Laman

Rabu, 20 Desember 2017

Biarkan Perahu Kecil Lewat , Rg Bagus Warsono

Biarkan Perahu Kecil Lewat

Biarkan perahu Kecil Lewat
Memberi Kesempatan Ikan
Laut luas, sempit itu sungaimu
Biarkan perahu kecil menghitung ikan
Tak sebanyak lambung kapal
Laut itu kaya, miskin itu jiwamu
Biarkan perahu kecil lewat
atau mendahului laju kapalmu

Jumat, 15 Desember 2017

Sebait Puisi Hilang

Sebait Puisi Hilang                     

atas seleksi berlapis
memotong kata lalu kalimat
membuat puisi dari tegas menjadi pudar
dari berani menjadi sembunyi
dari lantang menjadi diam
dari menusuk menjadi tunduk
dari keras menjadi lemas
dan kini sebait hilang tanpa krana
induk mencari bait
yang tinggal sepotong
sepotong hati
sepotong kejujuran
sepotong niat baik
Sebait puisi yang hilang
terbang ataukah hinggap
atau dalam brankas terkunci
temukan bait itu
dimana disimpan

(Rg Bagus Warsono, Indramayu, 14 Desember 2017)

Selasa, 21 November 2017

Bahasa Indonesia Itu


Penguasaan perbendaharaan kata bhs Indonesia yg kaya dan olah tata bahasa dalam pemberitaan memerlukan pemahaman tinggi pembaca terhadap bhs Indonesia.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Penguasaan wartawan terhadap perbendaharaan kata bhs Indonesia dan tata bahasa Indonesia digunakan wartawan sebagai alat bagi wartawan non independen

Anak-anak memerlukan bimbingan dalam membaca pemberitaan, karena kata dalam bhs Indonesia memiliki padanan kata yang banyak sehingga memiliki ambigu

Keliru pemahaman pemberitaan media oleh pembaca juga dialami oleh pembaca dewasa manakala pemahaman terhadap bhs Indonesia rendah.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Pilihan kata dari perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta tata bahasa Indonesia dianggap unik oleh bhs asing. Banyak sastra Indonesia beralih tafsir manakala ditranslate menggunakan bhs asing.

Selasa, 14 November 2017

Tentang puisi panjang berbait bait sama arti

Jika ada puisi sepanjang dua halaman lebih kenapa tak dibuat cerpen atau novel saja? Bukankah setiap baitnya mengandung arti dan mengait dengan bait lainnya? atau memang karena tumpahan pikirian itu harus dituangkan sehingga semua ditulis walau bait-bait itu banyaj yang sama arti dan maksud.
Tentu tidak semua disama-ratakan (dalam maksud statusku ini) bait bagiku mewakili maksud dengan rangkaian bait lain (apabila puisi itu berbait-bait) sehingga menjadi satu buntalan puisi. Jika itu terdapat kesamaan maksud atau arti yang dikandung dalam beberapa bait dalam satu puisi ini berarti hanyalah menghantarkan maksud puisi dengan warna-warna indah. Kelemahannya pada porsi pembaca. Apresiasi terkadang salah maksud.

Melawan arus sebuag trik

'Melawan arus adalah sebuah trik untuk lebih cepat 'diperhatikan, dikenal, dan mendapat sorotan. Melawan arus harus bukan berarti sensasi murahan tetapi bagaimana menemukan sebuah intan ditengah jutaan pualam manikan yang berserakan di bumi nusantara ini. Tentu harus hati-hati dan memperhatikan reputasi selama ini. Melawan arus adalah sesuatu yang baru dan tampil beda dalam sastra, namun demikian penulis harus siap menanggung resiko atas tulisannya itu.

Terjebak Hujan di Rumah Janda

Terjebak Hujan di Rumah Janda

Semakin dingin kenapa semakin dag dig dug
Hujan kulihat di kaca jendela dari dalam rumah janda,
gelisahku bercapur harap
tawaran menginap janda manis
kunanti harap guntur menggelegar
rokok disulut sekedar hambar
tiada kata sepi berpandangan
Kutatap langit kamar tamu
dan lampu 20watt
yang remang oleh cat tembok ungu
Ketika jandaku menyuguhkan kopi panas
untuk yang kedua
tampak jalan sepi nyenyap
hanya gemericik di genangan jalan berlubang
Mas, kau boleh tidur di kursi .......
hah....
aku boleh menginap?

Rg Bagus Warsono.

Jumat, 03 November 2017

Rg Bagus Warsono Profil



Agus Warsono nama lainnya Rg Bagus Warsono  lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 29 Agustus 1965, adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Menulis sejak bangku sekolah berupa puisi di Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, dan sejak tahun 1985 menulis puisi, cerpen, cerpen anak dan esai/artikel[1] di berbagai media massa di antara lain majalah Gentra Pramuka, Bekal Pembina, Mingguan Pelajar, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Binakop, Bhinneka Karya Winaya, Suara Guru, dan Suara Daerah. Buku puisinya antara lain Bunyikan Aksara Hatimu 1992 diterbitkan Sibuku Media 2014 ; Jangan Jadi Sastrawan , Indhi Publishing 2014 ; Jakarta Tak Mau Pindah diterbitkan  Indhie Publishing .Jakarta 2014 ; Si Bung, Leutikaprio .Yogyakarta 2014 ; Surau Kampung Gelatik  diterbitkan Sibuku Media , Jogyakarta 2015 dan Mas Karebet , Sibuku Media , Yogyakarta 2015 . Satu Keranjang Ikan Sibuku Media . Jogyakarta 2016 . Selain sebagai penyair, dia mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM). Sebagai seorang sastrawan ia dikenal  juga seorang pelukis yang tinggal di sanggar sastra dan lukis Meronte Jaring di Kota Indramayu Jawa Barat Indonesia [2].

Kehidupan pribadi
Setamat SPG melanjutkan ke UTPGSD , kemudian ke STAI Salahudin di Jakarta, dan Mengambil Magister STIA Yappan Jakarta. Sambil menjadi Guru , dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak tahun (1992), reporter Majalah Gentra Pramuka dan Hamdalah (1999), dan pengamat sinetron. Kini, Rg Bagus Warsono adalah pengasuh sanggar sastra Meronte Jaring di Indramayu yang didirikan 2011 dan coordinator Himpunan Masyarakat Gemar Membaca sejak tahun 1992. Sejak tahun 2014 dia adalah penggagas antologi '''Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia''' yang dikelolanya sejak 2013 untuk mendokumentasikan karya-karya penyair terkini dari seluruh Indonesia yang pada Lumbung Puisi jilid 3 th 2015, jilid 4 th 2016 , jilid 5 th 2017 diterbitkan oleh Sibuku Media Jogyakarta. Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku Saksi Ibu Melihat Reformasi 2012. Kumpulan puisi Sakkarepmu! merupakan karya bersama penyair penyair Mbeling Indonesia yang juga digagasnya bersama Aloysius Slamet Widodo, Sosiawan Leak, Bambang Widiatmoko pada tahun 2014/2015. Tahun 2017 penggagas terbitnya antologi bersama nasional Tadarus Puisi yang diikuti oleh 83 Penyair Indonesia Modern diterbitkan oleh Media Penebar Pustaka[3].

Karya Pribadi:
Bunyikan Aksara Hatimu[4]  Sibuku  Jogyakarta 2014

Jangan Jadi sastrawan ,Indie Publishing Jakarta 2014

Jakarta Tak Mau Pindah ,Indie Publishing Jakarta 2014

Si Bung ,Leutikaprio Jogyakarta 2014

Mas Karebet , Sibuku Jogyakarta 2015)

Surau Kampung Gelatik ,Sibuku Jogyakarta 2015

Satu Keranjang Ikan[5] ,Sibuku Media Jogyakarta 2016

Karya bersama :
Puisi Menolak Korupsi

Memo untuk Presiden

Lumbung Puisi

Tifa Nusantara 1

Tifa Nusantara 2

Memo Anti Terorisme

Cerita Bergambar :
Kopral Dali[6], Sibuku Media Jogyakarta 2015

Meriam Roda Sijagur, Sibuku Media Jogyakarta 2016

Pertempuran Heroik di Ciwatu, Sibuku Media Jogyakarta 2017

Penghargaan:
Penulis Certa Anak 2004 Kemendikbud

Referensi
^ "Halaman profil Rg Bagus Warsono - Kompasiana.com". www.kompasiana.com (dalam Indonesian). Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Rg Bagus Warsono, Membumikan Sastra Lewat Buku Lumbung Puisi - Radar Cirebon". Radar Cirebon (dalam id-ID). 2016-09-28. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ Warsono, Agus. "TADARUS PUISI PENYAIR INDONESIA MODERN".
^ "Bunyikan Aksara Hatimu (kumpulan puisi)". dewipustaka.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Segera Terbit Karya Rg Bagus Warsono , kumpulan puisi Bahari , Satu Keranjang Ikan". www.ayokesekolah.com. Diakses tanggal 2017-08-18.
^ "Sambut hari Pahlawan Segera Terbit Karya Rg Bagus Warsono". majalahsuluh.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2017-08-18.
Kategori: Sastrawan Indonesia

