989; Kutub-kutub Sastra Sufi (bagian ketiga selesai), Ali Audah, Berita Buana 18 Februari 1986; Tempat-tempat Penyimpanan hadiah Pejabat, Ant, Merdeka 3 Mei 1984; Konsistensi Tema, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana 4 Juli 1989; Mempoesikan Poesi, Wiratmo Soekito, Suara karya 14 Desember 1984; Sumbangsih Penting Bagi Para Peneliti, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 24 januari 1989; Sastra dan Luar sastra, Damiri Mahmud, Berita Buana 29 Mei 1984; Penyair Bukan Abdi, Idk Raka Kusuma, Berita Buana 28 Maret 1989. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(54)
Jejak: Karya Sastra Pantulan Dua Keadaan, Yohanes Sehandi, Suara Karya 29 Juli 1984, Salaman Rushdie Identi dengan Dajjal? Moh.hari Suwarno, Pelita 1 Maret 1989; Tujuan Pendidikan Menurut S Radhakrishnan, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana 4 April 1989; Hikmah dari Timur, Abdul Hadi WM, Berita Buana 4 Juni 1984.; Pengajaran Sastra Tradisi di Sekolah, Abdul Hadi WM, Berita Buana 29 Mei 1984; Hari Sastra Sementara, Nanang R Supriyatin, Berita Buana 11 April 1989; Tentang Cermin (bag. kesua selesai) , Wahyu Wibowo; Berita Buana 8 Juli 1986; Voltaire dan Revolusi Prancis. Jamal D. Rahman II, Berita Buana 29 Agustus 1989; Bukan Pekerja Seni, Wiratmo Soekito, Suara Karya 21 September 1984; Emha, Iwan Nurdaya Dhafar, Berita Buana 29 Agustus 1989; Tentang Sepercik Warna Kepengarangan, Herry Lamong, Suara Karya 25 Agustus 1985; Seni Tradisi Masa Kini (bagian Kedua) , Endo Suanda, Berita Buana 18 Juli 1985; Para Pengikut dan Pecinta Tradisi, Tarman Effendi Tarsyad; (rg bagus warsono/Jejak)
Minggu, 05 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(53)
Jejak: Catatan dari Tokyo, Abdul Hadi WM, Pusaran no 17 1996; Daya Gugah Kreativitas Sastra, I Gusti Putu Antara, Buletin Puisi No,20 1987; Menggugah Masyarakat Atau Menggugah Sastrawan, Djodi Wuryantoro, Buletin Puisi no. 20 1987; Octavio Paz, Calon Pemenang Hadiah Nobel dan Sajak-sajaknya, Abdul Hadi WM, Pusaran no,20 1987; Sekilas Karya Sastra Indonesia di Ibukota Autralia Barat, Nurachman Hanafi, Pusaran No.20 1987;Penyair Dante, Penyair Hugo, Valina Muchtar, Gadis, 19981; Cipta dan Kejujuran, Putu Arya Tirtawirya, Sayap No, 2 1987; Antara Target dan Inspiransi, Redi Panuju, Sayap Np. 2 1987; Karya Sastra Yang Utuh Yang Bagaimana, Mohammad Kanzunnudin . Dharma 12 Agustus 1984; Mengenal Puisi Imajis, Gunoto Saparie, Sayap No. 11 1987; SEkitar Proses Kreatif Sastrawan, L Bambang Suryanto, Sayap Np. 12 1987; Sastra Kitsch Populer Picisan, Putu Arya Tirtawirya, Forum sastra No. 9 1987; Mengapa Kerja Mensastra Belum Menjadi Profesi, Redi Panuju, Forum Sastra No, 9 1987; Kesusastraan Sebagai Layar Proyeksi, Fuad Hassan, Forum Sastra No, 9 1987, (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(52)
