Laman

Minggu, 12 Januari 2020

Sarapan Pagi, Peta Penyair bukan Ujug-ujug

Sarapan Pagi,

Peta Penyair bukan Ujug-ujug

Meniru HB Jassin, Korrie Layun Rampan dan Linus Suryadi AG saya akan menerbitkan daftar sastrawan/Penyair Indonesia menurut asal daerah dimana mereka tinggal. Adalah kewajiban bagi saya untuk mencatat sejarah agar sastrawan/penyair punya masanya.

Data yang telah saya kumpulkan sejak tahun 2010 cukup untuk memberikan terang kepada generasi mendatang agar mereka tahu bahwa Sastrawan/penyair tidak ujug-ujug. Sebab dunia sudah berkata lain, sastrawan miskin dan kurang promosi akan terlibas dengan kekuatan ekonomi si kaya. Bukan tidak mungkin yang ujug-ujug bakal menguasai kita-kita semua pelaku sastra yang terus menerus menggelorakan minat baca dan memupuk generasi muda dengan karya bakal terlibas dan hilang tak berarti.

Dewasa ini banyak orang berlebih harta berbuat berbagai cara untuk dapat mempengaruhi publik dan popularitas hanya dengan menggelar sedikit hartanya. Lalu ia tampil menutup perjuangan rekan-rekan penyair yang telah lama bergelut dalam dunia sastra Indonesia.

Kasus-kasus buku daftar sastrawan dan juga kasus tentang '33 Tokoh Sastra Berpengaruh' adalalah contoh bagaimana si kaya mempermainkan sastra begitu mudahnya. Kita harus kuat dan harus dapat menangkal semua itu.

Salah satu cara adalah mari membuat sejarah yang benar dan baik serta jujur menulis bahwa sastrawan itu memiliki proses jati diri dan krestifitas serta proses berkarya nyata.

Penyair indonesia harus memiliki kesaksian siapa pun penulisnya dan aku akan mencoba membukukan sebagai kesaksian hidup bahwa di Tanah Air ini telah terdapat sastrawan-sastrawan yang memenuhi proses dan berkarya nasional. (rg bagus warsono)

Berapa Harga Camat? karya Rg Bagus warsono

Berikut contoh puisi GILA dari penyair gila :

Berapa Harga Camat?

karya Rg Bagus warsono

Berapa Harga Camat?

Rupanya tuan keliru reformasi negeri

Ini negara Astinasia

Semakin bejad semakin baik

Karena ini negara Astinasia

Dursasana sebagai kepala negara juga panglima

Tak ada jaksa menderita dan hakim sakit kepala

Karena uang segalanya

Obat segala sakit

Tuan kenapa datang?

Kau tak diundang

Karena lapor adalah uang

Dan perkara adalah rezeki

Aku ingin jadi

Sekarang juga SK ditunggu

Dan tanda tanganmu

Seberapa besar harga camat.

Rg Bagus Warsono 2014

Nyetir Becak Itu Mudah, Rg Bagus Warsono

Nih Puisi Gilaku yg mendapat apresiasi ribuan orang ! :

Nyetir Becak Itu Mudah





Pertama

Seperti kau memegang anu

Kedua

Seperti kau menduduki anu

Ketiga,

Seperti kau menari caca

Keempat

Seperti kau memandang pacarmu

Kelima,

Seperti kau habis anu (' megap-megap)

Rg bagus warsonoIndramayu, 29-01-18 jangan ada pelatihan setir becak

Menyesal Mencintaimu rg bagus warsono

Menyesal Mencintaimu

rg bagus warsono

Di timur cahayamu memancar
Menggiring cinta bagi muda yg mendamba:
Tentang kecerdasanmu
kejujuranmu
demokrasi jiwamu
pembelaan
toleransimu
diri yg terabaikan demi wong cilik
Lalu cahaya itu memantul
menerangi jiwa haus
akan srseorang
aku mencintaimu
yg semakin kuat ketika kau semakin nyata
mengalahkan pamor dan idola
lalu dipuja
berdiri di menara mendengung
tentang semua rencanamu.
Namun kau lupa di ketinggian
matamu samar melihat pacarmu
suramu sayup mengucap i love you
sinarmu tertutup mendung
kau melek tapi buta
bersih tapi berdebu putih
kini aslinu aku tau
Menyesal mencintaimu.

Asyiknya Jadi Guru Desa Rg Bagus Warsono

Asyiknya Jadi Guru Desa

Rg Bagus Warsono

Ketika orang hiruk pikuk globalisasi

aku memandang hamparan lembah hijau

Ketika jari-jari tangan berduit sibuk mengetik hp

Aku melihat tangan terampil memainkan ani-ani

Anak-anak games dikota

kami berebut bola di kehujanan

lapangan berlumpur

Dengan mengajari berhitung dan membaca gedrig

tak usah terburu-buru pintar

katanya orang pintar banyak

dokter sudah ada, tentara sudah ada

guru mencari sekolah

insinyur mencari proyek

dan bidan mencari orang melahirkan

cukup bisa menjumlah receh rupiah dan dan membaca sajak

guru kota sibuk cari uang privat muridnya sendiri

katanya bermotor ketinggalan

Guru desa miskin serasa kaya raya

ilmu sedikit berharga

salam dan sapa desa ramah setiap hari

bila bertanya apa yang yang kau punya?

aku menjawab singkat

anak-anak adalah kekayaanku

dan masyarakat adalah bajuku

aku idola mereka sederhana

dikala hari baik

ada pengalaman mengesankan

bersama mereka.

(Indramayu, 06-01-19)

Rg Bagus Warsono: Penyair Tak Boleh Minder

Rg Bagus Warsono:

Penyair Tak Boleh Minder

Jika kau bergaul denganku kau tak boleh minder atau berkecil hati. Tunjukan bahwa kau mampu. Jangan pernah takut dengan nama besar, sebab belum tentu karyanya itu dibilang bermutu atau bahkan dasyat. Sebab penyair itu sama. Kaca matanya ada pada masyarakat pembaca. Yang besar tanpa karya bermutu akan terlupakan, sebaliknya yang kecil dengan karya bermutu akan dikenang.
Jadi perlu dipahami bahwa nama penyair itu diadili oleh karyanya sendiri. Dan pabila mereka menyombongkan diri dengan 'embel-embelnya, sebetulnya mereka tidak mengkaitkan dengan produk karyanya, tetapi sebagai watak pribadi. Kau pun tak boleh gentar dengan puja-puja, sebab itu hanya jeda kehidupan. Pokoknya kita sama sepandan berkarya sastra.