Laman

Rabu, 30 September 2015

Hujani Saja Dua Jam Jakarta




Dari "Jakarta Tak Mau Pindah"


Hujani Saja Dua Jam Jakarta

Terik membuat debu bertebaran bercampur
Asap rokok yang mengepul dari sopir yang tiada henti .
Dan puntung-puntung rokok menyumpal lubang air menuju selokan.
Dan tangan-tangan yang mencintai kebersihan sembunyi-sembunyi membuang sapah di saluran pembuangan sambil mata kesana-kemari
Karena takut ditegur malu. Kemudian ibu-ibu membuang sampah di sungai malam hari agar tak merepotkan petugas kebersihan.
Pemulung pun mengobrak-abrik bak sampah mencari sesuatu.
Hingga sampah berterbangan sampai taman-taman.
Dan Petugas kebersihan merasa capai, daun kering hanya dikumpulkan di sudut jalan yang tak kelihatan.
Karena upah tak seimbang memikul beban berat dan bau sampah.
Lalu truk angkutan sampah telat datang dan hanya lewat di bak sampah besar.
Katanya, baru saja pagi diambil.
Hujani saja dua jam Jakarta
Air menggenang jalanan menjadi sungai.

Rg Bagus Warsono 2014

Peta Jakarta




Beli saja bukunya di Indiepublishing, "Jakarta Tak Mau Pindah" , gitu.


Peta Jakarta

Peta Jakarta dibuat setiap tahun
Skala kecil di atas meja
Lalu diberi tanda
Agar peta berganti nama
Peta Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu diberi lingkaran
telah berganti nama
Peta Jakarta dicetak ulang
Sampai ke sekolah dasar
Anak-anak menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak ada .

Rg Bagus Warsono 2014

Sertifikat 20 m

Sertifikat 20 m


Brosur indah tawarkan rumah-rumah murah
Dengan tipe kecil
Untuk orang kecil
Kecil-kecil
Hanya ada kamar kecil
Dan kamar serbaguna
Dapur, tidur, dan tamu
Dengan sertifikat kecil
Yang nyangkol di bank-bank kecil.

Rg Bagus Warsono 2014
Dapatkan bukunya Jakarta Tak Mau Pindah di Indiepublishing

Guru menjadi nomor satu

sebelum tahun 2000 gaji guru sangat kecil, kecil sekali bagi ukuran kebutuhan rumah tangga pada masa itu. Jangankan ada yang suka, janda saja menolak jika mendapatkan guru. Bahkan banyak para orang tua gadis/janda yang terang-terangan tidak menerima calon menantu guru.
Selang enam tahun kemudian guru berada di atas angin. Pintu pintu rumah gadis /janda terbuka bagi guru-guru bujangan. Dipersilahkan untuk menikahi anak gadisnya. Guru menjadi nomor satu harapan para orang tua gadis/janda sebagai menantu ideal. Kanapa? Hal ini karena guru bergaji doble dan sudah pasti dari rezeki yang halal.
Nah makanya jangan menolak jika dilamar cinta oleh laki-laki apa pun profesinya. Siapa tahu kelak menjadi berhasil dan sukses. Termasuk jika penyair datang kerumahmu mengutarakan cinta !

Perempuan penyair itu orang cerdas!

Perempuan penyair itu orang cerdas!
Kalau tak mampu mengimbangi kecerdasannya, jangan kawin sama perempuan penyair. Laki-laki bisa repot dibuatnya. Dia punya segalanya , bahkan pandai memecahkan segala persoalan. Alternatif lain , laki-laki yang terpaksa kawin sama perempuan penyair harus nurut sama istrinya atau bahasa lainnya 'ngalah' sama istrinya , baru akan harmonis. Perempuan cerdas itu susah diatur, karena ia akan menganalisa dengan cepat segala persoalan atau pendapat meski datangnya dari suami sendiri. Ia akan tampil mandiri dan perkasa di setiap persoalan keluarga. Tul gak ?

Mudah jatuh cinta

Mudah jatuh cinta
Orang yang selalu mudah jatuh cinta tandanya ia suka seni. Dan slalu berganti pada rasa seni lain ketika ditemukan seni yang baginya sesuatu yang baru dilihat/diterimanya.

Perempuan itu makin tua makin pecemburu pada suaminya ,

Perempuan itu makin tua makin pecemburu pada suaminya ,
Semakin bertambah usia perkawinan, perempuan makin pecemburu pada suaminya. Ga percaya? tanya novelis laki-laki Mas Eddy D Iskandar, Mas Nana Sastrawan, Mas Novel Arafat Nur .

Pilihlah calon suamimu seorang penyair !


