Jejak: Manusia Modern Di Mata Redup Damiri Mahmud Mahmud, Asro Kamal, Minggu Merdeka 3 Agustus 1986; Bulan Tertusuk lalangnya D Zawawi Imron, Irawan Sandhya Wiraatmaja. Berita Buana 2 September 1986; Menyenandungkan Puisi Memperluas Apresiasi, Wilda, Klipping 17 September 1986; Protes Sosial dalam Sastra, Saini KM, Berita Buana 2 September 1986; Kedudukan Kritik Puisi, Achmad Rich, Berita Buana 29 Juli 1986; Sulit Menilai Seni Erotis Yang Bagaimana, Made Aripta Wibawa, Minggu Merdeka 24 Agustus 1986; Mencari Kebenaran Sejarah Lewat Tokoh sastrawan, Bj 418, Minggu Merdeka 24 Agustus 1986; Sastra Dan Politik, Kosasih Kamil, Minggu Merdeka 24 Agustus 1986; Ada Ketololan Perjuangan, Mustakim, Eksponen Edisi 24 30 Agustus 1986, Kenapa Timbul Keinginan Membubarkan Pusat Bahasa? Yusuf Abdullah Puar, Pelita 12 Nofember 1986. (rg bagus warsono, Jejak)
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Selasa, 30 November 2021
Senin, 29 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(30)
Jejak: Sekitar Isyu Kelesuan Cipta: Ada Jurang yang menganga Terlalu Lebar, HGP, Pelita 23 Juli 1986; Forum Penyair Muda Tinggal Kenangan, Harianto Gede Panembahan, Berita Buana 29 Juli 1986; Kejujuran Dsapardi Jadi Cemohan, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, Pelita , 23 Juli 1986; Batara Gana Bertiwikrama, Anto Sastroatmojo, Pelita 23 Juli 1986; Sapardi sah Terima Anugerah Piagam Puisi Putra 83 , Mulyono Prehantoro. 418H, Berita Buana 16 September 1986, Peranan Kata Dalam Puisi, BY Tand, Berita Buana 16 September 1986; Sejarah dan Kelupaan Kita, Redaksi, Berita Buana 16 September 1986; Suatu Produk Dalam Puisi Modern Kita, Umar Junus, Pelita 30 Juli 1986; Mengejar Nilai Intelektual, Slamet Rahardjo Rais, Pelita 30 Juli 1986; Pengarang harus Melihat Pembangunan Secara Makro, HSD/AZA , Pelita 30 Juli 1986. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(29)
Jejak: "Duka Nestapa" Eka Budianta, Piek Ardijanto Soeprijadi, Berita Buana 15 Juli 1986; Feihan Buka Suara Yang Tak Berbudaya Tidak Ambil Bagian, Soeparwan G Parikesit, Pelita, 16 Juli 1986; In Memoriam Heinrich Boll Menulis Berarti Perlawanan, Is scale, Pelita 16 Juli 1986; Jakob Sumardjo dan Saini KM Sependapat Sastra Lesu Tapi Apanya?, sgp, Pelita 16 Juli 1986; Meredam Sikap Bar-bar Wartawan Budaya, Sutardji Calzoum Bachri, Pelita,16 Juli 1986; Puisi-puisi Chairil Anwar dan Pergumulan Saya dengan Teori Sastra, Dr Umar Junus, Pelita 23 Juli 1986; Ibrahim Sattah Harta Karunnya Orang Riau, HS Djurtatap,Pelita 23 Juli 1986, {rofesionalitas Lampu Teplok< Lajuardi A. , Pelita 23 Juli 1986; Dibutuhkan Buku Pelajaran sastra, Redaksi, Pelita 17 September 19986. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(28)
Jejak: Arti Penting Sajak Delapan Kota Bagi HP3 N, Redi Panuju, Berita Buana 13 Juli 1986; Kroitik Sosiologik Dalam Sajak-sajak D. Zamawi Imron, Berita Buana 28 Januari 1986; Sastra KKehilangan Estetika, Mimhar Harahap, Berita Buana 28 Februari 1986; Sastra Epistemologis, Jiwa Atmaja, Berita Buana 28 Februari 1986; Sedikit Hubungan Chairil Anwar Dengan HB jassin, Oyon Sofyan, Berita Buana 22 April 1986; Sepi Di Mata Penyair, Raji Akbar, Berita Buana 22 April 1986; Kita Dan sastra Tradisi, Dr.Umar Junus, Pelita 21 Juni 1986; Olenka Sebagai Tokoh Collage, Wawan IL, Berita Buana 15 Juli 1986; 20 Tahun Horison Masih Soor ...Sendiri, HGP, Pelita 12 Juli 1986; Dengarlah! Hasmad Angkat Bicara, HGP, Pelita 12 Juli 1986; Mempertanyakan Persoalan "Remaja"-nya Redi Panuju, Nanang R Supriyatin, Beriyta Buana 15 Juli 1986. (rg bagus warsono, jejak)
Minggu, 28 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(27)
