Laman

Senin, 26 Oktober 2015

Kopral Dali (Seri kisah perjuangan Sentot)

Sambut hari Pahlawan 2015 Segera Terbit Karya RgBagus Warsono
Kopral Dali lebih tenar ketimbang komandannya. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, di Indramayu dulu Dali demikian populair. Tidak saja dilingkungan TNI tetapi di masyarakat kota kecil Indramayu pasti mengenalnya. Kopral cerdas dan pemberani ini pantas diketahui oleh kita semua ceritanya. Semoga buku ini menjadi teman generasi muda khususnya di kabupaten Indramayu dan Indonesia pada umumnya. Sehingga kita dapat menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan , seperti Kopral Dali yang satu ini.
Cerita ini digali dari pitutur rakyat Indramayu untuk dapat dinikmati sebagai bacaan generasi selanjutnya agar memiliki ceritanya sendiri sebagai perbendaharaan cerita-cerita khasanah daerah Indramayu yang berserakan.
Indramayu banyak memiliki peninggalan sejarah yang nyaris hilang ditelan perjalanan kehidupan yang semakin tak peduli terhadap hal kecil yang tak tersentuh oleh pemikiran kita, padahal yang kecil ini justru peting untuk dapat dipelajari sebagai pengetahuan dan kadang filosofi hidup di zaman modern ini.
Penulis kenalkan seorang pemuda yang patut menjadi contoh tauladan generasi kini pada semangatnya untuk mencapai cita-cita serta pengabdianya pada Tanah Air seorang yang telah kita kenal sebelunya yaitu Kopral Dali.


Sabtu, 24 Oktober 2015

Menggores idah mengukir masa












Tangan-tangan terampil












Cating Mas





kuis cinta

Sebaikya jawaban tidak hanyut oleh perasaan, pengalaman pribadi yang dialami

1.Waktu itu usia aku 45th , seorang perawan cantik sekali beda 20 th bersedia menjadi istri mudaku. Aku tak bisa menjawab walau aku juga suka. Dia memaksa aku geleng kepala.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. Takut istri tua.
b. Menggoda wanita tapi tak bertanggung jawab, bermain iseng.
c. Penghasilan tak memadai jika dua istri.
d. Takut tidak kuat melanyani

2. Kesetiaan selalu diuji. Sepeniggal suaminya yang dicintai ia teruskan baktinya dengan tidak akan menikah lagi sampai mati. Ia curahkan perhatian pada anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Padahal ibu muda yang satu ini luar biasa cantiknya.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. Wanita bodoh
b. Sayang-sayang masih muda , rugi kalau tidak menikah.
c. Belum ada yang berani melamar.

3. Setelah 20 tahun tak bertemu , perjumpaan tadi di mall membuat mata tak dapat terpejam semalaman. Kisah kasih dulu yang terputus. Kini aku sudah janda punya dua anak , dia juga sudah duda dan punya anak.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. Mungkinkah bisa bersatu
b. Godaan
c. Senasib

4.Melihat dia sudah menikah. kekasihnya yang ditinggalkan itu berdoa semoga kekasihya itu berbahagia, hidup rukun dan cepat punya anak. Tetapi hati orang siapa yang tahu.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. menyesal kenapa terlambat
b. Cemburu
d. sakit hati/ dendam
5. Aneh kalau ketemu wanita itu hati selalu degdegan. padahal aku dan dia sudah sama-sama berkeluarga dan punya anak.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. Cinta sejati
b. masih ada rasa cinta
c. peluang selingkuh

6. Sebelum dapat membahagiakan kedua orang tuanya ia tak mau menikah. Padahal gadis manis ini sudah banyak yang melamar. Sebetulnya Ia pun tak pilih pilih laki-laki, juga tak ada seorang laki-laki yang dicintainya
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. belum cukup umur
b. takut dengan perkawinan
c. Lesbian

