Laman

Jumat, 29 Januari 2016

2016

2016

Ekonomi : membaik, tetapi pengeluaran meningkat, diam pun tetap mengeluarkan uang.
Kasus : Mereda tetapi datang kasus kecil silih berganti sepanjang tahun
Derajat : Meningkat dan mantep.
Politik : cederung Stabil dengan tidak meladeni fitnah
Wibawa : Meningkat
Posisi : Kuat tetapi tidak dominan
Alam: Bersahabat dan mengingatkan
Tragedi : wajar
Kecelakaan: Bertubi-tubi (harus hati-hati)
Rumah-tangga : Sewaktu-waktu terancam , (sabar dan mengalah)
Cinta: Banyak pilihan baru
Seni: Demam masa lalu.

(rg bagus warsono, 29-1-2016)

Rabu, 27 Januari 2016

sengaja aku pidah di tempat lain

sengaja aku pidah di tempat lain

Ketika aku mancing bareng di sungai , kawan kawan yang berdekatan memperoleh ikan besar bahkan terus menerus. Sedang kailku tak disentuh ikan kecil. Setan membisikkan agar melempar batu ke sungai agar ikannya bubar dan kita semua pulang. Tetapi aku melawan nafsu jahat, memuji kawan yang memperoleh ikan kakap dan aku pidah di tempat lain. Perlahan kailku disentuh ikan. Setelah umpan dimakan , kutarik ikan dan , ..dapat!
Meskti bukan tergolong besar tetapi cukup membuat aku dan teman2 tersenyum. Akupun pulang ke rumah dimana istriku sudah membuat bumbu ikan sungai Cimanuk goreng yang lezat.

entrepreneur dan lampak

entrepreneur dan lampak

Mempelajari juga sedikit ilmu entrepreneur , kelemahanku adalah tak punya 'lampak. Namun demikian tak akan mengincar/mengganggu lampak milik orang. Meski aku berada jauh dari keramaian, lampakku akan ku kemas sehingga laris, dan kau si cantik akan sudi mampir di lampakku.

Tak mungkin puisiku tak diapresiasi

Tak mungkin puisiku tak diapresiasi

Setidaknya istriku takluk padaku karena surat cintaku yang berbetuk puisi. Juga ada 4 wanita pada 25 tahun lalu yang membalas cinta, karena puisiku. Meski ada juga yang menolak dan menyobek surat cintaku yang berbentuk puisi.

Setidaknya aku telah beramal keindahan

Setidaknya aku telah beramal keindahan

Menyadari aku telah banyak tertinggal dan ketertinggalan dengan penyair lain, bahkan mereka yang muda-muda. Apalagi diusiaku yang sudah setengah abad. Sulit rasanya mengejar ketertinggalan. Tetapi tetap aku terus menulis dan berkarya. Meski tak sesuai harapan dapat sejajar dengan penyair top, setidaknya aku telah beramal keindahan

Langkah kongkret

Langkah kongkret

Ketika aku baru berumah tangga ingin sekali punya rumah sendiri, aku utarakan pada orang tuaku. Masih ingat omongan Bapakku itu , "Jangan gledegnya (gemuruhnya) aja tetapi buat langkah kongkret meski kecil agar tercapai.
Jadi bila ingin jadi penyair dan cepat top tentulah bermodal. Langkah kongkretnya adalah mulailah menulis terus, turut dalam kegiatan sastra, mengirim naskah di media, turut dalam antologi bersama , dan membagi karya sendiri pada orang lain agar dibaca, seperti membagi buku karya sendiri.

Rame-rame Ngamen Ngemis ning Jakarta

Rame-rame Ngamen Ngemis ning Jakarta

Udan rendeng
tani wis tandur banyu tuku
pupuk ditawur mendunge kandel
banyu teka winih wayah meteng kebanjiran
pari rebah, gabah gabug
panen enteng timbangane
ditagih banyu
ditagih pupuk
ditagih bibit
ulu-ulu malang kerik
gabah ditimbang masih teles
boro-boro nyaur utang
mangan bedinan dadak luruh
sawah manjing gade
diedol sekalian
lebar
rame-rame ngamen ngemis ning Jakarta.
RgBagus Warsono, 23 Januari 2016

