Laman

Kamis, 31 Desember 2015

"Penyair Ndeso yang Menasional" (1)

"Penyair Ndeso yang Menasional"(1)

Rg Bagus Warsono

Menjadi penyair gak usah pergi ke kota apalagi ikutan audisi . Nulis aja di rumah sambil momong 'puthu. Bisa jadi sukses tampa disadari. Karena karya-karya yang monumental. Karena zaman bukan lagi zaman kuda gigit besi tetapi zaman 'gang kecil dibeton, zaman 'pesawat tv setebal triplex, zaman 'sepur pakai tiket , zaman pedagang sayur cantik seperti artis, zaman kopi zahe tapi gambarnya saja rasa jahe, zaman hp bukan zaman iterlokal,telegram di kantor telkom.
Jangan dikira mereka yang sukses dengan karya menasional mudah begitu saja digapai. Banyak liku berliku untuk menjadi penyair bek'en, tetapi dia tidak ndeso walau orang ndeso, tidak 'Ge eR, tapi percaya diri. jadilah apa yang diidamkan sukses cemerlang, mengapolo sampai bintang.
Dunia sastra tak mengenal batas, apalagi asal dilahirkan , kampung klutuk, kota kecil, nun jauh dari ramainya angkutan kota, penyair ndeso melabrak batas kota dan bertengger nama dan karyanya menasional .
Apalagi zamam 'modem asal baterai isi penuh jadilah bak bintang 'gubuk meceng' (sewaktu-watu terlihat, sewaktu-waktu bersinar, sewaktu-waktu ketutup mendung seperti musim hujan ini) . Tapi dia dan karyanya tidak demikian karena dia memang dari gugusan andromeda yang terus berkobar.
Bukan hanya laki-laki , perempuan ndeso juga. Orang tak menyangka, ibu yang suka mecuci baju di sungai atau yang tiap hari jualan dipasaran ternyata seorang penyair terkenal. Karyanya dihomati oleh banyak kritikus sastra, wajahnya mengisi berbagai situs baik yang amatiran maupun situs benua. Penyair ndeso kini tak lagi ndeso.
Menasional itu macam-macam seperti Tan Lioe Ie, ia menulis puisi tentang masa depan (mengikuti jejak pujangga besar Jayabaya dalam fersi lain) ada ada lagi karena karyanya yang monumetal sehingga menjulang, juga karena ketekunannya dalam komitment sebagai penyair yang memiliki jati diri dan ke-khas-an tersendiri.
Yang karena karya monumental kita mengenal Toto St Radik dengan "Indonesia setengah tiang",Kemudian Oka Rusmini karena "Putu Menolong Tuhan" , ada Nanang Suryadi karena "Negeri Menangis".
Menjadi penyair yang menasional tetep direkomendasi orang lain lebih dari seorang, lembaga dan pembaca serta pengakuan dari lembaga/ perguruan yang berkecimpung di bidang sastra, bukan oleh situs-situs yang bisa dipesan, apalagi penobatan kepanitiaan yang mendapat sponsor. Terutama sekali adalah pengadilan publik, publik (pembaca)-lah yang memutuskan vonisnya. Kini telah banyak karya sastra bagus yang perlu mendapat apresiasi . Mereka ternyata berasal dari berbagai pelosok nusantara. Penyair 'ndeso yang berkarya bukan main idahnya yang mewarnai jagat sastra Tanah Air.
Untuk memulai menyebut penyair ndeso yang menasional perlu sekali dibuat batasan apa/siapa sih penyair yang disebut menasional ? Penulis mencoba membuat batasan yang patokannya adalah karyanya bukan manusianya karena kata penyair melekat dengan karyanya itu. Lalu batasan ini penulis memberi tanda kutip 'karya yang memiliki berbagai aspek untuk dapat disebut nasional yakni: karya tersebut belum ada sebelumnya, sesuatu yang baru, unik, monumental, bermutu dan memiliki mafaat sebagai bacaan nasional (universal). Tentu saja akan mendapat bantahan dari berbagai pihak, ini dimaksudkan agar ada dasar yang bisa dipertanggung jawabkan.
Meski dari ndeso ia telah membuahkan karya monumental yakni karya yang slalu dikenang yang melekat atara karya dan penyairnya meskipun salah satunya yang disebut. Sebagai cotoh, misalnya ketika memyebut 'Kerawang-Bekasi, maka serta merta orang membayangkan pengarangnya Chairil Anwar. Atau menyebut 'Gadis Peminta-minta langsung orang mengingat Toto Sudarto Bachtiar.
Menyisir penyair ndeso yang menasional di seluruh nusatara ini tidak begitu mudah, tentu saja ada yang terlewatkan. Kita mulai dari Aceh tempat kelahiran penyair Lesik Keti Ara (LK Ara), seoranf pelopor penyair Aceh. Mereka adalah Sulaiman Juned ,Soerya Darma Isman, Moritza Thaher, Udin Pelor, Muhrain, Herman RN, Rahmi Soraya ,ZulKirbi. Sumut M Raudah Jambak.
Sedang di Sumatera Utara sebagai tempat banyak sastrawan nasional terkenal seperti Amir Hamzah, Amal Hamzah, Sanusi Pane, Armijn Pane, Bokor Hutasuhud, Hamsad Rangkuti kita dapat menyebut beberapa nama seperti : penyair Anwar bayu Putra yang terkenal berkat Ritus Pisau.
Anwar Bayu Putra
Dari Riau dan kepulauan Riau banyak sekali penyair populair saat ini, bahkan yang 'ter sulit dibedakan, tetapi ada yang bertegger papan atas seperti Sastra Riau, dan Idrus Tintin, Peraih Bintang Budaya Parama Dharma 2011 ini dikenal sebagai pembaharu seni teater Melayu khususnya di Riau. Dalam berkarya, ia sanggup menjadikan hal-hal yang tragedik menjadi komedik, disamping itu banyak lagi yang mulai bersinar terang.Sedang penyair tenar lain Hasan Junus telah meninggalkan kita semua.
.................(bersambung)