Jejak: Peristiwa Penyempitan atau Eksklusifisme, Saini KM, Pikiran Rakyat, 29 Agustus 1989; Sederas Arus Waktu, HB Jassin, Pelita 13 Agustus 1986; Kegandrungan Melimpah Pada sajak, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita 23 Juli 1986; Ketakpuasan Dalam Sastra, Abdul Hadi WM, Berita Buana 18 Juli 1985; Olih-olih dari Solo&Yogya, Abdul Hadi WM, Berita Buana 4 Nofember 1984; Pengakuan Wahyu Wijaya, Idk Raka Kusuma , Berita Buana 27 Juni 1989; Akademi Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta Dihadapkan Dua Kenyataan Baru, Ikranegara, Berita Buana 8 Oktober 1985; Oh Kebudayaan, Abdul hadi WM, Berita Buana 27 Agustus 1985; Antara Kreativitas Teater dan Intelektualitas Teater, Waluyo Budi, Berita Buana 27 Juni 1989, Hikmah Dari Timur: Tagore Tentang Seniman, Berita Buana 26 Februari 1985. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(51)
Jejak: Sastra Drama dan Teater, Saini KM, Pikiran Rakyat 20 Juli 1983, Prestasi Insaniah Versus Prestasi Rasional, Adhy Ryadi, Berita Buana 13 Nofember 1984; Binatang Jalang, En Yakob Ereste, Eksponen 1-9 Agustus 1986; Karya Yang Diilhami Oleh Karya Lain, Abdul Dadi WM, Berita Buana 18 Februari 1986; Sang Penyair Nusantara Dalam Bahasa Sederhana, Naim E Prahana, Eksponen, 3-9 Agustus 1986; Keterpencilan Sastra, Sutardji Calzoum Bachri, Berita Buana 25 Pebruari 1987; Memanfaatkan Kritik sastra Dalam Pengajaran sastra, Agus Sri Danardana, Pelita 1 Maret 1989; Seniman dan Birokrasi, Shafwan Hadi Umry, Berita Buana 9 September 1986; Kampus Angkasa Luar Itu, Iwan Nurdaya-Djafar, Berita Buana 11 April 1989; Bakat dan Tradisi, Abdul Hadi WM, Berita Buana 4 Nofember 1986; Penyair Muda daerah yang Baik, Siapakah Dia? Wahyu Prasetya, Pelita 23 Juli 1986; Seni Para Petani, Abdul Hadi WM, Berita Buana 2 September 1986; Menyambut Pertemuan Sastrawan Nusantara V, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita 19 Nofember 1986. Mengenang Kariapur, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita 4 Maret 1987; Kalil Gibran Suara Penyair, terjemahan Muhammad Ridlo Eisy-Danke Drajat, Pikiran Rakyat22 Juli 1986. (rg bagus warsono/Jejak)
Sabtu, 04 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(50)
Jejak: Bukan Diam Tanpa Gejolak, Damiri Mahmud Mahmud, Berita Buana 3 Juli 1984; Suara Keheningan , Seuntai Puisi Kalil Gibran, Gigih Mulyono Rusdi, Bonus Majalah Sarinah no 79; Sastra dan Kaum Intelektual Kita, Abdul Hadi WM, Berita Buana 4 Maret 1984; Bertemu Penyair Korea di Apotik, Motinggo Busye, Berita Buana 7 Oktober 1986; Kepada Damiri Mahmud Peristiwa Sastra dalam Kepala Kita, Afrizal Malna, Berita Buana 31 Juli 1984; Apakah Sastra Indonesia Itu, Abdul Hadi WM, Berita Buana 28 Agustus 1984; Sastrawan Heroik, Pahlawan Intelek atau Obral Nilai, Ragil Suwarna, Berita Buana 7 Oktober 1986; Prinsip Intertekstualitas dalam sajak, Shafwan Hadi Umry, Berita Buana 24 September 1985; Kritik Teater Bikin Seniman Inferior, Redaksi, Eksponen 22 Nofember 1986; Studi Sastra Dalam Krisis, Abdul Hadi WM, Berita Buana 27 Nofember 1984; Kemiskinan Informasi dapat Menyesatkan, Harry Rusli, Pikiran Rakyat 18 Januari 1983; Sajak Referensif Pamer atau gagah-gagahan? CA, Eka Budianta, Berita Buana 18 Juni 1985. (rg bagus warsono/jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(49)