Sekolah Isine Patungan

Sekolah Isine Patungan

Jarene guru wis mulya
numpake mangkat mulang rodane papat
umahe gedong rajeg wesi
mulang klambine apik kudunge anyar
sepatune mengkilap disemir
nyatane arep dagang
sekolah dadi toko kriditan
muride pinter tapi keder
kabeh aturan ana regane
patungan tuku buku langka lirenne
Bocah minder
wong tua murid mblenger
saben dina kudu ana
patungan werna-werna
guru saiki ora nduweni rai
rai kandel ilmune ngedabel .
RgBagus Warsono, 23 Januari 2016

seperti cinta tak harus memiliki

Sengaja kami berhenti di Jalan Asem Tiga Tegal tadi siang, sambil menunjuk sebuah rumah. Tempat kecilku bermain. Kata anakku yang besar "Nanti aku beli lagi rumah itu , Papah". Lalu kataku , "Tidak perlu, sebab sejarah tak harus dimiliki pelakunya, ".
Anakku diam.
"Ya seperti cinta tak harus memiliki", kataku dalam hati sambil menyalakan jeepku.

"Ya tetap saudara lah, Pah"

Di Brebes kami mampir juga di salah satu kerabat orang tuaku, saudaraku yang sudah pada tua tua itu bercerita tetang "pasang erek-erek" (judi pasang nomor).
Mampir ini Sekedar memberi pelajaran pada keluarga bahwa 'tidak semua buah kelapa dalam satu tandan (manggar) itu bagus semua pasti ada yang 'bajang. Keadaan ini membuat istriku tak suka.
Di jalan aku bertanya pada istri dan anak-anakku, "Apakah jika ada saudaramu yang bernasib buruk tidak diakui sebagai saudara?"
"Ya tetap saudara lah, Pah", jawab anakku yang besar.
"Ya , Mas , aku ngerti kata istriku", lalu " ya bener gara-gara kawin sama guru jadi dibenci saudara-saudara !" kami semua tertawa.
Dan sikecil juga ikutan nyletuk "Guru juga ,kan penyair !" dan kami semua tertawa ramai. "Penyair fece book" kata sikecil lagi , " ha ha ha ...", kami semua tertawa.

Selasa, 19 Januari 2016

Antologi bersama

Antologi bersama adalah kerja sama, bukan jalan toll menuju popularitas seutuhnya jika memang itu ada juga kecil . Keunggulannya hanya puisi kita tampil bareng satu buku dengan puisi penyair -penyair besar. Keunggulan lain sebagai pembuka jalan atau tangga untuk berkarya selanjutnya

Tegal tak dapat dikatakan sebagai kota'negeri penyair

Ada beberapa hal kenapa Tegal tak dapat dikatakan sebagai kota'negeri penyair. Pertama adalah faktor sejarah. (tokoh pelaku sejarah, situs peninggalan sejarah , dan dokumen/prasasti sastra di daerah itu) Bandingkan dengan di Panyengat Riau pada tokoh sastrawan Raja Ali Haji , sejarah itu ada, Dalam segi kuantitas mungkin ya, tetapi ukuran karya sastra tak mengacu pada jumlah banyaknya penyair..

Rentetan kebohongan

Rentetan kebohongan itu berdampak , misalnya , suguhan sinetron tv diangkat dari naskah yang kurang bermutu. Sedang banyak naskah novel yang bagus karya penulis di daerah tak disentuh.
Jika Anda penulis punya naskah cerita rakyat, sebaiknya diterbitkan sendiri dulu. Sebab banyak lomba sejenis dibuka sampai menerima naskah luar kabupaten kota. Itu sebetulnya adalah proyek cagar budaya daerah.

Insya Allah hidupmu akan dimuliakan

Cerdas, Jujur, pintar, baik pada siapa saja, tidak pernah menyakiti orang lain itu belum pasti dijamin menjadi orang sukses, tetapi Insya Allah hidupmu akan dimuliakan sampai anak cucu , Amien.......

Tigapuluhribu segendongan

Seperti puisiku yang dimuat di Memandang Bekasi.

Tigapuluhribu segendongan

dari karung plastik yang begitu besar
sejak dini hari
di kota ini Bantar Gebang
yang serba cepat
seperti lomba anak-anak
tak ada hadiah bagi sang juara
tigapuluhribu rupiah segendongan
Coba timbang lagi
tapi bandar tak menjawab
sambil menumpahkan sampah plastik digudang
lalu karung penuh tambalan itu dikembalikan
katanya,
kamu tak punya hutang, jika mau kamu boleh pinjam limaratusribu
Pemulung itu tersenyum
tigapuluhribu segendongan
kapan lunasnya!