Senin, 28 Desember 2015

PUISI MENOLAK KORUPSI Sumbangsih Penyair untuk Negeri

PUISI MENOLAK KORUPSI Sumbangsih Penyair untuk Negeri
Oleh Agus Warsono

Sebuah pertanyaan kenapa puisinya yang menolak korupsi tidak penyairnya? Jika ini sebuah gerakan para penyair kenapa bukan penyair yang harus di depan? Pertanyaan di atas tidaklah harus disamakan dengan profesi lain. Sebab menurut sejarah, lebih berani tulisannya ketimbang orangnya. Lebih tajam pena-nya ketimbang lidahnya, lebih kritis kalimatnya ketimbang pendapatnya. Oleh karena itu para penyair gunakan produknya sebagai senjata untuk melawan korupsi.

Lebih dari itu sebetulnya produk sastra sangat erat dengan penulisnya. Undang-undang hak cipta begitu memberi kekuatan yang tak terpisahkan antara penulis dan karyanya. Jadi sebetulnya produk sastra tersirat dibelakangnya sosok penulisnya. Jika demikian jelas pesan yang dituangkan dalam karya sastra sebetulnya adalah hasil pemikiran penulisnya.Puisi menolak korupsi ini otomatis penyair yang mencipta puisi itu juga menolak korupsi.

Dalam diri hati manusia ada sisi baik dan sisi buruk. Siap orang yang waras menginginkan kehidupan yang baik. Sisi buruk yang ada hanyalah pembatas utuk tidak melakukannya. Sisi baik dan buruk slalu seiring pada diri manusia yang memiliki nafsu. Ini tergantung neracanya. Karena itu sisi buruk manusia perlu diisi dengan agama, aturan, pendidikan dan norma hidup. Sehingga sisi buruk itu terbelenggu dan tidak akan keluar dari nafsu manusia.

Puisi sebagai karya sastra memiliki nilai berbagai macam sentuhan hati. sebab puisi yang diciptakan oleh para penyair terkandung menitipkan pesan-pesan kebaikan yang beraneka. Ahlak, budi pekerti, budaya luhur, norma adat, peraturan, pantangan dan sebagainya terdapat dalam puisi. Hampir tiap puisi yang dibuat terkandung unsur intrinsik pesan-pesan tersebut dan intrinsik inklusif dalam Puisi Menolak Korupsi adalah masalah korupsi.

Dalam kurun hapir setengah abad perjalanan negeri ini (sejak 1966) perjalanan sastrawan kita hanya membuat karya yang bagus sehingga sulit dibuat angkatan.

Meskipun gelombang reformasi mengganti orde baru, karya satra berikut sastrawannya tidak mengiringi perubahan bangsa ini. Hal demikian dikarenakan reformasi yang sampai sekarang masih berjalan tersendat-sendat.

Bolehlah pada kritikus sastra atau sastrawan membuat angkatan kesusastraan, dengan alasan yang berbeda-beda, Itu sah-sah saja. Angkatan Reformasi, Angkatan 2000 tak menjadi maslah sejauh referensinya dapat diterima.

Masalah korupsi bukankah sudah ada sejak negara ini berdiri? Namun sebelumnya hal korupsi belum membudaya seperti sekarang ini. Masalah korupsi hampir terjadi di setiap pelosok negeri. Pelakunya dari pangkat terendah sampai pucuk pimpinan, dari pegawai rendahan sampai mentri, dari pejabat tingkat RT sampai Presiden dan beraneka profesi yang melakukannya. Wabahnya bak penyakit menular yang juga menyerang mantri pembasmi penyakit itu.

Berangkat dari merajalelanya masalah korupsi yang sudah menasional ini bagaikan sebuah budaya baru yang dilakukan masyarakat, para penyair merasa prihatin melihat kejadian wabah korupsi yang terjadi di mana-mana ini.

Dunia menyoroti kita sebagai salah satu negeri terkorup. Negara-negara donatur sudah geram melihat tingkah pejabat kita yang korup. Media bingung memberitakan kasus korupsi yang mana yang harus di beritakan pagi hari, karena saking banyaknya kasus korupsi yang masuk di meja redaksi. Alim ulama tak henti-henti menggemborkan utuk menyelamatkan negeri ini.

