Laman

Senin, 17 Desember 2018

Tentang Hutang



Bodoh jika bilang rakyat Indonesia sengsara, yang tidak bekerja saja bisa membeli pulsa, sesuatu yg bukan benda pangan.

Pada awalnya sd.1955 Indonesia tidak punya hutang! Si Bung mengajari kita unt berdikari, namun budaya dunia mengajak unt modern.

Start awal Indonesia itu kaya dan maju, hari pertama merdeka saja kita sudah punya ruas jalan Kerata Api puluhan ribu km.

Contoh Timor Leste merdeka 2002, kl mau berdikari ia tak punya hutang, tetapi ia ingin membangun, Maka hutang!

Sebab lain negara berhutang adalah budaya, contoh: Orang tidak memuji PNS bersepeda, tepai ketika pakai mobil, katanya sukses!

Teori terhindar dr hutang, itu gampang, tidak memaksa mengadakan yg kita tidak 'kuasa.

Negara2 yg sering berperang, anggaran pertahanannya lbh besar dr anggaran pangan nasional, biasanya negara itu berhutang.

Untuk tidak memiliki hutang, pertama melunasi hutang sampai lunas, lalu mau berdikari dan tidak hutang lagi.

Siapa pun presidennya negara pasti akan terus ngutang, karena negara masih membangun.

Jumat, 16 November 2018

Rabu, 31 Oktober 2018

ayokesekolah.com: Rg Bagus Warsono dalam Lambaian Pramugari (181 Pe...

ayokesekolah.com: Rg Bagus Warsono dalam Lambaian Pramugari (181 Pe...: Rg Bagus Warsono  Lambaian Pramugari (181 Penumpang Lion Air) tersenyum menutup pintu badan pesawat derai rambut dan dasi kecil ang...

Sabtu, 27 Oktober 2018

Rg Bagus Warsono Under the Poetry Poetry Roof

Rg Bagus Warsono

Under the Poetry Poetry Roof

And restless poets
running as the vehicle queue jammed
while carrying a crazy anthology book
intermittently the book is read
to just look away
who are not willing to see
who walks with his own ankles.
No more shame he shouted
in the rhythm of the contents of the poetry book
then he stood on the bridge
and people panic to see the poet commit suicide
Crazy!
frustrating!
Edan!
No, it's not like you thought you were crazy.
He is bored with everything
will be our Indonesia!
leave him under the roof with poetry,

(rg bagus warsono, 18-09-2-18)

Mbleketek Age Pancen

Mbleketek, of course, is not a thread. Maybe this nature requires it, not just 'what can be done, the proof is still swallowed up too. Some even danced like shrimp in shrimp porridge. Wanted, where is the shrimp meat in a pan, still not found. It turns out the seller said, the shrimp won't find it because the crust is crushed with chili sauce! Ah, maybe the seller of the porridge dodged. But when the cuminer expert tasted the dish, he said, there were shrimp in the shrimp.
He said, "Good bro, bro?" Certainly not for the miserable in this day and age, because the miserable time of the past is not too much. Strangely enough and blessed in this day and age said, "It's good for me to do it," isn't it strange?
Yes, already, I want to say so. The next day it was found someone who said that it was nice in the days of praying to buy a new car (the proof is also a lot, in the way the new car was used a lot), even though in the days when people were buying cars, the onthel pit wasn't bought. Lhoh? What kind of person is this? That is Indonesia.
The funny thing is that there are poets who can make big money because "being cumped with cangkeme wears a bundle of ewu, is blasphemed by their friends. Some say they are hypocrites, 'gembel babu,' carmuk, until they reach the nemoni. said it was because of his literary achievement. Ndasmu "kunyuk on karo I'm jebule. Let alone coca-cola, sliced ​​raw sweet potatoes are also scrambling. like a monkey in the Cirebon Plangon.
In the world of mblekethek scent is also seen. to the point that people forget critics and curators. But without being criticized also the poet can be famous. Doeloe to become famous for his work was hit by criticism and talked about by many people, now another. To become famous can be any way. Do you have a bus in the bus by reading poetry. Some say, "not yet entered jail means not yet known"! ha ha ha, hmm.
Now every city has a publisher, what is the book selling case is number two. Just say "best seller" even though only 10 copies were printed. Wow wak wah.
The current age of the past!
(Rg. Bagus Warsono, Literature living in Indramayu)

Kamis, 25 Oktober 2018

Laksana Cita-cita

Laksana Cita-cita

"Disawang ning mata ana prawatan.
Kang minangka dadi perbatesan.
Desa Celeng lohbener lah arane.
Mau Tinggalan zaman bengene.

