"Sedulur adoh iku ambune wangi" , sebuah filosofi Jawa yang artinya
bahwa yang berada ditempat jauh kadang diagung-agungkan, sementara yang
dekat biasa-biasa saja. Buktinya dukun lebih populair di luar daerahya
dari pada di lingkungan tetangganya. Penyair juga demikian contohnya
penyair Jakarta, banyak dikenal oleh orang di daerah ketimbang di
Jakartanya sendiri.
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Minggu, 25 September 2016
Pantun
Rambut panjang rapih disisir
Janda kaya jatuh hati
Kalau mantap jadi penyair
terus berkarya sampai mati
Janda kaya jatuh hati
Kalau mantap jadi penyair
terus berkarya sampai mati
dilauching juga gak bakalan laku dijual di Gramedia atau Salemba
Seorang sahabat menanyakan , Buku Lumbung Puisi kapan dilauching-nya? Sebuah pertanyaan yang bingung menjawabnya.
Aku menjawab: "dilauching juga gak bakalan laku dijual di Gramedia atau Salemba, Mas."
Lalu aku bertanya semua penulisnya, "Tidak usah dilauching, kan? soalnya bukunya sudah sampai Malaysia, Brunai, Filipina dan Singapur." Kesombongan untuk menutupi keterbatasanku.
Aku menjawab: "dilauching juga gak bakalan laku dijual di Gramedia atau Salemba, Mas."
Lalu aku bertanya semua penulisnya, "Tidak usah dilauching, kan? soalnya bukunya sudah sampai Malaysia, Brunai, Filipina dan Singapur." Kesombongan untuk menutupi keterbatasanku.
Buku di perpustakaan dan buku di toko buku.
Buku di perpustakaan dan buku di toko buku.
Prinsipnya sama sebagai objek pilihan pengunjung. Ketika sebuah buku dipersandingkan dengan buku yang lain, maka buku itu harus 'bernyawa agar dapat menyapa sendiri para pengunjung yang datang dan pada gilirannya suka, jatuh hati dan ingin memilikinya. Sebuah PR agar buku dapat memiliki 'nyawa adalah bagaimana sang penulis mencipta.
Prinsipnya sama sebagai objek pilihan pengunjung. Ketika sebuah buku dipersandingkan dengan buku yang lain, maka buku itu harus 'bernyawa agar dapat menyapa sendiri para pengunjung yang datang dan pada gilirannya suka, jatuh hati dan ingin memilikinya. Sebuah PR agar buku dapat memiliki 'nyawa adalah bagaimana sang penulis mencipta.
Peta Jakarta
Peta Jakarta
Peta Jakarta dibuat setiap tahun
Skala kecil di atas meja
Lalu diberi tanda
Agar peta berganti nama
Peta Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu diberi lingkaran
telah berganti nama
Peta Jakarta dicetak ulang
Sampai ke sekolah dasar
Anak-anak menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak ada .
Rg Bagus Warsono 2014
Peta Jakarta dibuat setiap tahun
Skala kecil di atas meja
Lalu diberi tanda
Agar peta berganti nama
Peta Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu diberi lingkaran
telah berganti nama
Peta Jakarta dicetak ulang
Sampai ke sekolah dasar
Anak-anak menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak ada .
Rg Bagus Warsono 2014
Rabu, 21 September 2016
Jalan alternatif begitu banyaknya
Bebas berkarya, bebas berkreatifitas dan bebas menentukan jalan menuju
cita sesuai pilihan jalan itu. Dunia informasi makin berkembang, TVRI
yang doeloe memonopoli pemberitaan akhirnya menemui banyak pesaing.
Koran lesu karena internet. Radio semakin jarang dimiliki masyarakat
perkotaan, RRI mati segan hidup tak mau. Pola pemandu bakat sebagai
tangga menuju menjadi artis tak ada gunanya. Pendek kata sekarang bebas
berkreatifitas dengan berbagai saluran apa saja untuk mencapai cita.