Bukan promosi , ini istriku sendiri yang ngomong, Teryata pengakuan wanita itu demikian dan ini diiyakan oleh istri temanku yang juga istri dari seorang penyair. Katanya enak punya suami penyair , mau ini itu tinggal nulis thok !
Bahkan marahnya juga cuma pakai tulisan. Tidur juga dinina-bobokan dengan puisi. Kalau duit? tinggal nulis !

Roda kreatif tak boleh berhenti,

Roda kreatif tak boleh berhenti, rambut boleh memutih, gigi boleh ompong, mata makin tebal kaca mata, telinga semakin budhek, sepanjang masih 'bergerak-gerak' itu tandanya masih segudang kreavifitas dilahirkan.
Tul gak ya Mas, Mbak, Mbokayu, Pakde, Budhe, Bulik , Paklik, Mbah kakung, Mbah Rayi ?

Kamis, 24 September 2015

Sembunyi di balik kata, membuat banyak apresiasi.

"Sembunyi di balik kata"
Tidak semua penyair sembunyi di balik kata, ada juga yang terus terang blak-blakan, tetapi mereka mengemas keindahan puisi. Ada juga transparan namun membingungkan. Sembunyi di balik kata, membuat banyak apresiasi.

aku akui namamu menempel di setiap print out

Tak ada satu pun dalam puisi-puisiku menyebut namamu....Tetapi dalam setiap judul-judul itu sebetulnya ada bayang-bayang senyummu, dan aku sadar sebetulnya puisi bukanlah penyampaian isi hati cinta saja, lebih dari itu apa yang aku lihat adalah puisi. Meski bayang bayang (kau) menggoda, di puisi-puisi puisiku tak akan ada namamu. Namun aku akui namamu menempel di setiap print out lembar-lembar itu.

peyair memiliki kesucian

Sasaran puisi itu hati. Tetapi penyair tak membidik. Dibaca memang sasaran utama, tahap akhirnya adalah sampai hati. Jika demikian puisi adalah bahasa hati. Kalau bahasa hati pasti 'putih'. Karena itulah puisi itu putih. Jadi sudah tentu dari kesucian. dan peyair memiliki  kesucian . DASYAT YAAAHHH.

kecil itu belum tentu kecil

Puisi bisa dibawa kemana-mana tapi tak ada satupun kantong yang dapat memuatnya. Boleh jadi karena tak ada ukuran pasti sebuah puisi. Itulah karya cipta tak ada ukuran pasti, bahkan dari seorang anak kecil sekalipun yang mencipta puisi, puisi ciptaan anak kecil itu belum tentu kecil dan mungkin besar sebesar dunia ! GILA YAH PUISI..................!

hargailah puisi karena keutuhannya.

Tak ada puisi bersambung
Walau sepotong itu puisi utuh. Yang panjang lebar dalam judul yang sama bertitle 1 , 2 dst. tetap dalam satu judul. Jika judul berbeda itu bukan satu puisi. Tak ada puisi bersambung kecuali belum selesai puisi itu. Karena itu hargailah puisi karena keutuhannya. WOW SEDEMIKIAN HEBATNYA PUISI YAAAAAH............................

hormati penyairnya hormatilah puisinya !

Jangan hormati penyairnya hormatilah puisinya !
Ini agak kontroversial memang. yang mau berkomentar status ini harus dalami puisi itu sedalam dalamnya. Aku tak mengatakan bahwa puisi itu ada tangan-tangan Tuhan mencampuri puisi, tetapi campur tangan itu terkadang terlihat jelas dalam puisi beberapa penyair. WAH PUISI BEGITU HEBATNYA !.....................

Kapan puisi itu lahir?

Kapan puisi itu lahir?
Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh satu persatu semua yang telibat. Ada tragedi, ada pikir, ada hati, ada tangan, ada jemari, dan ada niat, serta ada waktu . GILA MEMBUAT PUISI TERNYATA GAMPANG-GAMPAN..................G SUSAH YAAAAAAH..................

sudah ada yang mengatur dariNya.

Dari beberapa tipe peyair, ternyata tipe ke-2 Intelektual/Investigative paling banyak disukai. Ini menandakan bahwa bayak penyair bertujuan totalitas terhadap apa yang digelutiya yakni puisi dan sastra itu sendiri. Agaknya materi bagi kalangan ini bukan nomor satu, lebih dari itu mereka betul-betul menghendaki totalitas terhadap profesinya karena mereka yakin bahwa materi sudah ada yang mengatur dariNya.
Dari bukti ini penulis yakin bahwa sastra Indnesia tidak akan mati tetapi sebaliknya malah akan berkembang seiring zaman,
Nama apalah artinya, karena keyakinan bahwa karya sastra yang dilahirkan akan melekat degan penciptanya. Namun demikian tipe penyair yang lain juga memiliki keunggulan bahkan jika ditarik benang merahya akan sama tujuannya.