Jejak: Kata-katadan Kebangkitan Jiwa, Achmad Rich, Berita Buana 1986; Pendidikan Kesenian di Indinesia, Shafwan Hadi Umry, Berita Buana 19 Maret 1984; Octavio Paz: Puisi dan Sejarah, Abdul Hadi WM, Berita Buana 19 Februari 1985; Tiga Pertemuan Budaya, Abdul Hadi WM, Berita Buana 7 Oktober 1986; Sebuah Pertimbangan, Edwar Djamaris, Berita Buana 21 Agustus 1984; Pesan Chairil Anwar Pada Generasi Muda, Abdul Hadi WM, Berita Buana 24 Agustus 1984; Mencari Upaya Pendekatan Simultan, N Syamsuddin Ch. Haesy, Suara Karya 3 Agustus 1984; Ode Buat Penyair , Achmad Rich, Berita Buana 12 Agustus 1986; Generasi Gelanggang dan Kita, Abdul Hadi WM, Berita Buana 1 Mei 1984; Putu Oka dan Spontanitas Puitik, Haryadi S Hartowardoyo, Mutiara 29 September 1982, Tradisi Seni dan Dakwah, Shafwan Hadi Umry, Berita Buana 25 September 1984; Isi Atau Teknik Penyampaian, Redi Panuju, Berita Buana 29 September 1982. (rg bagus warsono./Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(48)
Jejak: Menyongsong 80 Th HB Jassin Menghormati Sebuah Dokumen Hidup, Ignas Kleden, Kompas 29 Juli 1997; Ihwal Penulisan Tulisan Ilmiah, Wilson Nadeak, Pikiran Rakyat 27 Juli 1997; Pelawak dan Dielek daerah, Tonny Trimarsanto, Pikiran rakyat 14 September 1997; Mencari (Sekali Lagi) Teater Indonesia, Radhar Panca Dahana Channel, Kompas 24 Agustus 1997; Sastra Tak Berhenti Pada makna, Dwi Joko Widianto, Kompas 24 Agustus 1997; Kreativitas Membutuhkan Masyarakat Dinamis, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 14 Septenber 1997; Surga Para Penyair, Kurnia JR, Media Indonesia 16 September 1996; Cerita dari pembaca Cerita Pendek Indonesia, Nur Pud Binarto T, Republika 7 April 1996; Diskriminasi Pembahasan Cerpen Indonesia, Viddy Alimahfudz Daery, Republika 31 Maret 1996; Tinjauan Kesunyian Kesepian Maut, Korrie Layun Rampan, Pikiran rakyat 31 Juli 1996; Sketsa Perkembangan Cerpen Indonesia, Gunoto Saparie, Pikiran Rakyat 31 Juli 1996; Kejujuran Modal Utama Menulis Puisi, Soni Farid Maulana, Pikiran Rakyat 20 Juli 1997.(rg bagus warsono/jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(47)
Jejak: Menghikmati Sastra di Antara Kecipak Air, Beni R Budiman, Pikiran Rakyat, 20 Juli 1997; Ragam Percakapan, Kusman K Mahmud, Pikiran Rakyat 6 Juli 1997, Selera Seni, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 6 Juli 1997; Campir Kebudayaan dan Tabrakan Wacana, Afrizal Malna, Kompas 3 Agustus 1997; Pembaca Terlibat dalam Proses Penciptaan Sajak, Saeful Badar Saeful Badar Muslim, Pikiran Rakyat 10 Agustus 1997; Pocong dan Nur islami di Tengah Kesunyian , Eriyandi Budiman, Pikiran Rakyat 10 Agustus 1997; Asrul Sani Swebagai Penulis Skenario Film, Marselli Sumarno, Kompas 13 Juli 1997; Peran Kelas menengah , Budi Darma, Kompas 5 Oktober 1997; Ketika Penyair Masuk Kafe yang Hingar Bingar, Agung Nugroho , Pikiran Rakyat 27 Juli 1997; Menuju Filsafat Seni, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 27 Juli 1997.Sampah yang Berputar di Luar Rahasia, Afrizal Malna, Kompas 19 Oktober 1997. (rg bagus warsono./jejak)
