Laman

Sabtu, 24 Desember 2016

Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Sastra 2016 Indonesia masih dipegang oleh puisi dan penyair dengan agenda yang hampir setiap minggu terisi di seluruh penjuru Tanah Air. Perkembangannya sangat signifikan hingga sampai kampung-kampung dan kota yang sebelumnya jarang dilaksanakan kegiatan sastra. Informasi agenda sastra ini disebabkan karena semakin banyaknya media online serta akun-akun sosial yang sengaja menginformasikan kegiatan sastra. Kegembiaraan ini menambah semaraknya puisi di berbagai daerah.
Pelaku-pelaku aktifitas cipta dan baca puisi ini telah tidak saja mereka para penyair tetapi juga anak-anak remaja, mahasiswa serta komunitas-komunitas seni di berbagai daerah.
Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Komunitas-komunitas sastra yang rajin menyelenggarakan event sastra masih diwarnai oleh komunitas-komunitas sastra yang sudah dikenal secara nasional sebelumya seperti Bentara Budaya Bali, Pawon Solo, KSB Bandung, Rmmah Budaya Tembi Yogyakarta, Sastra Reboan Jakarta, TMII Jakarta, Rumah Dunia Banten, Komunitas Sastra Kalimalang, dll.
Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Mencatat juga beberapa penyair penerima penghargaan baik yang dikeluarkan dari lembaga, komunitas, atau lembaga resmi pemerintah. Penghargaan terhadap penyair ini bertaraf nasional. Sejauh ini masyarakat masih menunggu isi karya berkaitan dengan penerima penghargaan tersebut karena kurangnya sosialisasi karya tersebut secara nasional. Apalagi buku-buku karya berkaitan dengan karya cipta pemenang penghargaan itu sulit dicari di toko buku terdekat.
Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Puisi Menolak Korupsi sebagai himpunan puisi penyair dari seluruh Tanah Air tahun 2016 ini masih menduduki pemberitaan teratas koran-koran regional dan nasional. Roadshoownya yang berpindah-pindak kab/kota di beberapa propinsi menyebabkan PMK selalu hangat di mata pecinta sastra Indonesia
Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Seputar puisi didominasi oleh baca puisi, peluncuran dan antologi bersama, sedangkang kajian berupa bedah buku, kritik , seminar masih terlalu sedikit. Bahkan judulkegiatan seminar atau bedah buku juga tetap didominasi baca puisi. Ini sebuah kegembiraan akan minat baca masyarakat terhadap puisi.
Catatan Sastra 2016
1. Penyair dan Puisi.
Buku kumpulan puisi banyak diterbitkan di tahun ini, dari penyair berbagai daerah serta penyair yang sudah dikenal sebelumnya. Puisi yang diterbitkan beraneka warna dan memiliki kekhasan masing-masing sehingga semuanya bagus dan tampak bermutu. Selama 2016 ini penulis tak melihat buku kumpulan puisi yang terbit dan diterbitkan oleh penerbit yang bertujuan untuk komersial atau buku puisi untuk dipasarkan secara nasional.

Rabu, 07 Desember 2016

jejak para penyair,

Penulis menghargai jejak para penyair, dalam prosesnya slalu membuat terobosan-terobosan untuk mendapatkan karya bermutu disamping kepuasan diri.

anak-anak harus belajar menghadapi tantangan

Tetapi anak-anak sekarang justru gembira ketika Mentri Pendidikan mengumumkan tidak ada Ujian nasional. Padahal anak-anak harus belajar menghadapi tantangan-tantangan agar dapat mandiri

Nilai kepuasan itu

Dia membaca puisi di pasar, di pintu tangga jembatan penyebrangan, di jalan, di depan sebuah gedung atau di manapun tempat.
Lalu ada seorang seniman mungkin juga penyair atau pujangga membuat sebuah pengalaman pribadi dikarenakan hasrat ingin mencoba dan merasakan pengalaman membaca puisi pas di pukul 00.00 tengah malam, membaca puisi di atas pohon, membaca puisi di sebuah truk yang sedang berjalan atau membaca puisi di atas gerbong kereta api.

Jangan seperti Indonesia hidup dalam ketergantungan

Bersahabat harus sebanyak-banyaknya, tetapi harus mandiri. Jangan seperti Indonesia hidup dalam ketergantungan, untuk kembali berdikari susahnya bukan main.

kearifan lokal

Ternyata kearifan lokal banyak sekali sebagai bahan tulisan yang tidak pernah habis untuk terus digali. Hanya terkadang kita tak peduli dengan tempat dimana kita tinggal. Lingkungan sekitar sebetulnya memberi tahu agar kita mampu beradaptasi. Orang terkadang memandang sebelah mata sisi kehidupan masyarakat yang keras karena memang harus mempertahankan hidup, kaena kita tidak menyadari andai seperti mereka masyarakat yang berpengharapan tidak pasti tapi mampu mempertahankan hidup.

Senin, 21 November 2016

berpartisipasi membuat iklim sejuk negeri ini

Tugasku sebagai penyair hanya turut berpartisipasi membuat iklim sejuk negeri ini. Sebatas penyair mampu. Jika penyair turut memikirkan negeri ini yang penuh gonjang-ganjing itu karena memang sudah dari zaman Majapahit bahkan kerajaan sebelumnya.
Kitab Nagara Kertagama karya Empu Prapanca di zaman Majapahit atau Kitab Sotasoma karya Empu Tantular adalah bukti sumbangsih penyair pada negeri.

Hati itu masih menyimpan nafsu

Bagiku yang membuat gaduh sebuah negeri (bukan hanya Indonesia) adalah hati yang tidak dipungkiri. Yaitu masih tidak menerima kenyataan yang ada. Hati itu masih menyimpan nafsu kekuasaan, nafsu kekayaan, dan nafsu keunggulan keluarga serta nafsu cinta.

orang Indonesia sudah mengenal Pancasila sejak Taman Kanak-kanak

Pentingnya Pancasila dibacakan/diucapkan setiap upacara adalah memahami dimana bumi dipijak disitu hukum yang berlaku dijunjung.Kalau ada yang belum memahami atau hafal , pastilah bukan orang Indonesia, sebab kalau orang Indonesia sudah mengenal Pancasila sejak Taman Kanak-kanak.

profesionalisme diri.

Manakala orang-orang pandai tidak pada job profesionalisnya pasti 'pekerjaan, 'implementasi, serta 'hasil pekerjaan akan semrawut, karena ada muatan profesionalisme diri.

Pengalaman dan rajin membaca sama-sama pentingnya

Pengalaman dan rajin membaca sama-sama pentingnya. Jika keduanya dilakukan kuatlah dan sangat istimewa orang itu. Orang Minang dan orang Tegal mengisi warung nasi seluruh kota Indonesia tidak ada yang berteriak minta bantuan pinjaman dari Pemerintah. Karena mengasah pengalaman. Gus Dur dimasa mudanya rajin membaca menjadikan dirinya oleh masyarakat sangat istimewa.