Selasa, 31 Oktober 2017

Doa Doa Di Jakarta – WS Rendra

Doa Doa Di Jakarta – WS Rendra


Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.
Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.
Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.
Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan –
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.
Ibumu mempunyai hak yang sekiranya kamu mengetahui tentu itu besar sekali
Kebaikanmu yang banyak ini
Sungguh di sisi-Nya masih sedikit
Berapa banyak malam yang ia gunakan mengaduh karena menanggung bebanmu
Dalam pelayanannya ia menanggung rintih dan nafas panjang
Ketika melahirkan andai kamu mengetahui keletihan yang ditanggungnya
Dari balik sumbatan kerongkongannya hatinya terbang
Berapa banyak ia membasuh sakitmu dengan tangannya
Pangkuannya bagimu adalah sebuah ranjang
Sesuatu yang kamu keluhkan selalu ditebusnya dengan dirinya
Dari susunya keluarlah minuman yang sangat enak buatmu
Berapa kali ia lapar dan ia memberikan makanannya kepadamu
Dengan belas kasih dan kasih sayang saat kamu masih kecil
Aneh orang yang berakal tapi masih mengikuti hawa nafsunya
Aneh orang yang buta mata hatinya sementara matanya melihat
Wujudkan cintaimu dengan memberikan doamu yang setulusnya pada ibumu
Karena kamu sangat membutuhkan doanya padamu
WS Rendra

Dan kami hanya sekadar urun memelihara sastra Indonesia sesuai kemampuan

Kekeliruan itu manakala personal didahulukan untuk terkenal ketimbang karyanya
Lumbung Puisi lebih mengutamakan publisitas karya ketimbang nama penyairnya
Lumbung Puisi slalu menghargai untuk kebebasan berkreativitas.
Penyair itu ukurannya bukan terkenal tetapi dikenal karyanya

Sekecil Apapun Kreavitas Sastra Harus Dihargai

Sahabat Lumbung, Anda tidak perlu heran dalam dunia sastra akan judul-judul kegiatan, judul-judul buku, judul-judul acara dan judul-judul lomba sastra yang bersifat nasional atau internasional yang dilakukan oleh berbagai komunitas dengan nama-nama nasional pula. Sebab Anda juga bisa membuatnya kapan saja. Bahkan kegiatan resmi yang dilakukan oleh badan pemerintah semacam Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Perpustakaan Nasional atau Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan belum dapat dikatakan memiliki kekuatan pengakuan atas kegiatan yang diselenggarakannya itu oleh pandangan publik sastra.

Oleh karena semua kegiatan sastra sebesar apa pun belum dapat memiliki kekuatan pengakuan atas kegiatan yang diselenggarakannya itu oleh pandangan publik sastra, maka sekecil apa pun, dimana pun, dan sia pa pun pelakunya kegiatan sastra harus dihargai oleh semua pecinta sastra.

Lumbung Puisi , Wahana Belajar dan Pembelajaran Sastra Indonesia

Lumbung Puisi sebagai wahana belajar dan pembelajaran sehingga menghasilkan mutu.
Tidak pelu wah atau dibesar-besarkan. Yang penting terus aktif dan terpelihara keasliannya. Lebih baik kecil dan mungil tapi terus bersinar dapi pada besar dan bersinar kemudian padam.


Kamis, 05 Oktober 2017

Berkarya Puisi bagus

Langkah awal adalah berkarya puisi bagus. Di antologi bersama yg diselenggarakan berbagai komunitas juga tidak apa2, sebagai sarana pengenalan diri. Usahakan jangan mencipta asal-asalan itu merugikan diri (terutama pandangan intelektualitas sastra Anda). Suguhkan puisi terbaik meski hanya sebuah. Kenalkan / sosialisasikan antologi itu semampunya agar merambah untuk dikenal. Satu, dua. tiga orang akhirnya menetahui dan kemudian berikutnya akan mengakui Anda sebagai penyair berbobot.
Mungkin Anda sering mendengar penampilan baca puisi / cerpen di event nasional dengan puisi yang sangat tidak dikatakan nasional karena rendahnya mutu puisi? mungkin Anda heran atau tidak peduli akan kejadian itu. Tetapi mungkin Anda berfikir sama dengan penulis ( RgBagus Warsono). Apa maksudnya panitia menampilkan puisi / cerpen demikian dibacakan dan juga penampilan khusus pembaca puisi itu. Dan penulis yakin dugaan kita tak berbeda .


Bagi pekerja seni (juga penyair murni) dana sangat penting diperlukan disamping kemampuan dan kemauan berkerja. Sudah menjadi maklum apabila pekerja seni itu 'berterima kasih dengan caranya.
Masalahnya sederhana adalah sejauhmana penyelenggara event 'nasional itu jauh atau dekatnya dengan idealisme pandangan terhadap sastra yang dimiliki serta tujuan diselenggarakan even sastra nasional itu.

Di sisi lain kita harus maklum. Sastra apalagi puisi juga penyair serta berbagai kelompok/komunitas, kegiatan sastra hidupnya dari simpatisan, donatur, kepedulian pribadi seseorang dan proposal yang diajukan pada lembaga pemerintah/ swasta atau kepada perorangan tokoh.



Niscaya publik pembaca akan menghormatimu

Sahabat mudaku semua diharapkan kuat dan mandiri, terus menulis dan posisikan sejajar dengan penyair-penyair besar negeri ini. Kesejajaran itu didapat bukan dari penampilan dan pengakuan lembaga tertentu atau seringnya berkumpul ria, tetapi dengan membuahkan karya yang bagus dan bermutu sastra tinggi .Niscaya publik pembaca akan menghormatimu.

Jumat, 22 September 2017

Wawasan sastra itu luas

Begini, wawasan sastra itu luas, disiplinnya tersendiri. Ada yg mengerti banyak hal tapi sedikit, ada yang mengeri banyak hal tapi bidang-bidang tertentu saja, ada yang berpengalaman banyak hal tapi sedikit melakukan, ada yang berpengalaman banyak hal tapi hanya pada bidang-bidang terentu saja. Ada yang mengerti teori luas, seluas samudra tetapi belum memahami kenyataan lapangan. Ada yang memahami berbagai bidang tapi prakteknya tak sesuai dengan pemahamannya, sebaliknya ada yang prakteknya bagus tetapi pada bidang tertentu saja. HB Jassin semasa hidupnya juga tidak sombong dan slalu menerima pendapat orang lain.

Sastra kita dikoyak-koyak

Mereka memaksa publik unt mengakui seseorang sbg penyair paling hebaaaaaaaaat di Indonesia dengan kekuatan rupiah. Karena itu bukan menantang, silahkan kalian berjajar berikut pembela-pembelanya dan bersahut-sahutan memberi alasan yang mendasar untuk mempertahankan keyakinanmu. Tak peduli dengan nama-nama besar dan apa pun latar pendidikanmu. Dan biarkan aku sendiri duduk menghadapinya dan mendengar ocehanmu. Lalu aku hanya akan berkata pada setiap orang yang duduk berjajar itu satu persatu "Kamu penyair apa bukan ?"

Selasa, 12 September 2017

Daftar hari Besar Nasional (September-Desember)

01 September : Hari Jantung Dunia (Internasional)
01 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
03 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
04 September : Hari Pelanggan Nasional
08 September : Hari Aksara (Internasional)
08 September : Hari Pamong Praja
09 September : Hari Olah Raga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
15 September : Hari Demokrasi (Internasional)
16 September : Hari Ozon (Internasional)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Nasional
21 September : Hari Perdamaian Dunia (Internasional)
24 September : Hari Tani Nasional
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
28 September : Hari Jantung Sedunia (Internasional)
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

01 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
01 Oktober : Hari Vegetarian Sedunia  (Internasional)
01 Oktober : Hari Lanjut Usia (Internasional)
02 Oktober : Hari Batik Nasional dan Hari Batik Dunia
05 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
05 Oktober : Hari Guru Sedunia (Internasional)
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Internasional)
14 Oktober : Hari Penglihatan Dunia (Internasional)
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang (Internasional)
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia (Internasional)
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober : Hari Osteoporosis Sedunia (Internasional)
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-bangsa (Internasional)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan

05 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Ganefo
10 November : Hari Pahlawan
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Kesehatan Nasional
12 November : Hari Ayah Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia (Internasional)
20 November : Hari Anak (Internasional)
21 November : Hari Pohon (Internasional)
21 November : Hari Televisi Sedunia (Internasional)
22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional
25 November : Hari Guru (PGRI)
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)

01 Desember : Hari Artileri
01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional)
03 Desember : Hari Penyandang Cacat (Internasional)
07 Desember :  Hari Penerbangan Sipil (Internasional)
09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri)
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
25 Desember : Hari Natal

Daftar Hari Besar Nasional (Mei-Agustus)

01 Mei : Hari Buruh Sedunia (Internasional)
01 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
02 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
05 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
05 Mei : Hari Bidan (Internasional)
17 Mei : Hari Buku Nasional
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Internasional)

01 Juni : Hari Lahir Pancasila
01 Juni : Hari Anak-anak Sedunia (Internasional)
03 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional)
08 Juni : Hari Laut Sedunia
21 Juni : Hari Krida Pertanian
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional)
29 Juni : Hari Keluarga Berencana (KB)

01 Juli : Hari Bhayangkara
05 Juli : Hari Bank Indonesia
09 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
17 Juli : Hari Keadilan (Internasional)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

01 Agustus : Hari ASI Sedunia (Internasional)
05 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
08 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
09 Agustus : Hari Masyarakat Adat (Internasional)
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
12 Agustus : Hari Remaja (Internasional)
14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional

Daftar Hari Besar Nasional (Januari-April)

01 Januari : Hari Tahun Baru Masehi (Internasional)
03 Januari : Hari Departemen Agama
05 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
10 Januari : Hari Gerakan Satu Juta Pohon (Internasional)
10 Januari : Hari Tritura
15 Januari : Hari Darma Samudra
25 Januari : Hari Gizi Dan Makanan
25 Januari : Hari Kusta (Internasional)

02 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional)
04 Februari : Hari Kanker Dunia (Internasional)
05 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)
09 Februari : Hari Pers Nasional (HPN)
09 Februari : Hari Kavaleri
14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