Sesekali tokoh muncul anti korupsi hanya untuk meraih suara, sudah itu ia juga termasuk dan melakukan korupsi. Lalu yang berteriak lantang membasmi korupsi kemudian teriakan itu menjadi lagu nostalgia yang membikin orang kantuk. Pendek kata hanya isapan jempol semata.

Disinilah penyair dengan berbagai keberadaannya yang sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah, bahkan boleh jadi pada komunitasnya yang 'terpinggirkan' dan mungkin 'terbuang' ikut memberikan sumbangsih dalam menyelamatkan negeri ini dari acaman bahaya korupsi. Melalui karya Puisi Menolak Korupsi mereka suguhkan untuk khalayak masyarakat Indonesia untuk dapat memberikan apresiasi terhadap karyanya. Diharapkan melalui karya ini dapat mengajak masyarakat untuk menolak korupsi di manapun tempat.

Kelihatannya seperti tak ada artinya puisi menolak korupsiatau penyair menolak korupsi. Penagak hukup yang memiliki tanggung jawab pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia juga susah menghadapi masalah korupsi ini, apalagi penyair yang tak punya apa-apa. Ditilik dari tindakan mungkin belum ada arti, namun melalui puisi menolak korupsi yang dibaca jutaan manusia Indonesia akan dapat menyentuh hati. Ia tidak saja sebagai penyejuk atau siraman air untuk otak manusia, tatapi telah memberikan wacana mendasar bahwa pemyair Indonesia telah berbuat untuk negerinya , sebagai sumbangsih karya untuk Tanah Air tercinta.

4 Oktober 2013

* Rg Bagus Warsono / Agus Warsono

Esai Antologi Saksi Ibu Melihat Reformasi: Hati Seorang Ibu, antara Kasihan, Penyesalan, Kelemahan, Ketegasan, Doa dan Rahasia

Oleh: Rg Bagus Warsono Keputus-asa-an akan perubahan diperlihatkan  oleh  puisi Ade Suryani dalam ‘Kalian memang Mengalami Sengsara’ , Ade mengetengahkan suatu kegembiraan di masa Reformsi ini dengan jaminan Bantuan Langsung Tunai yang kemudian menghilang lagi. bagi si miskin, jaminan hidup ini sungguh sangat bermanfaat menyambung hidup. …//“Ibu terima dana kaum miskin dikala ibu tak memasak”//…, yang mungkin merupakan rekaman pengakuan rakyat miskin akan realisasi amanat undang-undang ini. 

Sebuah kegembiraan lainnya adalah perubahan yang justru dialami oleh pribadi, sang ibu hanya dapat mengelus dada, seakan memaafkan bahwa , memang anak-anak (rakyat Indnesia) mengalami kesengsaraan di masa sebelumnya. Ade seakan mengharap untuk memaklumi akan perilaku konsumtif masytarakat. Apa yang dikatakan Ade Suryani ditegaskan pula oleh Ardi Susanti agar mereka bicara akan apa yang terjadi di masa reformasi yang justru tak sama sekali ada perubahan membaik justrumenjadi-jadi, ….//Jangan biarkan mereka mengotori ruang kita Dengan ambisi murahan yang meraja Demi menggemukkan hasrat semata//…. dalam puisi “Bicaralah Nak”. Seperti juga diungkapkan oleh Tasinah: …//Ribuan orang berkumpul di halaman //Menerjang masuk kantor pos besarLalu melompat pagar Satu-satu mereka dipanggil , senyum si miskin dalam desakan//… (Tasinah, ‘Suatu hari di Kantor Pos Besar’). 


Ungkapan kesaksian akan perubahan dratis terjadi di Bekasi yang direkam Wahyu Cipta dalam:’Membakar Sampah Mie Instan’ :…//Di tempat kami berdiri Ratusan  pabrik dan ribuan orang Bekasi Menjadi ibu kost  bagi buruh Indonesia Lalu macet sore hari jelang mesin pabrik Berhenti//Di tempat kami berdiri corong pabrik berasap dan suara mesin //… Sus S Hardjono,penyair ini mengungkapkan perjalanan reformasi sendiri yang sampaimengorbankan  nyawa. Lewat ‘Saksi Bisu Jembatan Semanggi’ …//mereka yang tertembak mati masih ingatkan tentang trisakti Di bawah kepak Elang// Menyinggung langit ibumu Airmatanya saksi bisu sebutir peluru Bersarang di kepelamu//… Sebuah penyesalan ibu juga terdapat dalam puisi karya Diana Roosetindaro,  akan hilangnya sebuah wilayah Indonesia yang hilang di atlas Indonesia. “Negeri (yang) Hilang” dan “Hilang dalam Sebuah Atlas” sebuah….//kendaraan tiada henti ini adalah kota yang hina bukan karena perempuan lacur yang tiap siang-malam menjajakan diri// ….dalam penuturannya. 