Membuat Iklim Sejuk Negeri ini

Tugasku sebagai penyair hanya turut berpartisipasi membuat iklim sejuk negeri ini. Sebatas penyair mampu. Jika penyair turut memikirkan negeri ini yang penuh gonjang-ganjing itu karena memang sudah dari zaman Majapahit bahkan kerajaan sebelumnya.
Kitab Nagara Kertagama karya Empu Prapanca di zaman Majapahit atau Kitab Sotasoma karya Empu Tantular adalah bukti sumbangsih penyair pada negeri.

Si Bung cinta Perdamaian.


Ketika Si Bung di penjara di Digul, ia menggambar peta Nusantara, Peta itu seperti sekarang ini, Tak ada Timor Leste, dalam peta Nusantara itu, Serawak juga Brunai tak ada dalam peta itu. Semua mencakup suku2 bangsa yang mengusung Sumpah Pemuda, itulah NKRI. Si Bung tidak mau mencaplok Semenanjung Malaya (Malaysia) juga Singapura, padahal bisa saja dimasukan dalam peta, tapi Si Bung cinta Perdamaian.

Ketika ditanya , kenapa tidak membuat peta Indonesia merujuk zaman keemasan Majapahit dimana wilayah itu hingga Muangtai? Si Bung balik bertanya , Apakah kulitmu sama dengan kulitku? Lalu mereka tertawa .

Coba kamu 'manggung nyalon apa ada yang milih? Gitu saja kok repot sih.

Voting atau penarikan suara adalah bukti pengakuan. Ketika kita berangkat ke Tempat Pemungutan Suara itu berarti sudah tandanya mengakui apabila pilihannya kalah dan mengakui siapa yang menang. Ternyata pilihan Kepala Desa, Bupati/walikota, Gubernur atau Presiden pilihan orang lain yang menang, ya sudah toh kita yang menentukan. Presiden itu pilihanmu sendiri, ditentukan sendiri kok sekarang memungkiri. Coba kamu 'manggung nyalon apa ada yang milih? Gitu saja kok repot sih.

kalau gak penting-penting banget butuh duit ngapain negara ngutang?

Perihal negara banyak hutang , aku sih sebagai penyair cuma ngomong : " Ibarat orang berumah tangga , jika berhutang itu untuk keperluan apa?'" Jadi kalau negara ngutang duit ke negara lain atau organisasi dunia, duitnya itu untuk apa? Bukankah di keluarga juga kalau tidak butuh-butuh sekali tidak ngutang. Di negara pun sama hutang banyak duitnya untuk apa? Kalau rakyatnya gak makan kemudian negara ngutang aku setuju, kalau gak penting-penting banget butuh duit ngapain negara ngutang?

Toko saja didemo

Di Amerika ada stasiun tv yang khusus menyiarkan masalah dapur mencuci baju. Ada stasiun tv yang khusus menyiarkan bencana dan kecelakaan lalu lintas. Ada juga stasiun tv yang khusus menyiarkan HAM termasuk demo. Di sana kata anakku, Toko yang telat buka saja didemo, ini karena orang yang butuh keperluan sehari-hari jadi terlambat. Alasannya dia mendirikan toko di wilayah itu. Kalau mau bubar supaya pasang pengumuman agar orang lain bisa mendirikan toko lagi.

Jumat, 11 November 2016

.Produktifitas Tak Dipaksakan

1.Produktifitas Tak Dipaksakan
Mengarang adalah pekerjaan disamping hoby seni, Profesionalitas kerja biasanya tak menggunakan unsur disiplin waktu. Kapan saja, dimana saja, dalam situasi apa pun disaat yang tepat untuk mengarang, ya mencipta karya tulis. Namun mengarang tak harus dipaksakan. Misalnya ketika pesanan beruntun.Kadang produktifitas bisa lebih banyak disuatu saat sedang terpanggil, tetapi juga produktifitas menurun bahkan sampai berbulan-bulan dan kadang sampai menahun. Penyakitnya tentu bila sedang jatuh cinta pada seseorang/benda/ hoby baru, lagi banyak uang, atau tengah menghadapi banyak problem kehidupan, sehingga malas mengarang. nah apa anda juga demikian?
Karena itulah bagaimana karya kita agar banyak ditunggu pembaca budiman. Tentunya pengarang punya tradisi kerja.

Promosi Perlu Bagi Penulis

2.Promosi Perlu Bagi Penulis
Menghargai seorang pemesan betapa pun murahnya harga apa yang dipesan itu patut dihargai. Meskipun hanya lebih untuk sesuap nasi dari beberapa lembar dan waktu berfikir, tapi mereka yang membeli karya tulis kita patut mendapat penghargaan yang tinggi. Bentuk penghargaan yang diberikan oleh penulis bukan hanya senyum dan layanan yang baik, tetapi hasil tulisan yang diinginkan yang maksimal dan bermutu.
Penulis senantiasa menulis dengan pengerjaan maksimal dari pikiran, perasaan yang dialirkan pada kaibord dengan sentuhan-sentuhan jari yang dialiri hasrat seni sehingga hasilnya bermutu tinggi.

Puisi Adalah Cermin Kehidupan

3. Puisi Adalah Cermin Kehidupan
Puisi kadang kala merupakan cerminan kehidupan (tragedi) seseorang baik pengarangnya maupun tokoh karangannya. Sesuatu yang tak dapat dimengerti oleh kita tiba-tiba memilih puisi sesuai dengan hati kita juga demikian penyair menulis puisi sesuai dengan saat itu hati terpanggil menulis sesuatu. Padahal kita tak mengerti kenapa tiba-tiba sesuai dengan sesuatu yang ada pada kita atau orang lain.
Itu misteri yang dapat diungkapkan hanya dengan melihat laku kita sehari-ari. Ternyata puisi memberikan karakter tersendiri.

Darah Seni Mengalir dengan Sendirinya

4.Darah Seni Mengalir dengan Sendirinya
Sadar atau tidak, seseorang yang memiliki jiwa seni itu tumbuh dengan tanpa disadarinya. Terkadang bahkan tidak disangka. Sebagai contoh seseorang yang semula berprofesi di militer, misalnya, tak sedikit yang memiliki jiwa seni. Darah seni itu mengalir seperti mata air dari sumbernya. Ia mengalir meski berliku, meski terserap tanah kering namun terus mengalir hingga air jiwa seni itu terlihat dan memancar. Darah seni meski demikian tidak semua sungai diairi, namun terkadang mengalir sesuka hati. Anak seniman pun belum tentu warisi darah seni. Sebaliknya seseorang bisa memiliki darah seni dari mata air yang sama meski sungai berbeda. Mungkin dari kakek buyutnya, atau keluarga dari baris ibu.

.Jangan pernah puas pada karya terakhirmu

5.Jangan pernah puas pada karya terakhirmu. Sebab menulis adalah proses daya cipta. Karya terbaikmu adalah ketika ada suatu yang baru. Dan besok lusa dengan karya baru pula.
Menulis sekaligus berfantasi menemukan cipta seni yang diharapkan. Ber-eksperimen tentu dalam komitmen itu. Kepuasan seniman apabila disanjung, dihargai, dipuja, diapresiasi dan kadang dikritik. Namun jangan berhenti karena sanjungan dan kritik itu. terus berkarya dan berkarya.