7,Pada hari-hari tertentu ia megunjungi sebuah tempat wisata yang kini sudah tergerus air laut karena abrasi. Tak ada bekas kenangan karena tak satupun bangunan/lokasi yang masih utuh di bekas tempat wisata itu. Tapi dia dapat menikmati kenangan masa lalunya di tempat itu. Setelah aku dekati dia berkacamata hitam.
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. cintanya terlalu besar
b. tak dapat melupakan peristiwa
c. matanya Buta

8.Aku menerima lamaran laki-laki yang sekarang menjadi suamiku , lantaran pacarku ditunggu-tunggu tak ada keputusannya
jawaban yang tepat adalah pilih salah satu :
a. Menyepelekan cinta
b. Yang ini punya sisi lebih (kaya, pedidikan, pekerjaan)
c. Dari pada menjadi perawan tua

Rabu, 21 Oktober 2015

Penyair Pinggiran

tak ada target dalam berkreativitas, aku hanya mengisi hidup agar tidak percuma

aku akan menjajakan daganganku di tempat yang jarang dilewati orang sampai laku, dan pembeli pertamaku itu adalah orang yang tidak sekadar membeli karena kasihan padaku.

aku akan membuat 'rumahku yang sederhana , dan tak ada 'kamar untuk memisah ruang karena rumahku rumahmu juga

Lalu pembaca mecarimu di hutan penyair, karena tulisamu yang yentrik menggigit, kutemukan dirimu di sampul belakang dalam. Kau terseyum menertawai pembaca , "kenapa sudi membaca tulisahku yang norak" katanya. Sebetar kemudian buku itu pandang lalu dibuang dan diambil kembali.

Aku dan kamu berada di Penyair Pinggiran berarti ada dipinggir, dipinggir api belum terbakar, dipinggir sumur belum kecemplug, dipinggir laut berarti sudah kecipratan air, dipinggir hutan berarti sudah mejual kayu, dipinggir istana berarti macari putri/pangeran istana, dan dipinggir gedung dewan berarti sedang mejual kretek

pikirkan lagi jika mau bersamaku, aku takut masa depanmu yang cemerlang menjadi tak beruntung sepertiku

Senin, 19 Oktober 2015

KOPRAL DALI , kisah perjuangan rakyat Indramayu akan mengisi khasanah cerita anak Indramayu, natikan kemunculannya di Indramayu.

KOPRAL DALI , kisah perjuangan rakyat Indramayu akan mengisi khasanah cerita anak Indramayu, natikan kemunculannya di Indramayu.

Event sastra PMK-34 akan diselenggarakan di SMA2 Subang 7 Nofember 2015

Event sastra PMK-34 akan diselenggarakan di SMA2 Subang 7 Nofember 2015 Dihadiri penyair kaliber Nasional seperti Sosiawan Leak, Acep Syahril dan Acep Zamzam Noor serta peyair nasioal lainnnya seperti Mbak Sulis Bambang.mbak Ardi Susanti.mbak Dyah Kencono Puspito Dewi. Mas Muhammad Hafeedz Amar Riskha. Bambang Eka Prasetya. Bambang Widiatmoko.abah Arsyad Indradi. Mas Sastra Riau. Kidung Purnama, Eddy Pramduane..roosentindaro baracinta.Dyah Setyawati.mas budi Budhi Setyawan Penyair Purworejo.mas Dharmadi Penyair.Abah Yoyok,Agustina Thamrin,ahnadun Ahmadun Yeha.Alya Salaisha,Ane Matahari Artvelo Sugiarto Ayu Cipta..bontot Bontot Sukandar,Catur Diana Roosetindaro,Dimas Arika Mihardja,Dyah Kencono Puspito Dewi,Dyah Setyawatimsus Sus Setyawati.ekohm Ekohm Abiyasa. Endang Supriadi Fanny Jonathans.Fransiska Ambar Kristyani..handry tm.Herman Syaharam Heru Mugiarsolimam Imam Subagyo,Jack Waluya.Kyai Matdon,Lily Siti Multatuliana SutanIskandar.Melur Seruni.muhamnad Muhammad Lefand.Muhammad Rois Rinaldi.Oscar Amran.Riri Satria, s S Ethex.sauful Saiful Hadjar, Sudarmono Darmono Mono. Syarifuddin Arifin Dua.Tarni Kasanpawiro, Thomas Haryanto Soekiran.Wage Tegoeh Wijonol,Wanto Tirta.ll Windu Mandela,Yogira Yogaswara.Zaeni Boli.Hilda Winar.Nani Karyono,Dewi Budi.Sutan Iwan Soekri Munaf.irwan Iwan Ardhie Priyana.dll.