01 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta
01 Maret : Hari Kehakiman Nasional
06 Maret : Hari KOSTRAD (Komando Strategis Angkatan Darat)
08 Maret : Hari Perempuan (Internasional)
09 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
15 Maret : Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional)
17 Maret : Hari Perawat Nasional
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
20 Maret : Hari Dongeng Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Puisi Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Down Syndrome (Internasional)
21 Maret : Hari Hutan Sedunia (Internasional)
22 Maret : Hari Air Sedunia (Internasional)
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia (Internasional)
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional)
30 Maret : Hari Film Indonesia

01 April : Hari Bank Dunia (Internasional)
02 April : Hari Peduli Autisme Sedunia (Internasional)
02 April : Hari Buku Anak Sedunia (Internasional)
06 April : Hari Nelayan Indonesia
07 April : Hari Kesehatan (Internasional)
09 April : Hari TNI Angkatan Udara (TNI AU)
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
17 April : Hari Hemophilia Sedunia (Internasional)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA)
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi (Internasional)
23 April : Hari Buku Sedunia (Internasional)
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
25 April : Hari Malaria Sedunia (Internasional)
26 April : Hari Kekayaan Intelektual Sedunia (Internasional)
27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia
28 April : Hari Puisi Nasional
28 April : Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Internasional)
29 April : Hari Tari (Internasional)

Senin, 11 September 2017

Sastrawan Lumbung Puisi

Lumbung Pusi 

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia adalah sebuah lembaga Dokumentasi sastra karya modern sastrawan Indonesia yang didirikan atas prakarsa Agus Warsono (Rg Bagus Warsono), Nurochman Sudibyo YS dan Dyah Setyawati pada 1 Januari 2013 di Indramayu Jawa Barat, dengan kurator sastra Agus Warsono yang bertujuan untuk mendokumentasikan karya sastra terkini yang terus berkembang dengan menerbitkan buku sastra puisi [1][2]. Alamat lebaga ini di Jl. Alamanda Merah No. 6 Perumahan Citra Dharma Ayu kelurahan Margadadi kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Kegiatan Lumbung puisi pertama mulai mendokumentasikan karya-karya sastrawan Indonesia pada tahun 2013 dengan mendokumentasikan puisi dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid Pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika dengan kata pengantar Rg Bagus Warsono diikuti oleh 30 penyair Indonesia. Pada tahun 2014 mendokumentasikan puisi penyair Indonesia dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II bertema Kampung Halaman diikuti oleh 81 penyair Indonesia, penerbit Sibuku Media[3]. Pada tahun 2015 mendokumentasikan puisi sastrawan Indonesia dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III bertema Perempuan Desa diikuti oleh 75 penyair Indonesia, penerbit Sibuku Media[4]. Pada tahun 2016 mendokumentasikan puisi sastrawan Indonesia dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid IV bertema Margasatwa Indonesia dengan kata pengantar Hasan Bisri BFC diikuti oleh 57 penyair Indonesia penerbit, Sibuku Media[5]. Pada tahun 2017 mendokumentasikan puisi sastrwan Indonesia dalam antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid V bertema Sex (Rasa Sejati) dengan kata Pengantar Sosiawan Leak, diikuti 53 penyair Indonesia, penerbit Penebar Media Pustaka[6][7][8]. Pada tahun 2017 juga mendokumentasikan Edisi Khusus berjudul Tadarus Puisi dan Edisi Spesial Kita Dijajah Lagi.Nama-nama penyair Lumbung Pusi Sastrawan Indonesia sebagai berikut:

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid I

1.Abdul Wahid,

2.Ali Syamsudin Ars,

3.Aloeth Pathi ,

4.Andrian Eka Saputra ,

5.CecepNurbani ,

6.Dimas Indiana Senja

7.Dwi Klik Santosa,

8.Eddie MNS Soemanto,

9.eL Trip Umiuki,

10.Fahmi Wahid,

11.Fasha Imani Febrianty,

12.Fitrah Anugerah ,

13.Gampang Prawoto,

14.Iwan Kusmiadi,

15.Julia Hartini,

16.Mohamad Amrin.

17.Moh. Ghufron Cholid ,

18.Muhammad Hafeedz Amar Riskha,

19.Nieranita,

20.Novy Noorhayati Syahfida ,

21.Puji Astuti,

22.Rezqie Muhammad AlFajar Atmanegara,

23.Ridwan Ch. Madris ,

24.Roni Nugraha Syafroni ,

25.Soekoso DM,

26.Sokanindya Pratiwi Wening,

27.Sus S. Hardjono, 28.Syarif hidayatullah,

29.Wadie Maharief,

30. Wardjito Soeharso


Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II

001. Abdul Wahid (Karanganyar)

002.Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)

003.Alra Ramadhan (Kulonprogo)

004.Alya Salaisha-Sinta (Cikarang Kab. Bekasi))

005. Aloeth Pathi (Pati)

006. Anita Riyani (Tanah Bumbu, Kalsel)

007.Andrian Eksa (Boyolali)

008 .Anung Ageng Prihantoko (Cilacap)

009. Aulia Nur Inayah (Tegal)

010 . Bambang Widiatmoko (Jakarta)

011. Badruz Zaman (Sumenep)

012.Budhi Setyawan (Bekasi)

013.Devi yulianti wafiah(Paseh)

014.Dewa Putu Sahadewa (Kupang)

015. Dhito Nur Ahmad( Makasar)

016.Dhinar Nadi Dewii (Sukoharjo)

017. Diah Natalia (Jakarta)

018.Diah Budiana (Serang)

019.Dian Rusdiana (Bekasi)

020.Dianie Apnialis M (Bandung)

021.Djemi Tomuka (Manado)

022.Devi yulianti wafiah(Paseh)

023.Dwi Rezki Hardianto Putra Rustan (Maros)

024.Elvis Regen (Palembang)

025. Ekohm Abiyasa (Karanganyar)

026. Esti Ismawati (Klaten)

027. En Kurliadi Nf (Sumenep)

028.Fatmawati Liliasari (Takalar)

029.Fasha Imani Febriyanti (Bandung)

030.Fitrah Anugerah (Bekasi)

031.Fitrah Rahim. (Maros)

032. Gampang Prawoto (Bojonegoro)

032. Gampang Prawoto (Bojonegoro)

033.Ghufron Cholid (Sampang)

034.Hasan Bisri BFC (Bogor)

035. Hidayatul Hasanah (Trenggalek)

036.Imam Eka Puji Al-Ghazali (Batuputih)

037. I Putu Wahya Santosa (Bulelelng)

038.Iska Wolandari (Ogan Komering Ilir)

039.Jack Efendi (Bekasi)

040.Julia Hartini (Bandung)

041.Lucky Purwantini(Bekasi)

042.Lukni Maulana

043.M. Amin Mustika Muda (Barito Kuala,Kalsel)

044.M. Ardi Kurniawan(Jogyakarta)

045.Malisa Ladini (Semarang)

046.Ma'sum (Sumenep)

047.Muchlis darma Putra (Banyuwangi)

048.Novia Nurhayati (Bogor)

049.Nurul Hidayah (Banjarmasin)

050.Nyi Mas Rd Ade Titin Saskia Darmawan (Denpasar)

051.Niam At-Majha (Pati)

052.Novi Ageng Rizqy Amalia (Trenggalek)

053.Nur Lathifah Khoerun Nisa (Cilacap)

054.Nastain Achmad (Tuban)

055.Nila Hapsari (Bekasi)

056.Pradita nurmalia (Surakarta)

057. Roni Nugraha Syafroni (Cimahi)

058. Rachmat Juliaini (Makasar)

059.Rachmad Basuni

060. Refa Kris Dwi Samanta (Purwokerto)

061.Seruni Unie (Solo)

062.Syarif hidayatullah (Banjarmasin)

063. Sofyan RH. Zaid (Bekasi)

064.Sokanindya Pratiwi Wening (Medan)

065.Sugi Hartono (Batanghari)

066.Suyitno Ethex (Mojokerto)

067. Sindi Violinda(Medan)

068. Tuti Anggraeni (Bekasi)

069.Thomas haryanto soekiran (Purworejo)

070.Vera Mutiarasani (Karawang)

071.Wadie Maharief (Jogyakarta)

072.Wayan Jengki Sunarta (Bali)

073. Wintala Achmad (Cilacap)

074.Wong agung utomo (Bekasi)

075. Wulandari ( Nawang Wulan)

076. Yusti Aprilina (Bengkulu Utara)

077.Zen AR

087. Diana Roosetindaro (Surakarta)

079.Ardi Susanti (Tulungagung)

080. Lailatul Kiptiyah (Mataram)

081. Munadi Oke


Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III

001. Roni Nugraha Syafroni. (Kota Cimahi )

002. I Putu Wahya Santosa (Kab.Buleleng)

003. Julia Hartini,( Bandung )

004. Ahmad Samuel Jogawi (Pekalongan).

005. Devi Yulianti Wafiah , (kab Bandung )

006. Ayu kusuma dewi,(Maumere,NTT)

007. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)

008. Ari Susanto,(Kebumen)

009. Osratus Sutarso (Sorong, Papua)

010. En Kurliadi Nf (Bekasi)

011. Sumrahadi (Munadi Oke)(Pesisir Selatan,Sumbar)

012. Hasan Maulana A.G (Subang)

013. Novia Rika Perwitasari. (Jakarta)

014. Budhi Setyawan, (Bekasi)

015. Ferry Willi Riawan (Surabaya)

016. Syarif hidayatullah, (Banjarmasin)

017. Fience Mokoginta,(Kotamobagu)

018. Anggi Putri, (Surabaya)

019. Niken Kinanti, (Pati)

020. Imam Khanafi, (Kudus)

021. Panji Subrata, (Pati)

022. Gampang Prawoto (Bojonegoro)

023. Nazri Z. Syah,(Aceh)

024. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep)