Penyair adalah profesi inklusif

6. Penyair adalah profesi inklusif
Dalam zaman global ini Anda boleh memiliki dua atau lebih profesi sekaligus. Mereka yang bisa pastilah orang hebat. Penyair merupakan profesi inklusif dalam diri seseorang. Profesi utama dan lainnya jangan ditinggalkan karena itu penyangga hidup. Di Amerika ada tukang kayu (kusen-kusen) tetapi juga sebagai wasit olah raga tinju. Tetangganya kaget ketika ia mengenangkan dasi kupu-kupu di ring tinju di event tinju internasional IBF , antara juara bertahan melawan penantangnya.

Anggota DPR dua orang itu ternyata pasangan pelawak

Aku bercerita pada anakku yang masih 12 tahun, "Nak , rakyat Indonesia pernah memilih dua orang cerdas untuk menjadi Anggota DPR , masih muda dan polos hatinya, namun apadikata setelah mereka duduk menjadi Anggota DPR dua orang itu ternyata pasangan pelawak !"

Senin, 07 November 2016

tokoh-tokoh politik di negeri

Ternyata tokoh-tokoh politik di negeri ini 'ngrekel (ngeyel/pembenaran apa kata hatinya) ; 'rai kandel (muka gedeg/tak tahu malu/ orang mau katain apa pede aja padahal sudah jelas salah); 'mungkir (sering goroh/suka bohong dan tak mengakui apa yang pernah diucapkan atau diperbuat); 'plintat plintut (kalau belum siap jawab mengalihkan persoalan) ; 'ngepet (suka mencuri) ; dan 'kapicirit (berak kecil dalam celana tidak terlihat tapi bau).

membuat Indonesia sejuk.

Bukan mengunggulkan penyair dalam mengisi Indonesia yang damai. Mungkin banyak profesi lain yang lebih memberi sentuhan untuk aman damai dan sejuk alam Indonesia ini. Tampak kegiatan sastra oleh pelakunya dirasa sebagai salah satu bentuk yang membuat Indonesia sejuk. Meski banyak tulisan mengkritik bahkan menghujat, dalam penyampaiannya slalu dalam kearifan yang santun. jadi penyair itu pelopor kesejukan kehidupan bernegara melalui bidangnya yaitu sastra

Minggu, 06 November 2016

Di Indonesia kaum minoritas justru 'nglunjak.

Di Nederland banyak orang Indonesia yang menjadi warganegara Belanda, bahkan banyak anak-anak orang Indonesia yang lahir di sana. Mereka seperti juga minoritas di negara lain tetap mencintai Tanah Air bangsanya. Meski demikian mereka sadar ia tinggal di negara itu sebagai urban. Sebagai minoritas tetap hormat dan patuh hukum kepada negeri Belanda. Di Indonesia kaum minoritas justru 'nglunjak.

slalu menjaga mulutnya

Padahal sudah diteladani oleh pendahulu kita Bung Karno dan Bung Hatta, proklamator itu, mereka dua tokoh yang disegani penuh kharismatik, bahkan sampai ada orang mengatakan Bung Karno itu 'sakti. Ingin tahu kenapa? Karena mereka berdua slalu menjaga mulutnya. Bahkan kepada orang yang menyakiti dirinya ia slalu berkata baik.

"Digugu lan ditiru"

Kita diingatkan filosofi Jawa "Digugu lan ditiru" yang artinya diturut perkataannya dan ditiru lakunya. Demikian untuk seorang pemimpin apalagi. "Sekecap omonge akeh gawene" tak perlu banyak bacot atau koar-koar kesana kemari yang tandanya tidak 'digugu oleh bawahannya alias ' ora diladeni (dianggap angin lalu).

Rabu, 02 November 2016

Pantang Menyerah

Dan semua penyair harus percaya, roda itu berputar pengendalinya Allah. Kelak suatu ketika tiba giliran untuk tampil di depan (sukses).
Syaratnya adalah terus berkarya, ulet, inovasi, dan jangan mengenal kata 'menyerah .

Menggelepaklah ikan

Ketika ikan-ikan gabus itu diam menyatu dengan lumpur tak akan terlihat oleh pencari ikan. Ketika ikan gabus kecil menggelepak maka diambillah ikan itu segera. Karena itu menggelepaklah ikan -ikan agar paman pencari ikan itu tahu.

Maka mendekatlah mata

Bulan juga adalah bintang, tapi dia dekat mata, maka tampak besarlah bulan itu. Sedang bintang lain Venus , Mars , Saturnus , Uranus dll tampak kecil karena jauhnya. Maka mendekatlah mata.

Ikuti Zaman

Bodoh benar jika hari ini ada nelayan masih mendayung perahu mencari ikan dilaut. Usahakan pakai mesin tempel agar lebih cepat. Bukankah dayung dan mesin sama-sama buatan manusia?

pasang listrik sendiri,

Kalau mau bersinar, pasang listrik sendiri, jangan merangkai buah jarak. kecil api rawan padam, apalagi bersinar.

Sedang-sedang saja la

"Jangan terlalu dekat matahari, nanti hitam hangus." Sedang-sedang saja lah, sambil berjemur untuk penghangat badan.

Sijagur, bacaan anak kisah kepahlawanan masyarakat Indramayu, karya Rg Bagus Warsono

Menyusul Cerita Bergambar Kopral Dali, Rg Bagus Warsono kini meluncurkan buku baru dalam kemasan cerita bergambar dalam seri Kisah Perjuangan Pahlawan Senton dari Indramayu. Karya buku ini mewarnai khasanan buku dari kearifan daerah Indramayu, dimana di Kabupaten Indramayu kaya akan khasanah cerita dan dongeng yang melegenda serta budaya yang beraneka. Rg Bagus Warsono sengaja mengangkat peran pahlawan kemerdekaan asal Indramayu yang slalu menjadi buah bibir masyarakat. Sentot , begitu disebut masyarakat , seorang komandan tentara di Indramayu dalam devisi Siliwangi yang terkenal keberaniannya dalam mengusir penjajah dari Indramayu. Rg Bagus Warsono mengemasnya dalam kisah Meriam Roda Sijagur. (am, 2-11-16)

Selasa, 25 Oktober 2016

Sambut Hari Pahlawan 10 Nofember 2016 dengan Meriam Roda Sijagur

Sambut Hari Pahlawan 10 Nofember 2016 dengan Meriam Roda Sijagur
Kisah perjuangan Sentot , pahlawan perjuangan rakyat Indramayu
Miliki bukunya.
Bagi sekolah-sekolah di indramayu Lengkapi perpustakaan sekolah Anda dengan "Meriam Beroda Sijagur" sebuah kisah dari sekelumit kisah perjuangan pasukan perlawanan rakyat Indramayu terhadap penjajahan dibawah pejuang Sentot , seorang tokoh pejuang Indramayu yang tak lepas dari sejarah perjuangan rakyat Indramayu dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Direkam dalam cerita bergambar yang singkat oleh Rg Bagus Warsono. Sangat cocok bagi bacaan siswa sekolah dasar dan menengah serta bagi kalangan pendidik di Indramayu khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi

Dengan dan tanpa oleh kita, atau peran orang lain perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi. Dan Anda yang berjalan di rel kebaikan pada gilirannya akan ikut merasakan buah kebaikan itu, di seluruh kotamu di Indonesia.

