Laman

Selasa, 21 November 2017

Bahasa Indonesia Itu


Penguasaan perbendaharaan kata bhs Indonesia yg kaya dan olah tata bahasa dalam pemberitaan memerlukan pemahaman tinggi pembaca terhadap bhs Indonesia.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Penguasaan wartawan terhadap perbendaharaan kata bhs Indonesia dan tata bahasa Indonesia digunakan wartawan sebagai alat bagi wartawan non independen

Anak-anak memerlukan bimbingan dalam membaca pemberitaan, karena kata dalam bhs Indonesia memiliki padanan kata yang banyak sehingga memiliki ambigu

Keliru pemahaman pemberitaan media oleh pembaca juga dialami oleh pembaca dewasa manakala pemahaman terhadap bhs Indonesia rendah.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Selasa, 14 November 2017

Tentang puisi panjang berbait bait sama arti

Jika ada puisi sepanjang dua halaman lebih kenapa tak dibuat cerpen atau novel saja? Bukankah setiap baitnya mengandung arti dan mengait dengan bait lainnya? atau memang karena tumpahan pikirian itu harus dituangkan sehingga semua ditulis walau bait-bait itu banyaj yang sama arti dan maksud.
Tentu tidak semua disama-ratakan (dalam maksud statusku ini) bait bagiku mewakili maksud dengan rangkaian bait lain (apabila puisi itu berbait-bait) sehingga menjadi satu buntalan puisi. Jika itu terdapat kesamaan maksud atau arti yang dikandung dalam beberapa bait dalam satu puisi ini berarti hanyalah menghantarkan maksud puisi dengan warna-warna indah. Kelemahannya pada porsi pembaca. Apresiasi terkadang salah maksud.

Melawan arus sebuag trik

'Melawan arus adalah sebuah trik untuk lebih cepat 'diperhatikan, dikenal, dan mendapat sorotan. Melawan arus harus bukan berarti sensasi murahan tetapi bagaimana menemukan sebuah intan ditengah jutaan pualam manikan yang berserakan di bumi nusantara ini. Tentu harus hati-hati dan memperhatikan reputasi selama ini. Melawan arus adalah sesuatu yang baru dan tampil beda dalam sastra, namun demikian penulis harus siap menanggung resiko atas tulisannya itu.

Terjebak Hujan di Rumah Janda

Terjebak Hujan di Rumah Janda

Semakin dingin kenapa semakin dag dig dug
Hujan kulihat di kaca jendela dari dalam rumah janda,
gelisahku bercapur harap
tawaran menginap janda manis
kunanti harap guntur menggelegar
rokok disulut sekedar hambar
tiada kata sepi berpandangan
Kutatap langit kamar tamu
dan lampu 20watt
yang remang oleh cat tembok ungu
Ketika jandaku menyuguhkan kopi panas
untuk yang kedua
tampak jalan sepi nyenyap
hanya gemericik di genangan jalan berlubang
Mas, kau boleh tidur di kursi .......
hah....
aku boleh menginap?

Rg Bagus Warsono.

Jumat, 03 November 2017

Rg Bagus Warsono Profil



Agus Warsono nama lainnya Rg Bagus Warsono  lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 29 Agustus 1965, adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Menulis sejak bangku sekolah berupa puisi di Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, dan sejak tahun 1985 menulis puisi, cerpen, cerpen anak dan esai/artikel[1] di berbagai media massa di antara lain majalah Gentra Pramuka, Bekal Pembina, Mingguan Pelajar, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Binakop, Bhinneka Karya Winaya, Suara Guru, dan Suara Daerah. Buku puisinya antara lain Bunyikan Aksara Hatimu 1992 diterbitkan Sibuku Media 2014 ; Jangan Jadi Sastrawan , Indhi Publishing 2014 ; Jakarta Tak Mau Pindah diterbitkan  Indhie Publishing .Jakarta 2014 ; Si Bung, Leutikaprio .Yogyakarta 2014 ; Surau Kampung Gelatik  diterbitkan Sibuku Media , Jogyakarta 2015 dan Mas Karebet , Sibuku Media , Yogyakarta 2015 . Satu Keranjang Ikan Sibuku Media . Jogyakarta 2016 . Selain sebagai penyair, dia mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM). Sebagai seorang sastrawan ia dikenal  juga seorang pelukis yang tinggal di sanggar sastra dan lukis Meronte Jaring di Kota Indramayu Jawa Barat Indonesia [2].