Jumat, 03 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(46)
Jejak: Historiografi Sejarahnya Sejarah, Jim Supangkat, Kompas 12 Januari 1997; Setelah 60 Tahun "Buah Rindu" dan "Nyanyi Sunyi" , Gus Tf, Kompas 23 maret 1997; Bahasa Spanduk dan Tradisi Konsumen, Tonny Trimarsanto, Pikiran Rakyat 26 Januari 1997;Interferensi: Pengaruh Nonbaku Bahasa, Soe henda Iskar, Pikiran Rakyat 26 Januari 1997; Emha Membaca Realitas, Pikiran Rakyat 26 Januari 1997; Penyair, Waktu, Individu dan Lain-lain, Ahmad Syubbanuddin Alwy, Pikiran rakyat 26 januari 1997; Moralitas Seksual Jawa dalam Novel Tahun 80-an Sartono Kusumaningrat, Kompas 20 April 1997; Ruang dan Waktu Dalam Teater, Nur Zain Hae, Kompas 20 April 1997; Dilema Seorang Budayawan Aristokrat, Abdul Mun'in DZ, Kompas, 13 Juli 1997; Pesta Kesenian Bali Dalam Ge;lombang Kritik, Gde Aryantha Soethama, Kompas 6 Juli 1997; Peluncuran kaset Puisi Rendra, Yang Hilang Dalam Kemasan, Rahim Asyik, Pikiran Rakyat 20 Juli 1997; Et Tu Bahasa, Juga Kamu Shakespeare, Agus R Agus R. Sarjono Full, Pikiran rakyat 20 Juli 1997. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(45)
Jejak: Kembali ke Apokayan, Memberdayakan Seni dan Seniman di Erau, Sal Murgiyanto, Kompas 13 Oktober 1996; Sastra Marjinal atau Marjinalitas Sastra, Ariel Heryanto, Kompas 13 September 1996; Membaca Sebagai Wanita, Kahfie Nazaruddin , Kompas 20 Oktober 1986; Masih Perlukah Bicara tentang Marjinalitas? , Meliani Melani Budianta, Kompas 8 September 1996; Krisis Dalam Bahasa dan sastra, Radhar Panca Dahana Channel, Kompas 22 November 1996; Pengajaran sastra Kesalahan Masa Lalu, Maman S Mahayana, Kompas 22 September 1996; Mimbar penyair Abad 21 Tapal Batas yang Samar-samar, Putu Fajart Arcana, Komopas 17 November 1996; Hermeneutika dan sastra Marjinal, Komarudin, Kompas 12 Januari 1997; Pertempuran Baru Sastra-sastra Indonesia, Radhar P. Dahana, Kompas 23 Maret 1997; Saya Duduk di Sebuah Ruangan Berbeda, Afrizal Malna, Kompas 6 Oktober 1996; Musik Blasteran, Slamet A Sjukur, Kompas 23 Maret 1997. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(44)
Jejak: Sastra, Kurikulumdan Buku Ajar, Iwan Gunadi, Kompas 21 April 1996; Honor dan Satire Masyarakat, Wijanarto, Kompas 12 Mei 1996; Sastra Koran, Sastra Kumpulan, Sumaryono Basuki KS, Kompas 14 Juli 1996; Jejak Realisme di Pangging Teater Modern Indonesia, Arie F Arie Batubara, Kompas 1 September 1996; Dari Poetry International Rotterdam 1996; Nyonya, Ini Sebuah Pergaulan Puisi, Afrizal Malna, Kompas 7 Juli 1996; Sekarang Baru Tahap Tawar Menawar, Iwan Gunadi, Kompas 11 Agustus 1996; Sastra Marginal sastra Alternatif , Sumaryono Basuki KS, Kompas 25 Agistus 1996; Pada Apa Teater Harus Percaya?, Autar Abdillah, Kompas 29 September 1996; Lebih Jauh dengan Remy Silado, Redaki: Efix Mulyadi, Tonny D Widiastono, Kompas 16 Juni 1996. (Rg Bagus Warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(43)