Anda yang berjalan di rel kebaikan

Dengan dan tanpa oleh kita, atau peran orang lain perubahan ke arah yang lebih baik pasti akan terjadi. Dan Anda yang berjalan di rel kebaikan pada gilirannya akan ikut merasakan buah kebaikan itu, di seluruh kotamu di Indonesia.

Optimis !

Optimis !
Optimis slalu pada perubahan yang lebih baik di daerahmu, jangan melemah ikut terbawa arus penghambat keperubahan yang lebih baik. Berikan sentuhan pada bidang pengabdianmu kearah kebaikan itu. Dan tetap optimis bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu akan terjadi, dan Anda adalah pelopornya.

Kamis, 13 Oktober 2016

"Membaca buku adalah perjalananmu juga."

Aku diajari seniorku dulu, katanya:
"Kalau mau menjadi penulis, perjalananmu kemana saja adalah bahan tulisan."
Bagaimana aku mendapatkan bahan tulisan, wong aku ga kemana-mana, rumah dan sekolah? Lalu beliau melanjutkan, "Membaca buku adalah perjalananmu juga."
Setelah aku dewasa, aku menyesal, masa kecilku hanya dijejali bacaan komik RA Kosasih (cerita wayang) dan Api Dibukit Menoreh (cerita silat), karena bapakku entah karena apa setiap pulang dari bekerja oleh-olehnya cuma itu.

Selasa, 04 Oktober 2016

maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya

Sosiolog dan staf pengajar Fakultas ilmu sosial politik, Universitas Airlangga, Surabaya, Hotman Siahaan mengatakan perlunya 'revitalisasi kesadaran intelektual' masyarakat agar tidak terjerembab kebudayaan ujug-ujug alias kebudayaan instan di tengah maraknya perilaku yang konsumtif

Aku mendukung pernyataan sosiolog Hotman Siahaan pakar sosiologiUnv Airlangga Surabaya untuk perlunya revitalisasi kesadaran intelektual. Bukan tidak mungkin apabila ada orang bergelar doktor mempercayai hal-hal yang irasional di era maju seperti sekarang adalah orang bodoh yang diragukan ijasahnya (alias dapat beli). Contoh lain juga misalnya orang berpendidikan tinggi tapi suka menyuap untuk memperSeperti juga kampanye hitam yang dilakukan para tim pemenangan cagub-cawagub DKI adalah perilaku para intelektual yang menganggap masyarakat semuanya bodoh. Sebaliknya jika tim pemenangan cagub-cawagub DKI itu menganggap masyarakat bisa dikibulin dengan hal-hal bohong maka diragukan pula kadar intelektual para tim pemenangan itu sebab tidak mungkin menundukkan ular cobra dengan sebatang lidi.oleh jabatan. Alangkah tidak masuk akalnya dengan basic pendidikannya

Diakui memang maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya, gejala ini adalah penyakit penyebab orang berperilaku korupsi dalam pekerjaannya. Hal demikian ini harus menjadi catatan bagi pemerintah tidak hanya ingin cepat maju dan serba canggih tetapi karakter bangsa juga harus diberi penekanan sungguh-sungguh dan penumbuhan budi pekerti bangsa agar menjadi budaya masyarakat kita.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Dan orang yang lewat akan menoleh pada diri kita.

Kita harus berusaha agar karya bermutu yang terpinggirkan agar mengemuka. Banyak diantara penyair daerah yang memiliki produk sastra indah dan mengagumkan. Keberuntungan kadang menjadi faktor utama seseorang, namun kita bisa membangun itu semua. Kita sudah memliki pondasi kuat tinggal tiang pancang dan memulai memasang batu bata agar tinggi. Dan orang yang lewat akan menoleh pada diri kita.

Biduk kecil pun jika bernama akan dikenal

Lalu jangan tabu memasang 'bendera. Biduk kecil pun jika bernama akan dikenal di antara perahu besar berjajar.

Tak Ada Jenjang Pendidikan Penyair

Tak Ada Jenjang Pendidikan Penyair
Kepada Adik-adik penyair, untuk tetap berkarya dan berkarya, tak perlu risau terhadap penyair 'papan atas. Tak ada jenjang pendidikan kepenyairan, Ijazah kepenyairan , sertifikat jenjang pendidikan kepenyairan atau gelar mengikuti pendidikan kepenyairan dari lembaga tertentu atau seseorang. Sebab lahirnya penyair itu dari ibu puisi.

Indonesia sepertinya masa bodoh akan manfaat sastra itu.

Malaysia sadar akan manfaat sastra bagi bangsa dan negaranya bahwa sastra memiliki nilai luhur untuk masa kini dan mendatang sebagai landasan membangun negeri. Sedangkan Indonesia sepertinya masa bodoh akan manfaat sastra itu.

penyair itu berfikir ilmiah

Bukan ngalem, biasanya penyair itu berfikir ilmiah, ia adalah intelektual dikarenakan ilmunya dari rajin membaca baik dari otodidak maupun pendidikan formal. Jadi Alhamdulillah tidak ada penyair yang berfikir irasional mempercayai hal-hal yang tidak mungkin. Membungakan uang di lembaga yang tidak jelas usahanya, menggandakan uang atau berguru pada dukun.

Minggu, 25 September 2016

"Sedulur adoh iku ambune wangi"

"Sedulur adoh iku ambune wangi" , sebuah filosofi Jawa yang artinya bahwa yang berada ditempat jauh kadang diagung-agungkan, sementara yang dekat biasa-biasa saja. Buktinya dukun lebih populair di luar daerahya dari pada di lingkungan tetangganya. Penyair juga demikian contohnya penyair Jakarta, banyak dikenal oleh orang di daerah ketimbang di Jakartanya sendiri.

Pantun

Rambut panjang rapih disisir
Janda kaya jatuh hati
Kalau mantap jadi penyair
terus berkarya sampai mati

dilauching juga gak bakalan laku dijual di Gramedia atau Salemba

Seorang sahabat menanyakan , Buku Lumbung Puisi kapan dilauching-nya? Sebuah pertanyaan yang bingung menjawabnya.
Aku menjawab: "dilauching juga gak bakalan laku dijual di Gramedia atau Salemba, Mas."
Lalu aku bertanya semua penulisnya, "Tidak usah dilauching, kan? soalnya bukunya sudah sampai Malaysia, Brunai, Filipina dan Singapur." Kesombongan untuk menutupi keterbatasanku.

Buku di perpustakaan dan buku di toko buku.

Buku di perpustakaan dan buku di toko buku.
Prinsipnya sama sebagai objek pilihan pengunjung. Ketika sebuah buku dipersandingkan dengan buku yang lain, maka buku itu harus 'bernyawa agar dapat menyapa sendiri para pengunjung yang datang dan pada gilirannya suka, jatuh hati dan ingin memilikinya. Sebuah PR agar buku dapat memiliki 'nyawa adalah bagaimana sang penulis mencipta.