Lain pula dengan Dian Hartati dalam ‘Karamah II’ ada sepenggal bait yang menggelitik , …// kusebut namamu tanpa malu meski kuyu wajahmu mencerminkan letih onani anak negri tentang korupsi hukum yg diplesetkan menjadi tontonan abad ini lalu lugas lidahku menyeru sebelem kelu ssiiiiiiikkkkaaaaaaatt... jangan kau loyo lantaran ulah sontoloyo tetap perkasa menjadi Indonesiaku//…. Seakan berkata Indonesia tetap optimis menghadapi semua kejadian di jalannya reformasi ini. Ini sebabnya ibu kita ingin sekali memberi jalan perjalanan anak negeri …// Ibu lebih suka kau diam dan menulis lagi lembar catatan catatan berikutnya dan sekarang usiamu hampir separuh dari usia ibu, ibu tahu kau sudah melihat sendiri warna hitam putih juga abu abu yang kadang kau temui di liku jalan menuju rumah.//… Gia Setiawati  Gheeah ‘Lembar Cacatan Aisyah’. Sorotan lain dalam bahasa puisi dilukiskan oleh Hartati dalam’ Semua Pamong Pakai Lencana’ ia menyoroti perilaku pegawai negeri saat reformasi justru malah menjadi-jadi demikian lukisannya : …//ibu menunggu masih ada pamong jujur di kantor ini tapi dia cuti hari ini Kantor pemerintahanku layar monitor di meja menyajikan data//…, dibagian lain Hartati menuliskan …//maaf hari ini bapak dinas luar besok pagi boleh ibu kembali kantor pemerintahanku bendera berkibar //… 



Penyesalan juga diberikan perempuan penyair lainnya seperti puisi berjudul Kerjamu Sia-Sia ini: …//memahami alam memperbaiki sejarah dusta menangkap maling memberi fakir Namun setelah 10 tahun gonjang-ganjing pepesan kosong karena dimakan kucing garong//….Haryatiningsih dalam ,Kerjamu Sia-Sia’. Sedang Julia Hartini mengungkapkan sebagaimana layaknya memposisikan sebagai seorang ibu yang senantiasa mendoakan anak-anaknya , ….//pada ibu selalu kutasbihkan doa-doamenjadi sempurna rindu menuju kepulangan//(Peristiwa Luka).Begitu juga Mariana Hanafi dalam Elegi Kekosongan Ibu diungkapkannya rasa kasih saying itu: ….// ibu menatap kosong hatinya pilu,lumpuh tak lagi mampu mengenali anaknya dia lupa cara disayangi tapi mampu mengasihi meski kini keriput menghampirinya oh ibu,senjamu kini menanti//… Seirama juga ditampilkan oleh Nieranita : ….//Sepasang mata menyipit Di tenggah arus kemacetaan jalan Memantau derasnya keegoisan Tak ada senyum hangat menyapa Manusia menggila dengan hidupnya Tercabik kenyamanan hidup// Berlinag air mata sang ibu Malu lihat kebusungan dada para buntutnya Wajah terpasang memelas Di belakang seringai sinis  mulai Nampak Menghina tanpa merajuk’’//…(Puisi untuk Anak Bangsa) Jakarta Gelanggang Demonstrasi karya Sri Sunarti Basuki: …//Ibu kota wajah Indonesia Demo wajah Jakarta Ingat Jakarta ingat demonstrasi Karena Jakarta Ibukota Wajah Indonesia Hari ini gelanggang sepi tapi besok Demontran ke gelanggang Jakarta Hari ini polisi bisa minum kopi dan sarapan pagi//… Sebaliknya Putri Akina menganggap reformasi hanya isapan jempol belaka seperti dalam “TeriakanLirih”//Sengit mentari memancar di atas awan , Sepasang mata menyipit Di tenggah arus kemacetaan jalan Memantau derasnya keegoisan Tak ada senyum hangat menyapa Manusia menggila dengan hidupnya Tercabik kenyamanan hidup; Juga pada puisi lain menuturkan : …//Ternyata Indonesia dulu dan sekarang sama tak ada merubah warna tak ada merubah cuaca tak ada tawa lelucon belaka guyon nasional humor basi tadi malam//….(Rofiah Ros dalam  ‘Mereka lupa dikasih Uang Ibu). 



Di tempat lain dalam masa reformasi Indonesia itu Wahyu Cipta mengumpamakan seperti ‘Membakar Sampah Mie Instan’ …//Di tempat kami berdiri Ratusan  pabrik dan ribuan orang Bekasi Menjadi ibu kost  bagi buruh Indonesia Lalu macet sore hari jelang mesin pabrik berhenti Di tempat kami berdiri corong pabrik berasap dan suara mesin //… ….//Aku meyakini, ialah rangkuman peristiwa tentang cinta Terkemas menjelma uban ….// keriput dan langkah renta Pada alur tangan, tempat takdir diletakkan Lalu perlahan kau melewati Dengan ketabahan ungu Tanpa gerutu,, Sekalipun luka nyenyak,, di dadamu yang sajak, Mak, //…(Seruni unie dalam Pulang). 