Rabu, 23 September 2015

Kenali Sedulurmu

Rg Bagus Warsono nama lainnya Agus Warsono  atau Bagus Warsono lahir di Tegal, Jawa Tengah, 29 Agustus 1965,  umur 49 tahun adalah sastrawan Indonesia . Menulis sejak bangku sekolah berupa puisi di Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, dan sejak tahun 1985 menulis puisi, cerpen, cerpen anak dan artikel di berbagai media massa di antara lain majalah Gentra Pramuka, Bekal Pembina, Mingguan Pelajar, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Binakop, Bhinneka Karya Winaya, Suara Guru, dan Suara Daerah. Buku puisinya antara lain Bunyikan Aksara Hatimu 1992 diterbitkan Sibuku Media  2014 {1} ; Jangan Jadi sastrawan , Indhi Publishing 2014 {2}; Jakarta Tak Mau Pindah diterbitkan  Indhie publishing, Jakarta 2014 {3}; Si Bung, Leutikaprio , Yogyakarta 2014 {3}; Surau Kampung Gelatik  diterbitkan  Sibuku Media , Jogyakarta 2015 {1} dan Mas Karebet , Sibuku Media , Yogyakarta 2015 {1}. Selain sebagai penyair, dia mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM). Sebagai seorang sastrawan ia dikenal  juga seorang pelukis {4}yang tinggal di sanggar sastra dan lukis Meronte Jaring di Indramayu Jawa Barat Indonesia

Kehidupan pribadi
Setamat SPG melanjutkan ke UTPGSD , kemudian ke STAI Salahudin di Jakarta, dan Mengambil Magister STIA Yappan Jakarta. Sambil menjadi Guru , dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak tahun (1992), reporter Majalah Gentra Pramuka dan Hamdalah (1999), dan pengamat sinetron.
Kini, Rg Bagus Warsono adalah pengasuh sanggar sastra Meronte jaring di Indramayu yang didirikan 2011 dan coordinator Himpunan Masyarakat Gemar membaca sejak tahun 1992.
Sejak tahun 2014 dia adalah penggagas antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
yang dikelolanya sejak 2013 untuk mendokumentasikan karya-karya penyair terkini dari seluruh Indonesia yang pada Lumbung Pusi sastrawan Indonesia 3 diterbitkan oleh Sibuku Media Jogyakarta, 2015
Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku
Saksi Ibu Melihat reformasi 2012.

Karya Pribadi:
Bunyikan Aksara Hatimu ( Sibuku, Jogyakarta 2014)
Jangan Jadi sastrawan (Indie Publishing, Jakarta 2014)
Jakarta Tak Mau Pindah (Indie Publishing, Jakarta 2014)
Si Bung (Leutikaprio , Jogyakarta 2014)
Mas Karebet ( Sibuku, Jogyakarta 2015)
Surau Kampung Gelatik ( Sibuku, Jogyakarta 2015)

Karya bersama :
Puisi Menolak Korupsi {3}
Memo untuk Presiden
Tifa Nusantara 1
Tifa Nusantara 2

Kiprah kesenian:
Menyelenggarakan berbagai Lomba Baca / cipata Puisi , dan mengasuh remaja belajar sastra di sanggar Meronte Jaring , Indramayu Jawa Barat  , dan mengggas terbitnya dokumentasi puisi sastrawan Indonesia yang diberi nama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

Penghargaan :
Penulis Cerita Anak Depdikbud 2004

Keluarga:
Istri : Rofiah
Anak : Puji, Acil

Sumber :
{1}Judul : Jangan Jadi Sastrawan No. ISBN : 978-602-281-069-8 Penulis : Rg. Bagus Warsono Tahun terbit : Februari 2014  http://www.indie-publishing.com/koleksi-buku/page/2/#sthash.26rM2drZ.dpufhttp://www.indie-publishing.com/http://www.

{2}http://www.leutikaprio.com/produk/11028/kumpulan_puisi/1403974/si_bung/14025891/rg_bagus_warsono Penulis: Rg. Bagus Warsono, Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-225-819-3
leutikaprio.com/penulis/14025891/rg_bagus_warsono

{3}http://gerakanpuisimenolakkorupsi.blogspot.com/2014/06/puisi-menolak-korupsi-pmk-antolog-puisi.html

{4}Judul : Jakarta Tak Mau Pindah No. ISBN : 978-602-281-077-3 Penyusun : Rg. Bagus Warsono Tahun terbit : April 2014 http://www.indie-publishing.com/koleksi-buku/#sthash.qoFh7Q1N.dpufhttp://www.indie-publishing.com/koleksi-buku/

Kapan puisi itu lahir?

Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh satu persatu semua yang telibat. Ada tragedi, ada pikir, ada hati, ada tangan, ada jemari, dan ada niat, serta ada waktu 

Jangan hormati penyairnya hormatilah puisinya !

Jangan hormati penyairnya hormatilah puisinya !
Ini agak kontroversial memang. yang mau berkomentar status ini harus dalami puisi itu sedalam dalamnya. Aku tak mengatakan bahwa puisi itu ada tangan-tangan Tuhan mencampuri puisi, tetapi campur tangan itu terkadang terlihat jelas dalam puisi beberapa penyair. 

Tak ada puisi bersambung

Tak ada puisi bersambung
Walau sepotong itu puisi utuh. Yang panjang lebar dalam judul yang sama bertitle 1 , 2 dst. tetap dalam satu judul. Jika judul berbeda itu bukan satu puisi. Tak ada puisi bersambung kecuali belum selesai puisi itu. Karena itu hargailah puisi karena keutuhannya. 

tak ada satupun kantong yang dapat memuatnya.

Puisi bisa dibawa kemana-mana tapi tak ada satupun kantong yang dapat memuatnya. Boleh jadi karena tak ada ukuran pasti sebuah puisi. Itulah karya cipta tak ada ukuran pasti, bahkan dari seorang anak kecil sekalipun yang mencipta puisi, puisi ciptaan anak kecil itu belum tentu kecil dan mungkin besar sebesar dunia !

Sasaran puisi itu hati.

Sasaran puisi itu hati. Tetapi penyair tak membidik. Dibaca memang sasaran utama, tahap akhirnya adalah sampai hati. Jika demikian puisi adalah bahasa hati. Kalau bahasa hati pasti 'putih'. Karena itulah puisi itu putih. Jadi sudah tentu dari kesucian. dan penyair memiliki kesucian 

"Sembunyi di balik kata"

Tidak semua penyair sembunyi di balik kata, ada juga yang terus terang blak-blakan, tetapi mereka mengemas keindahan puisi. Ada juga transparan namun membingungkan. Sembunyi di balik kata, membuat banyak apresiasi.

Tak ada satu pun dalam puisi-puisiku menyebut namamu

Tak ada satu pun dalam puisi-puisiku menyebut namamu....Tetapi dalam setiap judul-judul itu sebetulnya ada bayang-bayang senyummu, dan aku sadar sebetulnya puisi bukanlah penyampaian isi hati cinta saja, lebih dari itu apa yang aku lihat adalah puisi. Meski bayang bayang (kau) menggoda, di puisi-puisi puisiku tak akan ada namamu. Namun aku akui namamu menempel di setiap print out lembar-lembar itu.

Rabu, 16 September 2015

Puisi tak pernah kemarau.

Puisi tak pernah kemarau.
Temanku di Semarang Wardjito Soeharso, penyair, berusaha terus menghidupi puisi , begitu juga penyair Heru Mugiarso, ia telah memberi gagasan (PMK) seakan menyebar benih puisi. Lain lagi dalam sebuah kesempatan penyair Syarifuddin Arifin Dua senantiasa mengajak yang muda-muda utuk terus memelihara budaya menulis puisi. Sedang penyair intelektual Bambang Widiatmoko ada saja slalu gagasannya setiap tahunnya. Begitu pula Mas Bambang Eka Prasetya begitu rajinnya ia membimbing dan menjalin persahabatan terhadap para pecinta puisi di Tanah Air. Sedangkan Sosiawan Leak terus berkiprah tak henti menginventaris puisi hingga 'PMK V sekarang. Di tempat lainnya di seberang pulau penyair Arsyad Indradi dan Ibramsyah Amandit adalah adalah orang tua yang patut mendapat tauladan karena kepeduliannya membina penyair muda. Sahabatku Wayan Jengki Sunarta, di Bali tak henti berkreatif. Teman-teman di Tangerang barusan selenggarakan silaturahmi penyair nusantara yang dimotori perempuan penyair Rini Intama, dan penyair Trip Umiuki. Nun jauh di sana di kupang penyair Dedari Rsia tengah rajin menghidupkan puisi dalam kemasan tersendiri. Banyak juga penyair yang membikin hujan puisi seperti pemyair Kurniawan Junaedhie. Di Serang Toto S Toto St Radik mungkin tengah akan membuat kejutan berikutnya. Sahabatku Ali Arsy adalah penyair produktif. Sedang sukses Mas Sofyan RH Zaid membuat semangat penyair lainnya. Tentu saja masih banyak penjaga puisi lain, Acep Syahril kini punya koran sendiri agar dapat menampung hujan puisi. Wah pendek kata puisi tak pernah kemarau. Salam sastra Indonesia.

karena penyair adalah petani puisi yang handal.