Sangkuriang serayat pada tungguan.
Ning batesan iku desa Celeng .
Ning kono dau para kayangan .
Ning mata laksana cita-cita.

Mung saiki , sampean kudu ngerti.
Ana dalan wong ngetan marani kali
Ombake meng mana ombake meng mene,
ora apa-apa, ning mata laksana cita-cita. "

Kamis, 04 Oktober 2018

Sabtu, 22 September 2018

Menurut pendapatku,
antara politik dan cinta,
yang paling banyak menelan korban adalah cinta !
Kim Jong-un, mula dibenci dunia, kemudian sekarang dipuja. Itulah gambaran orang yg teguh pendirian.
Kenenangan itu biasanya berasal dari blunder para pendukung lawan.
Jika pilpres dan pileg dilaksanakan bersama, kesasar pilihan memiliki kemungkinan besar, yg ngutak-atik UU kena batunya sendiri.
Aku percaya generasi melenial lebih optimis menatap masa depan Indonesia, yg perlu diisi adalah nilai kejujuran dan budaya bangsa.
Kelak siapa pun presiden ke depan tdk akan berpengaruh bg kemajuan hidup diri dan keluarga, pabila UU tersedia & hukum ditegakan
Generasi melenial tdk akan bisa membandingkan era pemerintahan sekarang dng era sebelum2nya karena tdk merasakan. Jd yg tua maklum
Masyarakat termasuk penyair gembar-gembor menolak korupsi, tp diberi yg jujur maunya ganti, kan aneh?!
Aku tidak merasakan jelas zaman presiden Soekarno,tetapi sebagai pembaca sejarah yg baik, presiden saat inilah yang paling jujur.

Rabu, 19 September 2018

Pancen Zaman Mbleketek


Mbleketek memang, tentu bukan benang ruwed. Mungkin alam ini menghendaki demikian, tak semata 'apa boleh buat, buktinya tetep ditelan juga. Bahkan ada yang menari seperti udang dalam bubur-udang. Dicari kemana daging udang itu dalam panci bubur-udang, tetep tidak ketemu. Ternyata penjualnya bilang, udangnya tak akan ketemu karena udangnya digerus dengan sambal ! Ah, bisa-bisa saja penjual bubur-udang itu berkelit. Tetapi ketika ahli kuminer mencicipi masakan itu, katanya, ada udang dalam bubur-udang.
Katanya, " Enak jamanku ya Bro?". Tentu bukan untuk yang sengsara di zaman ini, sebab yang sengsara jaman doeloe juga bukan main banyaknya. Anehnya yang kecukupan dan berkah di zaman ini bilang "Enak jamanku doeloe", kan aneh?
Ya sudah, wong maunya ngomong begitu biarin. Esok harinya kedapatan orang yang bilang enak dijaman doeloe itu membeli mobil baru (buktinya juga banyak, di jalan mobil baru banyak dipakai) , padahal di zaman doeloe boro-boro orang beli mobil, pit onthel saja gak kebeli. Lhoh? Macam mana pula ini orang?. Itulah Indonesia.
Lucunya lagi ada penyair yang dapat duit besar karena "disumpel cangkeme pakai segepok atusan ewu, dihujat teman-temannya. ada yang bilang munafik, 'gembel babu, 'carmuk, sampai kethek nemoni mulud. Suatu saat giliran dirinya dipanggil untuk disumpel bacotnya. Kemudian dia bilang katanya ini karena prestasi karya sastranya. Ndasmu "kunyuk pada karo aku jebule. Jangankan coca-cola, ubi mentah diiris-iris juga rebutan. seperti monyet di Plangon Cirebon.
Di dunia kepenyairan mblekethek juga terlihat. sampai-sampai orang lupa kritikus dan kurator. Tetapi tanpa dikritik juga penyairnya bisa terkenal. Doeloe untuk menjadi terkenal karyanya dihantam kritik dan dibicarakan banyak orang, sekarang lain. Untuk menjadi terkenal boleh dengan cara apa saja. Doeloe ada yang ngamen di mobil bus dengan baca puisi. Ada yang bilang, "belum masuk bui berarti belum terkenal"! ha ha ha ia sih.
Sekarang setiap kota punya penerbit, perkara buku laku apa tidak itu nomor dua. Bilang saja "best seller" padahal nyetaknyua cuma 10 eksemplar. Wah wak wah.
Pancen zaman blekethek sekarang ini!
(Rg. Bagus Warsono, Sastrawan tinggal di Indramayu)




Jumat, 20 April 2018

Menjadikan Lumbung Tempat Rekreasi Baca Pecinta Sastra Indonesia.