Keadaan ini ditegaskan leh Wulan Ajeng Fitriani dalam ‘Jujur Tlah Dikubur’ //Ibupun ternganga Tak menyangka Hidup seberapakah kita di alam fana? Mengapa tikus-tikus liar itu masih berdiri tegak disana? Bagai pembantu yang menilap uang majikannya Nampak kacang yang lupa kulitnya Mengendap – endap mengambil jatah rakyat Menilap rizki umat//…. Akhirnya sebuah dokumen kesaksian ibu di era reformasi ini ditiutup dengan …//Ibu izinkan pulang kerahimmu sebab takutgigil dan lapar menelan kutukmu.//…. Dyah Setyawati , katanya dalam ‘Pesan Rakyat Kepada wakil Rakyat’.


Sabtu, 26 Desember 2015

penyair sejati itu tidak menulis

Dan penyair sejati itu tidak menulis tetapi memberi bacaan (kepada yang bisa membaca, membaca dalam arti 'membaca')

karena guru itu tidak mengaku cerdas tetapi memberi kecerdasan.

Jika Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan guru itu kompetensinya dibawah stadar itu benar, karena guru itu tidak mengaku cerdas tetapi memberi kecerdasan.

Apakah negara menjadi kuat jika banyak penyair?

Apakah negara menjadi kuat jika banyak penyair? jawabnya tidak !, tetapi semua negara lain di dunia ini menghormati pada Indonesia.

juri lomba baca puisi adalah orang yang ego terhadap pembenaran pribadi

Sebetulnya yang menjadi juri lomba baca puisi adalah orang yang ego terhadap pembenaran pribadi, karena mengukur kompetensi orang lain dengan cara pandang pribadi (karena seni itu berkembang termasuk baca puisi)

Jumat, 25 Desember 2015

Pantai pulau-pulau itu saja

Berputar-putar sampai semenanjung kembali lagi di dermagamu
Pantai pulau-pulau itu saja
Barisan biduk-biduk dan bakulan ikan sore
belanak, boso, betotot, sembilang, dan bandeng lanang
hanya sebungkus rokok
dan bayar tapi ngambil lagi
Tak akan mendapat ikan besar karena tak berani ke laut biru
Tuna dan kakap angan angan
hanya dikenal rentenir dan bakul kecil
nelayan bodoh takut ombak
hanya ditukar seliter beras
menyusuri pantai agar siput dan kerang mengagumimmu
nelayan bodoh di negeri bahari.

Terimakasih tuan penemu teknologi

Terimakasih tuan penemu teknologi
Internet dan aplikasi
sehingga murah aku bersilaturahmi
dan kawan jauh di ujung pulau
dapat bercanda kata mesra
mungkin belum terlaksana bersua raga
karena tak ada buat beli tiket kereta
apalagi garuda
sekali lagi terimakasih Allah pemberi cerdas
aku dapat berkunjung ke rumahmu
walau di malam gelap
dalam detik pindah ribuan kilometer
pada sahabatku lainnya.

dikerok sampai batok

Kujumpai sawo berwarna merah, dan kulit salak tak bersisik
dipasar tradisional
sehingga takut orang membeli
apalagi masuk keperut
ini hasil petani Bu
perkawinan silang
karena petani sudah bosan
sawo besar atau salak seribu buah setandan
juga tak heran mangga ranono pelok
nah ini kelapa hibrid
sekarang ditanam besok panen
ah itu tukang dawegan
mengupas kelapa muda
dikerok sampai batok
dipetik sebelum tua

Kamis, 24 Desember 2015

botol-botol pengharapa

botol-botol pengharapan

Ketika ramuan jamu bercampur air dalam botol
nasi menjadi bubur
jamu bertahan satu putaran kaki mengelilingi kampung
siasa jamu ukuran rejeki gendong
ringan digendong harapan botol
berat digendong otot kaki penjual jamu
biarkan matahari malu kebarat
menertawakan jamu dibuang oleh botol botol sial
Mbok jamu tersenyum getir
besok meramu lagi dengan botol-botol pengharapan
dengan air panas agar bangsaku sehat

Puisi Jamu Gendong Rg Bagus Warso

pendidikan zaman Belanda lebih baik dari pada zaman merdeka

Kata Bapakku pendidikan zaman Belanda lebih baik dari pada zaman merdeka. Pada waktu itu kedudukan guru sangat terhormat. Gajinya besar, muridnya pintar, gedungnya sangat kuat, meja belajarnya kuat dari jati, kurikulumnya unggul, beasiswanya tidak asal, lulusannya kridible dan siap kerja, buku2nya bermutu. ........Ga usah jauh-jauh pak Mentri, tiru Belanda saja.

Kamis, 17 Desember 2015

belum di dorong ..............eh loncat duluan............"

Yang makan siapa?