Puisi itu bisa tumbuh di air , di atas air , di  ladang subur, tandus dan kering, cadas atau di atas batu sekalipun, karena penyair adalah petani puisi yang handal.

Sebetulnya adalah tanggung jawab pemilik perkebunan yang tiada lain adalah kebanyakan dikuasai BUMN

Asap di Riau dari kebakaran semak belukar bisa saja hal yang disengaja. Cirinya jika tanaman di lahan pegunungan itu tanaman keras maka lahan itu baru saja selesai penebangan pohon cirinya banyak tunggak bekas penebangan . Jika tanaman berumur pendek maka areal itu adalah area perkebunan. Ranting, daun kering serta tanaman perdu yang mati oleh kekeringan menumpuk tebal di area itu sehingga jalan satu-satunya adalah dibakar (sebuah cara yang perlu dicari solusinya) disamping kelak menjadi pupuk organik juga tanah menjadi subur. Dengan dibakar proses pelapukan daun sangat cepat menjadi tanah. Cara lain adalah dengan membuat parit untuk menimbun daun kering tersebut, tetapi seberapa kuat melakukan ini di area yang sangat luas. Sebetulnya adalah tanggung jawab pemilik perkebunan yang tiada lain adalah kebanyakan dikuasai BUMN

Selasa, 15 September 2015

Dokumentasi itu mendokumenkan

Dokumentasi itu mendokumenkan
Kami mengumpulkan, membukukan , menata rapih, menitipkan juga pada perpustakaan nasional, pusat dokumentasi HB Jassin, Perpustakaan TMII, Sahabat pemilik perpustakaan pribadi di beberapa kota, perpustakaan sekolah terbaik terpilih, perpustakaan universitas bahasa. Dan tentu saja penulisnya serta sahabat gemar membaca.

Tukar menukar buku sejak kecil

Tukar menukar buku sejak kecil
Mungkin belum terasa jika buku lebih mahal dari sebuah cindera mata lain.
Menumpuk lapuk dimakan coro dan kutu. Bersemayan juga tikus melahirkan anak. Hingga buku bau menyengat.
Lalu buku hilang karena pindah rumah, atau ditimbang pemulung untuk pabrik mercon. Atau dilebur jadi plup kembali kertas putih. Buku tak berbekas.
Jangan merugi kalau sudah pernah dibaca. Itu investasi masa depanmu. Hari ini mungkin tiada bersentuhan kehidupan esok tentu akan raih hikmah dari membaca. Kalian cerdas berkat membaca, kalian kaya berkat membaca, kalian tengguh berkat ilmu dari buku yang kau baca. Tukar menukar buku sejak kecil sangat berarti bagi hidupmu.

Suka-suka pilih buku.

Suka-suka pilih buku.
Kau suka novel? aku suka cerpen. Kau suka puisi, aku suka pantun. Kau suka artikel aku pilih buku non fiksi saja.
Bebas saja memilih buku. Buku manapun yang dibaca mewarnai sukamu itu.
Dirimu akan melekat seperti buku yang kau baca.

Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra.

Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra.
Untungnya pengarang kita tak berebut pembaca. Andai tak ada media elektronik (tv, radio, internet) bisa mungkin monopoli pengarang. Terus terang aku suka pengarang cantik, kau suka pengarang populair, aku suka pengarang angkatan pujangga, aku suka pengarang 'mbeling' kau suka pengarang dari sahabat dan kenalanmu, aku suka pengarang yang masih familiku sendiri. Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra. Tetapi sahabatku semua suka asal bukunya disukai. Hanya karena sentimen saja Mas 'Pram' (pramudya anananta toer) doeloe tak boleh disuka.

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.
Peluncurannya mengundang ratusan undangan hadir. Yang tak dapat undangan juga panitia mengundang. Disamping snak juga makan siang, di tahun 2000-an. Disamping mengundang beberapa tokoh juga kritikus kenamaan, diundang pula redaktur budaya, wartawan liputan budaya. Spanduk , barner dan baliho dipasang. Gambar buku dan pengarang. Slogan dan pesan keagungan. 100 juta rupiah kata teman. Sehari meledak, seminggu bau mesiu, sebulan dibicarakan , setahun disinggung , selang lima tahun nama buku dan nama pengarang ditelan waktu akhirnya sama dengan antologiku. Kasihan.