Jejak: Kritik Anti Penilaian Dan Komunitas sastra Serba Umum, Agus R Agus R. Sarjono Full, Kompas 5 Mei 1996. Rekontruksi Kritik Akademis Dalam Esai , Acep Iwan Saidi, Kompas 5 Mei 1996. Perkembangan dan Perjalanan Pemikiran Keperempuanan Dalam Novel Indonesia, Wiyatmi, Kompas 21 April 1996; Budaya :Polemik , Lingkaran Tafsir dan Stagnasi Nilai, Dorothea Rossa Herliany; Kompas 16 Juni 1996; Kreativitas dari Kritik Tanpa Kritik,. Joni Ariadinata, Kompas 14 April 1996; Karakteristik Ritual Dalam Seni Kontemporer, Tommy F Awuy; Kompas 7 April 1996; Mitos Wayang Dalam Teks Sastra, S Prasetyo Utomo, Kompas 14 April 1996; Penyair dan Tali Perkauman, Afrizal Malna, Kompas 16 Juni 1996; Puisi Yang Berdialog, James Soma, Kompas 12 Mei 1996. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(42)
Jejak: Arsitektur Kata dan Refigurasi Ruang Publik, Afrizal Malna, Kompas 31 Maret 1996; Konsekwensi Novel yang Dikorankan, Muhammad Fuad Riyadi, Kompas 24 Maret 1996; Andai Sastrawan Mau Bicara, Catatan Untuk Beberapa Teman, Faruk Tripoli, Kompas 31 Maret 1996; Dunia Puisi di Hadapan Kamus Yang Pecah, Agus R Agus R. Sarjono Full, Kompas 24 Maret 1996; Kritik Sastra Minus Legetimasi, Agus Noor, Kompas 19 Maret 1996; Sastra Dalam Managemen Isu, Acep Iwan Saidi, Kompas 10 Maret 1996; Pengalaman/Rasa Estetis: Sebuah Apresiasi?, Mudji Sutrisno SJ, Kompas 3 Maret 1996; Lebih Jauh Dengan NH Dini,Redaksi Kompas ,SN Wargatjie Bre Redana, Kompas 3 Maret 1996; , Lebih Jauh Dengan Umar Kayam , SN Wargatjie Bre Redana, Kompas 3 Maret 1996; Kristanto JB, Efix Mulyadi, Kompas 10 Maret 1996. (rg bagus warsono/Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(41)
Jejak: Sketsa Masyarakat Itu Kehilangan Identitas, Kenedi Nurhan, Kompas 17 September 1995; Sun Moon Lake, Taiwan , Leon Agusta.Kompas 17 September 1995; Sastra Indonesia menumpang Nampang, Sunaryono Basuki KS, Kompas 29 Oktober 1995; Sobekan Sejarah yang Keluar Jalur, Wannofri Samry, Kompas * Oktober 1995; Teater Adalah Keringat, Autar Abdillah, Kompas 31 Desember 1995; Apresiasi Pemehaman Seni, Mundji Sutrisno SJ, Kompas 5 November 1995; Hilang Nyali Menghadapi Power Rangers, Enang E Rokajat Asura , Kompas 14 Januari 1996; Dekonstruksi Perempuan Atas Kekaryaan Dan Kenyataan, Eny Farihatin, Kompas 28 Januari 1996; Jalan Tengah Adalah Daya Hidup, Dadang Christanto, Kompas 31 Maret 1996. Kritik sastra: Diantara Tolak Menolak Kritikus Dan Sastrawan, Iwan Gunadi, Kompoas 26 Febnruari 1996 (rg bagus warsono/Jejak)
Kamis, 02 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(40)