Jejak: Rusia Baru Buat Alexander Solzhenitsyn, Purwanto Setiadi, Berita Buana 29 September 1991; Shakespeare Bilang: Whats isn a Name, Emirul Chag Aka, Berita Buana 27 Oktober 1991; Masalah Geografis Kesusastraan, Dusun-dusun Yang Tak Tertinggalkan, Afrizal Malna, Kompas2 Desember 19990; Tafsir Baru Sitti Nurbaya dan Novel Balai Pustaka Pramerdeka, Maman S Mahayana, Kompas 15 September 1991; Persekutuan Pedagang, Penyair dan Pejabat, ii/xjb/bre, Kompas 18 Agustus 1991; Dilema sastra Negara Berkembang, Eka Budianta, Kompas, 24 Februari 1991; Gerson Poys, sastrawan Alam, Wijaya, Harian Terbit, 8 Oktober 1991; Menulis Puisi adalah Amal Ibadah, Heri S/473H, Minggu Merdeka 1Desember 1991; Seni Pesona dan Imajenasi Tersimpan Pada Jiwa Yang Gelisah, Pesu Aftaruddin, Pikiran Rakyat 5 Mei 1992; Ramadhan KH dan Delian Noor Penulis Biografi Politik yang Masih Langka, Mustappa, Pikiran Rakyat 3 Mei 1992; Dua Buah Puisi Rusli A Malem, Edijushanan, Pelita, 26 April 1992, (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(26)
Jejak: Puisi-puisi Yang Menggelitik, Piek Ardijanto Suprijadi, Harian Terbit 7 Juli 1991; Mengenang Idrus Ironisasi Seorang Pelopor, Nahrawi, Harian Terbit 7 Juli 1991; Rendra Dari Jalan Ke jalan, Korrie Layun Rampan, Simponi 10 Juni 1991; Untuk Siapa Saya Menulis, Yakob Sumardjo, Pikiran Rakyat, 7 Juli 1991; Merekam Cinta Yang Melebihi Keberadaan Manusia, myr, Kompas 18 Agustus 1991; Hadiah sastra LBSS Penghargaan Untuk Kuantitas, Budi Rahayu Tamsyah; Sepanjang Jalan, danarto, Republika 5 September 1993; Puisi Sunda Modern Miskin Kritik, Soni Farid Maulana, Pikiran Rakyat 3 Maret 1991 (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(25)
Jejak: Melihat Sajak Alexander Blok Penyair Rusia, Korrie Layun Rampan, Merdeka 25 Agustus 1991; Peringatan, Mahbub Djunaedi, Kompas Minggu 9 Juni 1991; Puisi Swadesi Bulan Juni, Korrie Layun Rampan, Swadesi 21 Juni 1991; Pro Kontra Pengkaplingan Sastra, Deddy Daryan DB, Merdeka 25 Agustus 1991; Teater Yang Kehilangan Teater, Afrizal Malna, Kompas 7 Nofember 1991; Karya Budaya Besar, Arief Ariel Heryanto, Kompas 6 Juni 1991; Beberapa Masalah Dalam Jurnalisme Seni, Kurnia JR, Media Indonesia 14 Nofember 1993; Kreativitas Membimbing Langkah Kita, Pesu Aftarudin, Bandung Pos, 22 Oktober 1991; Tasauf Orofetik dan Anatomi Sufi Membumi, Cecep Syamsul Hari, Bandung Pos 17 September 1991; Dor Putu Wijaya Gema Sebuah Pentas, Redaksi Terbit 28 Juli 1991. (ra bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(24)
Jejak : Oknum, Soetjipto Wirosardjono, Kompas 7 Juli 1991; Puisi Surabaya tahun '90; Pudwianto Arisanto, Surabaya Pos 14 Januari 1990; Rumah Cinta Puisi-puisi Horison Bulan Juni, Korrie Layun Rampan, Pelita 11 Agistus 1991; Harapan Pada Kongres Kebudayaan, Eka Budianta, Basis Agustus 1991; Arthur Rimbaud Penyair Telapak Angin Perancis, Aktuil Nomor 3/12 Desember 1981; Peranan sastra Dalam Sejarah Indonesia, LP Murdiantoyo; Harian Terbit 28 Juli 1991; Tanggapan Peranan Indo Belanda dalam Sastra, Yakob Sumardjo, Pikiran rakyat 28 Juli 1991; Bermimpi Seratus Nabi, KH Isa Djakasuria, Republika 5 September 1993; Pertemuan Sastrawan Nusantara ke-7 , Banyak Hambatan , Persatuan sastrawan Serantau Ditunda, Kompas 18 Juni 1991 (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(23)
Jejak: Puisi dan Perdamaian Sejarah. Octavio Paz, Pilita 1 September 1991; Dunia Ini Milik Tuhan, Leon Agusta, Suara Karya Minggu I, Maret 1991; Kesenian Indonesia dalam Horison Kura-kura Ninja, Garin Nugroho, Kompas 15 Agustus 1993; Kita Tak Terlatih Dengah Kebebasan Berfikir, Goenawan Mohammad; Berita Buana 10 Maret 1991; Toffler dan Kimia Kekuasaan,Alvin Tloffer Saya Bukan Nabi, Farid Gaban, Berita Buana 10 Maret 1991; Sebuah Renungan Budaya, Saya Kesepian Maka saya Ada, Pikiran rakyat, 29 Mei 1990; SaJak Rumah Wahyu Prasetya Kerinduan dan Pesona, Luhung Ika IMS; Mingguan Karya Bakti januari 1989; Puisi Sepanjang dasawarsa 80-an Diantara Penggemparan Peredaman, Afrizal Malna, Kompas 24 Desember 1989. (rg bagus warsono, Jejak)
Sabtu, 27 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(22)