Kau memang penyair walau sebait puisi

Kau memang penyair walau sebait puisi
Berikan puisimu dibaca walau oleh seorang pembaca
Jangan pelit pangpangkan puisimu di majalah dinding kantormu, sekolahmu, atau pasar sekali pun , biarlah seorang pembaca mengapresiasi. Sebab syair adalah ilmu. Atau pampangkan di dinding facebook statusmu. Dan boleh di dinding facebook kronologiku. Sebab puisi adah pesan. Aku terima pesanmu aku apresiasi kau memang seorang penyair walau sebait puisi.

Jangan sampai buku mahal karena ketebalan buku

Jangan sampai buku mahal karena ketebalan buku
Itu buku teks pelajaran yang makin tebal makin mahal, atau yang bahan luxs makin mahal harganya. Puisi jangan demikian. Mahalkan bukumu karena mutu, mahalkan bukumu karena jari-jari penyair itu mahal. Mahal disini dalam pengertian bukan bandrol tetapi mari menghargai buku siapa saja.

menulis adalah juga mendapatkan ilmu

Aku hadiahkan satu paragraf sebagai memoar kiprahmu atas karyamu yang menggetarkan hati. Bukan memuji tetapi bentuk apresiasi. Itu tugasku sebab menulis adalah juga mendapatkan ilmu dan tentu dari tulisanmu itu.

Kamis, 10 September 2015

Perasaan kadang dikedepankan.

Perasaan kadang dikedepankan.
Kau simpati , aku ragu, kau memberi isyarat cinta, aku merenung. Aku terima cintamu kau bagai kapas terbang. Akhirnya aku sadar aku 'GR' . Kenapa mudah jatuh cinta? bertanya pada diri sendiri. Akhirnya aku sadar aku tak pandai membaca dari melihat tanpa kaca mata hati. Perasaan kadang dikedepankan , padahal hati selalu jujur.

Prestasi itu melukis otobiografi,

Prestasi itu melukis otobiografi,
Sebagai seorang kritikus ( meski belum diakui karena masih ati-ati) prestasi adalah grafik yang naik seperti krus rupiah terhadap dolar. Sebuah sejarah pemiliknya , sebuah torehan yang memiliki nilai. Anak-anakku aku ajari agar dapat membuat grafik itu agar hidup menjadi lebih berarti. Prestasi adalah kemajuan / peningkatan yang merupakan sebuah pengayaan diri. Biasanya prestasi berujud pencapaian tujuan namun juga bisa merupakan kebendaan. Tolok ukur prestasi itu adalah tujuan (visi dan misi diri) . Jika tujuan tercapai maka prestasi didapat, jika tujuan belum diraih sebaiknya turunkan target. Prestasi itu melukis otobiografi, Keindahan lukisan karena nilainya yang tak terungkap oleh orang lain selain pelukisnya dalam hal ini pemilik prestasi itu. Lukislah otobiografimu dengan prestasi agar memiliki semangat hidup. Bagi yang berprestasi lukisan biografimu semakin indah.

Rasa seni

Rasa seni
Susah juga menilai pekerjaan seorang guru yang cantik.
Rasa seni di hatiku bergelut antara kejujuran dan keindahan. Disinilah subjektifitas dan ojektifitas seseorang diuji. Rasa seni yang kumiliki terkadang mengalahkan segalanya, bukankah cantik juga sebuah keindahan yang erat hubungannya dengan seni. Kejujuran tinggal kejujuran seni adalah seni. Tetapi seni adalah pengakuan. Jadilah semuanya menjadi indah dan nilaipun seindah kecantikannya. Untunglah aku tidak gugup menghadapinya. Namun angka-angka segan menulis nilai jujur. Rasa seni diatas segalanya. Seniman tak boleh memberi keputusan jelek dan bagus. Tetapi selalu bagus. Akhirnya tangan menulis sendiri angka 10 (sepuluh) dengan kreteria 'A (amat baik). Kejujuran seniman patut dipertanyakan. Mestinya objektif saja, tetapi rasa seni itu juga objektif , jadilah yang cantik tertolong oleh kecantikannya, salah siapa. Semoga tak terulang lagi, Namun juga penasaran ingin menikmati lagi. Bukan ini bukan korupsi tetapi gejala diskriminasi yang berkaitan denganketidakadilan. Maafkan aku yang tak dapat terlepas dari rasa seni dan keindahan itu.