 "Bang baksonya satu, Bang, nanti yang bayar Pak RT !" Abang bakso itu kemudian memberi satu mangkuk secepatnya, yang pesan kemudian makan bakso. Setelah selesai Abang bakso itu meminta uang pada yang makan bakso itu. "Yang bayar Pak RT , Bang" jawab pemuda yang makan bakso. Kemudian abang bakso itu mengangkat ember berisi air sambil membetak , "Yang makan siapa?!!!" Sambil nyengir pemuda itu ngrogoh kantong.


 Ketuanya temannya lagi

Zaman doeloe, "Bagio S" adalah grup lawak terkenal anggotanya terdiri dari S Bagio, Darto Helm, Diran dan Sol Soleh,Punya rumah lawak , ketuanya slalu bergantian, Kalau sang ketua mundur gantinya temannya itu. Ketika mas Bagio mundur, ketuanya temannya lagi biar ngakak terus .....ha ha ha


belum di dorong ..............eh loncat duluan............"

Tadi malam anggota Dewan terdengar sayup sayup nyanyi lagunya PMR judulnya 'Judul-judulan , meski tanpa dirigen tetapi serempak kompak dan semangat , terdengar dari jauh : ".............Neng ayo neng kita main dorong-dorongan ...dari pada jatuh duluan, pikiran pusing nggak karuan, belum di dorong ..............eh loncat duluan............" "Habis sudah dorong-dorongan, habis sudah loncat-loncatan , pacar minta digendong terus-terusan................. Sehelai bulu tikus itu bisa menjadi tikus lagi. Kalau pakai kalajepret tikusnya masih dalam rumah, yang benar itu cari sarangnya, tangkap semua tikus-tikusnya dan satu-satu , kumpulkan di sangkar besi , dan cari sarang lagi barangkali ada yang belum tertangkap , kemudian satu satu dicemplung ke kawah merapi sebab sehelai bulu tikus itu bisa menjadi tikus lagi.

“Oh......”

“Kenapa penonton bubar?” “Gerimis Mas. Oh” “Kapan main lagi?” “Pasar malamnya masih panjang” “Sandiwara nya masih bersambung, sebab tokoh antagonisnya belum mati !” “Oh......”  


Rabu, 16 Desember 2015

Filosofi dalan sepur

Filosofi dalan sepur :

Dalan Sepur itu lurus
artinya, menjalani hidup itu harus lurus agar selamat, bila belok tak perlu tajam tetapi seperti tak terasa sudah melingkar dan kemudian lurus kembali

Rel itu ibarat pasangan suami-istri
artinya rumah tangga itu suami istri harus seirama, seiring jalan, sekata, 'tidak siji ngalor siji ngidul (tidak yang satu ke utara yang satu ke selatan), tidak jauh terpisah

Persahabatan itu seperti sambungan rel
artinya jangan nempel lekat 'bendanya tetapi kuatkan saja ikatannya bila perlu pakai baut mur yang besar.

Batalan rel itu harus kuat
Artinya pondasi rumah tangga itu mesti kuat sesuaikan dengan beban supaya rumah tangga tidak anjlok. jangan besar pasak dari pada tiang.

Kalau tak membuat rel ke kota itu tak mungkin sepur sampai di kota itu.
Artinya jika punya cita-cita buatkan dulu jalan rel dulu menuju cita-cita itu , jangan menghayal tidak karuan. Rel yang dibuat itu bisa pendidikan, menabung, atau bertahap

pasangan rel itu sama menanggung beban
artinya rel diibaratkan pasangan suami istri, rumah tangga yang baik semua menanggung beban, bukan berarti kalau ada sesuatu beban dipikul suami atau istri saja

rel itu ibarat pasangan suami istri , ikuti saja bersama suamimu kemana pergi
artinya, istri harus ikut suami kemana pergi, kalau masuk terongan juga ikuti saja, supaya tidak berpisah/bercerai.

Rel tidak menghalangi jalan, yang menghalangi itu kereta api.
Artinya dalan sepur tidak mengganggu orang lain jalan/lewat. Bahkan rel senantiasa berkorban oleh kendaraan jalan lain

rel rel , jalan mobil sendiri-sendiri
artinya rumah tangga itu jangan dicampuri oleh orang lain termasuk ibu/bapak atau mertua tetapi tetap seiring

Selasa, 15 Desember 2015

warisan jalan sepur

Setelah aku berkunjung ke pamanku Rg Hendro Soeprapto, matan kepala Desa (kuwu) di Tanjung Brebes tahun 2002, Embahku Rg Soewarso , matan matri polisi di Brebes bilang namamu bukan "Sonny Suriaatmaja", bukan "Agus Warsono", tapi yang benar Rg Bagus Warsono. Lalu aku bilang "Yang punya hak memberi nama itu siapa?". Embahku seperti emosi kemudian berkata "Embahmu !" sambil bertolak pinggang. Lalu istri dan anak-anakku tertawa terbahak-bahak , katanya , "kalau begitu mana warisiannya?" pada embah-buyutnya itu sambil tangannya meminta. Lalu embahku berdiri dan menunjuk sesuatu luar rumah. "Itu jalan sepur !" kata anakku.
Setelah 10 tahun berlalu aku baru mengerti ternyata warisan itu sangat berharga bagi diriku.