Peta Jakarta

Peta Jakarta
Peta Jakarta dibuat setiap tahun
Skala kecil di atas meja
Lalu diberi tanda
Agar peta berganti nama
Peta Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu diberi lingkaran
telah berganti nama
Peta Jakarta dicetak ulang
Sampai ke sekolah dasar
Anak-anak menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak ada .
Rg Bagus Warsono 2014

Rabu, 21 September 2016

Jalan alternatif begitu banyaknya

Bebas berkarya, bebas berkreatifitas dan bebas menentukan jalan menuju cita sesuai pilihan jalan itu. Dunia informasi makin berkembang, TVRI yang doeloe memonopoli pemberitaan akhirnya menemui banyak pesaing. Koran lesu karena internet. Radio semakin jarang dimiliki masyarakat perkotaan, RRI mati segan hidup tak mau. Pola pemandu bakat sebagai tangga menuju menjadi artis tak ada gunanya. Pendek kata sekarang bebas berkreatifitas dengan berbagai saluran apa saja untuk mencapai cita.

 Sekarang ini banyak jalan tidak hanya ke Roma, kemana pun. Disetiap jalan raya dibuat jalan alternatif, Jalan tol pun membuka pintu pintu ke jalan sebuah kecamatan. Artinya untuk menjadi apa yang diidamkan banyak cara yang dilaluinya. Tak ada halang rintang atau razia polisi untuk menuju cita. Bila ada orang yang menghalangi berarti yang menghalangi itu akan sia-sia karena jalan alternatif begitu banyaknya.

 Jalan alternatif begitu banyaknya, untuk menjadi terkenal, apa pun asah-asah saja dilakukan. Apalagi menjadi penemu atau orang pertama yang melakukan kretifitas itu, namun usahakan agar kita mampu memahami bahwa yang senang ditertawakan oleh umum adalah pelawak, yang di luar pelawak tidak.

Selasa, 20 September 2016

ada banyak ego pada diri kita (penyair)

Dalam dunia politik, meski partai berbeda ada persahabatan kuat para tokoh politik yang berbeda partai. pertalian sahabat antar tokoh itu diikat dengan mencari titik temu kesamaan pandang. Di dunia penyair kesamaan pandang sebagai ikatan tali persahabatan jarang banyak ditemui , dan yang banyak adalah justru ikatan saling menguntungkan. Disini berarti ada banyak ego pada diri kita (penyair)

Otobiografi Pengarang itu ada dua

Sebagai seorang kurator bacaan aku dapat menyimpulkan bahwa Otobiografi Pengarang itu ada dua. Yakni satu Otobiografi Jujur dan satunya lagi Otobiografi Tidak Jujur.

menulis 'berani.

Dulu mungkin hal ini adalah masalah tabu untuk diungkapkan. Sekarang bukan zamannya lagi. dan Aku memulai untuk menulis 'berani. yakni mengetengahkan pantangan-pantangan untuk memberi jalan generasi dimudahkan jalan cita-citanya dan bukan dihambat.

Membuat otobiografi jujur lebih sulit

Membuat otobiografi jujur lebih sulit ketimbang membuat otobiografi tidak jujur. Banyak alasan tentang hal ini. Membuat otobiografi tidak jujur lebih terbuka keindahan dan daya tarik pembaca. Silhkan dicoba membuat dua otobiografi kita, otobiografi jujur dan otobiografi tidak jujur..

Senin, 19 September 2016

Mengapa Iri

Kemapanan seorang penyair adalah ketika muncul karya bagus dari seseorang penyair muda atau baru atau yang bau kencur, penyair itu tidak merasa tersaingi tetapi harus menjadi pelajaran pembanding, agar produktifitas dirinya tetap bermutu.

penilaian harus pada karyanya bukan personal

Jika menjadi juri lomba menulis penekanan penilaian harus pada karyanya bukan personal penciptanya. Jika juri lebih menilai terhadap personal penciptanya, maka juri itu telah dikotori setitik racun dihatinya.

Beda itu sebuah keunggulan

Beda itu sebuah keunggulan
Di Amerika (meski belum kesana) kata anakku melihat aneh orang-orang amerika yang berjalan kemudian berhenti sebentar dan kadang berkerumun ketika melihat pengamen yang menunjukan sesuatu atau menjual sesuatu. Kebiasaan haus informasi itu telah membudaya, ketika ada sebuah sesuatu yang berbeda ia ingin mengetahuinya. Beda itu sebuah keunggulan cetus sebuah slogan perusahaan di sana. Jadi berbuatlah beda dengan yang lain dan kita punya keunggulan tersendiri.

Langit bukan berwarna biru.

Langit bukan berwarna biru.
Jangan cepat mengambil kesimpulan jika tak dibarengi pembuktian ilmiah. Anda mengatakan langit itu berwarna biru memang benar dan yang lain pun mengiyakan. bahwa langit berwarna biru memang benar. Dan Anda akan menemukan kebenaran sendiri manakala menonton film ruang angkasa, atau Anda naik pesawat terbang , biru bukan warna langit. Jadi semua pembenaran atas fakta yang dilihat belum tentu benar.

"terus bergerak"

Penyampaian kata "terus bergerak" , sebagai ucapan pujian dan pacu semangat pertama kali diucapkan dan ditulis oleh maestro kita Sosiawan Leak. Bila kata "terus bergerak" diresapi ini mengandung makna luar biasa. Pada sisi sebuah perjalanan, naik kereta apa naik sepeda sama-sama sampai kota tujuan. Pada sisi kreatifitas kata "terus bergerak" mengandung makna perubahan yang berujung daya cipta baru. Pada sisi yang lain adalah kehidupan sastra yang terus tiada henti, sedang pada keuntungan popularitas orang yang terus bergerak meski kemampuan dukungan terbatas menjadi daya tarik orang lain, dengan tanpa promosi yang mahal nama seseorang tetlihat memancar kemana-mana.

Lebih terkenal Bunga Bangkai (Rafflesia/Amorphophallus) dari pada Anggrek.