Jejak: Tahar Ben Jelloun Islam Yang Teduh dan Terbuka, Nasir Tamara, Republika Minggu 31 Januari 1993; Chairil Anwar Berjuang Lewat Sajak, Among Kurnia Ebo, Simponi 28 April 1993; Kenapa sajak-sajak Cinta Rendra? Ahmadun Yeha, Republika 6 Juni 1993; Ketika sajak Menjadi waktu Menjadi Batu, Radhar Panca Dahana Channel, 11 Juli 1993; Seni Kita Suara di Padang Gurun, hrd, Kompas 20 Mei 1993; Tokoh Pekan Ini Taufiq Ismail, Ali Nurdin, Republika 20 Juni 1993; Muhammad Haji Salleh , Penyair Malaysia, LK Ara, Simponi 28 April 1993; Sosok Ketika Arifin Kehilangan Figur, ali/nisha/ayh, Republika 16 Mei 1993; Polaisme Dalam Puisi Penyair Muda, Naim E Prahana, Republika Minggu IV Mei 1993; Sapardi Joko Damono, Pembacaan Puisi bukan Ukuran Apresiasi Sastra, Edy Suntoro, Republika Minggu III Juli 1993 (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(21)
Jejak: Sastra Arab Alot dan Asing, Damanhuri Zuhri, Republika 31 Januari 1993; Fenomena Penyair Ludrukkan, Ahmadun Yeha, Republika 2 Maret 1993; Eksistensi Para Penyair Wanita Dalam Era Emansipasi, Handoko SR, Simponi, 7 April 1993; Generasi Cerpen di Hari Minggu, Selamat Pagi, Afrizal Malna, Kompas 21 Maretn1993; Hidup Dalam Sehari Kiai Haji Ahmad Penyair Balsem Mustofa Bisri, Redaksi Republika Hasil Perbincangan denmgan Ruly Baharudin, Republika 23 Mei 1993; Agenda Sastra Indonesia 1992 Memahami Generasi Yang Luka, Redi Panuju, Simponi 24 Februari 1993; Jakob Sanhg Kritikus Mutung, yoe/rys/ayh, Republika 2 Mei 1993; Gejala Snobisme Kesenian, Ahmadun Yeha, Republika 16 Mei 1993; Cubitan Buat Indonesia . Ali/Firly/nisha, Republika 23 Mei 1993; Publiksentrisme Sastra Indonesia Mutakhir, Jamal D Jamal D. Rahman II, (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(20)
Jejak : Senjata kata Mochtar Lubis, Setyagraha Hoerip, Republika 14 Maret 1993; Semalam Bagi Firman Muntaco, Abdul Sahal, Ahmadun Yeha, Republika 14 Februari 1993; Kelancungan Angkatan '80 , Beni Setia, Kompas 17 Januari 1993; Menjadi Pengarang Tidak Sulit, Abraham Fanggida E, MutiaraI Februari 1993; Humor Dalam Sastra Indonesia, AP Sutarwan, Bandung Pos 9 Februari 1993; Ledakan Puisi Indonesia Mutakhir, Ayid Suyitno Ps, Republika 21 Februari 1993; Catatan Kecil: Belenggu Imajenasi, Wil, Bandung Pos, 26 Januari 1993; Bagaimana Puisi Memberi Arti Kepada Sejarah, Wiratmo Soekito, Mutiara Minggu III Maret 1993; Krisis Sastra tanpa Pembaca dan Lubang Perangkap, Dorothea Rosa Herliany, Mutiara Minggu III Maret 1993;Sapardi Puisi dan Proyek, Ahmadun Yeha, Republika 28 Maret 1993. (rg bagus warsono, Jejak)
Jumat, 26 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(19)
Jejak: Dunia Pribadi Itu Tersuruk dalam Puisi, Afrizal Malna, Bandung Pos 24 Januari 1993; Apresiasi Sastra di Televisi Mlempem, WP Saraswati, Harian Terbit 14 Februari 1993; WS Rendra Apresiasi Sastra Di Sekolah Memprihatinkan, Ismail Lutan, Minggu I Februari 1993; Wajah sastra di Jawa Timur Dilema di Tengah Isu Perkembangan, Mh Zaelani Tammaka Kompas Minggu 17 Januari 1993; Catatan dari Pulau Penang sastra Asean : Sebuah Suaka Budaya, Eka Budianta, Kompas Minggu 13 Desember 1992; Tafiq Ismail, Andai tak Ada Arief Budiman, Ahmadun Yeha, Republika 31 Januari 1993; Penyair Angkatan Baru Gempita Tanpa legetimasi, Dorothea Rosa Herliany, Republika 14 Februari 1993 .(rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(18)
Jejak: Tentang Pembebasan Sastra, Sri Sukamtiningsih, Simponi 27 Januari 1993; Kebudayaan Adalah Kerja Sama Seluruh Lapisan, Sitor Situmarang, Simponi 27 Januari 1993; Pleonasme di Balik 'Prof. Teeuw Award',Jiwa Atmaja, Republika 24 Januari 1993; Ingin Akrab dengan Kesusastraan Asia, Muhammad Arsad, Sahabat Dautche Welle Januari 1993; Nyanyian Pasemon dari Goenawan, Jiwa Atmaja, Republika 14 Februari 1993; Sososk Budayawan Sang Pendongeng dari Maghreb, Tahar Ben Jlloun, Redaksi Republika 24 Januari 1993; Kritik sastra indonesia Miskin Pendekatan Multidiomensional, Paul Tukan, Mutiara Minggu I Pebruari 1993; Cerpen Sastra Terus berlahiran , Sastyagraha Hoerip, Republika 20 Pebruari 1993; Ibsen dan Masalah Kemunafikan Sebagai bahan Baku Seni Teater, Supriyanto Efzet, Bandung Pos 2 Februari 1993. (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(17)