025. BJ Aroki. (Pontianak)

026. Arif Rahman Hakim (Padang)

027. Aditya D. Sugiarso (Demak)

028. Ach.Shobirn ( Pontianak)

029. Taty Toeryanti Noer,

030. Aloeth Pathi, (Pati)

031. Kurnia Fajar (Wonogiri)

032. Alek Brawijaya (Teluk Kijing Sumatra Selatan)

033. Nuraini (Surakarta)

034. Alias, (Kendari)

035. Sofyan RH. Zaid (Sumenep)

036. Ukrowiyah (Kediri)

037. Markhatul Hamidah (Tangerang Selatan)

038. Syarifuddin Arifin (Padang)

039. Norool Fahriyah, (Pulang Pisau, Kalteng)

040. Dasuki Kosim (Indramayu)

041. Ayuning Tyas Muji Rahayu (Gresik)

042. Wahyu Hidayat( Banyuwangi)

043. Fitry Nurul Hanie (Medan)

044. Ni Made Rai Sri Artini (Kab Badung ,Bali)

045. Selendang Sulaiman (Badung Bali)

046. Yose Rizal Triarto (Cirebon)

047. Muakrim M Noer Soulisa (Maluku Tengah)

048. Sokanindya Pratiwi Wening (Aceh Utara)

049. Hasan Bisri BFC (Bogor)

050. Samuel Jogawi (Pekalongan)

051. Wadie Maharief (Yogyakarta)

052. Herlina Priyambodo (Jakarta)

053. Eddie MNS Soemanto (Padang)

054. Irawati (Pidie)

055. Dewa Sahadewa (Kupang)

056. Saifa Abidillah (Bantul)

057. Darman D. Hoeri (Malang)

058. Soekoso DM (Purworejo)

059. Joni Affandi (Cirebon)

060. Nurjanah Nasution (Medan)

061. Buana K.S (Sidoarjo Jawa Timur)

062. A. Rosidi (Sumenep)

063. Abu Ma’mur MF(sumenep)

064. Ikvan Hadi Prasetyo (Surabaya)

065. Alif Raung Firdaus (Jember)

066. Hartina Samosir (denpasar)

067. Edi Purwanto(Lampung Selatan)

068. Andre Wijaya (Binjai Sumatera Utara)

069. Tara Kartika Soenarto (Surakarta)

070. Imamah Fikriyati Azizah (Klaten)

071. Seruni Unie (Solo)

072. Tri Okta Argarini (Kediri)

073. Elvandarisa Astandi (Malang)

074. Purwanto (Surakarta)

075. Shonhaji (Sidoarjo )


Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid IV

1.Abu Ma’mur MF (Brebes)

2.Agustav Triono (Purbalingga)

3.Alveng Subrata(Surabaya)

4.Amrin Moha (Cirebon)

5.[[Anggoro Suprapto]](Semarang)

6.Anjrah Lelono Broto(Jombang/Mojokerto)

7.Arif Khilwa (pati)

8.Ari Witanto (Bekasi)

9.Arwinto Syamsunu Ajie(Kebumen)

10.Arya Setra (Jakarta Utara)

11.[[Bambang Widiatmoko]](Jakarta)

12. Damar Angara (Demak)

13.Dedy Tri Riyadi (Tangerang)

14.Denting Kemuning(Surabaya)

15.Denis Hilmawati (Bekasi )

16.Dharmadi, DP (Purwokerto)

17.Daviatul Umam (Sumenep)

18.Eka Rs (Tasikmalaya)

19.Ersa Sasmita(Jakarta)

20.Eno El Fadjeri (Jakarta Barat)

21.Eri Sofratmin (Muara Bungo Jambi))

22.Faiz Saf'ani(Tegal)

23.Fitrah Anugerah(Bekasi)

24.H. Shobir Poer (Tangerang)

25.Hadi sastra(Tangerang)

26.Harmany (Pamekasan)

27.Hasan Maulana A. G( Serawak Malaysia)

28.Heru Mugiarso(Semarang)

29.Jen Kelana(Muara Angin Jambi)

30.Kurniawan Yunianto(Semarang)

31.Little Lite (Muara Bungo, Jambi)

32.Mike Dwi Setiawati(Cirebon)

33.Mohamad Firdaus (Banyumas)

34.Muakrim M Noer Soulisa (Maluku Tengah)

35.Mukti Sutarman Espe (Kudus)

36.Nanang Suryadi (Malang)

37.Navys Ahmad(Tangerang)

38.Ni Made Rai Sri Artini (Denpasar)

39.Novia Rika (Jakarta)

40.Rachmad Basuni (Solo)

41.Refa Kris Dwi Samanta (Banyumas)

42.Rere Desvada (Bandung)

43.Riswo Mulyadi (Banyumas)

44.Rg Bagus Warsono(Indramayu)

45.Sami’an Adib (Jember)

46.Shon Sweet's(Sidoarjo)

47.Sumrahhadi (Munadi Oke)(Jakarta)

48.Sri Subekti Handayani (Bandung)

49.Supi El-Bala (Tangerang)

50.Suyitno Ethex (Mojokerto)

51.Tajuddin Noor Ganie (Banjarmasin)

52.Thomas haryanto soekiran(Purworejo)

53.W Haryanto(Blitar)

54.Wadie Maharief (Jogyakarta)

55.Wahyudi Abdurrahman Zaenal (Ketapang Kalbar)

56.Wans Sabang(Jakarta)

57.Yuyun Ambarwanto(Wonogiri)


Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid V

1. Aang A.K (Jakarta)

2. Abu Ma’mur MF (Brebes)

3. Ade Sri Hayati (Indramayu)

4. Andi Surya (Bogor)

5. Agung Wig Patidusa (Semarang)

6. Agus Sighro Budiono (Bojonegoro)

7. Agustav Triono (Banyumas)

8. Af Dhal, Heran (Muara Bungo, Jambi)

9. Anggoro Suprapto ( Semarang)

10. Artvelo Sugiarto (Semarang)

11. Arya Setra (Jakarta)

12. Asep Dani (Cianjur)

13. Bayu Aji Anwari (Semarang)

14. Dasuki Kosim (Indramayu)

15. Djemi Tomuka(Manado)

16. Eddy Pramduane (Jakarta)

17. Eko Saputra Poceratu (Ambon)

18. Eri Syifratmin (Muara Bungo)

19. Gampang Prawoto (Bojonegoro)

20. Harmany (Pamekasan)

21. Hasan Maulana A. G (Subang)

22. Marthen Luther Reasoa, (Ambon Maluku)

23. Mohamad Amrin/Amrin Moha (Cirebon)

24. Mohamad Iskandar (Demak)

25. Muhammad Daffa, (Banjarbaru)

26.Muhammad Lefand (Jember)

27. Muakrim M Noer ( P Buru)

28. Munadi Oke (Pesisir Selatan Sumatera Barat)

29. Najibul Mahbub (Pekalongan)

30. Ni Made Rai Sri Artini (Denpasar)

31. Novia Rika (Jakarta)

32. Nunung Noor El Niel (Denpasar, Bali)

33. Nur Komar (Jepara)

34. Osratus (Sorong)

35. Rahmat Basuni (Solo)

36. Riswo Mulyadi (Banyumas)

37. Salimi Ahmad (Jakarta)

38. Sami’an Adib (Jember)

39. Sapin (Majalengka)

40. Senandung Pusara/Eka Rs (Tasikmalaya)

41. Shonhaji Muhammad (Sidoarjo)

42. Slamet Unggul (Semarang)

43. Sokanindya Pratiwi Wening (Aceh)

44. Suhaeli (Indramayu)

45. Supi El-Bala (Tangerang)

46. Syahriannur Khaidir (Sampang)

47. Syarif hidayatullah (Banjarmasin)

48. Thomas Haryanto Soekiran (Purworejo)

49. Tosa Poetra (Trenggalek)

50. Wadhie Maharief (Jogyakarta)

51. Wardjito Soeharso (Semarang)

52. Winar Ramelan (Denpasar Bali )

53. Zaeni Boli (Bekasi)

Kamis, 07 September 2017

Tentang Sekolah Penyair

1.Sekolah Penyair pun akhirnya berujung pd karya. Yg sudah berkarya adalah penyair
2.Mhs Sekolah Penyair yg sudah berkaya berarti sudah lulus sebagai penyair.
3.Mhs Sekolah Penyair yg sudah menjadi penyair adalah penyair yg memahami belajar sepanjang hayat.
4. Yang memahami belajar sepanjang hayat berarti hidup dan kehidupannya adalah suatu pembelajaran bagi dirinya.
5..Orang yang menghayati kehidupan dirinya berarti telah menemukan jati diri.
6. Penyair yang sesungguhnya adalah penyair yang memahami jati diri.
Demikian wacana Sekolah Penyair ditutup dengan dan setelah mengikuti serta membaca ini berarti telah faham akan makna penyair, ini berarti Anda tidak perlu menjadi mahasiswa Sekolah Penyair karena Anda adalah Penyair yg sesungguhnya.
Semoga melalui pencerahan ini kita semua menjadi memahami makna 'belajar sepanjang hayat bagi kita semua .
Salam .
Rg Bagus Warsono.7-9-17

Kurikulum Sekolah Penyair

Kurikulum sekolah penyair tidak dari pemahaman bahasa Indonesia tetapi mulai dari :
1. Estetika
2. Logika
3. Tafsir Puisi.
4. Mimpi
5.prasasti
6.publikasi
Silahkan yg menghendaki menjadi dosen gratis untuk menyumbangkan tulisan yang akan dijadikan modul pembelajaran.