Lumbung Puisi pertama kali terus dipancarkan ke seluruh penjuru Tanah Air dengan kemampuan sahabat pengisi lumbung dari berbagai daerah di Indonesia. Kesannya sangat kecuil untuk promosi diri lumbung puisi. Bahkan informasinya pun kadang tenggelam karene memang kami tidak pernah menampilkan pengumuman di tag grup atau laman lain atau web lain sejenis. Lumbung yang kecil ini ternyata dilihat pula oleh orang-orang tekenal di dunia sastra termasuk penyair-penyair terkenal, serta pemerhati sastra Indonesia.
Kami tak hendak membuat lumbung ini besar karena kalau lumbung ini besar tiang penyangganya pun harus besar. Kecil saja asal terpancar. Sedapatnya kami memberi sentuhan-sentuhan tentang Lumbung Puisi di beberapa buku lain dengan menyinggung tenatng lumbung puisi Indonesia. Hasilnya ternyata luar biasa orang ingin melihat apa sih lumbung puisi?
Tentu saja pancaran lumbung puisi adalah produk. Tema yang menggelitik juga belum tentu diselidik, Sedang tema bagus belum tentu bagus direspon bahkan bisa jadi tergerus tema dan kegiatan sastra yang banyak di Indonesia. Namun sesuatu yang indah adalah tempat dimana orang ingin berrekreasi menikmati keindahan itu. dan Lumbung Puisi berusaha sebagai tempat rekreasi keindahan Sastra Indonesia tidak saja bagi kalangan pecinta sastra tetapi juga bagi seluruh manusia bumi ini. (Rg Bagus Warsono)

Senin, 09 April 2018

Kewajiban Pemerintah Memberi Layanan Literasi

Pertubuhan penulis semakin pesat, gairah sastra Indonesia makin besar. Komunitas tumbuh dimana-mana. Kenyataannya hanya menunggu waktu disaat masih sekolah, masih menjadi mahasiswa dan masih belum bekerja, setelah itu komunitas menjadi kenangan dan reuni sewaktu-waktu. Itu masih bagus, karena mengisi waktunya dengan yg bermanfaat. Pemerntah harus melihat hal seperti ini.
Jika mungkin sastra dan kegiatannya berpengguna semakin besar maka menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat memberi layanan dan dukungan, sebab sastra juga bagian dari turut mencerdaskan kehidupan bangsa yg merupakan amanat undang-undang.
Kenapa aku berfikir spt ini. Produk berkenaan dengan subjek dan objek sasaran. Pemerintah menggalakan literasi tapi hanya gembar-gembornya saja. Tanpa bukti ril yang nyata dan berdampak bagi suksesnya program literasi itu. Katanya Indonesia mau kerja, mau hebat, mau maju mau menyambut era kemajuan teknologi, tapi sangat minim dan bahkan tak ada hal yang menyentuh masyarakat. Mari ajak bicara pelaku-pelaku literasi di Indonesia, sastrawan/penulis, penyair diantaranya.
Pertubuhan penulis semakin pesat, gairah sastra Indonesia makin besar. Komunitas tumbuh dimana-mana. Kenyataannya hanya menunggu waktu disaat masih sekolah, masih menjadi mahasiswa dan masih belum bekerja, setelah itu komunitas menjadi kenangan dan reuni sewaktu-waktu. Itu masih bagus, karena mengisi waktunya dengan yg bermanfaat. Pemerntah harus melihat hal seperti ini. Jika mungkin sastra dan kegiatannya berpengguna semakin besar maka menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat memberi layanan dan dukungan, sebab sastra juga bagian dari turut mencerdaskan kehidupan bangsa yg merupakan amanat undang-undang.
Satu kekeliruan dari pelaku sastra kita adalah bertindak klasik. Spt puisi dan manfaatnya. Orang mengira hanya untuk dibaca dan dan menggairahkan cipta atau baca puisi dan pamer-pamer. Ini jelas tertinggal manakala literasi di berbagai negara digalakan. Bahasa dengan sastra adalah bagian dari kehidupan. Jika tak mempan dengan peraturan denda misalnya pada tatatertib lalu lintas, cobalah dengan sentuhan sastra, akan lebih bersahabat dan menyentuh.