Sekarang ini banyak jalan tidak hanya ke Roma, kemana pun. Disetiap jalan raya dibuat jalan alternatif, Jalan tol pun membuka pintu pintu ke jalan sebuah kecamatan. Artinya untuk menjadi apa yang diidamkan banyak cara yang dilaluinya. Tak ada halang rintang atau razia polisi untuk menuju cita. Bila ada orang yang menghalangi berarti yang menghalangi itu akan sia-sia karena jalan alternatif begitu banyaknya.
Jalan alternatif begitu banyaknya, untuk menjadi terkenal, apa pun asah-asah saja dilakukan. Apalagi menjadi penemu atau orang pertama yang melakukan kretifitas itu, namun usahakan agar kita mampu memahami bahwa yang senang ditertawakan oleh umum adalah pelawak, yang di luar pelawak tidak.
Sekarang ini banyak jalan tidak hanya ke Roma, kemana pun. Disetiap jalan raya dibuat jalan alternatif, Jalan tol pun membuka pintu pintu ke jalan sebuah kecamatan. Artinya untuk menjadi apa yang diidamkan banyak cara yang dilaluinya. Tak ada halang rintang atau razia polisi untuk menuju cita. Bila ada orang yang menghalangi berarti yang menghalangi itu akan sia-sia karena jalan alternatif begitu banyaknya.
Jalan alternatif begitu banyaknya, untuk menjadi terkenal, apa pun asah-asah saja dilakukan. Apalagi menjadi penemu atau orang pertama yang melakukan kretifitas itu, namun usahakan agar kita mampu memahami bahwa yang senang ditertawakan oleh umum adalah pelawak, yang di luar pelawak tidak.
Selasa, 20 September 2016
ada banyak ego pada diri kita (penyair)
Dalam dunia politik, meski partai berbeda ada persahabatan kuat para
tokoh politik yang berbeda partai. pertalian sahabat antar tokoh itu
diikat dengan mencari titik temu kesamaan pandang. Di dunia penyair
kesamaan pandang sebagai ikatan tali persahabatan jarang banyak ditemui ,
dan yang banyak adalah justru ikatan saling menguntungkan. Disini
berarti ada banyak ego pada diri kita (penyair)
Otobiografi Pengarang itu ada dua
Sebagai seorang kurator bacaan aku dapat menyimpulkan bahwa Otobiografi
Pengarang itu ada dua. Yakni satu Otobiografi Jujur dan satunya lagi
Otobiografi Tidak Jujur.
menulis 'berani.
Dulu
mungkin hal ini adalah masalah tabu untuk diungkapkan. Sekarang bukan
zamannya lagi. dan Aku memulai untuk menulis 'berani. yakni
mengetengahkan pantangan-pantangan untuk memberi jalan generasi
dimudahkan jalan cita-citanya dan bukan dihambat.
Membuat otobiografi jujur lebih sulit
Membuat otobiografi jujur lebih sulit ketimbang membuat otobiografi
tidak jujur. Banyak alasan tentang hal ini. Membuat otobiografi tidak
jujur lebih terbuka keindahan dan daya tarik pembaca. Silhkan dicoba
membuat dua otobiografi kita, otobiografi jujur dan otobiografi tidak
jujur..
Senin, 19 September 2016
Mengapa Iri
Kemapanan seorang penyair adalah ketika muncul karya bagus dari
seseorang penyair muda atau baru atau yang bau kencur, penyair itu
tidak merasa tersaingi tetapi harus menjadi pelajaran pembanding, agar
produktifitas dirinya tetap bermutu.
penilaian harus pada karyanya bukan personal
Jika menjadi juri lomba menulis penekanan penilaian harus pada karyanya
bukan personal penciptanya. Jika juri lebih menilai terhadap personal
penciptanya, maka juri itu telah dikotori setitik racun dihatinya.
Beda itu sebuah keunggulan
Beda itu sebuah keunggulan
Di Amerika (meski belum kesana) kata anakku melihat aneh orang-orang amerika yang berjalan kemudian berhenti sebentar dan kadang berkerumun ketika melihat pengamen yang menunjukan sesuatu atau menjual sesuatu. Kebiasaan haus informasi itu telah membudaya, ketika ada sebuah sesuatu yang berbeda ia ingin mengetahuinya. Beda itu sebuah keunggulan cetus sebuah slogan perusahaan di sana. Jadi berbuatlah beda dengan yang lain dan kita punya keunggulan tersendiri.