Antologi Dua orang

Antologi Dua orang adalah salah satu cara memenuhi ketebalan buku. namun demikian antologi dua orang mestinya memiliki keistimewaan tersendiri yakni kekhususan atologi ini sehingga memiliki daya pikat baca yang besar. Ketertarikan pembaca bisa karena karakter peyairnya yang sama, tetapi bisa juga karena tema puisi dalam antologi itu yang sama dan atau bisa saja karena memiliki kemiripan sosok peyairnya baik nama, tempat tinggal, asal daerah, atau dalam satu moment kegiatan tertentu. Kita bisa mencobanya. Antologi dua orang dapat dimafaatkan untuk mendongkrak nama salah satu diatara dua oragg itu agar dapat sejajar menjadi dikenal.

Jumat, 16 Oktober 2015

Banyak Pengangguran

Setahun kerja sebanyak 560 Anggota DPR RI sejak dinlatik 1 Oktober 2014 tidak ada arti apa-apa bagi rakyat kecuwali utak-atik peraturan dan undang-undang yang justru bikin kacau kehidupan bernegara.
Kalau Pemerintah buta atau tidak melihat, sebetulnya sudah terlihat jelas dan perlu ditangkap sebagai kerja pemerintah yakni bagaimana dapat membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya di negeri sendiri. Membuka impor barang adalah megurangi tenaga kerja yang berujung PHK karena terdesaknya produsen kita dengan barang-barang impor.
Upah yang murah adalah pelecehan pegusaha dikarenakan kurangnya lapangan kerja. "Silahkan digaji segitu sudah untung, mau kerja dimana lagi?" katanya.
Sebagai contoh sebelum tahun 2000 di Jatiwangi Majalengka terdapat banyak pabrik genteng yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan, kini pabrik pabrik itu hanya kenangan, yang tinggal hanya cerbong asap pembakaran geteng yang menjulang bak tugu saksi kehidupan.
Orang Pleret Cirebon adalah orang- orang terampil yang pandai merangkai rotan mejadi mebelair yang diakui di dunia , kini ribuan orang nganggur karena pegusaha rotan banyak yang gulung tikar. Kenapa? karena ekspor yang sudah berjalan tak dipelihara dan dikembangkan malah diputus hubungan dagangnya.
Pemerintah dan DPR hanya tertawa melihat rakyatnya menjadi pemulung perabot bekas almunium, tembaga, timah, besi di tempat sampah, di negeri yang justru dikenal sebagai penghasil bahan baku perabot-perabot itu
Amerika yang luas saja jika lahan dibuat jalan tol maka dibuat lahan pengganti 2 x lipat, seumpama hutan maka dibuat hutan ditanah gundul, seumpama padang rumput, dibuat padang rumput lagi, dan seumpama tanah pertanian maka dibuka lagi tanah pertaian itu.
Ironis sekali Jokowi yang ngaku tukang kayu, bahkan insinyur kehutanan rela membiarkan kayu-kayunya di hutan terbakar.