Sabtu, 07 April 2018

Ibu Indonesia

Ibu Indonesia

Karya Rg Bagus Warsono

Ada yang gendut ada yang lencir
ada yang ayu ada yang kemayu
ada yang tregep, gesit, dan ada yang gemulai
ada yang mesem ada yang mrengut
ada yang sehat ada yang ngreges
ada yang jorok ada yang rapih
ada yang agresif sex ada yang malu-malu kucing
ada yang mabur-mabur ada yang di rumah saja
ada yang kaya raya ada yang nestapa
ada yang bahagia ada yang nelangsa
ada yang sombong ada yang sabar
Ibu yang sabar ibu Indonesia

(rg bagus warsono, 6 April 2017)

Sabtu, 31 Maret 2018

Penyair Perlu Kuasai Teknologi Informasi

Perlunya orang-orang pelaku sastra yang arif dan bijak dalam menyebarluaskan sastra ke depan dalam kemajuan teknologi yang setiap saat berkembang perlu untuk ditanamkan dari mulaisekarang. Sastra kedepan tidak sesederhana yang kita bayangkan. kasus-kasus pemberitaan hoax serta informasi keliru akan dapat ditelan bulat-bulat olehj pembaca media net. Siapa yang menguasai teknologi informasi akan berkuasa pula dalam dunia sastra. Mari kepada pelaku sastra yang budiman untuk dapat membaca perunahan-perubahan berkenaan kemajuan teknologi.
Demikian sastrawan harus menguasai teknologi informasi. Buku sastra apa saja kedepan akan bisa dibaca melalui internet, termasuk tayangan e book, resensi , ulasan, bahkan sampai cover dan kegiatan berkenaan dengan buku tsb serta apa dan siapa pengarangnya. Jika tidak, maka bisa hadi tampilan karya sastra dikuasi oleh mereka yang menggunakan hak-hak serta sastra untuk kepentingan lain.
Kemajuan teknologi informasi pun memungkinkan untuk tertinggalnya karya-karya dari pengarang tradisional dan yang sudah sepuh-sepuh yang terlambat atau tertinggal dalam hal penguasaan teknik informasi. Oleh karena itu bagi pelaku sastra untuk dapat terus meningkatkan pengetahuan serta penguasaan teknik informasi dan internet dengan tidak hanya menjadi pemakai ataui penikmat, tetapi juga sebagai pelaku dalam hal informasi itu.
Kedepan apresiasi pun akan lebih demokratis. Kemajuan teknologi informasi akan memberikan gambaran mana sastra yang disukai termasuk pengaragnya, mana yang bagus, foforiete atau mana yang karya agung. Demokratis itu didapat karena apresiasi langsung dari membaca melalui media elektronik yang semakin maju itu. Kelak orang akan dapat membedakan akan klik like (suka) karena karya yang dibacanya itu bagus atau hanya karena kadung nongol atas dasar tak sengaja terbaca. Penulis atau sastrawan yang bagus akan divonis langsung oleh masyarakat pembaca, dan sebaliknya yang sama sekali kurang indah atau tidak bermanfaat akan dengan sendirinya ditinggalkan, meskipun merasa namanya terkenal atau sudah tenar.

Kopi Luak

Ini cerita Embahku:

Kopi musang atau kopi luak adalah biji kopi yang didapat dari tahi (kotoran) binatang musang (luak (jawa)). Sebetulnya kopi ini jelas kurang mutunya karena sari sari kopi itu telah diambil dalam perut musang. Meskipun hanya sehari atau dua hari dalam perut musang tetap biji kopi itu diambil oleh musang dalam pencernaannya. Karena bijinya kuat maka tidak hancur dan ketika musang itu mengeluarkan kotoran, biji biji itu bersatu dengan kotoran musang yang juga meringkil kecil-kecil jika musang itu dalam kondisi sehat.
Jaman doeloe oleh petugas perkebunan para buruh tidak boleh mengambil biji kopi apalagi beralasan kopi yang jatuh sendiri dari pohonnya. Namun banyak juga pegawai atau buruh perkebunan yang sengaja mendapatkan kopi dari perkebunan dengan mengatakan kopi musang atau kopi bekas tahi musang agar tidak ditangkap petugas perkebunan. Padahal musang di perkebunan pun bukan merupakan hama yang menyerang perkebunan seperti tikus, karena perkembangbiakan musang itu tidak masal seperti tikus atau hewan lainnya . salam . (rg bagus warsono)