Kamis, 10 Desember 2015

Oleh-oleh Pilkada Desember 2015

Paku toblosannya dikantongi dua orang pertama yang masuk kebilik suara, jadi pas dihitung surat suara ga ada yang dicoblos alias suara se TPS bangko semua ! setelah diteliti ternyata dua orang pertama itu calon bupati semua, katanya ga enakan walau sama-sama calon bupati kita bertetangga.

Awalnya niat ga mau datang ke TPS, tapi karena takut dibilang bukan warga negara yang baik jadi jarinya dicelub tinta sendiri, pas pukul 11.00 anak gadis tetangga minta diantar ke TPS karena tau Mas Mul belum berangkat ke TPS, Tumben jeng Sri ngajak aku, kata Mas Mul dalam hatinya, apa mungkin Sri naksir pikirnya. jadilah Mas Mul berangkat ke TPS. Pas di TPS tiba tiba Mas Mul ditangkap keamanan karena terbukti jempolnya sudah dicelub mangsi. ha ha ha

Seorang petugas TPS menuntun orang tua berkacamata hitam ke bilik suara, setelah dalam bilik suara, petugas TPS menerangkan urutan calon no 1 sampai 6 dengan menyebutkan pasangan cabub/cawabub, kemudian bertanya , " Pak bapak milih no berapa? "
Orang berkaca mata hitam itu kemudian menarik kertas suara dari petugas kemudian membuka kacamatanya.
"Pak, Bapak tidak buta?" kata Petugas TPS
"Kamu saja yang bodoh , orang pakai kaca mata hitam disangka buta!, lalu yang tidak pakai kacamata apa semua bisa melihat ?
"ya ya ya , Pak" kata petugas TPS malu.

Puisi Mbeling Rg Bagus Warsono yang Berjudul NYOLONG LUKISAN PRESIDEN Menjadi Terkenal

NYOLONG LUKISAN PRESIDEN
Rg Bagus Warsono

Dullah, Basuki, Raden Saleh, Sujojono, dan Henkngatung
dipigura jati ukir Jepara
kawan presiden sesama pelukis negeri
dengan kavas tenda serdadu
melukis wajah perempuan
melukis payudara
gairah birahi kuda pejantan
memandang lama tak berkedip
dicengkeram tembok bata-malang
kapan kompi pasukan pengawal pesta
lengah oleh ciu , tayub, dan cerutu
nyolong lukisan presiden
Musik tetalu mengalun , tembang dandang gula lalu sinom
mabuk prajurit
lupa memeluk bedil
pigura lepas dinding istana
hanya nempel paku beton karatan
lukisan hilang digondol maling
sinden montok lunglai
susu ngalor ngidul
tembang ngawur semakin asyik
dini hari
maling melompat pagar
moncong bedil bingung siapa ditembak
umpat gamprat komandan jaga
lepas lencana istana!
Presiden tersenyum lalu tertawa
Kalian pengawal plagiat seperti seperti lukisan plagiat
siap !
lalu tercium asap kanvas dibakar.
Jakarta, 9 Desember 2015

'muka gedek' dipelihara.

Tingkah polah figur publik (pejabat negara, artis, politikus) yang tidak memberikan rasa simpati rakyat di negara maju dianggap tidak populair oleh rakyat. Keadaan ini diamini oleh semua kalangan termasuk media, sebab publik adalah hal utama bagi kelangsungan semua aktifitas bernegara. Tokoh yang tidak populair karena tingkah polah buruk seperti itu ya di kesampingkan saja tetapi di kita masih saja ada yang membela karena tingkat berfikir ilmiah yang belum merata.

Budaya 'malu belum dimiliki kalangan figur publik (pejabat negara, artis, politikus) , di negara maju , tanggung-jawab tugas adalah reputasi diri, salah sedikit saja mereka sudah 'malu. Biasanya secara getelman bicara langsung pada publik meminta maaf dan mundur teratur. Di kita agaknya 'muka gedek' dipelihara.

Ada lagi yang lebih konyol orang yang membuat undang2 adalah orang yang pertama mematuhi undang2 yang dibuatnya itu, di kita walau aturan itu dibuat sendiri tetapi pura-pura lupa saja, mereka tidak mau aturan itu menjadi 'senjata makan tuan.

Senin, 07 Desember 2015

2015 Suburnya Sastra Indonesia di Tahun Kemarau Panjang Rg Bagus Warsono

Panen puisi dan tren haiku dan karmina menjadi catatan tersendiri tahun 2015 dibanding tak berbuahnya 'pohon cerpen dan 'pohon novel, Sedang di sisi lain meski masih dalam perdebatan karya sastra atau bukan, komik merajai minat baca dan menjadi ladang khusus bak 'tanam cabai di Brebes yang banyak menggiurkan penerbit dan penulis.
........................
Sisi lain panen sastra Indonesia di 2015 ini adalah peran peran pelaku sastra yang tak henti 'bertelor membuahkan karya dan gerak karya sastra di Tanah Air. Tampak sangat jelas sekali kelahiran ini sama sekali tak dibantu 'bidan pemerintah, dan kalau pun ada boleh jadi hanya bantuan cuma-cuma dan bila pun serius diembel-embeli kepentingan.