AS Isma, Penyair Brunai Darusalam, LK Ara, Jogyakarta 10 Januari 1993, Burung Rantau Burung Pasca Indonesia, Trias Yusuf Put, Mutiara 1 januari 1993; TIM dan Pembaca Puisi, Ayid Suyitno Ps, Bandung Pos 19 Januari 1993; Cerpenis Kritikus Pertama Pada Karyanya, Wil, Catatan Kecil Bandung Pos 19 Januari 1993; Umbu Sang Penyair Mitos, Ahmadun Yeha, Republika 17 Januatri 1993; Takhayul, Danarto, Republika 17 Januari 1993; Para Cerpenis Indonesia Sembunyi di Balik Simbol, Sapardi Djoko Damono, Republika 17 Januari 1993; Pengajaran Sastra Kembali ke sastra Rakyat, Pamusuk Eneste, Mutiara Minggu I Januari 1993 (rg bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(16)
Jejak : Kehidupan sastra di dalam Pikiran, Seno Gumbira Ajidarma, Kompas 3 Januari 1993; Pengarang Ayat-ayat Setan Salman Rusdhi di mana Bersembunyi? , Lestari WK Soemadi, Bandung Pos 12 Januari 1993; Robohnya Surau Kami: Suatu Dilema, Umar Junus,Kompas 10 Januiari 1993; Gunawan Masih Mencekam. A Mustappa. Abdullah Mustappa , Pikiran rakyat 10 Januari 1993; Kegagalan Pendidikan Kesenian di Sekolah, Jakob Sumardjo, Kompas 10 Januari 1993; Sosok Budayawan Inspirasi dari Pinggir Kali, Arie MP, Republika 10 Januari 1993; Perlu Pesan Seni yang Cerdik, Sunaryono Basuki KS Republika 10 Januari 1993; Antara Penyair dan Puisi, Ayid Suyitno Ps , Jogyakarta 10 Januari 1993 (rg bagus warsono, jejak)
Kamis, 25 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(15)
Jejak : Sulit Memilih Mana yang Terbaik, Duduh Durahman, Pikiran Rakyat 6 Januari 1990, Teater Jalanan Gaya Renggo, Eriyandi B; Seniman Ibu Kota pun Beda Pendapat , Yon A/Hdy, Merdeka 28 Juli 1983; Sastrawan Jadi Pahlawan Bagi Bangsanya, Abdullah Mustapa, Pikiran Rakyat 31,Desember 1989; Realitas Puistik di Luar jangkauan, Saini KM, Pertemuan Kecil Pikiran Rakyat 21 januari 1990; Menganggap Perlu Tapi Dengan catatan, Redaksi, Merdeka 9 Juli 1983; Dan Mahasiswa Dibulang Hanya Mengejar Ijazah, redaksi Merdeka 8 Juli 1983; Manusia yang sastrawanm dan Jendela , Badruddin Emce , Berita Buana 9 Januari 1990; sakit dan Cinta, Berita Buana 9 Januari 1990; Masalah Utama Penyair Berkisar Pada Sikap, Saini KM , Pertemuan Kecil Pikiran Rakyat 29 Oktober 1989; Penyair Tidak Asyik Sendiri, Saini KM , Pikiran Rayat 8 Oktober 1989; Hakikat Kepenyairan, Saini KM , Pertemuan Kecil Pikiran Rakyat, 15 Oktober 1989; (Rg Bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(14)
Jejak: pengalaman Dalam Karya Sastra,Pudentea T Karnadi, Berita Buana 6 September 1963; Pengarang Indonesia Hanya Mencari Identitas , Budi Darma, Merdeka, 28 Juli 1983; Nasib Buku-buku Sastra, ramai-ramai Menerbitkan Sendiri di Tengah Apresiasi yang Rendah, Redaksi, Merdeka 18 Agustus 1983; Mahasiswa Sastra Pembangunan Macam Apa Itu, Herdi Umbaranputra, Merdeka 11 Agustus 1983; Nilai Spatial Dalam Dunia Fikir Seni,Dedy Suardi, Pikiran Rakyat 14 September 1982; Sastrawan dan Politik, Ngurah Parsua, Merdeka, 4 Agustus 1983; Tradisi Merubung Kritikus, Damiri Mahmud, Berita bUana 19 Juli 1983, Persoalannya adalah Kreteria Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, Merdeka 21 Juni 1983; Karya Penyair 1980-an Karya Penjenuhan, M Victor Manahara; Sekilas Perkembangan Sastra di Majalah dan Koran Jakarta, Nanang R SupriyatinMedia Indonesia 28 Januari 1990 (Rg Bagus Warsono , Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(13)