Sabtu, 24 Februari 2018

Lumbung Puisi dan Sejarah Mataram

Lumbung Puisi dan Sejarah Mataram

Kenapa Lumbung Puisi di Indramayu? Seperti juga prajurit-prajurit Mataram yang tak berani pulang ke Metaram. Indramayu juga milik Mataram. Karena itu dari pada pulang dengan ketakutan hukuman karena kalah perang, atau karena Sultan tidak tahu medan perang. Lebih baik di Indramayu memelihara lumbung-lumbung padi dan bercocok tanam di Indramayu.
Rd. Aria Wiralodra putra Kepala Perdikan daerah Kedu Bagelen adalah utusan dan mandat langsung Sultan Agung Mataram untuk membabad alas muara Cimanuk dan sekitarnya sebagai daerah bawahan Mataram sekaligus pada saat Penyerangan Batavia daerah ini dijadikan Lumbung Padi.
Jadi Lumbung Puisi layak dan memiliki nilai sajarah berkaitan dengan sejarah Mataram. Kenapa? Karena Lumbung Puisi juga sebaian ikut menjadi nafas sejarah sastra Mataram (Indonesia pada saat itu) dimana kebudayaan Mataram dibawa ke daerah indramayu yang sampai saat ini masih digunakan. Seperti acara-acara adat Sedekah Bumi, Nadran, Mapag Sri dll.
Kok Lumbung Puisi dengan penyerbuan Mataram ke Batavia terkait. Ya jelas karena Lumbung puisi diinspirasi oleh Lumbung di daerah ini. (rg bagus warsono)

Inilah Penyair Jawa Barat Angkatan 2000

Inilah Penyair Jawa Barat Angkatan 2000
Kis WS, Olla S Sumarnaputra, Tini Kartini, Hasan wahyu Atmakusumah, Sayudi, Yus Rusamsi, Surachman RM, Ajip Rosidi, Kusnaedi (Edi) Prawirasumantri, Wahyu Wibisana, Eddy Tarmidi, Apip Mustopa, Ayatrohaedi, Karna Yudibrata, Habibum Wangsaatmaja, Odji Setiadji AR, Tiarsa R, Rachmat M, sas. Karana, Sayudin Natadisastra, Agus Sur, ESon Sumardi Abdullah Mustafa, Kartadibrata, Yous Hamdan, Beni Setia, Yoseph Iskandar, Iyas Heriyana, Hadi AKS, Dadan Bahtera, Dedy Widyagiri, Etti RS, Usep Romli HM, Nita Widiati Efsa, Us Tiarsa R, Acep Zamzam Noor, Godi Suwarna, Abddullah Mustofa, Eddy D Iskandar, Juniarso Ridwan , Gody Suwarna, Rosyid E Abby, Ade Kosmaya, Tatang Sumarsono, Taufik Fathurachman, Soni Farid Maulana,

Duit Receh

Duit Receh

Wis ora payu
aluk dilebur dadi panci
Percuma negara nggawe duit receh
gedhe ongkose laka regane
duit receh akeh dibuang kali
wong ngemis wis orang nglirik
tukang parkir isin nrimane
susukan tuku nganggo pura-pura susuk
duit receh mung nggago kerokan wong lara masuk angin
nyai-nyai mumet
esih apik blendong
negara wis ora diregani
duite wis ora dianggep
kaya zaman londo bubaran
blendong bolong tengahe
digawe dangdang.
Saiki duit receh sing digawe alumunium
larang bahane karo rega duite.
(rg bagus warsono 18-02-2018)

Karya tulis itu semakin berani seperti Revolusi Celana Dalam

Tahun 60-an Taufiq Ismail sudah mulai membuka lutut. Cukup berani juga bagian yang slalu 'tekak-tekuk pada tubuh manusia itu mulai dubuka. Taufiq Ismail ada rasa takutnya sehingga celana yang ditampilkan hanya untuk dirumah dan pada bagian atas lutut itu ada kolor pengikat sehingga pahanya yang mulus tak tampak. Namun cukup berarti bagi revolusi 'celana dalam.

Tahun 70-an WS Rendra sudah mulai membuka paha. Bagian rang merangsang itu bisa membuat orang bergejolak. Rendra berani sampai memperlihatkan paha putih mulus itu. Semakin membuat publik memahami bagian dalam, ternyata paha mulus itu membuat orang semakin penasaran !

Nah itu yang tahun 1980-2010 itu angkatan penyair-penyair terkini. Soal 'paha gak jadi masalah, bahkan sampai pada bagian-bagian penting pun perlu ditulis.