Dulu Kereta api adalah sahabat rakyat, sekarang tidak lagi

Dulu Kereta api adalah sahabat rakyat kendaraan rakyat, Pemerintah mensubsidi transportasi masal ini. Toh tak berpegaruh bagi perekomian negara. Pegawai KA sama degan PNS. Tiket murah, jarang kecelakaan apalagi salah jam pemberangkatan KA. Lokomotif banyak, utang luar negeri jawatan ini tak ada. Rakyat suka utuk mitra usaha dan kehidupan sehari-hari.
Kini KA bukan lagi sahabat rakyat. Teket mahal, aturan banyak bikin rakyat menyesal. Mereka yang merubah citra sepur Indonesia adalah orang2 yg tiada lain ingin masuk dalam bisnis transportasi ini dengan melibatkan perusahaanya kedalam PT KAI.
Beberapa perusahaan yg masuk di KA atara lain Perusahaan jasa security, rumah makan, Perusahaan perakit gerbong, Perusahaan mebelair gerbong, Perusahaan Asuransi dan Perusahaan fasilitas AC, dan perusahaan supleyer AC dan suku cadang lainya.

Senin, 12 Oktober 2015

Perajalanan Penyair

Puisi perjalanan penyair. Gambaran kreativitas diri peyair dalam melakukan perjalanan kemana pergi. Perjalanan jauh dan memakan waktu tidak juga menghasilkan karya banyak, tetapi perjalanan pendek dan dekat dapat menghasilkan karya hebat. Demikian mata penyair memotret pengalaman.
Seakan tiada berhenti menulis, jika tak ada bom atom yang menghacurkan peradaban. Slalu ada daur ulang dan modifikasi dari yang terbaru. Sehingga tak ada tamat berkesudaha. Ide baru muncul seiring kebutuhan. Inspirasi tumbuh manakala mau menggali lubang baru. Sastra berkembang tanpa diperintah. Penyair tahu tugas dan apa yang harus dilakukan.
Apa yang dilakukan adalah menelusuri jejaknya sendiri. Seperti dilakukan ketika Bawang putih dibuang ibu tirinya. Ia menelusuri biji kacang hijau yang bibuangnya dalam perjalanan. Ternyata bijji itu sudah tumbuh menjadikan tanda tak dijumpainya. Ada slalu hal baru terus ditulis.
Tentang para pecundang, tentang orang-orang munafik, tetang kaum penjilat dan tentang orang-orang penjual harga diri. Ia buatkan puisi sebagai bukti catatan peralajan penyair yang tak bermanfaat sama sekali bagi pecundang, orang-orang munafik, kaum penjilat ,dah orang-orang yang menjual harga diri, apalagi membeli bukunya, membaca pun tak sudi.Dan hebatnya itu, penyair tetap menulis lagi
.Dia menemukan apa yang harus ditulisnya. Fenomena kehidupan yang ganjil namun nyata. Lalu ia telusuri keterkaitan kehidupan lain ternyata zaman bergeser, manusia baru muncul dan membawa petaka atau memberi mafaat penyelamat bumi ini.

Minggu, 11 Oktober 2015

Anak ibu pancen pinter masak

Ini 25 tahun lalu
Dengan tersipu-sipu istriku menunggui aku makan. Aku baru pulang kerja. Tumben kali ini ada 4 macam menu di meja. Ada sayur asem, perkedel, goreng telur serta tumis tempe. Bingung juga memulai memilih lauk makan tapi tetap harus dicicipi semua maklumlah pengantin baru. Aku pun makan sambil memuji .
"Enak sayurnya , Mas? tambah lagi ya nasinya?
Aku mengangguk-angguk sambil menyunyah.
"Mamah pintar sekali , masakannya enak"
"Siapa dulu ! yang masak"
" Ini tumis tempe dapat beli mah?"
" Sembarangan , itu aku yang masak juga mas, coba-coba yang lain"
"Gara-gara tumis ini Mah jadi makannya semangat."
Istriku pun tersenyum bangga . " Tak percuma punya istri pinter masak, kelak suatu ketika bisa bisnis rumah makan." kataku lagi. Bukan main senangnya istri mendapat pujian seperti itu. Jagoan masak nomor satu. Tetapi tiba-tiba dari arah dapur terdengar ada suara kloneng seperti piring beradu.
Istriku terlihat kaget dan megatakan " Si Meong itu , Mas"
Aku pun tak begitu peduli dan melajutkan makan.
Tiba-tiba ada suara dari kamar belakang, aku langsung tanya "Siapa di belakang , Mah?"
"Ibu" jawab istriku.
Dalam hati aku tersenyum.
Kemudian tiba-tiba Ibu Mertuaku mucul dari belakang.
Tanpa pikir panjang langsug aku berkata :" Anak ibu pancen pinter masak:"
dan kemudian kami bertiga tertawa terbahak-bahak.