Bekasi, Rg Bagus warsono , 2013

Membakar Sampah Bugkus Mie Instan

Seperti puisiku yang dimuat di Memandang Bekasi.

Membakar Sampah Bugkus Mie Instan

Di tempat kami berdiri
Ratusan pabrik dan ribuan orang Bekasi
Menjadi ibu kost bagi buruh Indonesia
Lalu macet sore hari jelang mesin pabrik
berhenti
Di tempat kami berdiri corong pabrik berasap dan suara mesin
Yang dijaga satpam pembela majikan
Lalu kami melihat kesengsaraan buruh pabrik dengan keringat air mata
Memohon sewa kost ditunda
Karena gaji tak kunjung tiba
Dan mie instan mulai menipis
Di tempat kami berdiri
Berbondong-bondong manusia,
Teriak ribuan spanduk menutup papan nama jalan
Menuntut keadilan majikan
Di tempat kami berdiri
Corong pabrik menjulang dan asap tebal
Membakar sampah mie instan

Rg Bagus warsono Cikarang 2010

Senin, 18 Januari 2016

Terserah orang bilang apa

Sejak dulu aku menulis rupa-rupa. Yang penting dapat upah. Dari mulai membuatkan makalah teman sampai tesis. Dari membuat soal untuk test sampai buku pelajaran, dari membut berita sampai laporan liputan, dari cerita anak-anak sampai novel, dari menulis puisi sampai kritik. Bagiku yang penting dapur ngebul ! Terserah orang bilang apa. Bahkan tulisan itu dijual tanpa namaku sudah biasa.

Rabu, 13 Januari 2016

di setiap propinsi terdapat penyair-penyair unggul

HB Jassin dan Korrie Layun Rampan, Eka Budianta Dua , Yudiono KS,juga Taufiq Ismail dan kritikus serta kurator lainnya adalah tokoh-tokoh berjasa dalam sastra Indonesia. Mereka adalah saksi sekaligus pelaku sejarah yang sulit dicari bandingnya, terutama hal independesi dalam 'menokohkan sastrawan untuk ditempatkan pada 'jajaran angkatan yang dipertanggungawabkan. Wawasan mereka begitu luas padahal internet belum ada. Mereka tahu semua sastrawan disemua penjuru Nusantara.
Kini perkembangan sangat pesat, peta sastra tak lagi didominasi Sumatera Barat yang memang gudangnya sastrawan dari sejak doeloe tetapi peta sastra itu ada dimana-mana. Bukan hanya di Jawa dan Sumatera tetapi juga di setiap propinsi terdapat penyair-penyair unggul seperti juga di Sulawesi

wartawan budaya yang berpengalaman.

Beruntung kita punya kolom sastra puisi di Kompas Minggu, penulis memandang sebagai media yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan sastra khususnya puisi sebagai hawana pacu bagi penyair dan bacaan sastra umum, bukan hanya bacaan kalangan sastrawan saja tetapi juga masyarakat umum. Puisi Kompas Minggu dipandang juga sebagai penghargaan terhadap penyair karena seleksinya yang independen dan diasuh wartawan budaya yang berpengalaman.

rekam jejak yang dapat dijadikan otobiografi kreatif penyair.

Pikiran Rakyat dan Kedaulatan Rakyat merupakan media cetak regional nasional yang telah lama menyediakan halaman budaya termasuk puisi. Media ini dianggap memenuhi kreteria seleksi yang bagus dengan sajian mementum yang aktual sehingga merupakan rekam jejak yang dapat dijadikan otobiografi kreatif penyair.

bukankah dengan 'seni dunia ini semakin indah?

 media cetak yang menyuguhkan lembar budaya (termasuk didalamnya puisi) adalah media massa yang memiliki keseimbangan jenis pemberitaan, bukankah dengan 'seni dunia ini semakin indah?

membatasi kolom penulis dsb

 dengan adanya internet yang menyuguhkan online diakui telah 'mematikan usaha media pemberitaan cetak seperti koran/tabloid dan majalah. Langganan mereka kini sebagian besar adalah kantor-kantor, dan langganan perorangan sedikit sekali. Adanya internet dan media online telah memutus 80% langganan perorangan, mengurangi jumlah wartawan di daerah, mengurangi 50 % pemasang iklan, termasuk membatasi kolom penulis dsb.