Kehidupan pribadi
Setamat SPG melanjutkan ke UTPGSD , kemudian ke STAI Salahudin di Jakarta, dan Mengambil Magister STIA Yappan Jakarta. Sambil menjadi Guru , dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak tahun (1992), reporter Majalah Gentra Pramuka dan Hamdalah (1999), dan pengamat sinetron. Kini, Rg Bagus Warsono adalah pengasuh sanggar sastra Meronte Jaring di Indramayu yang didirikan 2011 dan coordinator Himpunan Masyarakat Gemar Membaca sejak tahun 1992. Sejak tahun 2014 dia adalah penggagas antologi '''Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia''' yang dikelolanya sejak 2013 untuk mendokumentasikan karya-karya penyair terkini dari seluruh Indonesia yang pada Lumbung Puisi jilid 3 th 2015, jilid 4 th 2016 , jilid 5 th 2017 diterbitkan oleh Sibuku Media Jogyakarta. Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku Saksi Ibu Melihat Reformasi 2012. Kumpulan puisi Sakkarepmu! merupakan karya bersama penyair penyair Mbeling Indonesia yang juga digagasnya bersama Aloysius Slamet Widodo, Sosiawan Leak, Bambang Widiatmoko pada tahun 2014/2015. Tahun 2017 penggagas terbitnya antologi bersama nasional Tadarus Puisi yang diikuti oleh 83 Penyair Indonesia Modern diterbitkan oleh Media Penebar Pustaka[3].

Karya Pribadi:
Bunyikan Aksara Hatimu[4]  Sibuku  Jogyakarta 2014

Jangan Jadi sastrawan ,Indie Publishing Jakarta 2014

Jakarta Tak Mau Pindah ,Indie Publishing Jakarta 2014

Si Bung ,Leutikaprio Jogyakarta 2014

Mas Karebet , Sibuku Jogyakarta 2015)

Surau Kampung Gelatik ,Sibuku Jogyakarta 2015

Satu Keranjang Ikan[5] ,Sibuku Media Jogyakarta 2016

Karya bersama :
Puisi Menolak Korupsi

Memo untuk Presiden

Lumbung Puisi

Tifa Nusantara 1

Tifa Nusantara 2

Memo Anti Terorisme

Cerita Bergambar :
Kopral Dali[6], Sibuku Media Jogyakarta 2015

Meriam Roda Sijagur, Sibuku Media Jogyakarta 2016

Pertempuran Heroik di Ciwatu, Sibuku Media Jogyakarta 2017

Penghargaan:
Penulis Certa Anak 2004 Kemendikbud

Referensi
^ "Halaman profil Rg Bagus Warsono - Kompasiana.com". www.kompasiana.com (dalam Indonesian). Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Rg Bagus Warsono, Membumikan Sastra Lewat Buku Lumbung Puisi - Radar Cirebon". Radar Cirebon (dalam id-ID). 2016-09-28. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ Warsono, Agus. "TADARUS PUISI PENYAIR INDONESIA MODERN".
^ "Bunyikan Aksara Hatimu (kumpulan puisi)". dewipustaka.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Segera Terbit Karya Rg Bagus Warsono , kumpulan puisi Bahari , Satu Keranjang Ikan". www.ayokesekolah.com. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Sambut hari Pahlawan Segera Terbit Karya Rg Bagus Warsono". majalahsuluh.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2017-08-18.
Kategori: Sastrawan Indonesia