Laman

Kamis, 15 Agustus 2019

Mereka terlihat bersih dan gagah-gagah.

Th 1992 aku diundang majalah kecil Gentra Pramuka pimpinan Gunanwan Undang di Bandung untuk menjadi wartawan pramuka. Pak Gunawan Undang, Pak Sali Iskandar, serta Pak HM Sampoerna , ketika itu Kwarda Jabar juga wakil gubenur Jabar tertarik dengan artikel2ku tentang kepramukaan.
Jadilah aku wartawan pramuka sebagai kerja sambilan sebagai guru sekolah dasar.
Di pertemuan itu, aku hanya guru desa, yang tak tau tentang kepramukaan di kota. Hal yang tertarik pada saat itu adalah
terdapat Pramuka Garuda, anak anak muda itu mungkin masih SMA mungkin juga mahasiswa. Mereka terlihat bersih dan gagah-gagah. Pramuka yang perempuannya cantik-cantik. Mungkin juga ia pramuka yang mengawal Kak Kwarda Jabar HM Sampoerna itu.

Selasa, 06 Agustus 2019

Sesekali memberi sentuhan kecil, penerangan, agar dunia sastra itu lebih demokratis, bahwa penyair itu tak sekedar menulis

Jk arti kurator memilih ia hrs pandai memilih, ia memahami pilihannya, jk puisi ia memahami isi puisi, ia pandai membedahnya.
Jika puisi adalah pesan, maka ada pesan yg ditinggalkan setelah dibaca, pesan itu bisa tersurat dan tersirat
Jk kurator memilih, maka ia mampu membedah karya sastra, Jk hrs membedah, maka puisi yg dibedah hrs adil pd setiap puisi peserta.
Karena puisi bisa membedakan maka menyimpan kata baru yang indah dan menarik yg jarang orang menggunakannya
Maklum banyak penyair dan karyanya di nusantara ini, maka puisi bisa membedakan siapa penyairnya dengan kejujuran.
Jika puisi indah maka ada tumbuh indah dalam puisi itu, yakni kata baris dan bait yg slalu indah.

Jadi merdeka itu mungkin hanyalah cara pandang.

Doeloe remaja bilang ingin bebas merdeka seperti burung terbang kemana suka , sebetulnya burung itu sendiri meras tak bebas hinggap, ketika bertemu kawanan burung lain yang bergerombol. Ia menukik sambil menjerit. Ternyata keleluasaan tak juga membuat orang merasa merdeka, itulah perasaan merdeka, Jadi merdeka itu mungkin hanyalah cara pandang. Orang menyangka orang bule bertelanjang di tepi pantai itu merdeka, padahal belum tentu. Barangkali ia tak merasakan merdeka diwaktu kecil. hahaha ah

" Apa suamimu itu Republik?"

Banyak hidup susah senang dan banyak hutang tetep dilakoni.
'Saya komit dengan cinta, bahwa cinta tak dapat dikalahkan dengan kesengsaraan dan banyak hutang''.
'Seperti cintaku pada indonesia , walau banyak hutang tetap cinta" kata perempuan itu.
Lalu saya bilang " Apa suamimu itu Republik?"

pasar

Sedikit memberi jelas:
Ketika tema itu perjalanan merdeka lalu penyair menyebut dalam barisnya baitnya atau puisinya menyebut :
/pasar
pasar
pasar
pasar//
Anda tak akan paham hati manusia padahal itu gambaran merdeka walau pun terlihat sama sekali diluar tema . Padahal itu sebenarnya terlihat betapa makna 'pasar' adalah kebebasan . Di situ terdapat pencopet, orang baik, orang kaya, orang gelandangan, orang waras, orang gila, tukang panggul juga direktur, dsb. Nah , demikian apresiasi itu harus dilihat sejauh kepiawaian pembaca mencerna.