Di Amerika (meski belum kesana) kata anakku melihat aneh orang-orang amerika yang berjalan kemudian berhenti sebentar dan kadang berkerumun ketika melihat pengamen yang menunjukan sesuatu atau menjual sesuatu. Kebiasaan haus informasi itu telah membudaya, ketika ada sebuah sesuatu yang berbeda ia ingin mengetahuinya. Beda itu sebuah keunggulan cetus sebuah slogan perusahaan di sana. Jadi berbuatlah beda dengan yang lain dan kita punya keunggulan tersendiri.
Langit bukan berwarna biru.
Langit bukan berwarna biru.
Jangan cepat mengambil kesimpulan jika tak dibarengi pembuktian ilmiah. Anda mengatakan langit itu berwarna biru memang benar dan yang lain pun mengiyakan. bahwa langit berwarna biru memang benar. Dan Anda akan menemukan kebenaran sendiri manakala menonton film ruang angkasa, atau Anda naik pesawat terbang , biru bukan warna langit. Jadi semua pembenaran atas fakta yang dilihat belum tentu benar.
Jangan cepat mengambil kesimpulan jika tak dibarengi pembuktian ilmiah. Anda mengatakan langit itu berwarna biru memang benar dan yang lain pun mengiyakan. bahwa langit berwarna biru memang benar. Dan Anda akan menemukan kebenaran sendiri manakala menonton film ruang angkasa, atau Anda naik pesawat terbang , biru bukan warna langit. Jadi semua pembenaran atas fakta yang dilihat belum tentu benar.
"terus bergerak"
Penyampaian kata "terus bergerak" , sebagai ucapan pujian dan pacu
semangat pertama kali diucapkan dan ditulis oleh maestro kita Sosiawan Leak.
Bila kata "terus bergerak" diresapi ini mengandung makna luar biasa.
Pada sisi sebuah perjalanan, naik kereta apa naik sepeda sama-sama
sampai kota tujuan. Pada sisi kreatifitas kata "terus bergerak"
mengandung makna perubahan yang berujung daya cipta baru. Pada sisi yang
lain adalah kehidupan sastra yang terus tiada henti, sedang pada
keuntungan popularitas orang yang terus bergerak meski kemampuan
dukungan terbatas menjadi daya tarik orang lain, dengan tanpa promosi
yang mahal nama seseorang tetlihat memancar kemana-mana.
Lebih terkenal Bunga Bangkai (Rafflesia/Amorphophallus) dari pada Anggrek.
Lebih terkenal Bunga Bangkai (Rafflesia/Amorphophallus) dari pada Anggrek.
Dalam dunia kepenyairan 'bunga bangkai lebih terkenal daripada anggrek. Ini adalah pemacu semangat buat kita semua. Jangan takut dicibir, dicemoh, dikatakan jelek, atau menghina sekali pun. Buktinya bunga bangkai lebih terkenal seantero dunia ketimbang anggrek yang wangi dan indah serta banyak jenisnya itu. Jadi tetaplah pada pendirianmu dan pertahankan cirimu itu (rgbagus w)
Dalam dunia kepenyairan 'bunga bangkai lebih terkenal daripada anggrek. Ini adalah pemacu semangat buat kita semua. Jangan takut dicibir, dicemoh, dikatakan jelek, atau menghina sekali pun. Buktinya bunga bangkai lebih terkenal seantero dunia ketimbang anggrek yang wangi dan indah serta banyak jenisnya itu. Jadi tetaplah pada pendirianmu dan pertahankan cirimu itu (rgbagus w)
Sabtu, 17 September 2016
Dr. Lim Swee Tin, Malaysia
Dr. Lim Swee Tin,
Lahir di Kelantan, Malaysia pada tahun 1952, Dr. Lim mendapat latihan sebagai guru di Maktab Perguruan Persekutuan, Pulau Pinang, 1972-73. Selepas itu, bertugas sebagai guru di beberapa buah sekolah di Kelantan. Pada 1988-92, beliau melanjutkan pengajian di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) bagi ijazah Sarjana Muda Pendidikan Pengajaran Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Pertama. Kemudiannya, meneruskan perkhidmatan sebagai guru di Negeri Sembilan dan Selangor. 1996-99, melanjutkan pelajaran bagi ijazah Sarjana Sastera Kesusasteraan Melayu dan 2000-05, meneruskan pengajian PhD Kesusasteran Melayu. Sejak Disember 2000 hingga 2012, beliau berkhidmat sebagai pensyarah di Fakulti Bahasa Moden Dan Komunikasi, UPM.