Ternyata penyair di nusantara ini begitu banyak.

Ternyata penyair di nusantara ini begitu banyak. Semuanya 'hebat. Penulis tidak bisa menyebutkan siapa paling..., siapa paling ter..., dan siapa istimewa. Namun yang begitu banyak itu tidaklah harus bertanya pada diri , bahwa aku sudah penyair atau belum, yang jelas mustahil disebut penyair jika tanpa karya. Namun pasti ada yang luput dari pengamatan, dan juga masih banyak penyair yang menyembunyikan jati dirinya (NN).

karena penghargaan itu didapat dimana tempat

Seperti ada penyair yang senang 'mengurung diri, dalam keterasingan yang disengaja, bersembunyi di keramaian kota, tersamar antara gelandangan atau pemulung. Menyepi di tepi hutan desa terpencil, tersamar petani atau pemburu. Lalu ada yang tinggal di luar negeri , bukan karena tak cinta republik, hanya karena penghargaan itu didapat dimana tempat, dan siapa yang memberi penghargaan pada penyair.

Seperti nama gunung

Seperti juga nama gunung tak akan dikenal luas jika tak tinggi maka harus meletus!

Itulah sebuah keyakinan

tahun 2013 saya bertemu dengan Dwi Klik Santosa dan Nana Sastrawan, penyair muda penuh harapan, Mereka belum mengenalku, mereka bertanya apa yang harus diperbuat? Lalu kataku, "Nulis, nulis saja terus, nanti juga ada yang memikirkannya." Mereka percaya dan terus menulis. Dua pemuda itu kini menjadi penulis yang berprestasi dan namanya semakin dikenal luas.
Itulah sebuah keyakinan

Jumat, 08 Januari 2016

Penyair Ndeso yang Menasional (4)


Rg Bagus Warsono

Indonesia kini segenggam tangan, apa yang dicita-citakan pemuda tahun 1908 dalam kongres pemuda menadi kenyataan. Kita bebas berkarya dimana saja termasuk penyair. Karena itulah dalam penyair ndeso yang menasional penulis menggunakan pemilah dengan menggunakan tempat kelahiran penyair.

Budaya menulis di Kalimantan Selatan tumbuh subur. Kreativitas tulis-menulis tumbuh dikalangan remaja. Hal demikian dikarenaka sastrawan-sastrawan yang telah sepuh mampu momong generasi muda untuk mencintai budaya luhurnya, sebut saja Arsyad Indardi dan Ibramsyah Amandit adalah sastrawan sepuh yang tidak saja masih membuahkan karya tetapi juga mampu menelorkan penyair-penyair muda berbakat.

Kalimantan pulau dengan kebudayaan tertua mewarisi pujangga-pujangga ternama hingga sampai Ali Arsy yang meduduki rating tertinggi pemberitaan sastra Indonesia sepanjang 2014-2015 dari penyair Kalimantan. Ali yang dikenal penulis produktif ini telah membuahkan karya-karya bergengsi.

Penyair top dari Kalimantan lainnya yang tidak asing lagi adalah Hudan Nur , Hudan perempuan penyair muda ini telah sukses lebih dulu justru ketika masih gadis remaja. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, essay dan artikel tersebar pada Untaian Mutiara RRI Nusantara, Banjarbaru Post, Banjarmasin Post, Radar Banjarmasin, Buletin Sloka Tepian, waTas Media, Buletin Rumah Sastra Bandung, Tabloid Realitas, Rakat Media, Buletin Aliance BenKilTra, Sinar Harapan, Republika, Suara Karya, Sinar Kalimantan, Radar Sulteng, Mercusuar, Media Alkhairat, Buletin Hysteria, Majalah Sastra Horison .

Mahmud Jauhari Ali, menjadi motifator pemuda lainnya untuk mempercantik Kalimantan selatan Jauhari tenar lewat Kisah Cinta Gadis Korea dan Lelaki Dayak novel yang diperhitungkan nilai sastranya.

Satu lagi dari Kalimantan tak lain adalah Kalsum Belgis dari Martapura Mungkin bila ingin tahu mantra baru Kalsum Belgis lah pemiliknya.