Jejak: Sastra Sunda: Tragedi sangkuriang, R Suryanto Sastroatmojo, Berita Buana 16 Agustus 1983; Generasi Muda Buta terhadap naskah-naskah sastra Lama, Yuti, Berita Buana 29 September 1983; Tragik Sungai Mekong, Damiri Mahmud Mahmud , Berita Buana 27 September 1983; "paradise Regained" Subagio Sastrowardoyo, Piek Ardijanto Soepridjadi, Berita Buana 6 Pebruari 1990; Dialog Apokaliptik sastra dabtempaty Transendensi (3), Abdul hadi WM, Berita Buana 6 Pebruari 1990; Oh Novelis Indonesia, Abdul Hadi WM, Berita Buana 20 September 1983; Imbauan Affandi, Abdul Hadi WM, Berita Buana 6 September 1983; Taufik Ismail dan Agustus 1965, Abdul Hadi WM Berita Buana 23 Agustus 1983; Surutnya Kesenian Bernafaskan Islam, B Yass, Merdeka 8 Juli 1983; Berkenaan Dengan Sastra Gayo, MJ Melatatoa, Berita Buana 16 Agustus 1983. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(12)
Jejak: Kritik Sosial Dalam Burung-burung Manyar, Putu Wirya Jatha; Majalah Horison 17 Tahun, Abduil Hadi WM, Berita Buana 26 Juli 1983; Kebudayaan Audio dan Humaniora, Abdul Hadi WM, Berita Buana 30 Agustus 1983; Perihal Karya Sastra Dalam Sastra, Wahyu Wibowo, Bereta Buana 13 September 1983; Perihal Karya Dalam sastra (2) , wahyu Wibowo, Berita Buana 20 September 1983; Amir Hamzah Sebagai Penyair, Piek Ardijanto Soepridjadi, Berita Buana 26 Juli 1983; Pendapat lain Mengenai Proyek Jananologi: Semangat Penelitian Harus Diteruskan, DBB.H, Berita Buana 5 Juli 1983; Kesenjangan Generasi Versi Ike Soepomo, Berita Buana 13 September 1983; Jembatan sastra Bagi Awam dan Pemula, Putu Arya Tertawirya, Pikiran rakyat 14 September 1982.(Rg Bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(11)
Jejak: Pengajaran sastra dan peningkatan Buku Teksnya, Dr, Boen S Oemardjati, Berita Buana 2 Agustus 1983; Wiratmo Sukito, Sadstra dan politik, BY Tand, Berita Buana 19 Juli 1983; Mempertanyakan Kritik Sastra yang Objektif, Gunoto Saparie; Berita Buana 26 Juli 1983; Budi Darma , Novel Indonesia & Palang Pintu, DBB/H , Berita Buana 2 Agustus 1983; Solilokui "Budi Darma", Korrie Layun Rampan, Berita Buana 9 Agustus 1983; Hambatan Itu datang dari Kita Sendiri, Abdul Hadi WM, Berita Buana 5 Juli 1983; Sastra Aktif dan sastra Pasif, Abdul Hadi WM, Berita Buana 9 Agustus 1983; Meditasi Abdul Hadi WM, Ahmadun Yeha , Berita Buana 5 Juli 1983; Motif-motif Seni dan Wilayahnya, Ngurah Parsua, Berita Buana 9 Agustus 1983; Renungan Sesudah Lebaran, Abdul Hadi WM, Berita Buana 19 Juli 1983; Soal Pemanggungan Puisi, Ook Nugroho, Berita Buana 23 Agustus 1983. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(10)
Jejak: Karya sastra Sekali Jadi, Tarman Effendi tarsyad, Berita Buana 9 September 1989; Kreatifitas Seni, Subyektivisme dan Obyektivisme, Sanento Yuliman, Berita Buana % September 1989; "Doa Kesetiaan" Ahmadun Yeha Kehendak Untuk Mengandung Tuhan, tarman Effendi Tarsyad, Berita buana 12 September 1989; Pendekatan Strategis Memasarkan Sastra, Shafwan Hadi Umry, Berita Buana 12 September 1989; Sastra dan kebenaran, Isbedy Stiawan Z S, Berita Buana 5 September 1989; Sastrawan Sebagai Arsitek Bangsa , Hidayat S, Berita Buana 2 Agustus 1989; Tergantung Pada Sang Penyair, Naim E Prahana, Berita Buana 12 September 1989; Mengapa Orang Membaca Puisi, Herman KS, Berita Buana 9 Agustus 1983; Relevansi Karya sastra Terhadap Peristiwa Sejarah, Herry Mardianto Kokusakons, Berita Buana 20 September 1983; Kegagalan Karena ketidakjelasan, Saini KM , Pikiran Rakyat 5 Juni 1984. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Rabu, 24 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(9)