Dr. Lim melibatkan diri secara bersungguh-sungguh dalam lapangan kesusasteraan Melayu dengan menulis puisi, cerpen, novel, dan esei kritikan sastera serta turut mengendalikan kursus pemantapan bahasa Melayu dan penulisan kreatif kepada pelajar dan guru di Malaysia dan Singapura.
Pada tahun 2000, beliau dianugerahkan SEA Write Award oleh Kerajaan Diraja Thailand. Sebelum itu, beliau telah memenangi 25 hadiah kesusasteraan di Malaysia. Setakat ini, Dr. Lim telah menghasilkan kira-kira 60 buah buku kreatif dan nonkreatif secara perseorangan selain karya-karya ecerannya turut terkumpul dalam lebih 100 buah antologi bersama. Di sampng itu, beliau telah membentangkan ratusan kertas kerja, di dalam dan di luar negara.
Kini memegang jawatan dalam pelbagai organisasi sastera dan pendidikan milik pemerintah dan swasta, termasuk DBP, ASWARA, dan MASTERA serta menganggotai panel pemilih penerima SEA Write Award (Malaysia) dan Panel Hakim Hadiah Sastera Perdana (HSPM).
Lahir di Kelantan, Malaysia pada tahun 1952, Dr. Lim mendapat latihan sebagai guru di Maktab Perguruan Persekutuan, Pulau Pinang, 1972-73. Selepas itu, bertugas sebagai guru di beberapa buah sekolah di Kelantan. Pada 1988-92, beliau melanjutkan pengajian di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) bagi ijazah Sarjana Muda Pendidikan Pengajaran Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Pertama. Kemudiannya, meneruskan perkhidmatan sebagai guru di Negeri Sembilan dan Selangor. 1996-99, melanjutkan pelajaran bagi ijazah Sarjana Sastera Kesusasteraan Melayu dan 2000-05, meneruskan pengajian PhD Kesusasteran Melayu. Sejak Disember 2000 hingga 2012, beliau berkhidmat sebagai pensyarah di Fakulti Bahasa Moden Dan Komunikasi, UPM.
Dr. Lim melibatkan diri secara bersungguh-sungguh dalam lapangan kesusasteraan Melayu dengan menulis puisi, cerpen, novel, dan esei kritikan sastera serta turut mengendalikan kursus pemantapan bahasa Melayu dan penulisan kreatif kepada pelajar dan guru di Malaysia dan Singapura.
Pada tahun 2000, beliau dianugerahkan SEA Write Award oleh Kerajaan Diraja Thailand. Sebelum itu, beliau telah memenangi 25 hadiah kesusasteraan di Malaysia. Setakat ini, Dr. Lim telah menghasilkan kira-kira 60 buah buku kreatif dan nonkreatif secara perseorangan selain karya-karya ecerannya turut terkumpul dalam lebih 100 buah antologi bersama. Di sampng itu, beliau telah membentangkan ratusan kertas kerja, di dalam dan di luar negara.
Kini memegang jawatan dalam pelbagai organisasi sastera dan pendidikan milik pemerintah dan swasta, termasuk DBP, ASWARA, dan MASTERA serta menganggotai panel pemilih penerima SEA Write Award (Malaysia) dan Panel Hakim Hadiah Sastera Perdana (HSPM).