sebetulnya ibu telah mengurangi sedapnya 'terasi cinta suami pada ibu.

Jangan membuat jenis sambal yang suami tidak suka. Kalau suami suka sambal terasi kenapa ibu membuatkan sabal asam? Walau kemudian terpaksa dimakan, sebetulnya ibu telah mengurangi sedapnya 'terasi cinta suami pada ibu.

disangka pada sayur asem tak ada cinta.

Jangan disangka pada sayur asem tak ada cinta. Kalau tak percaya, ini gara-gara sayur asem sehingga jadi seperti kamu, kataku pada anak-anakku.

istri jangan diajari matematika,

Bapak-bapak yang suka rokok kalau bisa istri jangan diajari matematika, sebab kalau cerdas , suami bisa di kik balik. Kalau sehari merokok sebungkus , berarti jajan suami yang tak kelihatan sudah 600rb.

Kalau pandai menulis bagus, ucapanya juga harus bagus

Kalau pandai menulis bagus, ucapanya juga harus bagus, apalagi pada istri. Kalau istri sungkan membuatkan kopi jangan bilang "cepat buatkan kopi," bilang saja "Kapan kapan kita jalan-jalan ke Lampung, Mah"

Sabtu, 10 Oktober 2015

Budaya menulis telah lama dilakukan oleh orang Jepang.

Budaya menulis telah lama dilakukan oleh orang Jepang. Mereka umumnya membuat otobiografi dan sejarah keluarga. Ketika aku pelajari budaya Jepang yang istimewa itu akhirnya tahu mengapa demikian. Yakni orang-orang Jepang menghargai baris keluarganya. Sesuatu yang patut dicontoh bahwa mereka sangat menghormati orang-orang tua mereka .

karya membidik pembaca mana yang jadi sasarannya.

Doeloe komik Mahabarata karya RA Kosasih adalah bacaan yang banyak dibaca masyarakat. Kata-kata dalam komik itu ringan dangan kalimat yang mudah dimengerti, meski demikian mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat. Buktinya adalah mereka yang pernah membacanya dapat meghafal dan memahami nama-nama wayang dan karakterya. Meski gambar komik wayang berbeda degan ujud wayang golek atau wayang kulit, namun masyarakat dapat memahami ciri-ciri wayang baik bentuk gambar, wayang kulit atau wayang golek. Kesimpulannya adalah karya membidik pembaca mana yang jadi sasarannya.

Maka kemudian 'sahabatku itu pergi tak tahu rimbanya.

Dasyatnya pena penyair bisa merontokan nafsu dan juga melemah lembut hati keras. Sebuah tulisan yang bisa menghanyutkan perasaan siapa saja pembacanya. Namun juga bisa menggelorakan semangat. Dia (pembaca) lalu menepuk dada, dan berteriak kemudian merangsak menakutkan (termasuk menakutkan penguasa) karena itulah sebabnya mungkin Wiji Tukul bisa menghasut pemuda untuk menyerang Pemerintah kala itu. Maka kemudian 'sahabatku itu pergi tak tahu rimbanya.

Dan Diyah pun terseyum malu padaku.