Rabu, 09 September 2015

Semua Punya Hari Jadi

Semuanya memiliki hari jadi. Hari kelahiran seseorang, lembaga, badan, kantor, pemerintahan daerah, kabupaten/kota, kemerdekaan, negara, badan dunia, organisasi sampai harijadinya sebuah rumah makan/toko/warung. Sah-sah sajalah. Hari Perkawinan adalah juga hari jadinya sebuah rumah tangga. Hari ikrar perdamaian adalah hari peringatan tonggak sejarah sebuah pertikaian. 
Hari jadi diperingati tak hanya sekedar mengenang , mengingat sejarah tetapi juga kesempatan untuk memperlihatkan kemajuan Semua Punya Hari Jadiatau memamerkan dan membandingkan masa lalu dan hari ini.
Hari Jadi banyak namanya, ada ulang tahun (sebetulnya namanya jatuh tahun) , milad, peringatan (mengingat) dan ada juga mengenang (kenangan). Semuanya berkaitan dengan bertambahnya hitungan waktu.
Jadi hari jadi adalah bertambahnya waktu sebuah subjek yang dipandang pantas untuk dikenang, dihargai, diperingati, bahkan dirayakan.
Hari Jadi juga adalah sebuah pertemuan nyawa dan waktu. Sebuah ungkapan rasa syukur bertemunya nyawa dan waktu yang dihitung dari tonggak kelahiran itu. Kalau demikian hari jadi adalah ungkapan rasa syukur . Dalam budaya Jawa berarti selamatan. Selamatan sesuatu yang dipandang untuk diberikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Yang Maha Pemurah.
Rasa syukur dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk dan ujud nyata. Rasa syukur dalam ujud bentuk adalah popa perilaku manusia tanpa melibatkan benda yakni doa. Dan akhirnya hanya dapat aku berikan sesuatu untukmu sebua doa agar dirimu selamat sehat sentosa. Selamat Hari Jadi Indramayu 7 Oktober 2015.
(rg bagus warsono, 9 september 2015)

Senin, 07 September 2015

Bohong kalau perusahaan rokok terkena dampak merosotnya nilai rupiah


Kecuali jika perusahaan mau mensejajarkan gaji buruh pabrik dengan nilai dolar saat ini. Perusahaan rokok tak mesti berteriak terkena dampak merosotnya nilai rupiah terhadap dolar. Apalagi bahan baku semua ada di Indonesia dan biasanya didapat dari sekitar daerah pabrik rokok. Tembakau petani kita slalu dibohongi dengan kualitas daun bakau, padahal tembakau kita paling diminati di luar negeri. Khas aroma tembakau kita sebetulnya khas dolar amerika, tetapi slalu dimonopoli pengusaha yang tak lain adalah bangsa sendiri.
Jika perusahaan menjual produknyua untuk ekspor, justru semakin bertambahlah nilai dolar hasil penjualannya jika ditukar dengan rupiah yang kemudian sebagian dibayarkan pada para buruh rokok di pabriknya.
Sebab lain tanpa pengaruh itu adalah kemerosotan nilai rupiah saat ini tak dibarengi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Beberapa perusahaan yang pasti terkena dampak merosotnya nilai rupiah terhadap dolar adalah perusahaan tempe tahu dan produk lainnya yang mengandalkan bahan mentah dari luar negeri.

Daun Salam Marah Sama Rupiah


Daun salam: (Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum)
Daun salam di kampung dan di kota kecil adalah daun bumbu yang jarang sekali dihargai rupiah. Ia di bakul sayuran hanya sebagai pelengkap dan bonus belanja. Bila ibu ibu membeli sayuran , daun salam tak pernah dibeli kecuali untuk sekedar bonus belanja. "Bu minta daun salanya donk!" begitu setelah ibu itu belanja kepada bakul sayuran. Ibu yang menjual sayuran tanpa ragu lagi langgsung memebrikan beberapa helai daun salam tanpa memikirkan berapa jumlah kerugian jika sebagai bonus. Malah terkadang daun salam diberikan begitu saja ketika seorang ibu belanja sayuran.
Sebagai daun sayuran, daun salam marah bukan main. Maka setiap hari daun salam menerima saja ketika dibawa-bawa bakul sayuran. Kebencian daun salam pun akhirnya melonjak , ia mengutuk rupiah agar tidak ada harganya seperti dirinya.

layang-layang

Satu gejala ditinggalkannya seni tradisional permainan anak-anak adalah kini semakin sedikitnya anak-anak bermain layang-layang. Aku kira Bapak dan ibu guru tolonglah ajari anak-anak ketrampilan membuat layang-layang. Atau mungkin pak guru dan ibu guru tak lagi piawai membuat kerajinan layang-layang?Jangan tinggalkan layang-layang. Padahal layang-layang itu menyimpan banyak filosofi hidup dan pendidikan anak-anak. Dari mulai senar , kaleng ikal, keseimbangan tali timba, bentuk, semua memberikan filosofi kehidupan yang baik.

pekarang pun semakin sempit dimiliki.