Lebih terkenal Bunga Bangkai (Rafflesia/Amorphophallus) dari pada Anggrek.
Dalam dunia kepenyairan 'bunga bangkai lebih terkenal daripada anggrek. Ini adalah pemacu semangat buat kita semua. Jangan takut dicibir, dicemoh, dikatakan jelek, atau menghina sekali pun. Buktinya bunga bangkai lebih terkenal seantero dunia ketimbang anggrek yang wangi dan indah serta banyak jenisnya itu. Jadi tetaplah pada pendirianmu dan pertahankan cirimu itu (rgbagus w)

Sabtu, 17 September 2016

Dr. Lim Swee Tin, Malaysia

Dr. Lim Swee Tin,

Lahir di Kelantan, Malaysia pada tahun 1952, Dr. Lim mendapat latihan sebagai guru di Maktab Perguruan Persekutuan, Pulau Pinang, 1972-73. Selepas itu, bertugas sebagai guru di beberapa buah sekolah di Kelantan. Pada 1988-92, beliau melanjutkan pengajian di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) bagi ijazah Sarjana Muda Pendidikan Pengajaran Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Pertama. Kemudiannya, meneruskan perkhidmatan sebagai guru di Negeri Sembilan dan Selangor. 1996-99, melanjutkan pelajaran bagi ijazah Sarjana Sastera Kesusasteraan Melayu dan 2000-05, meneruskan pengajian PhD Kesusasteran Melayu. Sejak Disember 2000 hingga 2012, beliau berkhidmat sebagai pensyarah di Fakulti Bahasa Moden Dan Komunikasi, UPM.
Dr. Lim melibatkan diri secara bersungguh-sungguh dalam lapangan kesusasteraan Melayu dengan menulis puisi, cerpen, novel, dan esei kritikan sastera serta turut mengendalikan kursus pemantapan bahasa Melayu dan penulisan kreatif kepada pelajar dan guru di Malaysia dan Singapura.
Pada tahun 2000, beliau dianugerahkan SEA Write Award oleh Kerajaan Diraja Thailand. Sebelum itu, beliau telah memenangi 25 hadiah kesusasteraan di Malaysia. Setakat ini, Dr. Lim telah menghasilkan kira-kira 60 buah buku kreatif dan nonkreatif secara perseorangan selain karya-karya ecerannya turut terkumpul dalam lebih 100 buah antologi bersama. Di sampng itu, beliau telah membentangkan ratusan kertas kerja, di dalam dan di luar negara.
Kini memegang jawatan dalam pelbagai organisasi sastera dan pendidikan milik pemerintah dan swasta, termasuk DBP, ASWARA, dan MASTERA serta menganggotai panel pemilih penerima SEA Write Award (Malaysia) dan Panel Hakim Hadiah Sastera Perdana (HSPM).

Prof. Dr. Faruk Tripoli,

Prof. Dr. Faruk Tripoli,
Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 10 Februari 1957. Beliau adalah pakar di bidang ilmu budaya serta guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan pengajar Fakultas Ilmu Budaya yang secara resmi mendapatkan persetujuan dari Mendiknas sebagai profesor pada Jun 2008.
Pendidikan Prof. Faruk bermula di sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya. Setelah lulus SMA, ia ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, melanjutkan program S-3 juga di Fakultas Pascasarjana UGM dan lulus tahun 1994.
Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983-1985. Pada tahun 1986 hingga sekarang, ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.
Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Prof. Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korena Selatan (2007-2009) serta aktif melakukan penelitian (1998-2009). Prof. Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.
Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000-2001), Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2001-2003), pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003-2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011-sekarang).

Penyair yang tangguh

Penyair yang tangguh
Dua puluh tahun lalu aku betemu dengan seorang penyair (nama tidak begitu penting) . Beliau sangat sederhana , aku pernah membaca karyanya di sebuah surat kabar regional. Katanya bersyair hanya untuk mencurahkan impiannya melalui tulisan. Sejauh harapan itu dicapat atau tidak bukan masalah baginya , katanya mungkin ada seseorang yang membacanya sampai tuntas kala itu. Kesederhanaan itu diperlhatkan dengan keadaan seperti orang kebanyakan mempertahankan hidup ini. Bekerja dan mencari nafkah keluarga. Sama sekali iatidak mengeluh dengan apa yang menimpa dirinya. Katanya, walau ia dalam keadaan miskin tak boleh berkata miskin , penyair itu kaya dan sangat kuat. aku menjadi penyair agar kuat dalam mengarung kehidupan ini. Penyair itu tingal di Tegal lebih tua sekitar 15 tahunan dariku. Siapa dia tebak saja sendiri.

panggung bukan milik penyair

Sampai saat ini aku tetap berprinsip bahwa 'panggung bukan milik penyair. Jika 'panggung itu dimiliki penyair maka orang itu memiliki keistimewaan ganda, penyair dan sinden. Oleh karena 'panggung bukan milik penyair, maka belumlah dapat panggung sebagai tempat pencaharian seperti dilakukan sinden.

sebetulnya yang mengayak atau menyaring itu adalah diri manusia itu sendiri , dirimu sendiri.

Kata pujangga Ronggowarsito Orang Indonesia akan disaring, diayak . Dan aku memberi tambahan bahwa sebetulnya yang mengayak atau menyaring itu adalah diri manusia itu sendiri , dirimu sendiri.

turunnya grafik penjualan buku

Dunia internet dengan perkembangan situs-situs sastra serta sajian budaya di media online yang terus berkembang, mengakibatkan turunnya grafik penjualan buku sastra di berbagai toko buku besar. Beberapa toko buku besar terpaksa mengecilkan ruangan untuk mengurangi karyawan untuk menjaga kestabilan toko buku. Akhirnya mereka para tokoh penyair yang selama ini memonopoli penerbitan buku gigit jari. Buku mereka lapuk di rak-rak penjualan yang tak pernah disentuh pembeli. Kini boleh dikatakan penyair-penyair pinggiran malah laris karyanya terbaca oleh masyarakat melalui dunia internet.

, biarkan mereka mengapresiasi

Setelah masyarakat membaca karya kita, biarkan mereka mengapresiasi, biarkan mereka menentukan apakah karya kita bagus atau buruk atau teramat buruk. Sehingga mereka dapat mengadili siapa itu penyair. Jadi tidak hanya pameran buku, unjuk penampilan atau gembar-gembor promosi diri. Meskipun ini juga sangat penting untuk menunjang pengenalan pada masyarakat.

'mengasah diri sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan

Tentu Anda pernah membacanya, Serial Api Dibukit Menoreh karya SH Mintardja, ada suatu yang pantas untuk dijadikan pelajaran bahwa untuk menjadi besar (orang besar) adalah : mengasah diri..Diceritakan bagaimana Agung Sedayu dengan cita-citanya itu berlatih mengasah diri, tidak hanya dari gurunya Kyai Gringsing tetapi justru ia menggali dari apa yang ada pada dirinya, diri keluarganya, Meski ia ditingal sedari kecil oleh ayahnya, Ki Sadewa, tetapi ia dapat menggali dirinya atas warisan terselubung pada dirinya , seakan yakin memiliki potensi luar biasa pada dirinya. Sehingga 'mengasah diri membuahkan ketajaman ilmu yang pada gilirannya mampu membawa dirinya dalam jajaran petinggi Kerajaan Mataram. Bahkan R Sutawijaya, Raja Mataram pertama dan juga pendiri kerajaan itu mengakui ketinggian ilmu Agung Sedayu. Dari situlah dipetik bahwa 'mengasah diri sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan diri dan akan membawa nama harum dan menjadikan diri seakin besar.

Sebetulnya bulan itu slalu purnama.

Sebetulnya bulan itu slalu purnama.
Sadar bahwa bulan itu slalu purnama, Kalian saja yang salah tempat berdiri, Tak usah menanti kapan sebab bulan ada dipunggungmu. Jika mau purnama terus, tak hanya berdiri diam berdiri di bumi berputar, kita bergerak mengikuti bulan dan bulan slalu purnama.