Murid-muridku Akan Menjadi Penyair Sesungguhnya

Tentu aku tidak seperti Bung Karno dengan 10 pemuda sanggup mengguncangkan dunia. Murid2ku yg mau belajar sastra untuk menjadi penyair akan menjadi penyair sesungguhnya yg akan dapat membawa diri dalam cita-cita mereka. Tidak muluk2 mereka akan menjadi penyair yg terhormat di Tanah Air ini.

Minggu, 27 Agustus 2017

Proses Kreatif

Proses Kreatif
Proses kreatif adalah perjalanan seseorang penyair dalam pencarian jati diri dan pengembangan kreasi atas karyanya dalam menuju penemuan karya yang melekat dengan personalnya. Klimak proses kreatif sebetulnya pada pengakuan masyarakat atas karya-karya yang dilahirkan dalam perjalanan proses itu. Proses kreatif juga tampak tidak berujung dan bahkan berujung hingga akhir hayat seorang penyair.
Yang menjadi permasalahan banyak orang terlena atas karya yang dianggap dirinya merupakan klimak proses kreatit itu dan ia menikmatinya tanpa melakukan proses kreatif yang baru sehingga bukan tidak mungkin akan dikalahkan oleh orang lain yang melakukan proses kreatif yang sama tanpa henti dengan selalu berinovasi.













Sabtu, 26 Agustus 2017

Titel Haji

Menurut pendapat saya, suatu saat orang Indonesia enggan menggunkan titel haji setelah pulang dari menunaikan ibadah haji. Di zaman ilmiah ini, orang akan berfikir, bahwa haji adalah rukun Islam, jika menjadi titel (gelar) bagaimana dengan 4 rukun Islam lainnya, umpamanya orang yang baru menunaikan ibadah zakat atau saum , akankah nempel juga titel atau gelar zakat dan saum di namanya?

Penyair Bukan Biduan Dangdut Pantura.

Penyair Bukan Biduan Dangdut Pantura.
Dengan bermodal wajah cantik, pamer ketiak, dan belahan payudara penyanyi dangdut itu langsung melejit terkenal di beberapa kota pantura. Soal suara itu nomor dua, tinggal celananya dipendekan saja cengkok dan fibra suaranya sudah ehem ehem. Memang sih tidak semua biduan begitu.
Rupanya penyair niru-niru juga biduan dangdut pantura, tidak yang laki-laki atau perempuan banyak yang niru-niru biduan dangdut. Pokoknya 'penampilan dulu, karya nomor dua. Tentu saja cepat dikenal dan kesohor bahkan sampai pansel (pantai selatan jawa).
Oh walah ternyata dicari piringan hitamnya di Lokananta (perusahaan rekaman doeloe) suara biduan itu tidak ada! wah wah. Nah yang ngaku penyair harus punya karya donk, nanti disangka biduan dangdut pantura.

Jumat, 25 Agustus 2017

Pembenaran Siapa Penyair

  Pembenaran Penyair.
Pembenaran penyair berujung pada pengadilan publik atas karya yang diakui publik sebagai karya sastra. Publik adalah publik pembaca dalam hal ini masyarakat pencinta sastra, kurator, kritikus, akademika, dan perpustakaan serta pasar buku. Pembenaran penyair harus dimiliki oleh insan penyair agar menjadi cacatan sejarah bangsa. Bukan populair atau tidak populair tetapi catatan bangsa dari yang disebut diatas tersebut yakni pencinta sastra, kurator, kritikus, akademika, perpustakaan dan pasar buku. Pembenaran adalah pengakuan bahwa penyair itu memcipta karya sastra bermutu yang layak sebagai bacaan sastra. Jadi generasi muda tidak perlu khawatir dengan banyaknya penyair sebab mutu sastra tetap nomor satu dan publik yang mengadilinya.(rg bagus warsono 25-8-17)

Dulu sosok HB Yassin adalah pembenaran tunggal bagi pembenaran siapa penyair di Indonesia. Pada saat itu patut dimaklumi karena sejarah sastra kita begitu. Sekarang pembenaran tunggal tidak berlaku dalam kajian dan riset ilmiah sebab harus diperoleh sumber pembanding dari kurator lain. Demikian Pembenaran Penyair. ilmiah memerlukan banyak referensi sumber terpercaya lain agar tidak terjadi kesalahan atas penetapan kajian ilmiah.

 Kekeliruan sering kali terjadi atas penilaian dan peklasifikasian sastra sastrawan Indonesia. Jawabnya adalah sepele yaitu adanya 'kepentingan.
Jika kalian baca riwayat sastrawan Pramoedya Ananta Toer bagaimana ia dikucilkan namanya dari sastra Indonesia justru oleh kurator-kurator terkenal pada saat itu. Ini jawabnya sepele yaitu 'kekeliruan atas 'kepentingan.
Dan hal semacam ini, di masa semakin maju dan beradab ini mari kita mencegah agar tidak terjadi kekeliruan semacam itu.

 Namun sungguh tak pantas dan tak masuk akal, kekeliruan justru terjadi di tahun 2014 tahun masuk dalam masa modern dengan pemikiran modern dan kajian intelektual yang semakin canggih dimana terjadi cacat sejarah sastra Indonesia manakala PDS HB Jassin mengumumkan 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia penetapan dari beberapa sastrawan. Kejadian ini anggap saja sebagai kekeliruan atas suatu kepentingan. Semoga dimasa akan datang tidak terjadi hal demikian itu.

Antara Senang dan Tidak Senang
Menulis siapa siapa penyair kini sah-sah saja terserah penulisnya. Adalah hak seorang penulis untuk menulis semau mereka. Polemik itu terjadi manakala ada antara senang dan tidak senang. Suka dan tidak suka. Seperti yang dikatakan Supardi Djoko Damono seni itu polemik semakin banyak dibicarakan semakin membuat terkenal. Namun tentu saja tetap berakhir pada mutu karena kini masyarakat sudah pandai memilah antara yang bermutu dan tidak bermutu.
(rg bagus warsono , 25 Agustus 2017 tinggal di Indramayu)

Selasa, 22 Agustus 2017

Dan suatu saat kelak beruntung pula nama2 yang disebut dalam bukuku

Inovasi puisi itu seperti campursari, pop dibuat keroncong, keroncong didangdutkan

Kata Abdul Hadi WM penyair itu sendiri, berkarya, dan terkenal karena sendiri

 Kata Abdul Hadi WM penyair itu sendiri, Kiprahnya untuk nama sendiri

 Jadi yg membuat terkenal. kata Abdul Hadi WM, itu bukan orang lain tp sendiri

 Beruntunglah nama2 penyair yg disebut Corrie Layun Rampan

 Dan suatu saat kelak beruntung pula nama2 yang disebut dalam bukuku

semuanya harus gratis tis tis . !

Apapun alasannya, pendidikan dasar 9 th itu gratis (SD/SMP negeri swasta penerima dana BOS), mau di desa atau dikota, sekolah biasa atau standar nasional, biasa-biasa saja atau unggulan, mau gedung asbes atau beritingkat, mau gurunya standar atau doktor , semuanya harus gratis tis tis . !

Masih Banyak yang Diperjuangkan untuk Merdeka

Muda-mudi itu sudah tidak bisa lagi berpacaran di pantai, tak ada ngabuburit di bulan Ramadhan di pantai. Pemancing geleng-geleng kepala, lokasi mancingnya sudah dilarang. Karena berdiri hotel mewah dengan area hotel yang luas dan menghadap ke pantai. Tahu tidak pantai bukan milik rakyat sekarang, katanya.

Ibu jangan berobat di sini, rumah sakit ini tidak melayani jaminan kesehatan rakyat miskin, padahal berlaku di rumah sakit mana saja. Dirumah sakit lain tak disentuh dokter, hanya perawat magang dari akademi perawat, obatnya pun dibedakan. Kalau bisa miskin mati saja jangan berobat. Duhai Indonesia, untuk apa mereka digaji negara? kita dijajah bangsa sendiri.

Dan komplek perumahan-perumhan elit itu dijaga satpam, jalan itu khusus warga komplek itu dan tamu warga komplek itu. Jangan lewat sini , ini bukan jalan umum, padahlah maksudnya agar melalui jalan itu lebih dekat. Apalagi pedagang gerobak dorong, pemulung pun dilarang takut mencuri, Oh republik merdeka masih ada larangan di jalan umum, kita memang dijajah bangsa sendiri.

Lalu sekolah-sekolah dibedakan peruntukannya, masyarakat kaya atau masyarakat miskin. Kamu sekolah di sana, di sini harus kuat membayar, di sini hanya orang-orang kaya. Jadilah si miskin berjalan kaki menjauh ke sekolah 'rakyat kecil. Kita dijajah lagi oleh bangsa sendiri.

Ketika di desa itu berdiri supermarket, warung-warung menjadi sepi pengunjung, toko kecil gulung tikar, pengrajin makanan turun produksi karena sudah jarang pembeli. Mereka kalah pemasaran, kalah manajemen, kalah pemodalan dan kalah semuanya dengan supermarket yang merambah desa. Perekonomian desa menjadi turun dratis, pengagguran bertambah, miskin bertambah. Kita Dijajah Lagi

Penyair dengan ciri puisinya

Ternyata puisi dapat dideteksi bagaimana karakter penyairnya, meski prosentase hasil deteksi karakter sangat rendah, namun pabila mempelajari puisi-puisi seorang penyair dalam beberapa judul dengan tema berbeda kita dapat mengenali karakter penyair. Hasil ini akhirnya menjadi ciri puisi seseorang penyair. Ciri yang unik menjadi faktor bahan pembicaraan yang mengundang perdebatan. Akhirnya pabila disepakati jadilah sebuah ciri yang identik anata puisi dan penyairnya. Ini dapat menjadi teknik untuk dapat dikenal masyarakat luas.