Jejak: Membangkitkan Minat baca masyarakat, Mudjiono PS, Pelita 15 Maret 1989; Nabi Muhammad dalam Puisi, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana 21 Pebruari 1989; Esoterisisme Dalam Sastra, Isbedy Stiawan Z S, Berita Buana 28 Maret 1989; Buku Puisi dan Masyarakat Puisi , Lucianus Bambang Suryanto, Berita Buana 28 Maret 1989; Mencari Masa Depan sastra Indonesia, Beni Setia, Pikiran rakyat, 17 Januari 1989; Jika Sastra Berbicara Tentang Guru, Suyanto, Berita Buana 21 Maret 1989; Kritik sastra Tetap Punya Masalah, Putu Arya Tirtawirya, Bali Post 26 Februari 1989; Kontribusi Sajak Ikbal Bagi Kebudayaan Islam, Zaenuddin HM, Pelita 25 maret 1989; Menangkal Deislamisasi Kebudayaan, Ahmadun Yeha, Pelita 25 Maret 1989. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(8)
Jejak: Rubaiyat Omar Khayam, Renungan Untuk Manusia, Tarman Effendi Tarsyad, Pelita 28 Oktober 1987; Penyair Berbakat Dini Tapi Tidak Produktif & Tanpa Buku, Linus Suryadi AG, Nusa Tenggara 6 Januatri 1989; Suwuk Awang Awung, Renungan Sufistik Kuntowijoyo, Harta Pinem, Berita Buana 7 Pebruari 1989; Khomeni Bangkitkan Api Refolusi Iran, Nirwan Lesmana, Pikiran rakyat 25 Februari 1989; Mengenang Kriapur, Puji Santoso, Berita Buana 14 Februari 1989; Mengalirlah sajak-sajak Ahmad Syubanuddin Alwi , Subagio Madhari, Pikiran Rakyat Edisi Minggu III Februari 1989; Setiap Karya Sastra Mempunyai Tempat Tersendiri, Redi Panuju, Pikiran rakyat 22 Februari1988; Kesusastraan dan Gambaran Nabi Muhammad, Abdul Hadi WM , Berita Buana 21 Maret 1989 (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(7)
Jejak : Membangun Kebudayaan dalam Tautan Kesatuan, Yus Rusyana, Pikiran rakyat 5 januari 1988; sajak Dan Drama Kerapkali Lolos dari Pembicaraan, Enes Sobari, Pikiran Rakyat 4 Agustu 1987; Nyanyian Akhir Tahun-nya Nurdin, Siapakan Nama Kanti dalam sajaknya, Nana Mulyana, Pikiran Rakyat 1 Desember 1988; Rendra di Balik Toppeng Oidipus, Abdullah Mustappa, Pikiran rakyat 4 Agustus 1987; Sisa-sisa bahasa Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri; Peliota 28 Oktober 1987; Percakapan Dengan Putu Wijaya , rasa Malu Harus Dipertumbuhkan, Egy Massadiah, Kompas 25 Oktober 1988 (Rg Bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(6)
Jejak: Pertentangan Antara Subjektivisme dan Objektivisme, Sumarsono, Pikiran rakyat 13 Desember 1988; Catatan Untuk Wawan Hamzah Arfan, Ahmad Syubbanuddin Alwi, Pikiran Rakyat edisi Cirebon 1 Desember 1988; Beckett CS dan Teater Absur, Gerson Poyk Fanny Jonathans, Berita Buana 21 Februari 1989; Bukan Penyair Soliter Tetapi Penyair Solider (II) , Linus Suryadi AG, Nusa Tenggara 9 Desember 1988; Gejolak Karya Sastra dalam Kehidupan, IB Putra Tanaya, Nusa tenggara 9 Desember 1988; Penyair Alat Hidup dari sang Hidup, I Wayan Arthawa, Nusa Tenggara 9 Desember 1988; Perlu Kebijaksanaan Dalam Kebudayaan, Yani, Surat kabar 2 Juni 1987; Gerak Bunyi dan Suara Jadi Puisi Pentas, yakob Sumardjo, Pikiran rakyat 2 Desember 1988; Mirah dari Banda Novel Karya Rambe, Kakob Sumardjo, Pikiran rakyat 4 Agustus 1987; Kebijaksanaan Kebahasaan Nasional, Wahyu Wibisana, Pikiran rakyat 20 Desember 1988.(Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(5)
Jejak: Novel Sejarah Memotret Dunia Silam, A. Edy Effendi, Berita Buana 20 Desember 1988; Etika Kebersihan Masyarakat Sunda, Jakob Sumardjo, Pikiran Rakyat 5 Januari 1988; Hubungan Seks dalam Novel Muchtar Lubis, Tarman Effendi Tarsyad; Sastrawan Sebagai Futuris, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana November 1988; Aktifis Sastra dan Kemerosotan Kritik sastra, Ahmad Nurullah, Berita Buana November 1988; Kebudayaan Tinggi dan Kebudayaan Massa , Jakob Sumardjo, Pikiran rakyat 2 Juni 1987; Mencari Paradigma "Indonesia" dalam Karya Sastra, Naim E Prahana, Minggu Merdeka 8 Januari 1989; Masa Teduh Dalam sastra, Tarman Effendi Tarsyad, Berita Buana 10 Januari 1989; Sastra Profetik, Najib Mahfuz dan Intifada, Abdul Hadi WM, Berita Buana 10 Januari 1989. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Selasa, 23 November 2021
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(4)