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.
Peluncurannya mengundang ratusan undangan hadir. Yang tak dapat undangan juga panitia mengundang. Disamping snak juga makan siang. Di tahun 2000-sampai sekarang. Disamping mengundang beberapa tokoh juga kritikus kenamaan, diundang pula redaktur budaya, wartawan liputan budaya. Spanduk , barner dan baliho dipasang. Gambar buku dan pengarang. Slogan dan pesan keagungan. 100 juta rupiah kata teman. Sehari meledak, seminggu bau mesiu, sebulan dibicarakan , setahun disinggung , selang lima tahun nama buku dan nama pengarang ditelan waktu akhirnya sama dengan antologiku. Kasihan.

Minggu, 11 September 2016

berkarya sastra bersamaku

Salah satu keuntungan berkarya sastra bersamaku adalah karyanya diusahakan dibaca masyarakat, inklusif didalamnya masyarakat pendidik dan peserta didik. meski manfaat kecil tapi berdampak kedepan, karena namamu abadi.

Berorganisasi Sastra

Silahkan Anda mengikuti berbagai organisasi sastra apa pun namanya, sebab di situ tempat belajar , bagaimana belajar membatasi ego pribadi, belajar utuk tidak 'ijo melihat uang yang bukan haknya, belajar untuk tidak menyalahi aturan rumah tangga organisasi itu.
 Begitu juga ketika Anda menjadi pemimpin di organisasi sastra, suatu yang akan sulit adalah menyadari ketika ada anggota organisasi yang lebih dari pimpinan kemampuannya, bahkan lebih tinggi lagi bakal popularitasnya. Padahal jika terjadi semacam itu justru mengangkat nama organisasi inklusif nama pimpnannya.

Kalau penyair sudah terkenal seperti ini baru hebat :


Ketika membeli ikan segar di pasar ikan, bakul ikan itu menyambut, "Silahkan Den Penyair pilih ikan yang mana?". Ketka naik andong, sais delman itu mengakatan , "Monggo Den Penyair" sambil mempersilahkan pakai ibu jari. Ketika membeli rokok , pemilik warung rokok itu mengatakan , Mas Penyair monggo, rokok yang mana? Ketika mau masuk bank, satpam menyapanya . "Selamat siang Penyair" .dan Ketika orang mencari rumahnya bertanya, "Mas mau tanya dimana rumah penyair...." .

Jumat, 09 September 2016

Sedulur Sekasur

Sedulur Sekasur
Ndueni batur
Ketemu sedulur
cilik rak ketemu gede dadi sedulur
wong liya pada wong liya
sapa sira sapa ingsun
turu ning kasur dadi sadulur
saya suwe saya ngumur
kaya sadulur kandung
klalen sapa rayi sapa raka
rong jiwa dadi siji
Nunggu mati
sapa sira sapa ingsun
wis dadi
sadulur sejati
aku melu mati yen mati

Indramayu, 9-9-2016

Dan karya adalah sarana mencurahkan kejujuran

Dikekang, dipingit bukan zamannya lagi. kecuali keinginan diri mengekang diri atau memingit dirinya sendiri. Sastra kini menghirup udara bebas segar kecuali ada yang mengotori dengan asap sehingga polusi terjadi. Kesegaran alam dan luasnya cakrawala itu disebabkan karena keinginan hati nurani untuk berbuat jujur. Dan karya adalah sarana mencurahkan kejujuran

diantara yang berhasil memiliki kedudukan tinggi terdapat juga bekas muridku yang hidup penuh kesengsaraan.

Aku bangga menjadi guru sekolah dasar, kebanggaaku tak akan dinodai dengan meminta agar murid-muridku untuk berterima kasih sebab diantara yang berhasil memiliki kedudukan tinggi terdapat juga bekas muridku yang hidup penuh kesengsaraan.

dengan biaya berarti lemah penyeleksian

Sejak kemunculannya Untuk menjaga kualitas Lumbung Puisi peserta pengirim puisi tidak dikenai biaya pendaftaran sebab ketika seseorang mendaftar dengan biaya berarti lemah penyeleksian karena penyelenggaraannya ditopang biaya pendaftaran.

Karena publiklah yang akan menentukan.

Pendapatku, menyadari pertumbuhan penyair dan sastrawan jenis lainnya yang terus berkembang ini menjadikan kelak tak ada lagi sebutan 'penyair nomor 1, 'Raja Penyair, atau 'Presiden Penyair, karena popularitas itu akan seperti bintang sinetron tergantung siapa kesukaan pemirsa di sinema apa di serial sinetron apa. Karena publiklah yang akan menentukan.

bagus (sampulnya) spanduknya daripada isinya.

Gagasan kadang banyak dan membuat ngiler semua orang, tetapi banyak gagasan bagus tak dibarengi dengan profesionalisme dan kemampuan materi, sehingga pada pelaksanaannya bagus (sampulnya) spanduknya daripada isinya. Gagasanku hanya kecil bagaimana mencatat penyair dan karya hebatnya di buku dokumentasi sastra, kecil dan tak berarti.

Bahasa tulis kadang salah tafsir

Bahasa tulis kadang salah tafsir, apalagi bukan tulis tangan, Doeloe bersurat cinta adalah budaya remaja, tulisannya diukir indah, dengan frase yang indah pula. Kini semua serba pencet-pencet saja. Saking cepetnya hingga salah pencet, akhirnya maksud kalimat menjadi salah maksud ketika dibaca. Salah ejaan Bahasa Indonesia mengakibatkan salah tafsir. Tetapi aku slalu berfikir positif ketika berjumpa dengan orangnya betapa tulisan berbeda dengan kepribadian orang itu bahkan sangat baik.

aplikasi yang sangat unggul

Dibanding yang lain facebook menurut penilaianku adalah aplikasi yang sangat unggul dalam segala hal. Pengguna fb bisa memutus pertemanan, bisa meng-kat informasi yang tak disukai, bisa memblokir, bisa mencegah inbook, bisa menghapus apa saja seperti papan tulis dsb. Juga bisa memilih teman. Bagiku ini aplikasi yang istimewa dan juga merakyat. Namun jika pujaanku memutus statusku atau memblokir statusku tetap saja aku bisa mengintipmu.

'membumi-nya karya terkini itu

Dalam segi keindahan karya-karya sastra terkini lebih unggul daripada karya Angkatan Pujangga Angkatan 45. Tetapi ukuran 'membumi-nya karya terkini itu diakui masih dibawah Semeru.

ada telur bebek albio yang tidak menetas.

Pandangan akademik adalah ilmiah-nya sesuatu yang dipertanggungjawabkan. Jangan silau dengan nama penyair besar sebelum membaca membedah karyanya dan diakui hebat oleh pribadi pembaca. Sebab ada telur bebek albio yang tidak menetas.

Kalau bisa Anda sendiri yang harus tampil.

Sebagai orang yang juga mempelajari gejala politik, aku tidak suka dengan penyair yang membebek tokoh penyair terkenal. Mempelajari karyanya harus tetapi jangan mengkultuskan, Kalau bisa Anda sendiri yang harus tampil.

apa yang dilihat.