Agenda kreatifitas sastra nasional tahun 2015 masih diwarnai isu-isu nasional seperti korupsi, kebijakan pemerintahan, peran lembaga legeslatif dan yudikatif, bencana alam, yang memberikan sorotan khusus pada 'alotnya perubahan mental bangsa ini melalui ajakan nurani melalui karya sastra.
Perempuan di tahun ini menunukan geliat aktifitas kreatifitas sastra dengan kemauan yang sangat menggembirakan sepanjang tahun . Peningkatan jumlah pelaku sastra dikalangan hawa ini tampak terlihat jelas dari peran sertanya beraktifitas karya dan pentas baca serta pertumbuhan pelaku sastra perempuan dari usia remaja. Secara kuantitas memgembirakan ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia telah menginginkan suasana kehidupan yang demokratis, berazasi, sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 yang dicitakan rakyat.
Mereka telah mengutarakan dengan bahasanya berupa hasrat, cita, menemu-tunjukan kelalaian , kebobrokan, ketimpangan dan sebagainya disamping keindahan dan suka cita yang dialami penduduk negeri. Pendek kata tahun 2015 ini semarak sastra Indonesia.

Minggu, 06 Desember 2015

Isyarat jagat

lala mangsa woh-wohan
wayah pentil ketiban udan
rontok kembang , pentil bosok
ilang lelang uwoh sepekarangan

isyarat jagat

kucing mlumpat kuta astana
gondol iwak nganti kengser
senapati mrentah nyandak maling
maling ndekem pengawal mlayu
raja gemuyu pesam-pesem
sebab raja ora mangan iwak

isyarat jagat

lemah panas disiram udan
mambu ampo juadah pasar
suket garing nglalar oyod
latar kebek runtah godong garing
gendeng dadi bersih awu

Jumat, 04 Desember 2015

Rekaman

Maksudnya merekam itu agar orang lain dapat menikmati suaranya yang merdu kalau bisa digandakan cd-nya dan dapat dibeli di supermarket.

Doeloe yang pandai merekam itu Lokananta, dan kalau sudah masuk dapur rekaman itu berarti sudah populair.

Nah kalau penyair baca puisi direkam gimana? Bagus itu. Tapi yang ngrekam jangan sendiri atau disuruh sendiri tapi inisiatif orang lain baru hebat.

Nah ada lagi , dosen ngoceh direkam mahasiswanya, itu kelakuan mahasiswa malas kuliah, nyuruh temannya ngrekam kuliahan.

Mbah Kakung, embahku dulu susah payah nyuruh cucunya ngrekam suara burung prekutut kesayangannya , cucunya berebut naruh hp di kurungan, seharian prekututnya ga bunyi bunyi, kata prekutut aku kok disuruh sms.

"Mbah Kakung kalau rekaman itu suara asli atau bukan, Mbah?"
"Bukan!"
"Kan ini suara asliku, direkam , Mbah."
"Tetep bukan, karena itu kalau diputar tetep suara rekaman"
" Hah , iya ya , Mbah".

Nah ini ada lagi,
"kalau 120 menit rekamannya panjang ya Mas?".
"Tidak, itu pedek ! , masih ada rekaman yang panjang"
"Apa itu , Mas?"
"Rekaman lagu Bengawan Solo !"
...........?
"ya ya ya , Mas , pajang ya Mas dari Solo sampai Bratas "
"ha ha ha " tertawa bareng yuuu .........

rg bagus w, 3-12-2015

Rabu, 02 Desember 2015

tidak menutup kemungkinan penyair itu tempat pembuangan bagi yang gagal

terus kenapa aku ini jadi penyair karena aku gagal jadi insinyur, apa hubungannya? karena penyair itu pulau tempat orang terbuang kata chairil , jadi tidak menutup kemungkinan penyair itu tempat pembuangan bagi yang gagal percintaan, gagal jadi anggota dewan, gagal jadi bupati, gagal cita-cita, dsb

Tokoh sastra nasional adalah milik semua

Tokoh sastra nasional adalah milik semua, tak berarti menjadi milik daerah asal tokoh tersebut dilahirkan, Chairil misalnya telah benar-benar milik semua. Patung Chairil juga dibangun di mana-mana oleh siapa saja seperti di malang, di jakarta, di medan atau di rumah budaya fadli.

ukuran karya sastra tak mengacu pada jumlah banyaknya penyair..

Ada beberapa hal kenapa Tegal tak dapat dikatakan sebagai kota'negeri penyair. Pertama adalah faktor sejarah. (tokoh pelaku sejarah, situs peninggalan sejarah , dan dokumen/prasasti sastra di daerah itu) Bandingkan dengan di Panyengat Riau pada tokoh sastrawan Raja Ali Haji , sejarah itu ada, Dalam segi kuantitas mungkin ya, tetapi ukuran karya sastra tak mengacu pada jumlah banyaknya penyair..