Ketika lahir anak pertama, maka si ayah menanam 20 pohon jati dipekarangannya. Begitujuga anak berikutnya sang ayah melakukan perbuatan yang sama. Katanya untuk persiapan anak ketika menjelang dewasa yang bisa dimanfaatkan untuk biaya kuliah atau berumahtangga. Kini adat masyarakat Bajarnegara itu sudah tidak lagi demikian pasalnya bagaimana mau nanam jati pekarang pun semakin sempit dimiliki.

panggilan "haji" sudah mulai tak begitu menjadi persoalan bagi pemilik predikat itu.

Agaknya panggilan "haji" sudah mulai tak begitu menjadi persoalan bagi pemilik predikat itu. Soalnya banyak temanku yang masih muda-muda sudah menunaikan ibadah haji dan lebih senang dipanggil dengan sebutan yang lumrah di masyarakat Indonesia seperti panggilan 'kang', 'abang', 'mas', atau 'kak', 'dik', didepan namanya ketimbang kata 'haji'. Katanya panggilan sebutan 'haji" membuat 'kikuk menerima penghormatan itu.

jasa orang tua-tua dahulu dan kini dinikmati anak cucunya.

Kata Pakdeku (Soegeng Mangunhudoyo) , doeloe masyarakat daerah Sleman Jogyakarta adalah masyarakat yang memiliki jasa yang tinggi bagi pejuang Republik, mereka dengan penuh suka cita membatu dan memberikan makan para prajurit pejuang dengan tulus iklas. Jasa itu kini telah terbalas , kini rumah-rumah kecil dan sederhana saja telah menjadi tempat koskos-an para mahasiswa se Indonesia yang sekolah di Jogyakarta, UGM saja yang ada di Sleman memiliki mahasiswa lebih dari 11.000 orang dan memanfaatkan masyarakat Sleman sebagai tempat kos. Itulah sebetulnya jasa orang tua-tua dahulu dan kini dinikmati anak cucunya.

Minggu, 06 September 2015

Jakarta Tak Mau Pindah

Silahkan pindahkan Ibukota
Tapi tidak untuk Jakarta
Jakarta tak mau pindah
Walau tenggelam oleh air laut Jawa
Atau gempa porak poranda
Tak akan menghapus peta
Yang ditoreh kakek bangsa
Karena Jakarta punya makna.
Rg. Bagus Warsono 2014
Judul : Jakarta Tak Mau Pindah
No. ISBN : 978-602-281-077-3 Penyusun : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : April 2014 Dimensi : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm Jenis Cover : Soft Cover Kategori : Kumpulan Puisi Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan - See more at: http://www.indie-publishing.com/jakarta-tak-mau-pindah
jtmp

Jangan Jadi Sastrawan

Sebaiknya jangan jadi sastrawan untuk tidak terus mencari. Sebab sastrawan terus menerus dalam hidupnya slalu mencari. Bahkan sesuap nasi.  Karenanya jangan jadi Sastrawan Adalah buku kumpulan puisi mengetengahkan syair dari mencari apa yang dicari. Mudah-mudahan dapat mencukupi hati pembaca yang tidak mencari apa-apa dan tengah mencari apa apa. -http://www.indie-publishing.com/jangan-jadi-sastrawan
Judul : Jangan Jadi Sastrawan
No. ISBN : 978-602-281-069-8 Penulis : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : Februari 2014 Dimensi : x + 54 hlm; 13 x 19 cm Jenis Cover : Soft Cover Kategori : Inspirasi, Motivasi Harga : Rp. 27,500
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesana - See more at: http://www.indie-publishing.com/jangan-jadi-sastrawan
Capture

Yang memiliki budi halus yang sangat diharapkan di masyarakat

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan hati rakyatnya. Suatu ketika ia kunjungi rakyatnya yang tengah berbaring sakit, tak hanya memberikan obat penawar satit, tetapi ia memberikan kepercayaan diri untuk dapat sembuh dari penyakitnya, serta memberikan semangat dan optimisme untuk kesembuhan, lalu ia kunjungi lagi orang miskin tua renta, buka hanya memberi bantuan tetapi juga bagaimana keadaan lingkungan yang mendorong kemajuan kesehatan di lingkungan si miskin, kemudian ia kunjungi korban musibah dikarenakan alam ia perhatikan secara cepat agar situasi kembali normal. hati pemimpin yang sudah dekat dengan rakyat. Apalagi kebetulan pemimpinnya seorang perempuan, yang memiliki budi halus yang sangat diharapkan di masyarakat daerah tropis. Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki beliau.