Doeloe semelarat-melaratnya Indonesia tidak ditemukan beras sintesis, sega jagung lebih bergizi, ada juga : BLENDUNG adalah makanan pengganti beras dari biji jagung yang direbus atau dikukus (tampa ditumbuk) dan diberi parutan kelapa dengan garam secukupnya. Sifat butir jagung kering apabila dikukus akan membesar (megar) ini tampak membuat kenyang.
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Sabtu, 30 Mei 2015
Resensi :"Kata Ruang"Bambang Widiatmoko
Resensi :
Mulailah utuk mengumpulkan artikel-artikel Anda , jika sudah cukup tebal dibukukan agar tidak tercecer. Tetapi tidaklah demikian mudah dikarenakan tulisan-tulisan itu beraneka jenis. Dan mulailah kembali untuk memilah artikel-artikel dengan jenis sama, tentu semua artikel yang Anda tulis harus sedemikian banyak. Jadi tentu memakan waktu yang panjang. Belum lagi buku jika menggunakan aturan sebuah buku diterbitkan agar enak dibaca, tentu tidak semudah yang dibayangkan.
Bambang Widiatmoko, patut menjadi contoh untuk kita semua. Ia telah menulis sebuah buku yang berisi karya-karya sendiri dan diterbitkan dengan judul "Kata Ruang". Adalah sebuah ruang untuk kita semua agar memiliki wawasan serta pendalaman tentang dunia sastra Indonesia. Buku ini menjadi bermutu dikarenakan artikel -artikel yang menjadi bab dalam buku ini adalah artikel artikel pilihan , sangat bagus bagi pengetahuan peminat sastra atau dan kebutuhan pendidikan sastra. Buku yang diterbitkan Yayasan Leksika , Gunung Putri Bogor ini tentu menjadi khasanah ilmu pengetahuan sastra Indonesia dewasa ini. Bambang Widiatmoko, memang penulis jempolan.
Mulailah utuk mengumpulkan artikel-artikel Anda , jika sudah cukup tebal dibukukan agar tidak tercecer. Tetapi tidaklah demikian mudah dikarenakan tulisan-tulisan itu beraneka jenis. Dan mulailah kembali untuk memilah artikel-artikel dengan jenis sama, tentu semua artikel yang Anda tulis harus sedemikian banyak. Jadi tentu memakan waktu yang panjang. Belum lagi buku jika menggunakan aturan sebuah buku diterbitkan agar enak dibaca, tentu tidak semudah yang dibayangkan.
Bambang Widiatmoko, patut menjadi contoh untuk kita semua. Ia telah menulis sebuah buku yang berisi karya-karya sendiri dan diterbitkan dengan judul "Kata Ruang". Adalah sebuah ruang untuk kita semua agar memiliki wawasan serta pendalaman tentang dunia sastra Indonesia. Buku ini menjadi bermutu dikarenakan artikel -artikel yang menjadi bab dalam buku ini adalah artikel artikel pilihan , sangat bagus bagi pengetahuan peminat sastra atau dan kebutuhan pendidikan sastra. Buku yang diterbitkan Yayasan Leksika , Gunung Putri Bogor ini tentu menjadi khasanah ilmu pengetahuan sastra Indonesia dewasa ini. Bambang Widiatmoko, memang penulis jempolan.
membuka pintu rumah kita
Mengapresiasi karya orang lain adalah membuka pintu rumah kita yang terlalu sempit dimasuki badan awak yang terasa gembil. Ternyata bukan memfonis karya diri , melainkan bagaimana membuat rumah kita asri , walau terlalu kecil tetapi membuka pintu bagi tamu yang datang silih berganti, lalu timbul inovasi dan mungkin renovasi, akhirnya kita menyadari untuk inovasi dan renovasi rumah kita perlu materi dan proses
Cirtra kepribadian cemerlang
Karya indahmu menjadi suluh namamu yang menerangi perjalanan hidupmu. Kau akan slalu memancar cahaya. Cirtra kepribadian cemerlang. Ia menjadi bagian gemilang tekad kesungguhan atasmu menjadi seorang penulis sejati. Tambahkan minyak agar suluh tetap menyala. Gambaran prestasasi tiada henti. Api suluh menjadi berkobar terus menerangi jalanmu.
kunjungi suluhmu di majalahsuluh.blogspot.com
kunjungi suluhmu di majalahsuluh.blogspot.com
Jumat, 29 Mei 2015
Rg Bagus Warsono dalam Bunyikan Aksara Hatimu dan Catat Aku di Buku Pahlawan
11.
Bunyikan Aksara Hatimu
Lama menunggu di peron tawaran asong tiada
henti
kereta lewat bukan tujuan
karcis kupegang basah ditelapak
sileweran copet bodoh
reka kantong penuh dollar
corong stasiun Jogya kereta terakhir akan tiba
dan lampu tembak menerpa wajah duka
memutih
kau diam menutup jiwa bergolak
tebal kaca bola mata
kereta makin dekat kerikil gemeretak.
Getar badan kurus
hati tersayat iba
bilakah kereta barang yang tiba
menambah kalender karcis kereta
agar masih bersua
mega menggeser pura-pura
menambah deras hujan semata
mengapa rekat masih tebal
gigi menggigit bibir kecil
menahan bunyi aksara hatimu.
Indramayu, 13 Oktober 2000
12.
Catat Aku dibuku Pahlawan
Teman kita mahasiswa hari ini
menambah baris nama dengan kolom surga
dan buku harian pujangga penuh sesak kata
bersayap
meratap
Teman kita mahasiswa hari ini
didor
karena teriak spanduk aksara menghunus ulu
hati bapak
jerit megapon meraung di kampus malam
teman kita hari ini dijalan
berarak mengisi lembar-lembar buku
pahlawan.
Indramayu, 10 Nofember 1999
Bunyikan Aksara Hatimu
Lama menunggu di peron tawaran asong tiada
henti
kereta lewat bukan tujuan
karcis kupegang basah ditelapak
sileweran copet bodoh
reka kantong penuh dollar
corong stasiun Jogya kereta terakhir akan tiba
dan lampu tembak menerpa wajah duka
memutih
kau diam menutup jiwa bergolak
tebal kaca bola mata
kereta makin dekat kerikil gemeretak.
Getar badan kurus
hati tersayat iba
bilakah kereta barang yang tiba
menambah kalender karcis kereta
agar masih bersua
mega menggeser pura-pura
menambah deras hujan semata
mengapa rekat masih tebal
gigi menggigit bibir kecil
menahan bunyi aksara hatimu.