Jejak: Ketegaran Dini Sebagai Perempuan , Refleksi Kumpulan Cedrpen Tuileries. Nana Ernawati, Berita Buana 30 Oktober 1984; Puisi Di Tengah Kemiskinan, Diro Aritonang, Berita Buana 30 Oktober 1984; Seni Dalam Masyarakat Indonesia, Korrie Layun Rampan, Berita Buana 30 Oktober 1984; Masalah Kritik Puisi, MS Hutagalung, Suara Karya 1 Februari 1985; Kreativitas Sastra Dan Dialog Batin, Syaiful Hadi JL, Prioritas 21 Maret 1987; Nasib Sang Bola Pimpong, Kusman K Mahmud, Berita Buana 8 Juli 1986. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(39)
Jejak: Bila Penyair dan Bekas Penjahat Berdialog, Derek Manangkal, Prioritas 4 Pebruari 1987; Sebuah Gebrakan Budaya Yang Berbobot dan Bermakna, Heri Iskandar, Prioritas 4 Pebruari 1987; Penyaitr WS Rendra di Kol, Redaksi Prioritas 4 Pebruari 1987; Seniman Bengkulu Masih Adakah Kemampuanmu? , ER Mawardi Yung, Minggu Merdeka 1 Maret 1987; Menilik Perkembangan Dunia sastra, Saeful Bahri AR, Minggu Merdeka 1 Maret 1987; Tambur Pengamen Jalanan , Naim E Prahana, Eksponen Edisi 15-21 Maret 1987; Memandang dsastra Dari Kacamata Sosiologi, Nanang R Supriyatin, Prioritas 25 Januari 1987;Diah Hadaning dan Ar DE Kemalawati, Penyair Wanita Indonesia Bertaraf Antarbangsa, Wirawan Sadewa, Prioritas 25 Januari 1987; Yang Muda Juga Bisa Kreatif Berkarya, Diha/418 h, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Terjemahan Buku Asing Perlu Digalakan, Oloria Silaen, Minggu Merdeka13 Nofember 1986; Sastra Indonesia Penuh Pengarang Semu, mh/eflik, Minggu Merdeka 15 Desember 1984; (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(38)
Jejak: Tentang HUT RI, HB Jassin, Pelita 20 Agustus 1986; Sajak Obskurantis-Imajisme, Kriapur, Berita Buana 29 Juli 1986; Tentang Menerbitkan Kumpulan Puisi, Arief Joko Wicaksono, Pelita 20 Agustus 1986; Selintas Tentang Kritik Sastra, Nanang R Supriyatin, Pelita 20 agustus 1986; Iwan Simatupang, sastra Dan Politik, Wiratmo Sukito, Pelita 20 Agustus 1986, SSI=Sketsa Sastra Indonesia, Herri , Pelita 20 Agustus 1986; Seni Tak Lagi Indah tetapi Mengejutkan? Wawan Hamzah Arfan, Pelita 20 Agustus 1986; Situasi drama Modern Di Mataram , Putu Arya Tirtawirya; Pelita 20 Agustus 1986; Sevaluasi Dihayati Dengan Iman Pembangunan; WS Rendra, Prioritas, 27 Nofember 1986; Perjalanan panjang (Pengakuan D Zawawi Imron) , Eksponen 30 Nofember 1986; Karya yang baik Tidak Selalu Absurd, Nanang R Supriyatin, Prioritas 8 Januari 1987. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(37)