Filosofiku terbalik: Bila kita berada di bawah tetap melihat ke bawah lagi.
Sebab kalau kita berada diatas dan melihat ke atas lagi , apa yang dilihat.

Selasa, 06 September 2016

tentunya membuat tersenyum Rendra di sana.

Satu dua penyair-penyair muda bersinar dari tiap kabupaten kota. Ini menandakan lestarinya dunia sastra khusus puisi di Tanah Air. Dan tentunya membuat tersenyum Rendra di sana.

dunia menantimu untuk membaca karyamu

Mungkin juga ada penyair-penyair muda lainnya di setiap daerah yang menyembunyikan identitasnya , bersembunyi dalam keterasingan, sunyi dan sepi. Ini sebetulnya suatu kesalahan di zaman yang sudah bebas ini. Kenapa terus menerus berada dalam persembunyian sedang dunia menantimu untuk membaca karyamu dan mendengar suaramu membaca sajak

karya adalah sarana mencurahkan kejujuran.

Dikekang, dipingit bukan zamannya lagi. kecuali keinginan diri mengekang diri atau memingit dirinya sendiri. Sastra kini menghirup udara bebas segar kecuali ada yang mengotori dengan asap sehingga polusi terjadi. Kesegaran alam dan luasnya cakrawala itu disebabkan karena keinginan hati nurani untuk berbuat jujur. Dan karya adalah sarana mencurahkan kejujuran.

karena yang menjadi tokoh itu Anda penulis Lumbung Puisi.

Penulis Antologi Bersama Lumbung Puisi memiliki hak cipta yang sama, sehingga boleh bertindak atas nama buku itu tanpa perlu melapor pada siapa pun. Karena diberikan ketenangan hak cipta itu pada penulisnya bukan pada penyelenggara atau aku penggagas buku itu. Sehingga kita hemat dan tidak perlu mengeluarkan dana utuk memanggil seseorang tokoh, karena yang menjadi tokoh itu Anda penulis Lumbung Puisi.

panggilan jiwa untuk berkarya nyata dalam sastra untuk masyarakat.

Penyair juga sastrawan jenis lainnya harus menyadari akan pertumbuhan penyair dan sastrawan jenis lainnya yang berkembang fantastik sejak era reformasi. Mungkin jumlahnya telah puluhan ribu sastrawan Indonesia. Mereka tidak hanya semata-mata mencari popularitas diri tetapi pada dasarnya adalah panggilan jiwa untuk berkarya nyata dalam sastra untuk masyarakat.

popularitas itu akan seperti bintang sinetron

Pendapatku, menyadari pertumbuhan penyair dan sastrawan jenis lainnya yang terus berkembang ini menjadikan kelak tak ada lagi sebutan 'penyair nomor 1, 'Raja Penyair, atau 'Presiden Penyair, karena popularitas itu akan seperti bintang sinetron tergantung siapa kesukaan pemirsa di sinema apa di serial sinetron apa. Karena publiklah yang akan menentukan.

Senin, 05 September 2016

Jabatan Pesanan

Jabatan pesanan itu gak akan lama, sekadar memberi hormat yang nitip saja, kalau sudah dituruti duduk, kan sudah merasakan . Selang enam bulan, sakit mikirin jabatan dicopot apa gak.

dibungkus pakai seleksi, lelang

Nepotisme itu dibungkus pakai seleksi, lelang, penghargaan, konflik dan berita media yang bagus-bagus. (aku ora tega, Mas, kabeh sedulur)

Lumbung Puisi Jilid IV , antologi pertama berbeda dari yang lain

Kami yang pertama
Sebuah antologi bertema margasatwa
agak asing bagi puisi Indonesia dewasa ini
kami bangga dengan keunikan ini
antologi bersama yang khas
dari gorsan tangan pemahat kata sebuah
garapan penyair Indonesia tua muda ternama
dengan puisi yang terseleksi
agar lumbung penuh puisi bernas

Lumbung puisi JIlid IV adalah salah satu karya sastra mutakhir

Buku Lumbung puisi JIlid IV adalah salah satu karya sastra mutakhir (terkini) dari karya karya sastra mutakhir (terkini ) lainnya oleh penyair Indonesia. Banyak karya mutakhir lain yang bersifat nasional seperti Lumbung Puisi. Kami serahkan penilaian itu pada publik.

Amal kebaikan itu ada sumbernya.

Amal kebaikan itu ada sumbernya.
Aku menjumpai seorang pensiunan departemen keuangan di Pangandaran Ciamis yang menjadi sais andong wisata pantai pangandaran dan pelatih kuda pacu. Di sisi ekonomi Bapak tua ini telah kecukupan, dan anak nya sudah bekerja pula. Dari gajih pensiun sudah cukup lebih untuk hidup berdua dengan istri apalagi hidup di desa. Lalu kenapa ia rajin mencari uang terus dari berbagai kesibukan? katanya beramal itu ada sumber untuk berbuat amalnya. Makanya ia geluti apa saja yang hasilnya bisa berbuat amal.

Idealisme Itu

Adalah Ibu Wardiningsih, salah satu diantara guru, adalah seorang kepala sekolah yang berusaha membangun sekolah baik sisi akademik, metal warga sekolah dan juga fisik sekolah dengan kemampuan diri dan rela mengorbankan harta bendanya. Sehingga sekolahnya menjadi sekolah terdepan di Indramayu. Ketika pemerintah memberikan suport terhadap sekolah dengan Bantuan Operasional (BOS), ibu itu malah mengundurkan diri diusia 54 th disaat prestasi lagi hebat-hebatnya. Ia pensiun muda. Apa katanya? Ia bercerita padaku bahwa bukan karena apa-apa tetapi ia beralasan bahwa ia tampil itu disaat tengah 'susah pendanaan pendidikan, disaat banyak dana, katanya pengabdian itu dikotori oleh keinginan kotor.

Cita-citaseseorang yang berusia 50 th?

Cita-cita. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.Bagaimana dengan seseorang yang berusia 50 th?
Adalah seorang ibu Subini (54h) ketika itu memulai kuliah S1 , staf guruku ketika aku memimpin sekolah dasar, Jika 2 th kuliah tepat waktu, karena sudah D2, maka akan selesai pada usia 56 th. Namun keterbatasan pikir karena ibu yang sudah sepuh itu perjalanan kuliah pun tak tepat waktu dan baru setelah 4 th lulus S1. diusia 58 tahun menjelang pensiun. Aku bertanya apa motifasi ibu kuliah? Katanya bukan utuk apa-apa, tetapi ia sebagai ibu dan nenek bagi cucu-cucunya memberikan contoh agar anak-cucunya mau menuruti jejaknya. Hebat bukan main ibu ini. Cita-cita itu ternyata bukan untuk diri tetapi untuk generasi selanjutnya.

Rabu, 31 Agustus 2016

meminta maaf dengan tulus lebih terhormat

Pertahankan untuk tidak memulai membikin sakit hati orang lain, dan maklum sentuhan itu pasti ada, segeralah meminta maaf walau belum dikatahui siapa yang bersalah. Sebab benar dan salah bisa dipermainkan, tetapi meminta maaf dengan tulus lebih terhormat dan itu berarti sudah menang !