Indramayu, 13 Oktober 2000
12.
Catat Aku dibuku Pahlawan
Teman kita mahasiswa hari ini
menambah baris nama dengan kolom surga
dan buku harian pujangga penuh sesak kata
bersayap
meratap
Teman kita mahasiswa hari ini
didor
karena teriak spanduk aksara menghunus ulu
hati bapak
jerit megapon meraung di kampus malam
teman kita hari ini dijalan
berarak mengisi lembar-lembar buku
pahlawan.
Indramayu, 10 Nofember 1999
Kamis, 28 Mei 2015
Daftar Nama Sastrawan Indonesia sampai Angkatan Reformasi ada di Buku Bunyikan Aksara Hatimu
DAFTAR SASTRAWAN INDONESIA
1.A.A. Navis
2.A.A. Pandji Tisna
3.A.D. Donggo
4.A.Mustofa Bisri
5.A.S. Dharta
6.A.S. Laksana
7.Aam Amilia
8.Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati
9.Abdul Hadi WM
10.Abdul Muis
11.Abdul Wahid Situmeang
12.Abdullah Mubaqi
14Achdiat K. Mihardja
15Achmad Munif
13.Abidah el Khalieqy
16Acep Syahril
17Acep Zamzam Noor
18.Adinegoro
19.Afrizal Malna
20.Agam Wispi
21.Agus Noor
22.Agus R. Sarjono
23.Agus Warsono(Rg Bagus Warsono)
24Ahmad Fuadi
25.Ahmad Subbanuddin Alwie
26.Ahmad Tohari
27Ahmad Yulden Erwin
28.Ahmadun Yosi Herfanda
29.Ahmad Mushthofa Bisri
30..Ajip Rosidi
31.AkiSora
32.Akmal Nasery Basral
33.Ali Akbar Navis
34.Alan Hogeland
35.Amal Hamzah
36.Andrea Hirata
37.Andliandri.A.A
38Andrei Aksana
39.Ani Sekarningsih
40.Anis Sholeh Ba’asyin
41.Anwar Putra Bayu
42.Aoh K. Hadimadja
43.Arafat Nur
44.Ari Pahala Hutabarat
45.Ari Setya Ardhi
46.Arie MP Tamba
47.Ariel Heriyanto
48.Arif B. Prasetyo
49.Arifin C. Noer
50.Armijn Pane
51.Arswendo Atmowiloto
52.Arami Kasih
53.Asep S. Sambodja
54.Asma Nadia
55.Asrul Sani
56.Asbari Nurpatria Krisna
57.Aslan Abidin
58.Ayatrohaedi
59Ayu Utami
60.B. Rahmanto
61.Badaruddin Amir
62.Badui U. Subhan
63.Bagus Burham
64.Bagus Hananto
65.Bagus Putu Parto
66.Bambang Set
67.Beni R. Budiman
68.Beni Setia
69.Beno Siang Pamungkas
70.Binhad Nurrohmat
71.Bokor Hutasuhut
72.Bonari Nabonenar
73.Bondan Winarno
74.Budi Darma
75.Budi P. Hatees
76.Budiman S. Hartoyo
77.Cecep Syamsul Hari
78.Chunel
79.Clara Ng
80.Cucuk Espe
81.D. Zawawi Imron
82.Dahta Gautama
83.Darman Moenir
84.Darmanto Jatman
85.Damhuri Muhammad
86.Danarto
87.Dad Murniah
88.Dami N. Toda
89.Daniel Mahendra
90.Dea Anugrah
91.Dewi Lestari
92.Dharmadi
93.Dian Hardiana
94.Djamil Suherman
95.Djenar Maesa Ayu
96.Dian Hartati
97.Diani Savitri
98.Dimas Arika Mihardja
99.Dina Oktaviani
100.Djamil Suherman
101.Dody Sam Yusuf
103.Donny Dhirgantoro
104.Dorothea Rosa Herliany
105.Djenar Maesa Ayu
106.Dyah Merta
107.Dyah Setyawati
108.Edy Firmansyah
109.Eka Budianta
110.Eka Kurniawan
111.Eko Tunas
112.Emha Ainun Nadjib
113.Endik Koeswoyo
114.Faruk HT
115.Fendi Kachonk
116.Fina Sato
117.FX Rudi Gunawan
118.Gazali Burhan Rijodja
119.Gatotkoco Suroso
120.Gerson Poyk
121.Godi Suwarna
122.Goenawan Mohammad
123.Gola Gong
124.Gus tf Sakai
125.H.B. Jasin
126.HR Bandaharo
127.Habiburrahman El Shirazy
128.Hamid Jabbar
129.Hamka
130.Hamsad Rangkuti
131.Hartojo Andangdjaja
132.Helvy Tiana Rosa
133.Herlinatiens
134.Herman J. Waluyo
135.Hersri Setiawan
136.Herdoni Syafriansyah
138.Ibnu Wahyudi
139.Ibrahim Sattah
140.Idrus
141.Iggoy el Fitra
142.Ikhwan Al Amin
143.Indra Cahyadi
144.Indra Tranggono
145.Intan Paramaditha
146.Imam Muhtarom
147.Ipon Bae
148.Irfan Hidayatullah
149.Irman Syah
150.Isbedy Stiawan ZS
151.Iswadi Pratama
152.Iwan Simatupang
153.Iyut Fitra
154.J.E. Tatengkeng
155.Jack Efendi
156.Jakob Sumardjo
157.Jamal D Rahman
158.Jamal T. Suryanata
159.Jatmika Nurhadi
160.Jeffry Alkatiri
161.Joni Ariadinata
162.Joshua Lim
163.Joko Pinurbo
164.Jose Rizal Manua
165.Jumari HS
166.Korrie Layun Rampan
167.Kriapur
168.Kuntowijoyo
169.Kurnia Effendi
170.Kusprihyanto Namma
171.Kuswinarto
172.Kwee Tek Hoay
173.Leila S. Chudori
174.Linda Christanty
175.Linus Suryadi AG
176. Lukman A Sya
178.M.Aan Mansyur
179.M. Rozaq Triyansyah
180.M. Shoim Anwar
181.Mahbub Junaedi
182.Mahmud Jauhari Ali
183.Maman S. Mahayana
184.Mansur Samin
185.Marah Roesli
186.Marga T
187.Marsetio Hariadi
188.Marianne Katoppo
189.Martin Aleida
190.Max Ariffin
191.Marsetio Hariadi
192.Mawie Ananta Jonie
193.Medy Loekito
194.Melani Budianto
195.Mochtar Lubis
196.Mohammad Diponegoro
197.Moch Satrio Welang
198.Motinggo Busye
199.Muhammad Asqalani eNeSTe
200.Muhammad Rois Rinaldi
201.Muhary Wahyu Nurba
202.Mukti Sutarman
203.Mustofa Bisri
204.Mh. Rustandi Kartakusuma
205.Muhammad Kasim
206.Mukti Sutarman Espe
207.Mutmainna
208.Mustafa W. Hasyim
209.Marsetio Hariadi
210.Marsetio Hariadi
211.Nanang Anna Noor
212.Nanang Suryadi
213.Nasjah Djamin
214.Nazaruddin Azhar
215.Nenden Lilis A
216.Nenek Mallomo
217.Ngarto Februana
218.Nh. Dini
219.Nirwan Ahmad Arsuka
220.Nirwan Dewanto
221.Noorca M. Massardi
222.Nova Riyanti Yusuf
223.Novy Noorhayati Syahfida
224.Nugroho Notosusanto
225.Nurochman Sudibyo.YS
226.Nur Sutan Iskandar
227.Nur Wahida Idris
228.Nyoo Cheong S
229.Ook Nugroho
230.Oyos Saroso HN
231.Palti R Tamba
232.Pamusuk Eneste
233.Panji Utama
234.Parakitri T Simbolon
235.Putu Oka Sukanta
236.Piek Ardijanto Soeprijadi
237.Pipiet Senja
238.Pramoedya Ananta Toer
239.Primadonna Angela
240.Putu Oka Sukanta
241.Putu Wijaya
242.Rachmat Djoko Pradopo
243.Rachmat Nugraha
244.Radhar Panca Dahana
245.Raditya Dika
246.Remy Silado
247.Ragdi F. Daye
248.Ramadhan K.H.
