Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Minggu, 26 April 2015
Sabtu, 25 April 2015
Jika uang bergambar ibu
Sepuluhribu rupiah boleh jadi bisa makan 4 hari untuk keluarga. Dolar pun diinjak-injak oleh ibu. Beras hanya empatratus limapuluh perak. Tempe dan tahu serta sayur asem tak habis limaratus perak. Pendek kata ibu tegar dalam 4 hari itu.
Sayang uang ibu hilang ditelan waktu, yang ada hanya uang uang melayang yang ditangkap ibu lalu terbang.
Uang ibu kadang mengucur ke saku seragam sekolah, bisa-bisanya uang sepeluh ribu dibagi seratus. Lalu uang ibu sebagian disimpan dalam kantung bh persediaan si kecil minta jajan.
Katanya banyak orang hormat pada ibu, tapi kenapa tak datang, tak menjenguk ibu tak membahagiakan ibu. Meski doa sehat untuk ibu, tapi ibu ingin merasakan uang ibu sesungguhnya saat ini. Uang ibu tak dapat masuk supermarket, mall atau restoran seafood yang ibu suka. Ibu bersyukur kalian hanya kirim doa sehat, namun ibu ingin uang ibu kembali darimu yang dibiayai ibu.
Sayang uang ibu hilang ditelan waktu, yang ada hanya uang uang melayang yang ditangkap ibu lalu terbang.
Uang ibu kadang mengucur ke saku seragam sekolah, bisa-bisanya uang sepeluh ribu dibagi seratus. Lalu uang ibu sebagian disimpan dalam kantung bh persediaan si kecil minta jajan.
Katanya banyak orang hormat pada ibu, tapi kenapa tak datang, tak menjenguk ibu tak membahagiakan ibu. Meski doa sehat untuk ibu, tapi ibu ingin merasakan uang ibu sesungguhnya saat ini. Uang ibu tak dapat masuk supermarket, mall atau restoran seafood yang ibu suka. Ibu bersyukur kalian hanya kirim doa sehat, namun ibu ingin uang ibu kembali darimu yang dibiayai ibu.
Sabtu, 11 April 2015
bodhohmu kok nambah sekarang
Kecuali otodidak, bergurulah pada penyair mumpuni.
"Maafkan Guru, aku tak sesuai harapan Guru, aku masih kalah dengan orang lain Guru. Segeralah guru menurunkan ilmu pamungkas untukku muridmu yang setia ini Guru"
"Thole thole, bodhohmu kok nambah sekarang. Wong aku turunkan ilmu padamu juga dari buku, Thole. Sekarang bukunya kan ada padamu, Thole ."
"Maafkan Guru, aku tak sesuai harapan Guru, aku masih kalah dengan orang lain Guru. Segeralah guru menurunkan ilmu pamungkas untukku muridmu yang setia ini Guru"
"Thole thole, bodhohmu kok nambah sekarang. Wong aku turunkan ilmu padamu juga dari buku, Thole. Sekarang bukunya kan ada padamu, Thole ."
berhenti sejenak dikala ragu
Penyair, perjalanan kita masih panjang, sepanjang masih menghirup udara,
tahan nafas dulu, berhenti sejenak dikala ragu, dan kembali melangkah
dengan tujuan jelas dan mulia.
kita semua bersaudara
Bukan tidak mungkin yang senior kalah sama juniornya, jendral ditusuk
kopralnya, yang perlente dilibas anak jalanan, yang garang menunduk malu
pada si sabar, dan sakti hilang kesaktiannya dan pindah ke yang lain.
begitulah dunia sastra kita, kejayaan ada masanya, masa ada hoki-nya.
karena itu kita semua bersaudara
Saling menghormati dan menghargai
Ketenaran itu ada tangga-nya. Kepopuleran ada batas radiusnya, Yang
merasa sudah menjadi komandan akhirnya tenyata ketemu jendralnya. Begitu
juga ilmu ada slalu yang melebihi ketinggiannya. Saling menghormati dan
menghargai sesama penyair adalah kepribadian yang merupakan manifestasi
dan implementasi dari kepenyairannya itu.
amalkan ilmumu
"Ingat pesanku ini, menjadi penyair itu jangan sombong, jangan merasa
sudah paling top, jangan terlalu narsis, jangan suka pamer harta
bendamu, tetapi juga jangan bersembunyi, amalkan ilmumu, amalkan
tenagamu, kelak namamu akan harum sepanjang masa."
Jumat, 10 April 2015
Tentang Merenda
Nita Tjindarbumi, tlah langka gadis belia merenda, ibu muda pun hampir tak dijumpai, Nita Tjindarbumi,
melestarikan ketrampilan itu. Sungguh suatu yang patut dilestarikan.
Tangan-tangan terampil tlah ada sejak Kartini dan Dewi sartika menginjak
dewasa. Ia (merenda) teman segalanya, senang, susah, gundah, nesu dan
marah tetapi juga menyimpan harapan dan cinta. Merenda ibarat memberikan
keindahan dari yang lurus (kejujuran) . Merenda itu jujur , sesuatu
yang bermakna. Aku suka itu. Bukan, bukan karena aku rindu Ibuku dulu
merenda benang menunggu Bapak pulang tetapi makna itu tersembunyi dalam
hati siapa pun yang merenda benang. Aku suka.
Rabu, 01 April 2015
Tema karya puisi
Tema karya puisi
Tema karya puisi ditafsirkan macam-macam, tidaklah harus berlebihan tetapi tidak juga memfokus. dengan demikian tidaklah melebar sehingga berbenturan dengan lain tema namun tidak juga memfokus mengerucut bagai sub tema atau menjudul.
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.
Tema karya puisi ditafsirkan macam-macam, tidaklah harus berlebihan tetapi tidak juga memfokus. dengan demikian tidaklah melebar sehingga berbenturan dengan lain tema namun tidak juga memfokus mengerucut bagai sub tema atau menjudul.
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.
Dalam menulis puisi haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika
diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah fondasinya. Tema juga hal
yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya
menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.
Jadi tiadalah mungkin pembaca terjebak tema. Ketika melihat pertama kali menarik namun ketika dibaca sama sekali diluar temanya.
Jadi tiadalah mungkin pembaca terjebak tema. Ketika melihat pertama kali menarik namun ketika dibaca sama sekali diluar temanya.
.jpg)
.jpg)