Tentang klik 'suka

Tentang klik 'suka

Klik "suka" atas status sastra (puisi) itu macam-macam arti. Dan Anda faham akan hal ini. Bersahabat itu diantaranya saling menghormati dan menghargai. Bersusah payah sahabat membuat puisi dan ditampilkan. Tentu membutuhkan apresiasi teman. Harapannya adalah dibaca sahabatnya.
Apresiasi sahabat ternyata juga berhubungan dengan jari, bagaimana telunjuk yang sudah latah memencet lambang jempol itu terus mengklik semua status. Akhirnya apresiasi hanya sekilas. Siapa penulisnya, sahabat ataukah belum dikenal. Tulisan yang bagus atau asal-asalan. Yang penting terus beri 'jempol !
Demikian pengguna facebook (fb) itu. Seperti ulat, makanan segar atau busuk sama saja. Mengapa karena orang Indonesia itu sebetulnya lega hatinya. Banyak maklum dan penuh toleransi. Mungkin ini tinggalan budaya timur kita doeloe yang masih melekat.
Ternyata kebiasaan klik 'suka digunakan pada semua pengguna fb dari semua pecinta sastra Indonesia. Sebuah gambaran bahwa di sastra tempat keindahan terjadi. Namun terkadang kita hanyut dalam tujuan masing-masing. Klik 'suka menjadi penuh arti. Manakala statusnya ditag menyapa sahabat atau teman. Mesin fb akan mengunjungi teman yang disapa itu. Jadilah apa terjadi merasa dihargai atau sebaliknya merasa membosankan.
Klik 'suka akhirnya hanya senyum artinya.

Bincang-Bincang Syair dan Penyair

Dunia sastrawan sangat menarik untuk disimak sebagai bagian dari masyarakat kita dengan kekhususannya tersendiri yang juga beraneka warna kesan dan keadaan. Sebuah heteronomia diblantika sastra Indonesia. Yang menarik untuk dipelajari.
Buku ini sedikit memberikan gambaran aktifitas sastra di masa setelah apa yang disebut Angkatan 66 sebagai bahan kajian kita semua terlebih bagi generasi muda yang menginginkan melihat perkembangan sastra dewasa ini.
Berisi seluk beluk sastra dan kegiatannya masa kini untuk dapat dipelajari bersama.
Bincang-Bincang Syair dan Penyair
Penulis : Rg Bagus Warsono Editor : Isa Desain : Edi
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini ke dalam bentuk apa pun, secara elektronis maupun mekanis, tanpa izin tertulis dari penerbit atau penulis. All Rights Reserved
Diterbitkan oleh: Penebar Media Pustaka Alamat : Jl. Samas km 1, Palbapang, Bantul, Bantul, Yogyakarta, 55713. Hp. : 082327654950 E-mail : penebarcom@gmail.com
Katalog Dalam Terbitan (KDT) Rg Bagus Warsono, Bincang-Bincang Syair dan Penyair; Editor: Isa—Cetakan 1—Yogyakarta: Penebar Media Pustaka, 2018 144 hlm; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-5414-66-4

Selasa, 13 Februari 2018

Jejak Langkah Rg Bagus Warsono Terkini

Ratusan nama penyair disinggung dalam buku karyaku berjudul "Diantara Ribuan Batu Akik Berserakan di Pengunungan Indonesia Terdapat Pualam Manikam Gemerlap" Buku setebal 250 halaman ini akan menjadi cacatan abadi kapanpun selama Indonesia ada. Mereka telah menggoreskan penanya dengan cantik untuk negrinya di masa depan. Pastikan namamu disinggung dalam buku ini. Ia akan menjadi rujukan sepanjang sastra khusus puisi itu dicintai masyarakat Indonesia. Sebuah perjalanan kepenulisan dalam kurun sepuluh tahun terakhir sahabatmu Rg Bagus Warsono. Aku tidak mengkritik tetapi memberi sorotan terhadap puisi-puisi Indonesia. Sebab tidak dibayar oleh siapapun dalam hal kritik sastra atau meminta dibayar, atau mengharapkan sesuatu pengakuan, dan atau untuk supaya terus ditemani. Karena menulis itu kemerdekaan, ya kemerdekaan seperti dalam buku 'Sorotan Puisi Indonesia' yang mencatat puisi-puisi spetakuler, puisi hetrick, tendangan yang memukau, atau menyebabkan orang bergerak urat-uratnya. Buku ini sebelum ditawarkan penerbit terus dibenahi dalam editing pribadi. Kelah buku dengan 100 sorotan hebat ini akan menjadi teman Anda. Dari sahabatmu Rg Bagus warsono, Anda diajak berwisata membaca dengan ekspresi rupa-rupa : Geram, Gereget, Panik, Trenyuh, Tresna , Rindu, Membenci dan juga Gelak Tawa Terbahak-bahak. ! Jika Anda mau puisimu hadir dalam buku ini hadirkan yang terbaik . Di buku yang lain yang tengah dipersiapkan 'Geliat Penyair Indonesia' membuktikan berbagai aktifitas sastra di berbagai tempat dengan suguhan berbagai tema artikel yang hangat-hangat kuku. Individu dan komunitas penyair dengan gayanya serta corak dan ragamnya memperkaya khasanah sastra Indonesia. Mereka bukan siapa-siapa tetapi para sahabat penyair yang diaharapkan menjadi sastrawan Indonesia abadi dengan kreatifitas nyata. Geliat Penyair Indonesia dengan 160 halaman menyinggung seluruh komunitas sastra di Indonesia dalam kaca mata penulis sahabatmu Rg Bagus Warsono