Benar kata penyair Dharmadi DP penyair membutuhkan proses. Jika penulis bedar adalah perjuangan untuk dapat mencapai titik kebahagiaan diri , bukan saja popularitas tetapi juga 'tempat jati diri bersemayam , kemudian ditambah pengakuan pembaca yang selanjutnya adalah pengakuan publik atas karya yang dicipta.

Perjuangan untuk dapat mencapai titik kebahagiaan diri adalah slalu dalam pencarian. Pencarian melibatkan semua pancaindera-nya untuk dapat menyimpulkan dari 'isyarat-isyarat alam kemudian 'diarsitek-i oleh diri penyair menjadi bangunan indah bahkan monumen (monumen baca) yang abadi.

Itulah penyair , pada tataran tertentu , tahapan 'sabar, 'kesabaran, dan kerendahan diri telah dimiliki, seperi Mas Dharmadi DP, sebuah ilmu yang sulit ditempel walau berguru. Karena itu penulis menaruh hormat pada Mas Dharmadi DP.

Di Kalimantan Barat ada nama-nama penyair yang dikenal cukup luas seperti Pay Jarot Sujarwo, dan Saifun Arif Kojeh . Sebelum Pay Jarot Sujarwo, dan Saifun Arif Kojeh penyair Kalimanta Barat yang belakangan sering tampil, penyair Hanna Fransisca, si 'Cantik di perantauan telah menasional lebih dulu. Sedangkan penyair di Kalimantan Tengah yang sudah cukup dikenal adalah Badar Sulaiman Usin.

Di kalimantan Timur  siapa belum kenal Zulhamdani AS yang dikenal lewat puisi Indonesia Diatas Teratai.

Ternyata dalam hal aktifitas boleh dimana saja, tak harus diibukota. Meski di daerah terpencil kalau memang prestasi itu luar biasa maka sorotan publik akan tertuju padanya.
Demikian popularitas dicari, namun kebanyakan tidak memahami popularitas itu. Popularitas lokal atau nasional, atau mendunia ditentukan oleh aktifitas seorang sastrawan. Aktifitas pada gilirannya akan membuahkan prestasi seseorang. Bagaimana bisa terkenal senusantara, menulis saja tidak, apalagi cuma ikut-ikutan.
Kemudian  bagi yang telah memiliki ciri karya sastra/seni adalah talenta tersendiri dimana orang lain belum tentu dapat melakukannya.
Setidaknya untuk menjadi Sastrawan/Seniman memiliki ke-khas-an karyanya, dari sini , publik mudah mengenali.

"Penyair Ndeso yang Menasional"(3)


Rg Bagus Warsono


Penulis menyadari tidak semua penyair menulis bagus sepanjang hidupnya. Adakala dimasa-masa usia matang dengan berbagai pengalaman yang berliku akhirnya membuahkan tulisan yang memberi kebahagiaan bagi penulisnya maupun pembacanya, sebuah karya besar yang slalu dikenang. Tetapi ada juga semasa muda justru membuahkan karya yang monumental sehingga membawanya ke tangga populairitas. Namun bukan tidak mungkin tua atau muda memaksakan kehendak untuk segera terkenal tanpa karya yang menggerigisi.

Berkarya itu sesuai kemampuan manusia, semakin banyak penyair semakin indah negeri ini. Sajian ini hanya mengetengahkan dan menyemarakkan salah satu sudut dari luasnya dunia penyair. Mari kita tinjau di propinsi Kepulauan Riau. Suryatati A lewat "Melayukah Aku" sebuah karya yang elok sebagai penyair yang dikenal dari propinsi ini. Perempuan penyair ini juga menjadi motifator bagi perempuan penyair muda. Sedikit banyak puisi memberi pengaruh pada penyair ini yang kemudian terpilih sebagai walikota Tanjung Pinang.

Nama -nama lain di Kepulauan Riau juga banyak seperti Rida K Liamsi (Iskandar Leo), Edy Mawuntu dan Hasan Junus, Rus Abrus, Ediruslan Pe Amanriza, Syamsul Bachri Judin , Sudarno Mahyudin, BM. Syamsuddin, Abdul Kadir Ibrahim dsb.

Di Bangka Belitung adalah tempat sastrawati legendaris Hamidah, kemudian tokoh-tokoh lainnya Subron Aidit dan Andrea Heirata.Jejak tokoh sastra nasional dari Balbel ini kini mulai subur diikuti penyair-penyair muda berbakat sebut saja misalnya Sunlie Thomas Alexander . Tentu saja tidak mengikuti jenis syair para pendahulunya Justru Balbel yang merupakan negeri pulau itu malah tidak mencirikan 'laut.