Jejak: Dari Aksi absolut Lekra Sampai Budaya Profetik, Hidayat S, Berita Buana 25 Oktober 1988; Hadiah Nobel Untuk Najib Mahmud, Abdul Hadi WM, Berita Buana 25 Oktober 1988; Pulangnya SI Anak Hilang, Idk Raka Kusuma, Berita Buana 8 Nogember 1988; Kritik Yang Bertanggung Jawab Kritik sastra Yang Bagaimana? , Wawan Hamzah Arfan, Pikiran rakyat Edisi 1988; Peristiowa Budaya Atau Fenomena Sosial, Sy Bahri Judin, Minggu Merdeka 20 Nofember 1988; Dari sastra Dukun Sampai Kecemasan, Nana Mulyana, NN Nofember 1988; Puisi Gambar Tentang Perjuangan wanita Aceh, Nana Mulyana dan Nurdin, Pikiran Rakyat Edisi Cirebon 1 Februari 1989; Subagio Sastrowardoyo Aku Tidak Bisa Menulis Lagi, I Wayan Arthawa, Nusra 6 Pebruari 1989; Mengakrabi Para Penyair Mufda Cirebon, Wawan Hamzah Arfan. Berondong rasa Gula, Subagio Madhari, NN Agustus 1988; Kreativitas Dalam Karya sastra , Dorethea Rosa Herliani, Nusra 6 Januari 1989; Apresiasi Penulis Muda :Pengarang Tak Lepas Dari Kepekaan Sosial, Wawan Hamzah Arfan. Metode Penulis "Pat Golipat" Redi Panuju, Minggu Merdeka 15 Januari 1989; Moderniasasi dan sastra Kita, Harta Pinem, Minggu Merdeka 15 januari 1989; Sososk dsastra Kita Kurus , Shafwan Hadi Umry, 20 Desember 1988 (Rg Bagus warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia(3)
Jejak : Suka Deka dengan Dokumentasi sastra, A Yasser S, Berita Buana 23 Agustus 1988; Sulit Mencari Donor Sastra, Satyagraha Hoerip, Jayakarta 29 September 1988; Aspek sosial Transendental Dimensi sastra religi, Abd. Achmadisasatra, Jayakarta 29 September 1988; Lahirnya Jeritan-jerita Penyair Kampus, Neta Spane, Minggu Merdeka 2 Oktober 1988; Mengarang Suatu Proses, Enthieh Mudakir Minggu Merdeka 2 Oktober 1988; Bahasa dalam Dua Segi, Idk Raka Kusuma, Berita Buana 4 Oktober 1988; Doa Bagi Penyair Indonesia , Ayid Suyitno Ps, Berita Buana 4 Oktober 1988; Lautan Jilbab Emha Ainun Najib , Sebuah Potrt Nasib Wanita Berjilbab, Kuswandi Kertarahardja, Berita Buana 4 Oktober 1988; Manifes Kebudayaan dan Kepengarangan di Indonesia , Abdul Hadi WM, Berita Buana 25 Oktonber 1988; Memotret Sufisme di Tangan Penyair Sebuah Retorika, Syaiful Irba Tanpaka, Berita Buana 25 Oktober 1988. (Rg Bagus Warsono, Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.(2)
Jejak : Menyambut Kecenderungan Baru, Idk Raka Kusuma, Berita Buana 16 Agustus 1988; Warna Lokal yang Kisruh, Wahyu Wibowo, Berita Buana 23 Agustus 1988; Berhala Orang-orang Jinahan, Umar Yunus, Berita Buana 30 Agustus 1988; Kreativitas Dalam Sastra, Rosa Widyawan RP; Puisi Ditengah kebudayaan , Lucianus Bambang Suryanto, Berita Buana 6 Septemberv 1988; Menjompokan Orang-orang Konvensional, Kuswandi Kertarahardja, Berita Buana 30 Agustus 1988; Nisbah Sufi dan Puisi, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana 13 September 1988; Dalam Seni Tak Ana Timur dan Barat, Percakapan dengan Pelukis Rusli, Redaksi Berita Buana 13 September 1988; Wawasan Estetik Puisi Indonesia Muasir, Iwan Nurdaya Djafar, Berita Buana 17 September 1988; Sejarah Singkat PDS HB jassin, Oyon Sofyan, Pelita 10 Agustus 1988.(Rg Bagus warsonon Jejak)
Jejak Esai Indonesia , Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
Jejak: Politik dalam sastra Indonesia, Andre Hardjana, Berita Buana 19 Juli 1988; Universalitas Sastra Islam, Ajamuddin Tifani, Berita Buana 26 Juli 1988; Dunia sastra Dunia Alternatif, Kuntowijoyo, Berita Buana 2 nAgustus 1988; Sufi dan Konsekuensi Sosial, Benia Setia, Berita Buana 12 Juli 1988; Tetang Sajak dan Kerinduannya, Syafruddin Noor, Pikiran Rakyat Edisi Cirebon Minggu III Agustus 1988; Menimba Makna Kepenyairan Chairil Anwar Hopplaa, Amirza Mahidin, Minggu Merdeka 7 Agustus 1988; Menulis Puisi Sebagai Ketrampilan Berbahasa, Nyoman Tusthi Eddy, Berita Buana 9 Agustus 1988; Masih Perlukah Pembedaan Roman dengan Novel, Aster Bili Bora, Berita Buana 9 Agustus 1988; Perlunya weawasan Budaya, Catatan Terbuka untuk Benni Setia , Remmy Novaris DM , Berta Buana 16 Agustus 1988. (rg Bagus warsono, jejak)