Ada Ac Pendingin dalam dada

Ada yang berkecamuk dalam dada setiap insan dan ada AC pendingin untuk meredam. Keduanya bermanfaat. Namun tidak slalu keduanya bermanfaat bagi diri yang punya dada itu. Beda sekali dengan Jend. Soedirman dia menyimpan rasa berkecamuknya dengan AC pendingin tadi. Kesabarannyalah yang ia gunakan utuk berkecamuknya perasaan untuk menuju cita-citanya. Lain hanya dengan Chaerul Saleh pemuda yang bergelora untuk segera memerdekakan Indonesia sehingga ia menculik pemimpin besar Soekarno-Hatta. Apa yang berkecamuk dalam dadanya segera ia implementasikan, apa pun resikonya. Agaknya keduanya itu (rasa berkecamuk dan kesabaran) sama-sama memiliki nilai plus dan minus. Jadi perlu saringan utuk keduanya itu. AC pendingin dalam dada kita bisa menjadi alat kontrol rasa berkecamuk itu, dan Rasa berkecamuk dapat menjadi pemacu untuk berani mencoba, berbuat. dan nyata.

Kamis, 01 Februari 2018

Tentang Mencipta Puisi,

Sarapan Pagi

Tentang Mencipta Puisi,

Kini mencipta puisi diantara jutaan manusia mencipta puisi. Anda jangan berfikir terlalu banyak orang mencipta puisi. Bisa-bisa puisi yang dicipta seperti daun daun-daun jati kering yang terbang di bawah pohon jati lain, di lahan lain, di hutan lain, dan terbakar hangus atau menjadi humus penyubur tanaman.

Sebetulnya apa pun bentuknya slalu ada manfaat. Hanya kita tidak atau belum menemukan cara, bagaimana agar apa yang kita buat itu bermanfaat.

Kadang berfikir bagaimana menjadi puisi pilihan yang dipilih dan dapat dibaca masyarakat? diantara jutaan-puisi itu. Agaknya disini membutuhkan kreatifitas untuk membidik sasaran pembaca.

Namun juga itu semua tergantung bagaimana si pencipta bertujuan dalam mencipta puisi itu. Hal yang lumrah apabila ada sebab akibat. Tentu yang diharapkan adalah karya itu dapat menuai apresiasi dari pembaca. Namun banyak orang mencipta puisi itu keliru dengan mengharap popularitas dan balasan jasa atau benda dari apa yang diperbuat itu. Kekeliruan ini patut dikikis sebab puisi kini menjadi bagian dari kehidupan yang tak lepas dari rasa seni. Sebab bukan penyair saja yang mencipta puisi, bahkan sejak doeloe, orang yang bukan berstatus peyair pun kini telah banyak mencipta puisi. Untuk apa? ya , untuk menoreh sedikit kalimat dalam kehidupannya.
(rg bagus warsono, 31-01-18)

Kau akan disegani bila terus menulis.

(Mari Belajar Idealis)
Tentang Kekuatan Penyair:
Kekuatan penyair itu pada tulisan (karyanya) jadi tetaplah terus menulis, sebab kau akan disegani bila terus menulis. Tulisan yang berbeda dengan hari kemarin dan tulisan yang lebih bermutu dari hari kemarin.

Pemberitaan sastra menggunakan azas pemberitaan

(Mari Belajar Idealis)
Apa salahnya pemberitaan sastra menggunakan azas pemberitaan yang baik , yakni :
Asas 5 W + 1 H yang bertujuan untuk memenuhi kelengkapan berita. Asas ini terdiri dari WHAT (apa yang terjadi), WHO (siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut), WHY (mengapa terjadi), WHEN (kapan terjadinya), WHERE (di mana terjadinya), dan HOW (bagaimana cara terjadinya).

Bagaimana kearifan sejarahwan kita.