Jejak : Juara Lomba Puisi PBB, EN/418h, Eksponen 8 Nofember 1986; Surat Terbuka untuk Emha Ainun Najib Politik? No! Mengapa? , Wiji Thukul Wijaya, Eksponen 8 Nofember 1986;Sebuah Dilema Apresiasi sastra di Sekolah, Harianto Gede Panembahan, Prioritas 4 Desember 1986; Sebuah catatan atas Dilema-nya Harianto GP Perihal Apresiasi Sastra di sekolah, Prioritas, 4 Desember 1986, Bahasa Indonesia Bahasa Nusantara, Ras Siregar, Prioritas 4 Desember 1986; Tidak Semua Penyair Mampu Baca Puisi, Doddy PS, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Kepada Kritikus sastra. Aji Sayketi, Eksponen Pikiran rakyat 14 desember 1986; Asap dan Angin , BWD, Minggu Merdeka 14 Oktober 1986. Penobatan sastrawan Menurut Tradisi Etnis Banjar, Tajuddin Noor Ganie, Minggu Merdeka Oktober 1986; Budaya Minang dalam Perbincangan, Darman Moenir, Pelita 23 Juli 1986; Kondisi kepenyairan Indonesia Setelah Tugu, Redi Panjalu, Minggu Merdeka 28 September 1986; Percik-percik Estetika Iqbal, Hendri Hamdi, Pelita 20 Agustus 1986; Antara Iklan dan Pendidikan, Sutan Iwan Sukri Munaf, Prioritas 22 Agustus 1986. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(36)
Jejak: Sastra Sufi, Sebuah Antologi Editor Abdul Hadi WM, By Tand, Berita Buana 28 januari 1986; Sekitar kebebasan Karya Seni, Budi Wahyono, Berita Buana 28 januari 1986; Sebuah Kumpulan Sajak Mansur Samin, Dendang Kabut Senja Sebagai Pencerita, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 1986; Semangat "Sumpah Pemuda" dalam Puisi Asmara Hadi, Tajuddin Noor Ganie, Pelita 13 Agustus 1986; Surat Dari Depok, Sapardi Djoko Damono, Pelita 13 Agustus 1986; Relevansi Manives Kebudayaan, Hidayat S, Pelita 13 Agustus 1986; Sastra Dan Interprestasi yang Keliru, d.a.Padang 1986, Pelita 3 Desember 1986; Sutardji Mabuk Puisi Mantera, BWD, Eksponen 30 Nofember 1986; Kota Persinggahan Daki Eksistensi Sosial, Naim E Prahana, Eksponen 30 Nofemnber 1986; Orientasi Kebudayaan Indonesia Alami Stress? BWD, Eksponen 8 Nofember 1986. (rg Bagus Warsono, Jejak)
Rabu, 01 Desember 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(35)
Jejak: Penyair Dan Citra, Naim E Prahana , Minggu Merdeka 15 Oktober 1986; Jadi Seniman Pun Semakin Sulit, Aji Sayekti, Minggu Merdeka 15 Oktober 1986; Apresiasi sastra Dan Pendewasaan Manusia . Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat, 29 Oktober 1985; Kiri Kanan Sastra Kita, Eko Tunas, Minggu Merdeka 15 september 1986 (sampai bagian (3) dalam 3 X penerbitan); Pengalihan Imej Dan Simbol Puisi Islam Klasik Ke Dalam Bahasa Indonesia, Abdul Hadi WM, Pelita 20 ASgustus 1986; Hakikat Polisemi Pada Sebuah Karya Sastra, Drs Sucipto; Berita Buana 28 Januari 1986; Menyimak Perjalanan Kemala, Penerima Sea Write Award, Drs Wirawan Sadewa, Prioritas, 9 Nofember 1996; Bahasa Malaysia Dipermasalahkan, Dr Nik Safiah Karim, Pelita 13 Agustus 1986; Saduran dan Pengaruh Itu Bagaimana, Pamusuk Eneste, Pelita 6 Agustus 1986; Sekali Lagi sastra Kita Tidak Lesu, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita 6 Agustus 1986; Masalah Angkatan Dan Penulisan Sejarah Sastra Indonesia (sampai bag (2) dalam 2 X Penerbitan, Rachmat Djoko Pradopo, Berita Buana 4 September 1986. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(34)
