Laman

Minggu, 23 November 2014

Di Hari Guru Ini Pak Guru dan Bu Guru Kembali Bersepeda Lagi

Sejak Pidato Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan BBM Mulai Tanggal 18 November 2014, harga BBM yang naik : Bensin Rp 8500/Liter, Solar Rp 7500/Liter, Harga BBM Mengalami Kenaikan Mulai Pukul 00.00 Tanggal 18 November 2014 itu merupakan pukulan berat bagi pegawai  khususnya guru. Dengan kenaikan BBM ini akan sangat mengganggu tugas dan kinerja guru di lapangan.
Di l;ain pihak Pemerintah ingin agar kinerja pegawai meningkat sebagai mana didengungkan Kementrian Pemnberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi , yang menuntut agar pegawai negeri sebagai aparatur negara memiliki kinerja yang baik. Dan guru juga merupakan aparatur negara.
Hubungannya dengan kenaikan harga BBM ini adalah hal pendapatan gaji yang semula telah diperhitungkan untuk transportasi kerja kini harus melakukan revisi anggaran rumah tangga pegawai. Jika seorang guru mengeluarkan Rp 10.000,- dalam 3 hari kerja dengan jarak dari rumah kesekolah 5 km misalnya kini dengan uang sebesar itu hanya akan dapat melaksanakan 2 hari perjalanan dari rumah ke sekolah. Di hari Guru ini dengan melihat kenaikan BBM seakan 'hadiah' buat para guru untuk kembali bersepeda lagi.
Ah memang aku ini "Oemar Bakri" begitu kata seorang guru menanggapi kenaikan harga BBM ini. Rupanya pemerintah tak senang melihat Guru sejahtera , katanya bersedih.
Tak ada cara lain untuk menyikapi kenaikan BBM bagi para guru ini kecuali berhemat pendapatan. Salah satu hemat itu adalah dengan tidak lagi menggunakan sepeda motor yang memerlukan bahan bakar bensin yang kini mahal bensin  tetapi kembali bersepeda .
Ya bersepeda cara penanggulangan dampak kenaikan BBM itu. Guru menyadari bahwa kenaikan harga BBM ini mempengaruhi kenaikan barang-barang kebutuhan pokok, namun demikian dengan bersepeda minimalnya terbantu . Anggaran keluarga untuk transportasi kerja kita alihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang ikutan naik . (Rg Bagus warsono, 23-11-2014)


Jumat, 21 November 2014

pipit kecil dalam sangkar

Aku Ingin Bebas Seperti sunarko
Menanti Sunarko pipit kecil dalam sangkar
bermangkuk air mineral dan jewawut
Tidak aku tidak suka
Aku ingin bebas terbang
melayang diangkasa dan bersiul bebas kapan
Aku tak ingin hinggap di batang kayu dalam sangkar ini
makan dan berak menjadi satu dalam sangkar
aku ingin makan dimana tempat
dan membuang kotoran di padang rumput
Sunarko, aku menunggu mu
melepaskan pintu kandang yang terkunci
atau memotong jeruji sangkar dengan gigimu Sunarko

(Rg Bagus warsono, 19-11-2014)

Soenarko Anak Pecinta Burung sekilas cerpen :

Soenarko Anak Pecinta Burung
sekilas cerpen :
Bocah kecil itu dikerubuti wartawan foto, ia hanya diam tak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sengaja dilontarkan. " Jadi Adik sudah melepaskan burung dari sangkar milik orang sudah berapa jumlahnya?" , begitu tanya wartawan media nasional menanyakan. Soenarko menatap wartawan itu, kemudian ia menjawab dengan santai , " ribuan jumlahnya , Pak" katanya terus terang.
Wartawan-wartawan lain tercengang, anak sekecil itu telah melepaskan ribuan burung yang dipelihara oleh banyak penggemar burung telah dilepaskannya. Ia berada di kantor polisi karena tertangkap basah ketika melepaskan burung dalam sangkar peliharaan seseorang dengan tuduhan pencurian. Namun Soenarko tak memegang berung itu ia sengaja melepaskan burung yang berada dalam sangkar itu.

Demikian cuplikan cerpen anak karya Rg Bagus Warsono yang menggemparkan yang berjudul "Sunarko Terbang Bersama Burung-Burung " yang ditulis tahun 2014 ini.
Diilhami oleh seorang anak penyayang binatang yang gemes ingin melepaskan kalau liat ada burung dalam sangka. Kelakuan Sunarko ini tak disadari oleh pemilik burung berkicau piaraan. Suadah ribuan jumlahnya burung di kota-kota di jawa tengah yang dilepaskan oleh Sunarko tanpa disadari para pemilik burung piaraan. Sunarko yang baru kelas VI SD ini sangat gemas bila melihat burung berada di dalam sangkar. Ia akan berusaha melepaskan burung-burung itu. Tak peduli milik Bapaknya, pamannya atau burung mahal sekalipun. Ia dengan sembunyi=-sembunyi akan membuka sangkar burung dan meninggalkannya begitu saja. Burung yang sangkarnya terbuka itu tentu saja keluar kandang dan terbang.
Demikian kisah cerita pendek anak karya Rg Bagus Warsono yang berjudul Sunarko Terbang Bersama Burung-burung.

Kamis, 13 November 2014

Album kenangan karya -karya Rg Bagus warsono

 1. Hujan telah reda

 2. Di Stasiun Kereta Api


Artikel : Ramadhan dan kepedulian Sosial

 Berita Kegiatan HMGM

 3. Sang Penulis puisi

 4. Nasi Lengko Indramayu

 5. Darim Ikut Khitanan Masal

 6. semangkuk Bubur kacang Hijau

 Artikel Pendidikan : Memantapkan Pengertian Berhitung dengan latihan Untuk Pengajaran di Kelas Rendah

 Artikel Pendidikan : Menampilkan Objek Kongkrit Untuk Pengembangan Siswa SD dalam Mengarang

 Artikel pendidikan : Membantu Anak Mengerjakan PR di Rumah

7. Di Stasiun Kereta Api