249.Ratih Kumala
250.Ratna Indraswari Ibrahim
251.Raya Langit Rokibbah
252.Rayani Sriwidodo
253.Raudal Tanjung Banua
254.Rieke Diah Pitaloka
255.Rifan Khoridi
256.Rifai Apin
257.Riki Dhamparan Putra
258.Rijono Pratikto
259.Riris K. Sarumpeat
260Rosihan Anwar
261.Roudloh Fathurrohman
262.Rukmi Wisnu Wardani
263.Ruli NS
264.Rusman Sutiasumarga
266.Saeful Badar
267.Sam Haidy
268.Sang Bayang
269.Sanusi Pane
270.Sapardi Djoko Damono
271.Sarabunis Mubarok
272.Saut Situmorang
273.Selasih/Seleguri
274.Seno Gumira Ajidarma
275.Sholeh UG
276.Sindhunat
277.Sitok Srengenge
278.Sitor Situmorang
279.Sindhunata
280.Sirajuddin Sudirman
281.Slamet Sukirnanto
282.SM Ardan
283.SN Ratmana
284.Sobron Aidit
285.Soe Hok Gie
286.Soekanto SA
287.Sonny H. Sayangbati
288.Sony Farid Maulana
289.Sori Siregar(Sori Sutan Sirovi Siregar)
290/Sosiawan Leak Seno
291.S. Sinansari ecip
292.Subagio Sastrowardoyo
293.Sukasah Syahdan
294.Suman Hs
295.Suminto A Sayuti
296.Sunaryo Basuki Ks
297.Sunlie Thomas Alexander
298.Suparto Brata
299.Sutan Iwan Sukri Munaf
300.Sutan Takdir Alisyahbana
301.Sutardji Calzoum Bachri
302.Sutikno WS
303.Suwarsih Djojopuspito
304.S. Yoga
305.Tajuddin Noor Gani
306.Tandi Skober
307.Tatang Sontani
308.Taufiq Ismail
309.Taufik Ikram Jamil
310.T. Firman Andiatno
311.Teguh Winarso AS
312.Tendy Faridjan
313.Timur Sinar Suprabana
314.Titie Said
315.Titiek WS
316.Titis Basino
317.Toety Heraty Nurhadi
318.Toha Mochtar
319.Toto ST. Radik
320.Toto Sudarto Bachtiar
321.Tri Astoto Kodarie
322.Trisno Sumardjo
323.Trisnojuwono
324.Triyanto Triwikromo
325.Trio Danu Kumbara326.Tulis Sutan Sati
327.T. Wijaya
328.Udo Z. Karzi
329.Ugoran Prasad
330.Umar Junus
331.Umar Kayam
332.Umar Nur Zain
333.Umbu Landu Paranggi
334.Usmar Ismail
335.Utuy Tatang Sontani
336.Viddy AD Daery
337.Wahyu NH. Al Aly
338.Wahyu Prasetya
339.Wan Anwar
340.Wayan Sunarta
341.Widjati
342.Widji Thukul
343.Wisnu Sujianto
344.Wisran Hadi
345.W. Hariyanto
346.Widji Thukul
347.W.S. Rendra
348.Wowok Hesti Prabowo
349.Y.B.Mangunwijaya
350.Yonathan Rahardjo
351.Yudhistira ANM Massardi
Bunyikan Aksara Hatimu
Kumpulan puisi ini ditulis sejak tahun 1984 dari 4 antologi kecil Buah (1990), Mata Air (1995), Menanti hari esok (1984), dan Bunyikan Aksara Hatimu (1995-2004 serta puisi-puisi yang berserakan di berbagai media cetak. Adalah sebuah perjalanan dari kecintaan penulis terhadap puisi sebagai urun memberikan sumbangsih untuk dunia sastra Indonesia. Dan Sahabat saya, Leak Sosiawan, memberikan pengantarnya untuk buku ini.
Semoga dengan Bunyikan Aksara Hatimu pembaca dapat ikut menbuka suara, tertawa, sedih, menangis, dan kritik. Salam hormat dan selamat membaca.
Semoga dengan Bunyikan Aksara Hatimu pembaca dapat ikut menbuka suara, tertawa, sedih, menangis, dan kritik. Salam hormat dan selamat membaca.
Selasa, 26 Mei 2015
Resensi Buku Kumpulan Kritik : Negeri Api Berlangit Puisi. oleh Rg. Bagus Warsono
Meski ini buku terbit 2013 tetapi buku ini sangat bagus mengingat hal yang sangat diharapkan bagi pertumbuhan sastra di negeri ini. Sebab sastra tampa kritik seakan sayur asem yang kurang bumbu. Adalah kumpulan kritik dari Komunitas Sastra Indonesia yang dijaring melalui Sayembara Kritik KSI 2013. Inilah buku hasil itu. Betapa jarang orang membuat kritik sastra bahkan kurang diminati pecinta sastra pemula, sehingga upaya KSI untuk menggairahkan keseimbangan antara karya sastra dan kritik patut mendapat apresiasi yang tinggi.