Selain Isbedi di Lampung juga banyak penyair yang telah menasional seperti  Dyah Merta, Iswadi Pratama,Budi P. Hatees, Panji Utama, Udo Z. Karzi, Ahmad Yulden Erwin, Christian Heru Cahyo, dan lain-lain. Menyusul kemudian Ari Pahala Hutabarat, Budi Elpiji, Rifian A. Chepy, Dahta Gautama kemudian disusul Dina Oktaviani, Alex R. Nainggolan, Jimmy Maruli Alfian, Y. Wibowo, Nersalya Renata, dan Lupita Lukman,  dan M. Arman AZ..

perubahan mundur (negative).

Satu lagi adalah perubahan mundur (negative). Seorang gadis hitam manis, dengan rambut panjang, lesung kecil dipipitnya, ramah, ada gigi siung terlihat bila meringis sehingga bikin pemuda tergila-gila. Suatu ketika berjumpa, dagunya berubah , operasi plastik atau apa namanya, sehingga yang semula menjadi pusat perhatian pemuda se kampus, sekarang sudah jarang laki-laki menawari mengantar pulang kuliah !

"sentimen perubahan"

Perubahan juga ada sentimennya disebut "sentimen perubahan"
Seroang gadis yang semula tak berkerudung berubah penampilan menjadi gadis muslim. Sang pacar menjadi benci. Tetapi dibalik ketidaksukaan sang pacar, 1000 pemuda mengidolakanmu !

perubahan

Endah Laras adalah biduan keroncong dan sinden musik tradisional ia dekenal regional, ketika melakukan perubahan sambil bawa uku lele semakin dikenal medunia. Meskipun perbahan itu atas saran Garin Nugroho.

hal biasa biasa saja.

'Perubahan itu jangan niru orang lain, doeloe Yati Otavia, kalau tidak salah, digundul rambutnya sehingga namanya sebagai artis meroket terkenal. Sekarang digundul rambutnya hal biasa biasa saja.

sari pati cita-cita penyair

"Pada gilirannya dapatlah diambil sari pati cita-cita penyair itu bukan untuk menjadi terkenal lebih utamanya adalah memelihara sastra Indonesia lestari dan maju serta mengisi tatanan kehidupan di dunia agar lebih baik."
(rg bagus warsono, 8-1-16)

Kamis, 07 Januari 2016

nama ini tercantum dalam angkatan '2000 karyanya yang dikenal apa,Pak?"

Suatu ketika seorang murid bertanya pada guru bahasa Indonesia, "Pak, nama ini tercantum dalam angkatan '2000 karyanya yang dikenal apa,Pak?"
Pak guru yang berkaca mata tebal itu merenung, bukan memikirkan karya dari nama yang dimaksud tetapi guru itu memikirkan pertanyaan muridnya itu. Kenapa ada pertanyaan seperti ini.

ukuran itu penyair apa bukan bukan oleh Bapak

"Pak apakah penulis haiku atau karmina disebut penyair?"
Pak Guru yang menjadi idola murid-muridnya itu menjawab, " Anak-anak Jepang waktu sekolah pernah menulis haiku."
"Jadi tidak semua , ya Pak?"
Pak Guru itu sangat bijak, jawabnya, "ukuran itu penyair apa bukan bukan oleh Bapak tetapi oleh kamu pembaca"

biaya peluncuran buku disponsori penerbit

Logika nya biaya peluncuran buku disponsori penerbit atau toko pemasaran buku namun penerbit/toko pemasaran buku enggan mengeluarkan dana itu. Teman om saya eks pegawai percetakan Perum Balai Pustaka pernah bercerita bahwa doeloe kalau peluncuran buku dikatakan 100.000 exemplar ya dicetak 100.000 , sekarang sudah beda 10.000 exemplar saja yang dikatakan saat peluncuran, dipesan dipercetakan cuma 500 exsemplar.

jenis buku laris

Jika dikelompokan jenis buku laris di toko buku adalah buku : buku dibutuhkan pelajar dan mahasiswa (teks/pengayaan), buku agama dan pengayaan wawasan agama, buku inspirasi kerja (berwiraswasta, usaha baru, penemuan baru, usaha bisnis), kamus dan buku pintar , kesehatan, dan pariwisata,otomotif, komputer/aplikasi sedang (buku sastra diurutan selanjutnya)

