Laman

Selasa, 25 Oktober 2016

Sambut Hari Pahlawan 10 Nofember 2016 dengan Meriam Roda Sijagur

Sambut Hari Pahlawan 10 Nofember 2016 dengan Meriam Roda Sijagur
Kisah perjuangan Sentot , pahlawan perjuangan rakyat Indramayu
Miliki bukunya.
Bagi sekolah-sekolah di indramayu Lengkapi perpustakaan sekolah Anda dengan "Meriam Beroda Sijagur" sebuah kisah dari sekelumit kisah perjuangan pasukan perlawanan rakyat Indramayu terhadap penjajahan dibawah pejuang Sentot , seorang tokoh pejuang Indramayu yang tak lepas dari sejarah perjuangan rakyat Indramayu dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Direkam dalam cerita bergambar yang singkat oleh Rg Bagus Warsono. Sangat cocok bagi bacaan siswa sekolah dasar dan menengah serta bagi kalangan pendidik di Indramayu khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi

Dengan dan tanpa oleh kita, atau peran orang lain perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi. Dan Anda yang berjalan di rel kebaikan pada gilirannya akan ikut merasakan buah kebaikan itu, di seluruh kotamu di Indonesia.

Anda yang berjalan di rel kebaikan

Dengan dan tanpa oleh kita, atau peran orang lain perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi. Dan Anda yang berjalan di rel kebaikan pada gilirannya akan ikut merasakan buah kebaikan itu, di seluruh kotamu di Indonesia.

Optimis !

Optimis !
Optimis slalu pada perubahan yang lebih baik di daerahmu, jangan melemah ikut terbawa arus penghambat keperubahan yang lebih baik. Berikan sentuhan pada bidang pengabdianmu kearah kebaikan itu. Dan tetap optimis bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu akan terjadi, dan Anda adalah pelopornya.

Kamis, 13 Oktober 2016

"Membaca buku adalah perjalananmu juga."

Aku diajari seniorku dulu, katanya:
"Kalau mau menjadi penulis, perjalananmu kemana saja adalah bahan tulisan."
Bagaimana aku mendapatkan bahan tulisan, wong aku ga kemana-mana, rumah dan sekolah? Lalu beliau melanjutkan, "Membaca buku adalah perjalananmu juga."
Setelah aku dewasa, aku menyesal, masa kecilku hanya dijejali bacaan komik RA Kosasih (cerita wayang) dan Api Dibukit Menoreh (cerita silat), karena bapakku entah karena apa setiap pulang dari bekerja oleh-olehnya cuma itu.

Selasa, 04 Oktober 2016

maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya

Sosiolog dan staf pengajar Fakultas ilmu sosial politik, Universitas Airlangga, Surabaya, Hotman Siahaan mengatakan perlunya 'revitalisasi kesadaran intelektual' masyarakat agar tidak terjerembab kebudayaan ujug-ujug alias kebudayaan instan di tengah maraknya perilaku yang konsumtif

Aku mendukung pernyataan sosiolog Hotman Siahaan pakar sosiologiUnv Airlangga Surabaya untuk perlunya revitalisasi kesadaran intelektual. Bukan tidak mungkin apabila ada orang bergelar doktor mempercayai hal-hal yang irasional di era maju seperti sekarang adalah orang bodoh yang diragukan ijasahnya (alias dapat beli). Contoh lain juga misalnya orang berpendidikan tinggi tapi suka menyuap untuk memperSeperti juga kampanye hitam yang dilakukan para tim pemenangan cagub-cawagub DKI adalah perilaku para intelektual yang menganggap masyarakat semuanya bodoh. Sebaliknya jika tim pemenangan cagub-cawagub DKI itu menganggap masyarakat bisa dikibulin dengan hal-hal bohong maka diragukan pula kadar intelektual para tim pemenangan itu sebab tidak mungkin menundukkan ular cobra dengan sebatang lidi.oleh jabatan. Alangkah tidak masuk akalnya dengan basic pendidikannya

Diakui memang maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya, gejala ini adalah penyakit penyebab orang berperilaku korupsi dalam pekerjaannya. Hal demikian ini harus menjadi catatan bagi pemerintah tidak hanya ingin cepat maju dan serba canggih tetapi karakter bangsa juga harus diberi penekanan sungguh-sungguh dan penumbuhan budi pekerti bangsa agar menjadi budaya masyarakat kita.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Dan orang yang lewat akan menoleh pada diri kita.

Kita harus berusaha agar karya bermutu yang terpinggirkan agar mengemuka. Banyak diantara penyair daerah yang memiliki produk sastra indah dan mengagumkan. Keberuntungan kadang menjadi faktor utama seseorang, namun kita bisa membangun itu semua. Kita sudah memliki pondasi kuat tinggal tiang pancang dan memulai memasang batu bata agar tinggi. Dan orang yang lewat akan menoleh pada diri kita.

Biduk kecil pun jika bernama akan dikenal

Lalu jangan tabu memasang 'bendera. Biduk kecil pun jika bernama akan dikenal di antara perahu besar berjajar.

Tak Ada Jenjang Pendidikan Penyair

Tak Ada Jenjang Pendidikan Penyair
Kepada Adik-adik penyair, untuk tetap berkarya dan berkarya, tak perlu risau terhadap penyair 'papan atas. Tak ada jenjang pendidikan kepenyairan, Ijazah kepenyairan , sertifikat jenjang pendidikan kepenyairan atau gelar mengikuti pendidikan kepenyairan dari lembaga tertentu atau seseorang. Sebab lahirnya penyair itu dari ibu puisi.

Indonesia sepertinya masa bodoh akan manfaat sastra itu.

Malaysia sadar akan manfaat sastra bagi bangsa dan negaranya bahwa sastra memiliki nilai luhur untuk masa kini dan mendatang sebagai landasan membangun negeri. Sedangkan Indonesia sepertinya masa bodoh akan manfaat sastra itu.

penyair itu berfikir ilmiah

Bukan ngalem, biasanya penyair itu berfikir ilmiah, ia adalah intelektual dikarenakan ilmunya dari rajin membaca baik dari otodidak maupun pendidikan formal. Jadi Alhamdulillah tidak ada penyair yang berfikir irasional mempercayai hal-hal yang tidak mungkin. Membungakan uang di lembaga yang tidak jelas usahanya, menggandakan uang atau berguru pada dukun.