Buku ini tampak berbobot dikarenakan buah dari seleksi yang justru dilakukan oleh tokoh-tokoh KSI yang sudah cukup punya nama . Dan buku memenuhi kreteria buku yang dapat dijadikan bahan studi dan rujukan karya sastra.
Pengantarnya pun ditulis oleh Ahmadun Yosi Herfanda, sedang beberapa yang terlibat dalam buku ini ada Iwan Gunadi, Hasan Bisri BFC, dan Bambang Widyatmoko, serta para pemenang sayembara itu Ahmad Syauqi Sumbawi , dkk.
Tentu saja Anda tak akan mengatakan apa pun sebelum membaca bukunya, karena itu alangkah lebih baik kita baca sekali lagi dan Anda bisa membuat kritik yang lain untuk perkembangan sastra kita.
Jumat, 22 Mei 2015
PUBLIKLAH YANG MENENTUKAN SIAPA PENYAIR
1. Karya tulis itu sebaiknya dibaca
Salah satu pengakuan bahwa Anda seorang penyair adalah karya Anda itu dibaca orang lain. Semakin banyak pembaca karya Anda maka semakin banyak orang tahu penulisnya, Semakin banyak lagi karya Anda dibaca orang lain maka tubuh pengakuan publik. Kemudian semakin bayak lagi oang membaca maka semakin yakin Anda seorang penyair dengan karya yang nyata. Karena itu peran pembaca karya syair yang Anda tulis sangat penting bagi seseorang yang terjun ke dunia kepenyairan. Hal membaca tentu terdapat berbagai tingkatannya hinga membaca apresiatif dengan kemudian si pembaca melakukan aktifitas setelah membaca tulisan tadi. Tulisan Anda kelak setelah dibaca akan memunculkan resensi, kritik, esai, ulasan, tinjauan, atau tulisan itu menjadi rujukan referensi yang mengkokohkan kepenyairan itu. Lambat laun publik akan menilai sebuah karya dan penulisnya apakah layak atau tidak disebut sebuah karya seni dan penulisnya disebut seorang oenyair. Oleh karena itu untuk memberikan respon baik bagi pembaca sebaiknya penyair membuat tulisan yang membuat gairah pembaca untuk dibaca. Ini jelas berarti sebuat tulisan harus menarik bagi sasaran (pembaca) yang dikehendakinya.
2. Karya yang tepat sasaran pembaca
Sebuah karya tulis apa pun jenisnya harus memiliki sasaran pembaca atau dalam kata lain siapa pembacanya. Akan lebih spesifik bila kita mulai fokus pada jenis sastra yang kita sukai. Misalnya puisi. Penulis pernah membuat puisi untuk sasaran anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) . Ternyata tidak gampang membuat puisi untuk konsumen anak TK. Bahasanya harus disesuaikan dengan perbendaharaan kata yang dimiliki anak usia TK, kemudian penggunaan pilihan kata huruf yang juga mudah dipahami, bentuk dan besar besar kecil huruf, karakter isi, serta tema-tema yang disukai anak TK.
Jadi, mengarang itu tidak semudah yang dibayangkan. Karenanya sangatlah tidak bijak andai seorang senior menilai puisi si ‘A jelek atau puisi si ‘B bagus. Kita harus bijak dan mampu mengapresiasi dari berbagai sudut dan batasan yang hendak kita nilai itu. Sungguhpun terdapat tata kata yang kurang atau pilihan kata yang tidak tepat atau pilihan kata yang kurang bernas atau yang tidak mengandung unsur bahasa puitis kita dapat memakluminya sebagai bentuk diri seorang penulis mulai berproses.
3. Respon pembaca
Karya sastra adalah juga pesan. Sesuatu pesan yang hendak disampaikan oleh penulisnya. Sebagaimana pesan dalam arti harfiah memiliki harapan respon dari pesan itu. Respon dalam karya sastra adalah apresiasi. Sejauhmana pembaca mengapresiasi karya kita adalah sejauh mana kekuatan tulisan itu dapat memberikan respon. Pada tahun awal 2014 tim 8 (Jamal D Rachman dkk) bersama pusat Dokumentasi HB Jassin meluncurkan buku 33 Tokoh Sastrawan Indonesia Berpengaruh, dalam hitungan jam buku itu mendapat respon pro dan kontra dari masyarakat. Ini artinya buku itu memiliki kekuatan ‘pesan yang luar biasa sehingga respon begitu banyak. Terlepas dari isi bukunya, judulnya saja sudah menggugah orang untuk memberikan respon balik. Ini menandakan penulis berhasil memberikan pesan pada masyarakat. Jika demikian tulisan kita harus pandai untuk menarik minat orang lain memberikan respon apresiasi dari karya itu. Tentu saja ini berkaitan dengan hal-hal apa yang disukai masyarakat, yang lagi ngetrend di masyarakat atau yang lagi dirindukan masyarakat dll.
4. Respon diri pembaca istimewa
:”Gila!’, “Hebat ! “, Wah!’, “Busyeeet !”, sampai mengumpat ” Asu koe !” sambil menyebut nama penyairnya setelah membaca karya puisi dari seorang penyair. Inilah yang disebut respon istimewa. Bahkan ada yang sambil membanting buku antologi itu. Bila sampai pada tahapan ini penyair demikian telah dapat memberikan respon istimewa pada pembacanya meskipun hanya satu buah puisi. Artinya penyair demikian telah mampu membuahkan karya yang penuh apresiatif dan tentu saja karya yang sangat bagus.
Salah satu pengakuan bahwa Anda seorang penyair adalah karya Anda itu dibaca orang lain. Semakin banyak pembaca karya Anda maka semakin banyak orang tahu penulisnya, Semakin banyak lagi karya Anda dibaca orang lain maka tubuh pengakuan publik. Kemudian semakin bayak lagi oang membaca maka semakin yakin Anda seorang penyair dengan karya yang nyata. Karena itu peran pembaca karya syair yang Anda tulis sangat penting bagi seseorang yang terjun ke dunia kepenyairan. Hal membaca tentu terdapat berbagai tingkatannya hinga membaca apresiatif dengan kemudian si pembaca melakukan aktifitas setelah membaca tulisan tadi. Tulisan Anda kelak setelah dibaca akan memunculkan resensi, kritik, esai, ulasan, tinjauan, atau tulisan itu menjadi rujukan referensi yang mengkokohkan kepenyairan itu. Lambat laun publik akan menilai sebuah karya dan penulisnya apakah layak atau tidak disebut sebuah karya seni dan penulisnya disebut seorang oenyair. Oleh karena itu untuk memberikan respon baik bagi pembaca sebaiknya penyair membuat tulisan yang membuat gairah pembaca untuk dibaca. Ini jelas berarti sebuat tulisan harus menarik bagi sasaran (pembaca) yang dikehendakinya.