Publikasi yang efektif

Publikasi yang efektif itu mudah. Berikan saja buku karya Anda pada anak tetangga sebagai hadiah misalnya. Niscaya ada pengakuan publik yang tumbuh meluas

Senin, 04 Januari 2016

penyair membutuhkan proses

Benar kata penyair Dharmadi DP penyair membutuhkan proses. Jika penulis bedar adalah perjuangan untuk dapat mencapai titik kebahagiaan diri , bukan saja popularitas tetapi juga 'tempat jati diri bersemayam , kemudian ditambah pengakuan pembaca yang selanjutnya adalah pengakuan publik atas karya yang dicipta.
Perjuangan untuk dapat mencapai titik kebahagiaan diri adalah slalu dalam pencarian. Pencarian melibatkan semua pancaindera-nya untuk dapat menyimpulkan dari 'isyarat-isyarat alam kemudian 'diarsitek-i oleh diri penyair menjadi bangunan indah bahkan monumen (monumen baca) yang abadi.

Minggu, 03 Januari 2016

sebab mantra itu warisan yang harus dijaga

"Menanggapi sms pesan serang teman tentang bagaimana mantra. Saya berpendapat agar hati-hati saja, sebab warisan leluhur itu memiliki nilai supernatural bila memiliki dijaga saja atau berikan pada orang Indonesia (jangan pindah ke luar negeri) yang dipercaya atau pada kebudayaan setempat, seperti ex kerajaan yang termasuk dalam cagar budaya negara."

Sabtu, 02 Januari 2016

Penyair Ndeso yang Menasional (2)

Penyair Ndeso yang Menasional (2)
Oleh Rg Bagus Warsono

Melekatnya penyair dan karyanya tidak sama persis dengan kepiawaian baca puisi atau banyaknya penampilan baca puisi oleh seseorang. Meski bisa saja sang penyair menjadi terkenal karena seringnya tampil baca puisi. Kepopulairan dari seringnya tampil baca puisi tidak seperti langgengnya sebuah karya cipta apalagi dibukukan. Jadi karya lebih dominan ketimbang ketenaran dari grafik penampilan baca. Kecuali talenta baca puisi itu dimiliki oleh penyair yang tidak saja memiliki karya hebat tetapi juga mampu tampil baca puisi yang memukau. Kita ambil contoh Rendra, disamping memiliki karya hebat juga baca puisinya membuat semua orang terpesona. Bahkan secara finansial honor hendra baca puisi lebih besar dari royaltinya sebuah buku antologi yang dipasarkan secara nasional. Oleh sebab itulah penulis dalam hal penyair yang menasional menitikberatkan pada karya penyair tersebut.

Diera net ini setiap orang bisa membuat daftar penyair, daftar sastrawan atau memasukannya pada situs-situs komersial dengan mengunggah data yang diinginkan. Bagi penulis itu sah-sah saja apabila si pengunggah memiliki bukti dan data yang dipegang. H B Jassin dan Korrie Layun Rampan telah memberikan contoh untuk tidak sembarang menentukan nama dalam pengelompokan penyair/sastrawan, sehingga sampai akhir hayatnya karyanya yang mengetengahkan nama penyair tetap menjadi referesi yang dipercaya. Jika Sosiawan Leak, Moh Moch Satrio Welang,Dimas Arika Mihardja, Bambang Widiatmoko, Kurniawan Junaedhiemengatakan nama penyair, itu benar dan dipercaya karena mereka adalah pelaku rekrutment puisi dari event -event nasional. Penulispun sejak 2011 memulai mendokumentasikan walau masih dalam taraf event kecil-kecilan disamping referensi lain.

Diera net juga menjadi kegelisahan para penyair muda berbakat karena simpang siurnya data yang dibuat para pengunggah daftar-daftar penyair sesuka hati. Sekali lagi bagi penulis itu sah-sah saja apabila si pengunggah memiliki bukti dan data yang dipegang dan dipertanggungawabkan. Karena telah banyak kebiasaan akademik yang ditinggalkan seperti krossing referensi, bukti yang dipegang dalam 'prasasti bentuk buku, atau media yang telah memenuhi stadar percaya. Kemudian kebiasaan baik seperti resensi dan bedah buku semakin jarang dan terakhir laporan hasil seminar yang juga jarang ada.