Ketika aku masih sekolah di SPG dulu di Indramayu, seorang teman tak ada dalam kelas setelah istirahat pertama. Teman-teman pun semua mencari. Sebagai teman yang tahu betul watak temanku yang tak ada dalam kelas itu, aku langsung mencari di ruang perpustakaan. Didapati temanku perempuan itu tengah menangis lemas diatas meja baca di ruang perpustakaan dengan berlinang air mata. Dia adalah Diyah. Tanpa pikir
panjang aku langsung memanggil teman sebangkunya utuk menghibur. Beberapa teman mengatakan bahwa Diyah putus cinta. Aku memeriksa ruang perpustakaa kalau-kalau ada sesuatu penemu sebab. Dan aku menemukan sebuah buku novel 'Salah Asuhan karya Abdul Muis yang sampulya basah oleh air mata. "Luar biasa" kataku dalam hati "ia megapresiasi" . Aku pun membawa buku itu ke dalam kelas dan menunjukan pada tema-teman bahwa Diyah bukan putus cita tetapi hayut dalam perasaannya membaca novel ini kataku pada teman-teman. Dan Diyah pun terseyum malu padaku.



karya membidik pembaca mana yang jadi sasarannya.

Doeloe komik Mahabarata karya RA Kosasih adalah bacaan yang banyak dibaca masyarakat. Kata-kata dalam komik itu ringan dangan kalimat yang mudah dimengerti, meski demikian mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat. Buktinya adalah mereka yang pernah membacanya dapat meghafal dan memahami nama-nama wayang dan karakterya. Meski gambar komik wayang berbeda degan ujud wayang golek atau wayang kulit, namun masyarakat dapat memahami ciri-ciri wayang baik bentuk gambar, wayang kulit atau wayang golek. Kesimpulannya adalah karya membidik pembaca mana yang jadi sasarannya.

Jumat, 02 Oktober 2015

Wajah-wajah









ada seorang yang mengapresiasi puisiku dengan baik.

Ini cerita:
Satu puisiku terselip dalam antologi lomba baca puisi tingkat sekolah dasar dimana peserta memilih puisi mana yang akan dibacakan. Bukan main bangganya aku karena diakui sebagai penyair dikota kecil. Jadilah aku penonton pertama yang duduk setia menanti peserta membaca puisi. Tak terasa rokok sebungkus tinggal sebatang. 30 peserta dari 31 kecamatan telah tampil, tinggal seorang lagi. Tak ada seorang pun yang membacakan puisiku. Rokok yang tinggal sebatang pun aku habiskan, menunggu seorang pembaca lagi. Ternyata yang terakhir itu membaca puisiku. Aku pun berdiri mengamati siapa anak pembaca puisi itu. Oalah ternyata muridku sendiri !
Seminggu kemudian aku agak siang datang ke sekolah, maklum karena sebagai pimpinan ada saja yang diurus. Tiba di pintu sekolah terdengar suara ribut-ribut di ruangan guru, ada apa gerangan. Ternyata ada kabar bahwa muridku menjadi juara pertama lomba baca puisi. Tak mungkin! ini tak masuk akal. Setelah aku membaca pengumumannya aku percaya. Dalam hati aku mengatakan : "Dia telah membaca puisiku berjudul 'Anak Seberang Sungai' anak itu bernama Tri Hadini Ok. Ketika aku menerima piala dari Bupati Indramayu yang disampaikan melalui Kepala Dinas, berlinanglah air mataku. Bukan karena piala itu, tetapi ternyata ada seorang yang mengapresiasi puisiku dengan baik. Kejadian ini terjadi tahu 2013.