2. Karya yang tepat sasaran pembaca
Sebuah karya tulis apa pun jenisnya harus memiliki sasaran pembaca atau dalam kata lain siapa pembacanya. Akan lebih spesifik bila kita mulai fokus pada jenis sastra yang kita sukai. Misalnya puisi. Penulis pernah membuat puisi untuk sasaran anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) . Ternyata tidak gampang membuat puisi untuk konsumen anak TK. Bahasanya harus disesuaikan dengan perbendaharaan kata yang dimiliki anak usia TK, kemudian penggunaan pilihan kata huruf yang juga mudah dipahami, bentuk dan besar besar kecil huruf, karakter isi, serta tema-tema yang disukai anak TK.
Jadi, mengarang itu tidak semudah yang dibayangkan. Karenanya sangatlah tidak bijak andai seorang senior menilai puisi si ‘A jelek atau puisi si ‘B bagus. Kita harus bijak dan mampu mengapresiasi dari berbagai sudut dan batasan yang hendak kita nilai itu. Sungguhpun terdapat tata kata yang kurang atau pilihan kata yang tidak tepat atau pilihan kata yang kurang bernas atau yang tidak mengandung unsur bahasa puitis kita dapat memakluminya sebagai bentuk diri seorang penulis mulai berproses.
3. Respon pembaca
Karya sastra adalah juga pesan. Sesuatu pesan yang hendak disampaikan oleh penulisnya. Sebagaimana pesan dalam arti harfiah memiliki harapan respon dari pesan itu. Respon dalam karya sastra adalah apresiasi. Sejauhmana pembaca mengapresiasi karya kita adalah sejauh mana kekuatan tulisan itu dapat memberikan respon. Pada tahun awal 2014 tim 8 (Jamal D Rachman dkk) bersama pusat Dokumentasi HB Jassin meluncurkan buku 33 Tokoh Sastrawan Indonesia Berpengaruh, dalam hitungan jam buku itu mendapat respon pro dan kontra dari masyarakat. Ini artinya buku itu memiliki kekuatan ‘pesan yang luar biasa sehingga respon begitu banyak. Terlepas dari isi bukunya, judulnya saja sudah menggugah orang untuk memberikan respon balik. Ini menandakan penulis berhasil memberikan pesan pada masyarakat. Jika demikian tulisan kita harus pandai untuk menarik minat orang lain memberikan respon apresiasi dari karya itu. Tentu saja ini berkaitan dengan hal-hal apa yang disukai masyarakat, yang lagi ngetrend di masyarakat atau yang lagi dirindukan masyarakat dll.
4. Respon diri pembaca istimewa
:”Gila!’, “Hebat ! “, Wah!’, “Busyeeet !”, sampai mengumpat ” Asu koe !” sambil menyebut nama penyairnya setelah membaca karya puisi dari seorang penyair. Inilah yang disebut respon istimewa. Bahkan ada yang sambil membanting buku antologi itu. Bila sampai pada tahapan ini penyair demikian telah dapat memberikan respon istimewa pada pembacanya meskipun hanya satu buah puisi. Artinya penyair demikian telah mampu membuahkan karya yang penuh apresiatif dan tentu saja karya yang sangat bagus.
Kamis, 21 Mei 2015
Bunyikan Aksara Hatimu Antologi terindah tahun 2000-an karya Rg Bagus warsono
Sebuah antologi terindah karya Rg Bagus Warsono berjudul Bunyikan Aksara Hatimu terbit 2015 yang diterbitkan penerbit populair di Yogyakarta Sibuku Media 2015. Antologi ini berisi beberapa puisi memberikan gambaran diri penyair Rg Bagus Warsono di masa mudanya. Penyair yang terkenal lewat antologi imajener 'Si Bung' ini banyak menulis puisi di berbagai media sehingga terscecer dimedia koran/majalah pada era 80-90an bahkan lupa dokumennya. Beruntuk sahabat Si Buku berhasil mengumpulkan puisi-puisinya itu dan menggabngkannya dalam Bunyikan Aksara Hatimu. Diasamping mengambil klipping dari berbagai koran antologi ini juga adalah gabungan dari antologi kecil karya Rg Bagus Warsono seperti Buah, Menanti Hari Esok, Mata Air dan Bunyikan Aksara Hatimu.
Rabu, 20 Mei 2015
Si Bung
Rg. Bagus Warsono
E-Mail: agus.warsono[aT]ymail.com
Rg. Bagus Warsono (Agus Warsono) Lahir dengan nama Rg.(Ronggo) Bagus Warsono lebih dikenal dengan Agus Warsono, SPd.MSi,dikenal sebagai sastrawan dan pelukis Indonesia. Lahir Tegal 29 Agustus 1965. Ayahnya seorang guru yang bernama Rg. Yoesoef Soegiono, (trah Ronggo Kastuba). Sejak kecil sudah senang membaca. Usia 10 tahun sudah menamatkan Api Dibukit Menoreh karya SH Mintardja. Kegemaran membaca ini sampai mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (1999).Daftar Buku
Jumlah buku:1
Pebaca terhormat, tak ada kata lain yang lain kecuali terima kasihku atas apresiasi pembaca yang
sudi membaca puisi-puisi dalam antologi yang di beri nama Si Bung ini. Sebuah inspirasi
dari inspirator kita Dr. H Akhmad Soekarno, seorang pemimpin besar Revolusi,
Proklamator RI ini dan juga seorang seniman sejati. Dari profilnya memberikan inspirasi
syair-syair yang kami kumpulkan dalam sepuluh tahun. Sajian khusus bagi pembaca budiman,
untuk dinikmati sebagai seni. Salam sejahtera Rg. Bagus Warsono
sudi membaca puisi-puisi dalam antologi yang di beri nama Si Bung ini. Sebuah inspirasi
dari inspirator kita Dr. H Akhmad Soekarno, seorang pemimpin besar Revolusi,
Proklamator RI ini dan juga seorang seniman sejati. Dari profilnya memberikan inspirasi
syair-syair yang kami kumpulkan dalam sepuluh tahun. Sajian khusus bagi pembaca budiman,
untuk dinikmati sebagai seni. Salam sejahtera Rg. Bagus Warsono
Jangan Jadi Sastrawan
| Judul | : Jangan Jadi Sastrawan |
| No. ISBN | : 978-602-281-069-8 |
| Penulis | : Rg. Bagus Warsono |
| Tahun terbit | : Februari 2014 |
| Dimensi | : x + 54 hlm; 13 x 19 cm |
| Jenis Cover | : Soft Cover |
| Kategori | : Inspirasi, Motivasi |
| Harga | : Rp. 27,500 |
| Stok | : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan |
Sebaiknya jangan jadi sastrawan untuk tidak terus mencari. Sebab sastrawan terus menerus dalam hidupnya slalu mencari. Bahkan sesuap nasi. Karenanya jangan jadi Sastrawan
Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa.
Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa.
Share this:
- See more at: http://www.indie-publishing.com/jangan-jadi-sastrawan/#sthash.QPy7oCwl.dpufAntologi Jakarta Tak Mau Pindah
| Judul | : Jakarta Tak Mau Pindah |
| No. ISBN | : 978-602-281-077-3 |
| Penyusun | : Rg. Bagus Warsono |
| Tahun terbit | : April 2014 |
| Dimensi | : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm |
| Jenis Cover | : Soft Cover |
| Kategori | : Kumpulan Puisi |
| Harga | : Rp 27,500 + ongkir dari Depok |
| Stok | : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan |
Silahkan pindahkan Ibukota
Tapi tidak untuk Jakarta
Jakarta tak mau pindah
Walau tenggelam oleh air laut Jawa
Atau gempa porak poranda
Tak akan menghapus peta
Yang ditoreh kakek bangsa
Karena Jakarta punya makna.
Tapi tidak untuk Jakarta
Jakarta tak mau pindah
Walau tenggelam oleh air laut Jawa
Atau gempa porak poranda
Tak akan menghapus peta
Yang ditoreh kakek bangsa
Karena Jakarta punya makna.
Rg. Bagus Warsono 2014
- See more at: http://www.indie-publishing.com/jakarta-tak-mau-pindah/#sthash.pbWCQvAO.dpuf
Jumat, 15 Mei 2015
Publik pembaca itu nomor satu
Publik pembaca itu nomor satu, ya ini sebuah kepentingan penulis sastra jenis apa pun. Publiklah yang mengadili sebuah karya. Kalau begitu jangan biarkan buku-bukumu rapih di rak kaca sebagai hiasan, berikan pada yang membutuhkan.
Anak-anak muda kini mulai tertarik dengan buku, mungkin zaman sudah kembali masa tahun 70-an. di buku tak ada iklan, tak ada pornografi, tak ada pulsa yang harus dibayar.
Anak-anak muda kini mulai tertarik dengan buku, mungkin zaman sudah kembali masa tahun 70-an. di buku tak ada iklan, tak ada pornografi, tak ada pulsa yang harus dibayar.
Di buku tak ada iklan
Di buku tak ada iklan, tak ada pornografi, tak ada pulsa yang harus dibayar.
anak-anak usia 4-12 tahun , remaja/pemuda, dan dewasa, akhirnya mulai suka buku. Buku cerita lebih dominan disukai, kemudian cerpen yang hanya membutuhkan maksimal 15 menit membaca, novel kurang disukai karena temanya membosankan (betul apa tidak ini) , puisi hanya beberapa lembar dalam satu buku.
dan bacaan lainnya seperti komik dan cersil sangat diminati pembaca tertentu.
anak-anak usia 4-12 tahun , remaja/pemuda, dan dewasa, akhirnya mulai suka buku. Buku cerita lebih dominan disukai, kemudian cerpen yang hanya membutuhkan maksimal 15 menit membaca, novel kurang disukai karena temanya membosankan (betul apa tidak ini) , puisi hanya beberapa lembar dalam satu buku.
dan bacaan lainnya seperti komik dan cersil sangat diminati pembaca tertentu.
pembaca sering menghiraukan pengarangnya.
Khusus bacaan cerpen, pembaca sering menghiraukan pengarangnya. Ini dikarenakan dianggap pembaca tidak penting. Oleh karena itu Bapak dan Ibu guru dapat mengarahkan melalui pembelajaran sinopsis atau membuat ringkasan cerita, dan pertanyaan-pertanyaan tentang siapa pengarangnya.
baiknya penyair bersahabat dengan guru
Jika memang puisi membutuhkan pembaca, maka alangkah baiknya penyair bersahabat dengan guru dan dosen dari mulai TK sampai perguruan tinggi. Tawarkan kepada sahabat kita itu buku gratis dan ajak anak-anak kita mengapresiasi karya penyair. Setelah itu beri apresiasi pada guru dan dosen dengan betuk tulisan sehingga simbiosismutualisme , tetapi juga harus jujur !
Hasilnya ......................................ha ha ha
Untuk mencobanya , silahkan kepada 40 pelajar SMA dalam satu kelas, berikan 8 judul novel angkatan ,45 dan ;66, serta berikan 32 judul novel angkatan terkini dari beberapa novelis . Hasilnya ......................................ha ha ha
Membaca "seliwatan"
Membaca "seliwatan" artinya membaca 'tingkat tinggi' yang hanya dilakukan oleh pemilik ribuan pengalaman / mumpuni bawaan. Dia dapat 'membaca judul buku, 'membaca selembar, 'membaca 'boiodatanya saja, 'membaca satu bait puisi saja, membaca judul puisinya saja, 'tidak membaca (diam) tetapi mengerti isinya.
Membaca "seliwatan" dimiliki orang-orang tertentu, tetapi juga berbahaya bagi penjurian lomba/seleksi.
Membaca "seliwatan" dimiliki orang-orang tertentu, tetapi juga berbahaya bagi penjurian lomba/seleksi.
Pengangguran dan pegawai sama
Bahasa Indonesiaku : Pengangguran dan pegawai sama saja tidak tengah melakukan kerja
Tanggal merah bukan milik pegawai, atau pelajar, tetapi juga milik penyair dan pengangguran seperti ku ini. Lalu apa beda pegawai , pelajar atau pengangguran ?
Tentu tidak ada bedanya semua sama-sama berawalan "pe" yang menyatakan 'sebutan pemilik/pelaku, (menyebut (seseorang/ banyak) status profesi atau yang tengah dijalaninya /yang disandangnya). Awalan 'pe bukan menunjukan sebuah kegiatan (aktif) kerja. Menyebut ,pelajar, belum tentu ia tengah belajar, begitu pula pegawai belum tentu bekerja, tetapi kalau menyebut ,pengangguran jelas memberikan makna tidak kerja, Jadi tak ada beda pengangguran dan pegawai.