Sulit mengungkap semua penyair di propinsi tempat gudangnya Sastrawan, yang terkini dan menasional kita mengenal Ahmad Fuadi Abas . Tokoh ini mengingatkan sederet penyair sastrawan Sumatera Barat seperti Sutan Pamuntjak Nan Sati,Afrizal Malna, Ali Akbar Navis, Aman Datuk Madjoindo, Amran S.N., Anas Ma'ruf,Azwar Sutan Malaka, Carl Chairul, Chairul Harun, Darman Moenir, E.S. Ito, sastrawan, Hamid Jabbar, Idrus,
Irzen Hawer, Karim Halim, Leon Agusta, Lukman Ali, Marah Rusli, Motinggo Boesje, Rivai Apin, Rusli Marzuki SariaSariamin Ismail, Taufik Ismail,
Tulis Sutan Sati, Wisran Hadi, Zuber Usman, disusul kemudian penyair yang menasional terkini seperti Yusrizal K.W., penulis cerpen dan puisi;
Upita Agustine, penulis sajak; Raudal Tanjung Banua,Gus tf Sakai, penulis puisi, cerpen dan novel;Ali Akbar Navis, penulis novel;Adri Sandra, penyair, Penulis Buku Syair Terpanjang dari MURI;;Iyut Fitra, penyair Indonesia;Sastri Yunizarti Bakry, Soewardi Idris, Tamar Djaja, penulis roman;Zainuddin Tamir Koto, penulis sajak;Zelfeni Wimra, cerpenis, penyair, dan penggiat teater;Pinto Janir, penyair, penulis, wartawan, penulis lagu;Ragdi F. Daye, penulis cerpen dan puisi;Ray Rizal, sastrawan, penulis, wartawan; Umar Junus, penulis esai serta bayak lagi penyair asal Sumbar ini seperti masakan padang yang telah memberi rasa masyarakat di seluruh Tanah air. (dapat ditambahkan ......)

Sebelum menginjak ke propinsi selanjutnya penulis membuat puisi tentang dunia penyair berjudul "Dunia Penyair Itu" sedikit dapat memberi apresiasi tentang penyair , berikut puisinya:

Dunia Penyair.

Seperti tumbuhan pohon dalam hutan
Ada yang bermanfaat ada yang semak tak beguna
Ada yang tinggi rimbun dan mengayomi sesama ada yang terpencil tumbuh di atas batu.
Ada yang homogen dengan komunitasnya tersendiri ada yang unik dan langka
Ada yang sudah tua berbuah lebat dan ada yang baru tunas dengan kelopak kembang
Ada menjulang ada yang merambat mencari sandaran
Ada dirambati tumbuhan lain ada yang menjadi benalu
Ada yang beraroma khas ada yang berbau busuk bangkai
Ada yang berbunga indah namun ada yang berduri
Aku hanya tumbuhan ada di hutan penyair diantara heterogen hutan itu
Aku ingin menjadi pohon sono keling yang berguna sebagai kayu furniture Aku ingin menjadi bunga kantil dalam hutan yang mekar semerbak
Aku ingin menjadi durian menoreh yang nikmat dimakan
Atau aku menjadi rotan yang menjalar diantara semua pohon
Wanakaya, 15-7-14

Ternyata penyair itu memiliki beraneka keunikan dalam berkarya seperti juga masyarakat pada umumnya .

Ada banyak penyair dari Sumatera Selatan sepeninggal Syamsu Indra Usman (Alm) . Taufik Wijaya adalah penyair yang menasional lewat “1001 Tukang Becak Mengejarku”, kemudia ada Anwar Putra Bayu. Di deretan lain nama-nama seperti Syamsul Noor Al-Sajidi , Ade Muchklis T, Jalius Marbe, Dimas Agus Pelaz, JJ. Polong, Tommy, Toton Dai Prmana, Yunen Asmara, Zulkifli Hardy, dan Yos El Yass sudah tak asing dan melekat dengan Sumatera Selatan. Juga terdapat sederet penyair yang tidak bisa dilupakan seperti
 AL Sadjidi, Antonarasoma, Warman. P, Nurhayat Arif Permana, Ahmad Rapani Igma, Firdhamoest (M. Rahman Arpan), Ine Somad .