Rabu, 09 Agustus 2017

Tentang Kemajuan Sastra Kita

Penyair kapan pun masanya melekat dengan dunia pendidikan, bahkan sejak zaman kerajaan Singosari. Jadi alangkah baiknya jika penyangga itu harus selalu dilibatkan baik sebagai objek maupun subjek sastra. Ingat bahwa penyangga terbesar masa depan sastra indonesia adalah pendidikan

Roadshow, Lauching, Bazar, Pentas, Antologi Bersama, Seminar, Bedah Buku, Musikalisasi, Pameran, Lomba baca, Lomba Menulis, Shoothing Baca, dll adalah kegitan positif dalam rangka memelihara sastra Indonesia yang justru kebanyakan dilaksanakan oleh masyarakat dan bukan oleh pemerintah.

Ketika orang beramai-ramai ingin menjadi warga negara ruang angkasa adalah gejala kehidupan modern yang pasti akan ditanggapi kalangan sastra. Dikarenakan sastra berkembang tidak hanya mengiringi zaman tetapi juga kadang melampaui masa. Sebagaimana penyair Tan Lioe Ie menulis tentang masa depan sebelum orang banyak ingin menjadi warga negara angkasa.

Ujung kegiatan positif itu adalah apresiasi masyarakat yang berimbas pada personal penyairnya yang berjerih payah memajukan sastra, sebuah promosi yang baik yang patut menjadi contoh untuk perkembangan nama seseorang. Namun demikian jangan sampai berhenti di satu pijakan itu saja. Pasalnya gelombang sastra terus berubah-ubah seiring kemajuan kehidupan dunia ini



Selasa, 08 Agustus 2017

Cinta Anak-anak Indonesia, karya Rg Bagus Warsono

Cinta Anak-anak Indonesia

Cinta anak-anak Indonesia
Pada hari libur
Di Tawangmangu
Di jalan Karanganyar
Bukit menawan
Cinta anak-anak Indonesia kian memudar
Tak menyukai alam
Nyaris hilang dihati

Katanya lebih bagus Amerika , Singapur dan Bangkok.
Wayang itu menyebalkan
Batik norak
Reog kampungan
Becak hanyalah penistaan hidup
Lalu mereka menelusuri tembok cina
Memandang Liberty yang kecapaian
Mengusung obor padam
Mengagumi menara efiel
Katanya Borobudur itu biasa
Prambanan masa lalu
Hanya gedung tak ber-ruang
Dikenakannya kaos warna-warni
Liverpul, Zuventus, dan Milan
katanya,
Persib itu ketinggalan persija ayam kandang.
Idih keroncong
Menyanyi apa ‘ngglendeng’
Dangdut apalagi
lagu sedih tapi berjoget
Namun ketika anak-anak amerika bermain yoyo dan gasing
Cinta anak-anak Indonesia negeri kena batunya
Katanya pengecualian
Jadilah yoyo dan gasing berbatubaterai
Bukan Amerika, Cina-lah yang mengambil kesempatan
Merebut cinta anak-anak Indonesia.
Rg Bagus Warsono

Takka Shi Murah , karya Rg Bagus Warsono

Takka Shi Murah

Tuan Takka Shi Murah
buatkan mobil kecil seukuran bandanmu yang tak laku dijual
di Eropa,
biar Mr Thiang Soul buatkan jembatan layang, ply Over, agar kamu tak bingung mikir
bagaimana lahan padi digusur Cikopo, Cipali, dan Pejagan?
di selat Karimata tangker penuh beras kawak siap kirim ke Jawa,
mengisi gudang dolog yang menjadi sarang tikus sawah

Tuan Takka Shi Murah
asal kau tak beli satelit dari pamanmu
karena langit nusantara tlah penuh sesak satelit
atau kau patungan dengan tetangga, Takka Shi Murah.
internet?
kan sudah dekat loket pembayaran pulsa Singapura
ada bonus android dan IOS
bisa buat narsis wajahmu cantik
Tuan Takka Shi Murah
limbah jadi premium, mesin potong rumput jadi sepedamotor
Sudahlah yang penting anak SMK dapat kerja
dari dulu cuma pandai buat baud.
08-08-17

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sekolah Isine Patungan



Sekolah Isine Patungan
Jarene guru wis mulya
numpake mangkat mulang rodane papat
umahe gedong rajeg wesi
mulang klambine apik kudunge anyar
sepatune mengkilap disemir
nyatane arep dagang
sekolah dadi toko kriditan
muride pinter tapi keder
kabeh aturan ana regane
patungan tuku buku langka lirenne
Bocah minder
wong tua murid mblenger
saben dina kudu ana
patungan werna-werna
guru saiki ora nduweni rai
rai kandel ilmune ngedabel .
RgBagus Warsono, 23 Januari 2016

Secepatnya bangsa asing itu harus ditumpas.

Rupanya Sultan Agung tidak main-main untuk mengusir VOC dari Jawa. Kemarahannya memuncak. ia ingin segera membersihkan Jawa dari bangsa asing yang ingin menguasai jawa, seperti VOC yang datang langsung ingin mengatur. Secepatnya bangsa asing itu harus ditumpas. Karena itu seluruh negeri bahawan Mataram harus turut serta membantu Mataram dalam penyerbuan Batavia itu. Bantuan pun datang dari negeri-negeri bawahan Mataram seperti Pati, Madura, Banyuwangi, Ponorogo, sampai Kediri. Pasukan kedua diberangkatkan melalui laut. Armada mataram susulan ini dipimpin oleh Pangeran Mandurareja, seorang penasehat kerajaan ahli dalam peperangan

penulis Belanda seenak wudelnya

Kurangnya penulis sejarah membuat penulis Belanda seenak wudelnya.Jan Pieterszoon Coen, gubernur Hindia Belanda yang juga kuasa dagang VOC itu dibilang meninggal karena sakit kolera, padahal telah digorok lehernya oleh prajurit Mataram saat keluar benteng Holandia pada th 1629 saat diungsikan oleh pasukan VOC yang kala itu terkepung. . Alasan penulis ini dikarenakan dalam sejarah kerajaan-kerajaan Majapahit hingga kesultanan eks Mataram menundukan kerajaan identik dengan menyerah atau terbunuhnya raja. Prajurit Mataram ingin segera menyudahi peperangan dalam penyerbuan Mataram ke Batavia. Bagi prajurit Mataram, menangkap hidup atau mati raja/pemimpin pihak lawan sama saja dengan mengalahkan kerajaan atau negara itu. (rg bagus warsono)

tata keprajuritan Mataram

Berikut sebuah gambaran bahwa tata keprajuritan kerajaan Majapahit hingga eks kerajaan matram memiliki aturan tatanan kepangkatan yang berpedoman pada tingkat kemampuan olah kanuragan dan ilmu kanuragan diri seorang prajurit :
Sultan Trenggono, raja kerajaan Demak , tertegun ketika melihat seorang anak muda melompat mundur hingga menyebrang selokan ketika beliau hendak melewati jalan itu. Bagi Sultan Trenggono yang faham akan ilmu persilatan, polah anak muda itu tidak sembarangan dan pasti memiliki tingkat ilmu yang tinggi. Jadilah anak muda tersebut menjadi tamtama kerajaan yang kemudian meningkat kariernya sebagai senopati di Demak. Ilmu yang tinggi yang dimiliki anak muda itu membuatnya sultan Trenggono rela menjadikan anak muda itu sebagai menantunya. (anak muda itu diketahui sebagai Mas karebet /Joko Tingkir dan setelah menjadi raja Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya)
Atas dasar ini dalam sejarah Penyerbuan Mataram ke Batavia , tidak mungkin Sultan Agung mengirim algojo untuk membunuh Senopati Bahureksa dan Pangeran Mandurareja , karena tinggkat kepangkatan algojo hanyalah sama dengan ki lurah yang memiliki tugas tertentu di sebuah pemerintahan kerajaan. Algojo tak akan berarti apa-apa dihadapan Senopati Perang seperti Bahureksa dan Pangeran Mandurareja cucu Ki Juru Murtani yang memiliki ilmu silat tinggi. (rg bagus warsono)

olahragawan berprestasi dunia.

Renungan HUT RI itu adalah kerinduan olahragawan berprestasi dunia.

kita dijajah lagi

Warung-warung sepi
akan kehadiran mini market di desa
yang membuat ramai perempatan jalan
dan angkringan malam hanya nyala boklam redup
karena tlah disebrang jalan sambal dan ayam goreng
..............

Rabu, 26 Juli 2017

ikut aku bersama

Aku melihat sesuatu yang besar, terpancar dalam aura , kau waskita linuwih memanggilku untuk menghamba berguru, diam itu emas, aku tembaga rongsok atau parang berkarat, kulihat apimu tak bergoyang meski badai basah, kau sembunyi dibalik pelapah, aku melihat dalam mata wadag. Ampuni aku yang tak tahu diri, sebetulnya jiwa nusantara masih ada tenaga untuk berdiri dalam darahmu, ikut aku bersama Kang Mas.

Minggu, 23 Juli 2017

tema atau genre perlu ditambah

Karena penyair puluhan ribu banyaknya, Karya puisi perlu dipilah-pilah agar penyairnya mudah dikenal, genre itu perlu ditambah. Seperti puisi2 glayengan dengan motornya Aloysius Slamet Widodo. Puisi Religi dengan motornya KH Mustofa Bisri, Puisi Masa depan dengan motornya Tan Lioe Ie, Puisi Sosial dengan motornya Rendra, Puisi Heroik dengan motornya Chairil Anwar, Puisi Cinta seperti Aan Mansur, Puisi tentang pelestarian alam oleh Naning Pranoto, Puisi tentang Alam, tentang korupsi, tentang politik, tentang kemiskinan dan lain-lain Sakarepmu !