Tanggal merah bukan milik pegawai, atau pelajar, tetapi juga milik penyair dan pengangguran seperti ku ini. Lalu apa beda pegawai , pelajar atau pengangguran ?
Tentu tidak ada bedanya semua sama-sama berawalan "pe" yang menyatakan 'sebutan pemilik/pelaku, (menyebut (seseorang/ banyak) status profesi atau yang tengah dijalaninya /yang disandangnya). Awalan 'pe bukan menunjukan sebuah kegiatan (aktif) kerja. Menyebut ,pelajar, belum tentu ia tengah belajar, begitu pula pegawai belum tentu bekerja, tetapi kalau menyebut ,pengangguran jelas memberikan makna tidak kerja, Jadi tak ada beda pengangguran dan pegawai.
seseorang disebut penyair
Aku tetap komitment bahwa yang menentukan seseorang disebut penyair atau bukan adalah:apabila ybs menulis puisi menghasilkan karya bagues( membuat puisi (syair) dengan bahasa sastra indah dan memiliki makna serta karya itu memiliki jangkauan penggunaan panjang ke depan. (Maksudnya, tidak setelah dibaca puisi itu menjadi sampah atau dibaca tahun depan sudah tidak enak lagi dibaca )
Narsismu aku suka:
Narsismu aku suka:
1. tidak menyebalkan
2. hal baru
3. lucu
4. ada sisi pengetahuan baru yang didapat
5. informasi yang bermanfaat
6. jika sambil beramal (sosial)
1. tidak menyebalkan
2. hal baru
3. lucu
4. ada sisi pengetahuan baru yang didapat
5. informasi yang bermanfaat
6. jika sambil beramal (sosial)
Minggu, 10 Mei 2015
Rabu, 06 Mei 2015
Diskusi batasan tentang Peristiwa Sastra Nasional'
Bermula dari ucapan seorang penyair yang cukup dikenal mengatakan bahwa sebuah kegiatan sastra di daerah adalah bukan peristiwa nasional.Tentu saja hal ini langsung mendapat protes dari beberapa teman aktifis sastra di daerah. Bisa-bisanya ia membuat pernyataan begitu yang jika diukur dengan popularitas dirinya tak sebanding dengan intelektualnya.
Untuk hal ini marilah kita mulai memberi batasan sebuah peristiwa dikatakan menasional itu. Sebagai orang media saya biasa menentukan pemberitaan mana yang dipandang sebagai peristiwa nasional. Sebuah pendapat dari pandangan kaca mata pemberitaan.
Patokannya adalah 'gunung meletus' dalam tanda kutip. Gunung itu adanya jauh dari perkotaan. Di daerah sana. Bukan di Jakarta atau ibukota propinsi lainnya.
Meletus tergantung dari skala regter menunjukan angka berapa? Kemudian ekses gunung meletus itu apa. Berapa jumlah korban, berapa jumlah pengungsi. Kemudian berapa lama kondisi mencekam, berapa besar mengawatirkan, dan berapa besar kerugian dihitung. Kemudian barulah lokasi dan seberapa besar negara melindungi lokasi di dekat atau radius siaga itu dijaga.
Nah dari patokan 'gunung meletus' ini barulah kita bisa menentuakn apakah peristiwa sebuah kegiatan itu disebut layak sebagai peristiwa nasional. Nah , sahabat paham bukan?
Untuk hal ini marilah kita mulai memberi batasan sebuah peristiwa dikatakan menasional itu. Sebagai orang media saya biasa menentukan pemberitaan mana yang dipandang sebagai peristiwa nasional. Sebuah pendapat dari pandangan kaca mata pemberitaan.
Patokannya adalah 'gunung meletus' dalam tanda kutip. Gunung itu adanya jauh dari perkotaan. Di daerah sana. Bukan di Jakarta atau ibukota propinsi lainnya.
Meletus tergantung dari skala regter menunjukan angka berapa? Kemudian ekses gunung meletus itu apa. Berapa jumlah korban, berapa jumlah pengungsi. Kemudian berapa lama kondisi mencekam, berapa besar mengawatirkan, dan berapa besar kerugian dihitung. Kemudian barulah lokasi dan seberapa besar negara melindungi lokasi di dekat atau radius siaga itu dijaga.
Nah dari patokan 'gunung meletus' ini barulah kita bisa menentuakn apakah peristiwa sebuah kegiatan itu disebut layak sebagai peristiwa nasional. Nah , sahabat paham bukan?
Selasa, 05 Mei 2015
Rg Bagus Warsono
Rg Bagus Warsono dikenal sebagai seorang penyair yang puisi-puisinya banyak dibaca dan dilombakan di seluruh Tanah Air dikarenakan puisinya yang menyoroti berbagai aspek kehidupan masyarakat. Bebrapa puisi yang terkenal adalah Si Bung Menangis yang diterbitkan dalam antologi berjudul Si Bung yang diterbitkan oleh penerbit Leutikaprio Yogyakarta 2014. Kemudian puisi berjudul 'Potong Jari Masisku Saja' juga adalah puisi yang terkenal yang ditulis dalam antologi 'Mas Karebet yang diterbitkan oleh penerbit Sibuku Media yogyakarta 2015.Karya yang lain dari penyair ini adalah antologi puisi berjudul jangan Jadi sastrawan yang diterbitkan oleh penerbit Indhie Publishing Jakarta 2014 serta antologi 'Jakarta Tak Mau pindah yang diterbitkan oleh penerbit Indhie Publishing jakarta.
Berikut ebook antologi antologi 'Jangan jadi Sastrawan dan antologi puisi ;Jakarta Tak Mau Pindah karta Rg Bagus warsono.
Buku Antologi Jangan Jadi sastrawan karya Rg Bagus warsono Judul : Jangan Jadi Sastrawan No. ISBN : 978-602-281-069-8 Penulis : Rg. Bagus Warsono Tahun terbit : Februari 2014 Dimensi : x + 54 hlm; 13 x 19 cm Jenis Cover : Soft Cover Kategori : Inspirasi, Motivasi Harga : Rp. 27,500 Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan Sebaiknya jangan jadi sastrawan untuk tidak terus mencari. Sebab sastrawan terus menerus dalam hidupnya slalu mencari. Bahkan sesuap nasi. Karenanya jangan jadi Sastrawan Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa.