Jumat, 19 November 2021
Penyair Indonesia
1. Abdul Hadi WM
2. Abdul Wachid Bs
3. Acep Zamzam Noor
4. Agit Yogi Subandi
5. Agus R. Sarjono Full
6. Ahda Imran
7. Ahmad Faisal Imron
8. Ahmad Nurullah
9. Ahmadun Yosi Herfanda
10. Ajip Rosidi
11. Amir Hamzah
12. Aslan Abidin
13. Asrul Sani
14. Ari Pahala Hutabarat
15. Ayatrohaedi
16. B.Y. Tand
17. Beni Setia
18. Beno Siang Pamungkas
19. Binhad Nurrohmat
20. Budiman S. Hartojo
21. Chairil Anwar
22. Cecep Syamsul Hari
23. D Zawawi Imron
24. Darmanto Jatman
25. Dedy Tri Riyadi
26. Dina Oktaviani
27. Dorothea Rosa Herliany
28. Eka Budianta
29. Emha Ainun Nadjib
30. F. Rahardi
31. Frans Nadjira
32. Goenawan Mohamad
33. Gus TF
34. Hamid Jabbar
35. Hartojo Andangdjaja
36. Ibrahim Sattah
37. Idrus Tintin
38. Isbedy Stiawan ZS
39. Iswadi Pratama
40. Inggit Putria Marga
41. JE Tatengkeng
42. Jamal D. Rahman
43. Jimmy Maruli Alfian
44. JJ. Kusni
45. Joko Pinurbo
46. John Kuan
47. K.H. A. Mustofa Bisri
48. Korrie Layun Rampan
49. Kuntowijoyo
50. Kriapur
51. Leon Agusta
51. L. K. Ara
52. M Faizi
53. Malkan Junaidi
54. Mochtar Pabotinggi
55. Moh. Wan Anwar
56. Nirwan Dewanto
57. Nezar Patria
58. Ook Nugroho
59. Piek Ardijanto Soeprijadi
60. Radhar Panca Dahana
61. Ragil Suwarna Pragolapati
62. Ramadhan K.H.
63. Raudal Tanjung Banua
64. Rendra
65. Rida K Liamsi
66. Rivai Apin
67. Roestam Effendi
68. Saini K.M.
69. Sanoesi Pane
70. Sapardi Djoko Damono
71. Saut Situmorang
72. Sides Sudyarto D.S.
73. Sitok Srengenge
74. Sitor Situmorang
75. Slamet Sukirnanto
76. Soni Farid Maulana
77. Sosiawan Leak
78. Subagio Sastrowardojo
79. Suminto A. Sayuti
80. Sunlie Thomas Alexander
81. Sutan Takdir Alisjahbana
82. Sutardji Calzoum Bachri
83. Tan Lioe Ie
84. Taufik Ikram Jamil
85. Taufiq Ismail
86. Tia Setiadi
87. Timur Sinar Suprabana
88. Toety Herati Noerhadi
89. Toto St Radik
90. Toto Sudarto Bachtiar
91. Triyanto Triwikromo
92. Umbu Landu Paranggi
93. Upita Agustine
94. Warih Wisatsana
95. Wayan Jengki Sunarta
96. Wiji Thukul
97. Wing Kardjo
98. Yudhistira ANM Massardi
99. Zeffry Alkatiri
100. Zen Hae.(bdy/inilampung)
Kamis, 18 November 2021
Popularitas Penokohan Sastrawan Melekat dengan Produknya oleh Rg Bagus Warsono
Pengarang cerpen novel akan lebih mudah membuat puisi, sedangkan penyair yang mengarang novel menemukan hambatan pengembangan cerita. Beberapa novelis Cerpenis ditemukan juga ia mengarang puisi, sedang sedikit penyair mengarang novel. Rendra selain berkarya puisi ia mengarang banyak naskah drama, tetapi lebih populair sebagai penyair. Bagi penulis seangkatanku membuat cerpen adalah target honorarium, teman lain juga membuat cerpen seperti Herry Lamong, Naim Emel Prahana, Gunoto Saparie, Arifin Brandan, Isbedy ZS Stiawan, Wawan Hamzah Arfan, Wadie Maharief, Arief Joko Wicaksono, Nanang R Supriyatin, Endang Supriadi, Budhi Setyawan, Micky Hidayat, Jamal T. Suryanata, Bambang Widi Yogyakarta, Kurniawan Junaedhie dll. Mereka di masyarakat atau kalangan pembaca lebih dikenal sebagai penyair. Penyair lain justru lebih kokoh disebut sebagai Cerpenis yaitu Yanusa Nugroho, Beni Setia, dll. Agaknya rutinitas seorang Cerpenis atau penyair akan menokohkan diri melekat dengan produknya.
Sebagai seorang guru aku banyak ngobrol dengan guru bahasa di tingkat sekolah lanjutan pertama dan atas. Obrolan bahkan di beberapa guru di kota kecil yang saya kunjungi. Aku bertanya pada mereka, "Penyair siapa sajakah yang bapak ibu guru kenal setelah Angkatan '66?". Kebanyakan mereka menggeleng kepala, tahunya mereka Yang hafal adalah angkatan '66 seperti Taufiq Ismail, WS Rendra, Abdul Hadi WM, sedangkan sedikit sekali mereka bisa menyebut nama-nama sastrawan setelah angkatan' 66 atau pasca '66. Beberapa nama yang sering disebut tetap Nama-nama yang terkenal sekarang seperti Gunoto Saparie, Isbedy ZS Stiawan, Tajuddin Noor Ganie, Kusprihyanto Nanma.
Popularitas sastrawan di kalangan pendidikan juga didapat dari media massa yg mempopulairkan nama sastrawan masa kini terutama segi keunikan yang melekat dengan pribadi sastrawan itu. Beberapa tokoh sering disebut seperti Sitok Srengenge, Sosiawan Leak, Wiji Tukul, Saut Situmorang, dan menyusul Wayan Jengki Sunarta dan Tan Lioe Ie.
Kurangnya perbendaharaan nama sastrawan-sastrawan di kalangan pendidikan adalah semakin hilangnya pengajaran sastra di sekolah-sekolah. Kenyataan ini disebabkan karena guru yang diangkat jarang yang menyukai sastra. Sebagian lain dikarenakan kurikulum yang diterapkan di sekolah sedikit disisipi muatan sastra.
Selasa, 02 November 2021
Prinsip: Nulis,
Prinsip: Nulis, nulis saja yg bagus, tak perlu harus mengungguli orang lain. Sebab kita sama sama bersastra untuk Indonesia. Kelak nanti juga orang lain akan mengakui kita, mulai seorang, lebih atau semua.