(Mari Belajar Idealis)
Tentang Sebutan Angkatan dll.
Ini sebetulnya bagaimana kearifan sejarahwan kita.
Keberpihakan sejarahwan terhadap golongan atau miring/condong kemana keberpihakan itu akan membuat sejarah menjadi tidak lurus lagi.

bukan ngelink sana ngelink sini atau atau ada di sana ada di sini.

(Mari Belajar Idealis)
Tentang pembenaran Siapa Penyair:
Prasasti = ada lembar karyanya
Diiyakan = ada lebih dari seorang ahli yang menyaksikan mengiyakan
Jaminan = ada yang bertanggung-jawab lembaga penerbitan diakui negara
Kesaksian = ada kritikus, kurator, pengantar buku, wartawan dan penulis bukti ilmiah lain yang dipublikasikan.

Jadi bukan ngelink sana ngelink sini atau atau ada di sana ada di sini.

Penyair terlahir dari pengakuan pembaca bahwa karyanya

(Mari Belajar Idealis)
Ada penyair tanpa karya buku , dia bilang penyair yang dikutuk Tuhan.
Ada penyair berkarya buku, dia bilang penyair yang dilahirkan sebagai penyair.
Anggapan itu semua keliru, sebab penyair terlahir dari pengakuan pembaca bahwa karyanya bersastra.

Pembaca yg membelamu sbg Sastrawan.

(Mari Belajar Idealis)

Ketika karyamu bagus terbaca publik
Pembaca yg membelamu sbg Sastrawan.
Jd jng takut tdk diakui !

Rabu, 31 Januari 2018

lebih baik bekerja untuk diri sendiri

Seperti jg kau, maka lebih baik bekerja untuk diri sendiri di milik sendiri daripada bekerja unt orang lain, krn begitulah penyair

aku mempelajarinya sampai cara nambal kertas yg bolong terkena kutu dan rapet kembal

Hal mengenai buku meski bukan pustakawan, aku mempelajarinya sampai cara nambal kertas yg bolong terkena kutu dan rapet kembali.

Seandainya HB Jassin masih hidup, maka tak akan mau lembaganya diserahkan pada pemerintah.

Pada Mei 2006, pusat dokumentasi HB Jassin ini mempunyai koleksi sebanyak 48.876 dalam bentuk buku-buku fiksi, non-fiksi, naskah drama, biografi dan foto-foto pengarang.Koleksi ini belum digarap sistem penyimampanan nya dan aplikasi penunjukan dimana (lemari/rak/etalase)setiap buku disimpan.
Untuk pembenahan PDS HB Jassin th 2006 saja dibutuhkan 3 M, mungkin sekarang untuk penanganan lembaga itu diperlukan 30 M
Satu pesanku siapa pun Kepala UPT lembaga itu adalah bahwa berapa pun besarnya pendanaan untuk pembenahan adalah bagaimana menghargai arsip2 dan dokumen lembaga itu agar tetap aman.
Perpustakaan modern perlu memvisualkan setiap buku koleksinya terutama yg sangat berharga agar buku atau arsip penting itu tidak rusak.
Perpustakaan dengan koleksi berharga modern, pengunjung tidak memegang buku yg baca, tetapi tinggal melihat di tayangan slide setelah memilih bukunya.

Pikirkan lagi jika mau bersamaku

Pikirkan lagi jika mau bersamaku

tak ada target dalam berkreativitas, aku hanya mengisi hidup agar tidak percuma

aku akan menjajakan daganganku di tempat yang jarang dilewati orang sampai laku, dan pembeli pertamaku itu adalah orang yang tidak sekadar membeli karena kasihan padaku.

aku akan membuat ‘rumahku yang sederhana , dan tak ada ‘kamar untuk memisah ruang karena rumahku rumahmu juga

Lalu pembaca mecarimu di hutan penyair, karena tulisamu yang yentrik menggigit, kutemukan dirimu di sampul belakang dalam. Kau terseyum menertawai pembaca , “kenapa sudi membaca tulisahku yang norak” katanya. Sebetar kemudian buku itu pandang lalu dibuang dan diambil kembali.

Aku dan kamu berada di Penyair Pinggiran berarti ada dipinggir, dipinggir api belum terbakar, dipinggir sumur belum kecemplug, dipinggir laut berarti sudah kecipratan air, dipinggir hutan berarti sudah mejual kayu, dipinggir istana berarti macari putri/pangeran istana, dan dipinggir gedung dewan berarti sedang mejual kretek

pikirkan lagi jika mau bersamaku, aku takut masa depanmu yang cemerlang menjadi tak beruntung seperti diriku (rg bagus warsono)