Buku Sastra : Antologi Jakarta Tak Mau Pindah Judul : Jakarta Tak Mau Pindah No. ISBN : 978-602-281-077-3 Penyusun : Rg. Bagus Warsono Tahun terbit : April 2014 Dimensi : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm Jenis Cover : Soft Cover Kategori : Kumpulan Puisi Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan
Silahkan pindahkan Ibukota Tapi tidak untuk Jakarta Jakarta tak mau pindah Walau tenggelam oleh air laut Jawa Atau gempa porak poranda Tak akan menghapus peta Yang ditoreh kakek bangsa Karena Jakarta punya makna. Rg. Bagus Warsono 2014
- See more at: http://www.indie-publishing.com/jakarta-tak-mau-pindah/#sthash.mInzjkKi.dpuf
Penyair Bagus Warsono lahir di Tegal, 29 Agustus 2015 memasuki SDN Sindang II, SMP N II Sindang dan SPG Indramayu, Menamatkan S1 di STIa dan sekaligus S2 di STIA Jappan Jakarta. Penyair ini mengasuh sanggar sastra Meronte Jaring di Indramayu.
Rg Bagus Warsono juga banyak menulis artikel dan cerpen yang banyak dimuat di koran dan majalah.
Senin, 04 Mei 2015
Buku Antologi Jangan Jadi sastrawan karya Rg Bagus warsono
Judul : Jangan Jadi Sastrawan
No. ISBN : 978-602-281-069-8
Penulis : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : Februari 2014
Dimensi : x + 54 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Inspirasi, Motivasi
Harga : Rp. 27,500
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan
Sebaiknya jangan jadi sastrawan untuk tidak terus mencari. Sebab sastrawan terus menerus dalam hidupnya slalu mencari. Bahkan sesuap nasi. Karenanya jangan jadi Sastrawan
Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa.
No. ISBN : 978-602-281-069-8
Penulis : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : Februari 2014
Dimensi : x + 54 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Inspirasi, Motivasi
Harga : Rp. 27,500
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan
Sebaiknya jangan jadi sastrawan untuk tidak terus mencari. Sebab sastrawan terus menerus dalam hidupnya slalu mencari. Bahkan sesuap nasi. Karenanya jangan jadi Sastrawan
Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa.
Buku Sastra : Antologi Jakarta Tak Mau Pindah
Judul : Jakarta Tak Mau Pindah
No. ISBN : 978-602-281-077-3
Penyusun : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : April 2014
Dimensi : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Kumpulan Puisi
Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan
Silahkan pindahkan Ibukota
Tapi tidak untuk Jakarta
Jakarta tak mau pindah
Walau tenggelam oleh air laut Jawa
Atau gempa porak poranda
Tak akan menghapus peta
Yang ditoreh kakek bangsa
Karena Jakarta punya makna.
Rg. Bagus Warsono 2014
- See more at: http://www.indie-publishing.com/jakarta-tak-mau-pindah/#sthash.mInzjkKi.dpuf
No. ISBN : 978-602-281-077-3
Penyusun : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : April 2014
Dimensi : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Kumpulan Puisi
Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan
Silahkan pindahkan Ibukota
Tapi tidak untuk Jakarta
Jakarta tak mau pindah
Walau tenggelam oleh air laut Jawa
Atau gempa porak poranda
Tak akan menghapus peta
Yang ditoreh kakek bangsa
Karena Jakarta punya makna.
Rg. Bagus Warsono 2014
- See more at: http://www.indie-publishing.com/jakarta-tak-mau-pindah/#sthash.mInzjkKi.dpuf
Kok Kata Facebook
....
Sebagaimana kajian ilmunya referensi yang dipertanggung jawabkan adalah bukti peninggalan sejarah seperti, prasasti, pustaka, narasumber, laboratorium,foto, penelitian dan saksi mata yang bersifat ilmiah. Facebook (fb) adalah sarana untuk komunikasi dan informasi di era internet. Fb tergantung dari penggunaannya dapat memiliki pertanggungjawaban yang jelas dan dapat juga sebagai 'hiburan .
Jika sesuatu pernyataan diliris dengan mengambil dari fb tentu memiliki barbagai kemungkinan dan keraguan keyakinan pembaca. Fb juga dipercaya bagi antar pengguna yang telah memiliki hubungan dengan saling menginformasikan jati diri sehingga antar mereka mempercayai status masing-masing. Dan tentu saja bagi mereka pengguna fb yang bertujuan bukan sekadar hiburan semata.
Fb juga memiliki banyak kelemahan jika dijadikan referensi suatu pernyataan sebab ini merupakan bahasa tulis yang ditulis dalam dunia maya yang dapat dihapus atau diedit dengan mudah. Sedangkan bahasa tulis pada ujud nyata misalnya buku, koran, atau surat kesalahan atau edit akan ada bekasnya.Benar memang tergantung pada tujuannya, pengguna fb dapat dilihat dari berbagai statusnya yang dilihat pada kronologinya atau profilnya yang memiliki barbagai karakter yang menunjukan pemiliknya.....Untuk kita renungkan di Hari Pendidikan Nasional
1. Gonta-ganti Kurikulum
2. Biaya Oprasional Sekolah (BOS) yang menghitung jumlah siswa per sekolah tetapi biaya sekolah tetap mahal
3. Sistem online pen-data-an pokok pendidikan tak seindah sistem manual
4. Rekrutment Guru tidak jelas
5. Banyak pengabdi pendidikan yang dibayar murah (guru sukarelawan) yang tidak diperhatikan
6. Kreatifitas siswa dibelenggu , percuma menciptakan ini itu
7. Dinas pendididikan di daerah hanya ribut rebutan Jabatan
8. Buku -buku siswa harus beli mahal
9. Tunjangan fungsional (sertifikasi) slalu terlambat
10. Program Mentri hanya slogan ferbalis.
Rg. Bagus Warsono
Sama-sama perlu publikasi dan merebut hati pembaca
Aku sudah berpengalaman sekali ketika bekerja di redaksi majalah tentang hal-hal kecil misalnya porsi tulisan penulis dengan tema penerbitan saat itu, hal laik tidaknya tulisan dulu ada pada dewan redaksi, tulisan berkenaan dengan nama penulis dan finansial serta pengaruhnya pada pembaca. Jadi wajar-wajar saja jika ada yang tidak setuju. Yang tidak setuju biasanya memiliki misi lain yang sama-sama perlu publikasi dan merebut hati pembaca. Yang penting tetap bekerja profesional dan tidak menyakiti orang lain. Sehingga jika ia tak setuju atau ada hal lain , ia sangat tidak beralasan. dan berfikir tidak ilmiah.