 Kenyataannya jarang penyair yang menekuni khusus memilih bidang garapannya yang sebetulnya merupakan modal besar bagi perkembangan kepenyairannya. Padahal sesuatu yang langka itu sebuah 'bintang pandang masyarakat. Contoh misalnya seorang penyair yang menggunakan bahasa daerah tertentu , misalnya, dan menekuninya terus-menerus adalah 'barang langka yang 'mahal nilainya.

 Penggalian ide kadang terhambat dengan yang sudah ada dan pernah diketahui (dibaca) dari karya orang lain dalam satu tema atau genre tertentu. Contoh untuk menggali masalah tema cinta, bukankah pemilik cinta itu tidak hanya dimilki muda remaja tetapi bagaimana percintaan orang bisu, buta, atau kakek yang jatuh cinta. Atau jatuh cintanya pengamen, jatuh cintanya polwan atau perempuan prajurit.

Merambah Pengenalan Buku

Jika aku mendapat tugas aku slalu memberi buku. Kuberikan 3 buah buku "Pertempuran Heroik di Ciwatu, Lumbung Puisi Jilid V dan Tadarus Puisi" . Tampak Bpk Drs, Iding Nur Erwandi memberikan buku2nya pada Kepala SDN Juntinyuat II . Dengan demikian jika itu buku antologi bersama maka semakin banhyak jumlah pembaca. (rg Bagus 22-07-17)

Dunia Penyair Itu

Jika itu manusia, apalah bedanya jelata dan si kaya, orang kebanyakan dan orang terkenal, gelandangan dan kalangan ningrat, penggembira dan artis , semua adalah sama manusia yang memiliki nafsu dan rasa eling. Nafsu itu berupa kesombongan, merasa paling benar, angkuh, takabur, merasa lebih terhormat, mersa paling tinggi kedudukannya, egois, merasa diri tak pantas bergaul dengan orang yang lebih rendah dan sebagainya yang berrupa nafsu jahat. Tetapi sebaliknya dalam nafsu itu ada keindahan nafsu seperti kesabaran, sosial, bersahaja, rendah hati, sabar dan sebagainya nafsu baik. Jadi tak berarti apa-apa pada dirimu jika bergaul dengan si kaya, si terkenal, si bintang, si pejabat dsb yang ternyata kau dipermainkan dengan nafsu jahatnya itu.

DUNIA PENYAIR ITU
Oleh RgBagus Warsono

Seperti tumbuhan pohon dalam hutan
Ada yang bermanfaat ada yang semak tak beguna
Ada yang tinggi rimbun dan mengayomi sesama ada yang terpencil tumbuh di atas batu.
Ada yang homogen dengan komunitasnya tersendiri ada yang unik dan langka
Ada yang sudah tua berbuah lebadiantara heterogen hutan itu
Aku ingin menjadi pohon sono keling yang berguna sebagai kayu furniture
Aku ingin menjadi bunga kantil dalam hutan yang mekar semerbak
Aku ingin menjadi durian menoreh yang nikmat dimakan
Atau aku menjadi rotan yang menjalar diantara semua pohon
Wanakaya, 15-7-14t dan ada yang baru tunas dengan kelopak kembang
Ada menjulang ada yang merambat mencari sandaran
Ada dirambati tumbuhan lain ada yang menjadi benalu
Ada yang beraroma khas ada yang berbau busuk bangkai
Ada yang berbunga indah namun ada yang berduri
Aku hanya tumbuhan ada di hutan penyair

Rasa Sejati

Suatu saat kau akan temukan teman sejati. Teman yang mengerti dalam segala hal tentang dirimu. Untuk memperoleh teman sejati tidak semudah memfilter gabah gabug dalam ayakan. Kau harus mendalami karakter diri dan orang lain. Pada hakekatnya semua manusia normal adalah baik, yang kurang baik itu pandanganmu karena ketidak-cocokan diri dan teman kita sehingga ada perbedaan. Perbedaan itu dikarenakan kurangnya pemahaman lebih dalam. Pada pengenalan yang lebih dalam itu akan ditemukan kesamaan yang dapat membuat ikatan silaturahmi.
Sifat bawaan manusia tersendiri karena sudah kodratnya, dalam kodratnya itu itu saja Allah memberi sifat baik bada setiap hambanya. Permasalahannya sifat baik itu ada yang ditampakkan dan ada yang tak tampak oleh pandanganmu. Berfikir positif agaknya sangat bermanfaat, tetapi itu belum cukup untuk menemukan teman sejati, teman sejati harus memiliki rasa sejati. Dan rasa itu apabila disentuh. Seperti buku Lumbung Puisi Jilid V yang memiliki Rasa Sejati.

Sabtu, 22 Juli 2017

Pak Poniman Guru Berbakti Sepanjang Umur

Pak Poniman Guru Berbakti Sepanjang Umur

Dalam sebuah kunjungan ke SDN Juntinyuat Ii Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, ditemukan seorang guru yang berusia 64 tahun. Keistimewaan guru ini adalah meski sudah memasuki pensiun tetapi oleh masyarakat di desa Juntinyuat masih diharapkan untuk mengajar, juga di SDN Juntinyuan II Pak Poniman ini sangat dibutuhkan tenaganya untuk mengajar kelas VI. Guru yang sudah sepuh ini terkenal cerdas dan pintar sehingga dibutuhkan untuk tetap mengajar. Menurut Kepala sekolahnya, Pak Poniman juga berperan penting dalam sekolah tersebut dan dipasrahi pekerjaan untuk menangani administrasi kesiswaan. Penulis sempat berbincang bincang dengan guru tua ini, katanya ia tidak mengharapkan imbalan apa pun dari sekolah ini, katanya gaji pensiunnya sudah cukup untuk menopang hidupnya bersama keluarga yang hanya tinggal berdua dengan istrinya, yang juga seorang guru, karena kebetulan anak-anaknya suidah bekerja. Pak Poniman adalah sosok pengabdi pendidikan yang tidak mengenal batas pensiun. Baginya kalau masih ada umur dan tenaga ilmu itu harus dimanfaatkan.
(rg bagus, 23-07-17)

Senin, 17 Juli 2017

Minggu, 16 Juli 2017

Bank Data Sastrawan Lumbung Puisi
Kemendikbud melalui Badan Bahasa membuat pangkalan data sastrawan.
Pentingnya data sastrawan itu, seperti Badan Bahasa lakukan, kami (Lumbung Puisi) berencana membuat bank data alamat dan telpon yang dapat dihubungi agar apabila diminta kami dapat memberikan alamatnya.
Keberadaan sastrawan menurutku harus berdasarkan karya, karena itu Lumbung puisi yang sampai saat ini telah menginjak jilid V menyimpan data sastrawan.
Kasusnya terjadi manakala aku disurati Metro TV dalam untuk menghubungi penyair/tertentu aku belum bisa memberikan alamatnya karena ketidaktahuan.
Tentu saja jika mulai pendataan itu, dalam pendataan nomor telepon harus disimpan rapih (bersifat rahasia) agar tidak disalahgunakan.

Serba Ilmiah

Serba Ilmiah
Sekarang ini informasi pun harus serba ilmiah. Ada referensi, nara sumber, dan prasasti (buku, peninggalan sejarah dsb.) . Referensi tidak hanya satu sumber, begitu pula nara sumber tidak satu orang itu-itu saja. Karena itu ada baiknya jika ada seminar tampil beberapa pembicara, sehingga semua yang difokuskan dalam pembahasan serba ilmiah dan dipertanggungjawabkan. Begitu pula ada baiknya penyelenggara mendatangkan berganti-ganti nara sumber, disamping diperlukan pendapat berbeda juga tidak membosankan peserta yang hadir.

Repotnya Data Sastrawan

Repotnya data
Penyair adalah juga seniman. Seniman rupa-rupa tingkah polah, karakter, dan kadang nyeleneh, atau mungkin 'ngedan (tidak gila tapi seperti orang gila). Mereka susah dicari juga dihubungi. Rumahnya tidak menetap di suatu tempat, karena anggapannya kolong langit ini tempat tinggalnya. Penyair seperti ini tidak sedikit jumlahnya, padahal mereka adalah orang-orang yang berfikir cerdas dan kadang memberikan pendapat atau ide yang brilyan. Menghadapi penyair seperti ini untuk mencari datanya harus tahu celahnya, he he he

Pengakuan Penyair

Pengakuan Penyair
Pengakuan penyair sebetulnya sangat mudah. Pertama adalah karya tulis (puisi dsb.) ,Kedua pengakuan dari orang lain, yaitu diiyakan oleh orang lain. Dan yang ketiga ada lembaga (bisa media masa) atau orang yang meng-iya-kan.
Antologi bersama sebetulnya memenuhi kreteria di atas. Karena buku antologi bersama dibaca oleh banyak penyair yang secara tidak langsung mengakui, dan meng-iya-kan.
Pengakuan selanjutnya adalah bentuk rekomendasi , hadiah, hingga penghargaan tertulis baik dari perorangan atau lembaga (tidak mesti pemerintah dan tentu saja tidak dimonopoli orang atau lembaga tertentu.

Bicara penyair adalah bicara realistik

Bicara penyair adalah bicara realistik tetapi pribadi penyair boleh idealis. Pengakuan penyair tentu dengan bicara realistik bukan idealis, tetapi kepribadian penyair silahkan saja idealis.

Jumat, 14 Juli 2017

Pembicara yang idealis

Pembicara yang idealis sungguh menyenangkan, tetapi jika ia egois maka ia sebetulnya bukan idealis tetapi dia telah mementingkan 'akunya bahkan tanpa batas.

