Laman

Minggu, 26 April 2015

Kartini dulu kurir yang piawai

Kartini doeloe keliling Tanah Air menjadi kurir yang pandai, tapi sekarang perangko dicuekin PT POS Indonesia.

Kartini di tahun 65-70 an cukup berharga

Kartini di tahun 65-70 an cukup berharga. Tak ada Kartini ke Arab Saudi, Hongkong dan Korea atau ke negeri tetangga Malaysia karena Tanah Air masih cukup utuk membuat Kartini kita berwibawa dan punya harga diri.

Beberapa Antologi Karya Penyair Rg Bagus Warsono







Sabtu, 25 April 2015

Jika uang bergambar ibu

Sepuluhribu rupiah boleh jadi bisa makan 4 hari untuk keluarga. Dolar pun diinjak-injak oleh ibu. Beras hanya empatratus limapuluh perak. Tempe dan tahu serta sayur asem tak habis limaratus perak. Pendek kata ibu tegar dalam 4 hari itu.
Sayang uang ibu hilang ditelan waktu, yang ada hanya uang uang melayang yang ditangkap ibu lalu terbang.
Uang ibu kadang mengucur ke saku seragam sekolah, bisa-bisanya uang sepeluh ribu dibagi seratus. Lalu uang ibu sebagian disimpan dalam kantung bh persediaan si kecil minta jajan.
Katanya banyak orang hormat pada ibu, tapi kenapa tak datang, tak menjenguk ibu tak membahagiakan ibu. Meski doa sehat untuk ibu, tapi ibu ingin merasakan uang ibu sesungguhnya saat ini. Uang ibu tak dapat masuk supermarket, mall atau restoran seafood yang ibu suka. Ibu bersyukur kalian hanya kirim doa sehat, namun ibu ingin uang ibu kembali darimu yang dibiayai ibu.

Telah Terbit Antologi Mas Karebet Karya Rg Bagus Warsono 2015


Sabtu, 11 April 2015

bodhohmu kok nambah sekarang

Kecuali otodidak, bergurulah pada penyair mumpuni.
"Maafkan Guru, aku tak sesuai harapan Guru, aku masih kalah dengan orang lain Guru. Segeralah guru menurunkan ilmu pamungkas untukku muridmu yang setia ini Guru"
"Thole thole, bodhohmu kok nambah sekarang. Wong aku turunkan ilmu padamu juga dari buku, Thole. Sekarang bukunya kan ada padamu, Thole ."

berhenti sejenak dikala ragu

Penyair, perjalanan kita masih panjang, sepanjang masih menghirup udara, tahan nafas dulu, berhenti sejenak dikala ragu, dan kembali melangkah dengan tujuan jelas dan mulia.

kita semua bersaudara

Bukan tidak mungkin yang senior kalah sama juniornya, jendral ditusuk kopralnya, yang perlente dilibas anak jalanan, yang garang menunduk malu pada si sabar, dan sakti hilang kesaktiannya dan pindah ke yang lain. begitulah dunia sastra kita, kejayaan ada masanya, masa ada hoki-nya. karena itu kita semua bersaudara

Saling menghormati dan menghargai

Ketenaran itu ada tangga-nya. Kepopuleran ada batas radiusnya, Yang merasa sudah menjadi komandan akhirnya tenyata ketemu jendralnya. Begitu juga ilmu ada slalu yang melebihi ketinggiannya. Saling menghormati dan menghargai sesama penyair adalah kepribadian yang merupakan manifestasi dan implementasi dari kepenyairannya itu.

amalkan ilmumu

"Ingat pesanku ini, menjadi penyair itu jangan sombong, jangan merasa sudah paling top, jangan terlalu narsis, jangan suka pamer harta bendamu, tetapi juga jangan bersembunyi, amalkan ilmumu, amalkan tenagamu, kelak namamu akan harum sepanjang masa."

Jumat, 10 April 2015

Tentang Merenda

Nita Tjindarbumi, tlah langka gadis belia merenda, ibu muda pun hampir tak dijumpai, Nita Tjindarbumi, melestarikan ketrampilan itu. Sungguh suatu yang patut dilestarikan. Tangan-tangan terampil tlah ada sejak Kartini dan Dewi sartika menginjak dewasa. Ia (merenda) teman segalanya, senang, susah, gundah, nesu dan marah tetapi juga menyimpan harapan dan cinta. Merenda ibarat memberikan keindahan dari yang lurus (kejujuran) . Merenda itu jujur , sesuatu yang bermakna. Aku suka itu. Bukan, bukan karena aku rindu Ibuku dulu merenda benang menunggu Bapak pulang tetapi makna itu tersembunyi dalam hati siapa pun yang merenda benang. Aku suka.

Rabu, 01 April 2015

Tema karya puisi

Tema karya puisi

Tema karya puisi ditafsirkan macam-macam, tidaklah harus berlebihan tetapi tidak juga memfokus. dengan demikian tidaklah melebar sehingga berbenturan dengan lain tema namun tidak juga memfokus mengerucut bagai sub tema atau menjudul.
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.
Dalam menulis puisi haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah fondasinya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.
Jadi tiadalah mungkin pembaca terjebak tema. Ketika melihat pertama kali menarik namun ketika dibaca sama sekali diluar temanya.