Budaya menulis

Budaya menulis telah lama dilakukan oleh orang Jepang. Mereka umumnya membuat otobiografi dan sejarah keluarga. Ketika aku pelajari budaya Jepang yang istimewa itu akhirnya tahu mengapa demikian. Yakni orang-orang Jepang menghargai baris keluarganya. Sesuatu yang patut dicontoh bahwa mereka sangat menghormati orang-orang tua mereka .
Seorang teman bertanya padaku untuk apa sih menulis? Aku jawab ringan saja : "belajar memaknai hidup ini"
Sederhana saja, kalau memberi warisan aku tak mampu berbuat banyak, karena itu tulisan-tulisanku termasuk puisi dibukukan agar suatu ketika anak cucuku bangga bahwa kakek buyutnya meski tak meninggalkan apa-apa tetapi telah memberi warisan ilmu yang bermanfaat.
Suatu ketika, jika anak-cucuku sendiri membaca antologiku mereka akan tersenyum, tertawa, menangis, sedih, lalu marah dan bangkit utuk tidak seperti aku yang 'terhempas, terpinggirkan, dan terbuang.
Setidaknya anak-anak bangga bahwa bapak/ibu-nya seorang penulis


Pengakuan Sebagai Penyair terletak pada publik.

Ada beberapa kebutuhan dasar untuk seorang sastrawan: mutu sebuah karya, pembaca karyanya, popularitas,pengakuan, inspirasi, kolega penerbitan, memiliki fans, promosi karyanya, pengukuhan dari sastrawan lain atau yang lebih senior dengan esai, resensi, ulasan berkaitan dengan karya itu, teman sastrawan, dan yang terakhir adalah pangsa pasar. Kebutuhan itu saling menunjang dan berkaitan. Diantara kebutuhan dasar itu terkadang banyak sastrwan pemula mengambil keputusan mana kebutuhan dasar yang diprioritaskan yakni promosi diri bukan promosi karyanya. Jelas ini keliru. Promosi diri tanpa karya bermutu akan sia-sia.

Pengakuan terletak pada publik. Bukan seseorang dua orang atau kelompok. Artinya jika kau seorang diri, atau mereka mengakui aku sebagai penyair atau sebaliknya aku (seorang diri), atau kami mengakuimu sebagai penyair itu berarti kau dan aku belum apa-apa. Publiklah yang menentukan.
Begitu juga tidak ada bacaan bermutu kecuali diapresiasi dan tak ada bacaan bagus kecuali dibaca dan dikatakan orang.

Doeloe HB Yassin, Korrie Layun Rampan, Linus Suryadi AG, atau siapa pu kurator menentukan pengakuan patut dimaklumi karena keterbatasan baik kuantitas penulis di Indonesia, maupun penerbitan buku dan media cetak. Sekarang mohon maaf, yang menentukan 'penobatan penyair adalah publik. 

Sebagai contoh doeloe , buku buku novel karya SH Mintardja , dan Anda pernah membacanya bukan? seperti ' Sabuk Inten dan Nagasasra, 'Matahari Esok Pagi, atau 'Api dibukit Menoreh, adalah novel populair yang sangat laris bak kacang goreng, berjuta-juta orang tua muda suka membacanya. Bukubuku itu tidak saja sebagai bacaan masyarakat tetapi juga di dalamnya terkadung sastra, roman cinta, sejarah, filsofi bahkan sampai strategi peperangan. Ketika beliau masih hidup tak satu orang pun kurator menulisnya. Barulah ketika meninggal banyak orang membicarakannya.

Tetapi jangan khawatir, ada kekuatan yang luar biasa yang tak dapat dikalahkan oleh siapa pun bahwa seseorang adalah penyair yakni takdir Allah. Caranya sangat gampang yakni disamping berusaha juga mensyukuri apa adanya yang diri kita miliki . Insya Allah.

Anak tetanggaku yang masih kelas 2 SD membaca puisi karya gurunya . Sambil bertamu saya mendengarkan puisi yang dibaca anak temanku itu. Puisinya sangat bagus sekali. Lalu saya tanya siapa guru yang mengarang puisi itu, Bu Neni namanya. Aku simak lagi puisi yang tengah dihafalkan itu, lalu saya katakan pada temanku bahwa Bu Neni adalah seorang penyair.