Memandang Sebelah Mata

Memandang Sebelah Mata
Aku pernah bertemu dengan penyair dan kritikus sastra terkenal mereka tidak memandang sebelah mata walau aku orang ndeso dan penyair ecek-ecek. Krena ia telah berfikir ilmiah. Ia membaca dulu karya seseorang, kemudian baru ia bersuara.
Sebaliknya tidak sedikit penyair yang terkenal memandang dengan sebelah mata pada seseorang (penyair) yang baru dijumpainya padahal ia belum membaca sama sekali karya orang itu

Rabu, 12 Juli 2017

Rg Bagus Warsono dalam Kembang Kantil , memperkenalkan penyair Kediri Puspo Endah


Kembang Kantil

Kuncupnya rebutan dan mekarnya ditunggu
semerbak wangi
Semua memandang tak berkedip mata sipit
Kembang kantil di taman
Cempaka putih milik pangeran
kecil dicari menari
besar ditunggu menanti
wangi kantil wangi dirimu sejati
menutup sari kelopak putih
kau berada diatas puja
kuncup berguna mekar menawan
cantik nian kantin mekar
habis kata memujimu
kau memang menggoda mata capung

(Rg Bagus warsono, 11-07-17)

Puspo Endah Penyair Kediri





Sabtu, 17 Juni 2017

sekedar kenang-kenangan

Dalam beberapa kesempatan berkunjung ke sekolah selalu membawa buku apa saja yang pada saat itu ada untuk sekedar kenang-kenangan, ini penting bagiku sebagai alat promosi diri dan juga promosi buku termasuk buku antologi bersama yang aku selenggarakan. Gambar diatas adalah ketika berkunjung di SD Purawinaya Kecamatan Ciasem kabupaten Subang Jawa Barat pada 12-13 Juni 2017

Sastrawan itu Seperti Bumbu Masak

Segenap penyair/sastrawan Indonesia dimanapun berada, mohon maaf lahir bathin , sebetulnya kita semua hanya bumbu masak, yang punya ciri, khasiat, aroma, faedah, dan rasa yang membuat masakan Indonesia beraneka warna. Masing-masing memiliki keutamaannya sendiri tetapi juga rasa tersendiri. Kita hanya bagian dari sebuah masakan yang sedap. Apalah artinya sebuah kunir (aku ini) atau sebuah kemiri (aku ini) tanpa bumbu yang lain masakan menjadi tak sedap. Hanya karena jahe merasa lebih unggul saja, padahal di tempat lain bawang putih merasa lebih berkhasiat, atau kemiri merasa dibutuhkan, Akan tetapi temu ireng yang terkucil sewaktu-waktu pun dicari dimana berada. Itulah sastrawan Indonesia ibarat bumbu masak. (rg Bagus Warsono)

Rabu, 07 Juni 2017

Jangan Kunjungi Nisanku karya Rg Bagus Warsono dari Si Bung

Jangan Kunjungi Nisanku

Kau berdoa untukku namun kau
mengotori batu nisanku dengan abu rokok
melumurinya dengan tahi kerbau
dan menginjak-injak bumiku yang damai dengan kakimu
yang najis.
Sementara burung walet di Pantai Kidul menghargaiku
dan kera-kera hutan menjauh merasa ia tak pantas berada
bumiku damai
Padahal aku tak melarang
Sementra pengemis, gelandangan, dan petani
mengirim doa dengan tulus
tanpa doa-doa yang direkayasa
Yang hanya menutup bejat pejabat kita
Jangan kau kunjungi nisanku
Jika kau tak hendak melihatku
Karena aku sesungguhnya
Sudah tak berada di sana
Ketika orang-orang sepertimu datang di tempatku.
Rg Bagus Warson, 1993

Jumat, 02 Juni 2017

berbagi kebahagiaan

Di sudut-sudut jalan, di lorong-lorong gedung, dibawah jembatan layang, diatap gedung tua, di antara gundukan sampah terdapat saudara kita menanti uluran tangan karena ada beberapa aktifitas yang terhenti karena berpuasa. Dan kegembiraan itu datang manakala ada ajakan untuk berbagi kebahagiaan

Sabtu, 06 Mei 2017

Kok Kata Facebook

Kok Kata Facebook
....
Sebagaimana kajian ilmunya referensi yang dipertanggung jawabkan adalah bukti peninggalan sejarah seperti, prasasti, pustaka, narasumber, laboratorium,foto, penelitian dan saksi mata yang bersifat ilmiah. Facebook (fb) adalah sarana untuk komunikasi dan informasi di era internet. Fb tergantung dari penggunaannya dapat memiliki pertanggungjawaban yang jelas dan dapat juga sebagai 'hiburan .
Jika sesuatu pernyataan diliris dengan mengambil dari fb tentu memiliki barbagai kemungkinan dan keraguan keyakinan pembaca. Fb juga dipercaya bagi antar pengguna yang telah memiliki hubungan dengan saling menginformasikan jati diri sehingga antar mereka mempercayai status masing-masing. Dan tentu saja bagi mereka pengguna fb yang bertujuan bukan sekadar hiburan semata.
Fb juga memiliki banyak kelemahan jika dijadikan referensi suatu pernyataan sebab ini merupakan bahasa tulis yang ditulis dalam dunia maya yang dapat dihapus atau diedit dengan mudah. Sedangkan bahasa tulis pada ujud nyata misalnya buku, koran, atau surat kesalahan atau edit akan ada bekasnya.
Benar memang tergantung pada tujuannya, pengguna fb dapat dilihat dari berbagai statusnya yang dilihat pada kronologinya atau profilnya yang memiliki barbagai karakter yang menunjukan pemiliknya.

Rabu, 03 Mei 2017

Dari penjual buku bekas, pelayan toko, penerbit, pustakawan, loper koran, karyawan, percetakan terlibat tumbuhnya puisi.
Apalagi kepada orang yang menghidupi sehingga puisi bernafas. Dia pahlawan. Tanpa mengharap pamrih apa pun, atau keinginan untuk terkenal (narsis) Dia Pahlawan puisi .
Berterima kasih kepada orang yang memberi ruang penyair untuk penampilan baca puisi. Dia mulia telah menghidupkan puisi dan kesempatan penyairnya untuk tampil

Jumat, 28 April 2017

Karangan Bunga untuk Ahok


Karangan Bunga untuk Ahok

Rg Bagus Warsono.

Karangan Bunga untukmu
penginspirasi kerja
penginspirasi manusia Indonesia jujur
yang menyadari kurang kesempurnaan
Karangan Bunga untukmu
Sebagai tanda untuk tidak berhenti
Kerja baik di negeri ini
Yang menyadari kealfaan
Karangan Bunga untukmu
sebagai tanda simpati kami-kami
yang mencintai Indonesia.
yang menghargai jiwa bangsa

Bacalah Karangan bungaku
yang ditulis warna warni
kebebasan dirimu
dari warna-warni kemerdekaan negeri.
Bacalah Karangan bungaku
dengan bunga warna-warni pula
untuk terima kasihku padamu
yang tlah berani memberi warna pada banhgsa Ini

Indramayu, 25 Januari 2017

Penghargaan Sastra, Anugerah Sastra, Tanda Kehormatan sastra, atau sejenisnya.

Kehormatan sastra, atau sejenisnya.
Para penulis/penyair muda jangan merasa memandang mereka yang mendapatkan adalah sesuatu yang luarbiasa di zaman modern ini . Apapun bentuknya adalah apresiasi masyarakat terhadap sastrawan dan karyanya. Sebab penghargaan adalah evaluasi masyarakat terhadap sastrawan dan karyanya dari berbagai sudut pandang dengan pola penilaian tertentu serta kuatan eksekusi subyektif dan obyektif dari karya atau penulisnya itu.

 Demikian terhadap evaluasi yang berujung kepada pemberian penghargaan, penobatan, penerimaan anugerah sastra sebetulnya diambil dari nilai-nilai sensoris yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Sebuah penilaian estetika terhadap karya juga penulisnya pada waktu tertentu di masa itu. Estetika sendiri adalah salah satu cabang filsafat yang membahas keindahan; yang sebetulnya memerlukan kajian banding terhadap objek lain sehingga terkesan tersendiri.

 Ketika anugerah sastra, tanda jasa,tanda kehormatan, tanda penghargaan dsb. diberikan dengan penilaian yang terdiri dari beberapa orang dengan methoda yang baik dan beberapa teknik penilaian yang berfariasi tetapi tanpa promosi dan publikasi yang besar maka tidak ada gaungnya di masyarakat. Sebaliknya penyelenggaraan penganugeraaan sastra yang hanya dilakukan seseorang dan sangat evesien kerja (karena penilaiannya hanya menggunakan rasa) akan tetapi gaungnya dapat dirasakan secara nasional bahkan mendunia dikarenakan dukungan permodalan dan fasilitas yang kuat.

 Oleh karena pola penilaian tertentu serta kuatan eksekusi subyektif dan obyektif dari tim penilai pada karya atau penulisnya itu itu menjadikan rawan polemik sehingga bukan tidak mungkin pemberian penghargaan, pemberian anugerah sastra atau pemberian tanda kehormatan sastra dan sejenisnya hanya dianggap 'guyonan semata .

 Apapun betuknya adalah pemberian apresiasi.
Jadi pada hakekatnya sebetulnya pemberian anugerah, penghargaan, tanda jasa, tanda kehormatan adalah pemberian apresiasi terhadap karya dan penciptanya atas penilaian seseorang atau lebih sekecil apa pun yang patut dihargai sebagai bentuk-bentuk penyemangat kehidupan sastra Indonesia .