Jejak: Catatan Buat Soeparwan G Parikesit, Sastra Wilayah Tanpa Kotak, Lazuardi Ade Sage, Pelita 22 Oktober 1986; Menghidupkan Sufisme Dalam Seni, Danarto, Berita Buana 7 Oktober 1985; TIM Makin Tua makin Gelisah, Kenapa? Tjok Hendro, Berita Buana 26 Oktober 1985; Surat Budaya dari Pulau Dewata, Wirawan Sadewa, Prioritas 26 Oktober 1986; Pengarang Wanita Kita Bagai Jamur Di Musim Hujan, I Ariyanto, Prioritas, 26 Oktober 1986; Siostem Nilai , Hakimudin, Prioritas, 26 Oktober 1986; Toleransi, Jarudin Sianipar; Berita Buana 29 Oktober 1985; Yang Terlupa dan Yang Berhura-hura, Tjok Hendro, Berita Buana 4 November 1986; Berta dari Bandung, Arie FB, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986, Seminar sastrawan Asean, BD 418, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Keajaiban Lik Par di UNPAD, Gumelar Hikmat Berdoa, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Dialog Dengan I Gusti Ngurah Parsua, Peta sastra Bali Tidak Berubah, Redi Panuju, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Dari Perlagaan D Zawawi Imron Di Ujung Padang, JF2A, Eksponen 31 Januari 1987. (rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(33)
Jejak: Nilai Puisi Bukan Harga Banting, Redi Panjalu, Berita Buana 10 Pebruari 1987; Tingkat Kehadiran Tokoh Dalam Cerita Rekaan (2), Jiwa Atmaja, Berita Buana 12 Agustus 1986; Cinta, Doa dan Sembahyang Sangat penting Bagi Puisi, Abdul Hadi WM, Berita Buana 30 September 1986; Eksistensialisme Iwan Simatupang, Manusia Kalah, BWD, Eksponen 12-25 Oktober 1986; REkontruksi Secara Fiktif, Apakah Bukan sastra? Jakob Sumarjo, Pikiran Rakyat 14 Oktober 1986; Sastra Kita Pertumbuhan dan Otoritas Angkatan, Wahyu Prasetya, Pelita 15 Oktober 1986; Sastra Bukan Milik sastrawan Semata, Ayip Bakar, Pikiran Rakyat 14 Oktober 1986; Hari Depan sastra, Nirwanto Ki S Hendrowinoto, Pelita 15 Oktober 1986; Sasjak-Sajak Pohon Siwalan, Lucianus Bambang Suryanto, Berita Buana 4 Nofember 1986; Bahasa Lampung: Menunggu Godot?, Iwan Nurdaya Dhafar, Minggu Merdeka 19 Oktober 1986; Sembilu Dalam taman Novel Ngurah Parsua; Made Sukada, Berita Buana 4 Nofember 1986/ (rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(32)
Jejak: Yang Kukuh Dengan Pendiriannya, JF2A, Eksponen 30 November 1986; Tawaran Alternatif Sapardi Dikecam, Mahar Effendi, Minggu Merdeka 14 September 1986; Perlukah Berpuisi di Era Pembangunan?, Unang HP, Minggu Merdeka 14 September 1986; Sastra Sekolah Menengah, GE Kriswanto, Prioritas 26 Oktober 1986; Pamusuk Eneste Hanya Modal Nama Dalam 22 Cerita Pendek, Harianto Gede Panembahan, Pelita 12 Nofember 1986; Simposium sastra Indonesia, Antara, Minggu Merdeka 21 September 1986; Puisi Bagi Seorang Penyair, Reina Cresilia, Minggu Merdeka 21 September 1986; Sikap Ilmiah Dalam Pengkajian sastra, Dasril Ahmad, Minggu Merdeka 21 September 1986; Kritik Pembaca Sastra Pada Siapa? Wahyu Prasetya, Pelita 25 Pebruari 1987; Sufisme Dan Pesona Kekanak-kanakan Danarto, Dwi Ery Santoso, Minggu Merdeka 28 September 1986. (rg Bagus Warsono, Jejak)