Prof. Dr. Faruk Tripoli,
Prof. Dr. Faruk Tripoli,
Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 10 Februari 1957. Beliau adalah pakar di bidang ilmu budaya serta guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan pengajar Fakultas Ilmu Budaya yang secara resmi mendapatkan persetujuan dari Mendiknas sebagai profesor pada Jun 2008.
Pendidikan Prof. Faruk bermula di sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya. Setelah lulus SMA, ia ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, melanjutkan program S-3 juga di Fakultas Pascasarjana UGM dan lulus tahun 1994.
Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983-1985. Pada tahun 1986 hingga sekarang, ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.
Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Prof. Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korena Selatan (2007-2009) serta aktif melakukan penelitian (1998-2009). Prof. Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.
Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000-2001), Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2001-2003), pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003-2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011-sekarang).
Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 10 Februari 1957. Beliau adalah pakar di bidang ilmu budaya serta guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan pengajar Fakultas Ilmu Budaya yang secara resmi mendapatkan persetujuan dari Mendiknas sebagai profesor pada Jun 2008.
Pendidikan Prof. Faruk bermula di sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya. Setelah lulus SMA, ia ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, melanjutkan program S-3 juga di Fakultas Pascasarjana UGM dan lulus tahun 1994.
Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983-1985. Pada tahun 1986 hingga sekarang, ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.
Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Prof. Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korena Selatan (2007-2009) serta aktif melakukan penelitian (1998-2009). Prof. Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.
Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000-2001), Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2001-2003), pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003-2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011-sekarang).
Penyair yang tangguh
Penyair yang tangguh
Dua puluh tahun lalu aku betemu dengan seorang penyair (nama tidak begitu penting) . Beliau sangat sederhana , aku pernah membaca karyanya di sebuah surat kabar regional. Katanya bersyair hanya untuk mencurahkan impiannya melalui tulisan. Sejauh harapan itu dicapat atau tidak bukan masalah baginya , katanya mungkin ada seseorang yang membacanya sampai tuntas kala itu. Kesederhanaan itu diperlhatkan dengan keadaan seperti orang kebanyakan mempertahankan hidup ini. Bekerja dan mencari nafkah keluarga. Sama sekali iatidak mengeluh dengan apa yang menimpa dirinya. Katanya, walau ia dalam keadaan miskin tak boleh berkata miskin , penyair itu kaya dan sangat kuat. aku menjadi penyair agar kuat dalam mengarung kehidupan ini. Penyair itu tingal di Tegal lebih tua sekitar 15 tahunan dariku. Siapa dia tebak saja sendiri.
Dua puluh tahun lalu aku betemu dengan seorang penyair (nama tidak begitu penting) . Beliau sangat sederhana , aku pernah membaca karyanya di sebuah surat kabar regional. Katanya bersyair hanya untuk mencurahkan impiannya melalui tulisan. Sejauh harapan itu dicapat atau tidak bukan masalah baginya , katanya mungkin ada seseorang yang membacanya sampai tuntas kala itu. Kesederhanaan itu diperlhatkan dengan keadaan seperti orang kebanyakan mempertahankan hidup ini. Bekerja dan mencari nafkah keluarga. Sama sekali iatidak mengeluh dengan apa yang menimpa dirinya. Katanya, walau ia dalam keadaan miskin tak boleh berkata miskin , penyair itu kaya dan sangat kuat. aku menjadi penyair agar kuat dalam mengarung kehidupan ini. Penyair itu tingal di Tegal lebih tua sekitar 15 tahunan dariku. Siapa dia tebak saja sendiri.
panggung bukan milik penyair
Sampai saat ini aku tetap berprinsip bahwa 'panggung bukan milik
penyair. Jika 'panggung itu dimiliki penyair maka orang itu memiliki
keistimewaan ganda, penyair dan sinden. Oleh karena 'panggung bukan
milik penyair, maka belumlah dapat panggung sebagai tempat pencaharian
seperti dilakukan sinden.
sebetulnya yang mengayak atau menyaring itu adalah diri manusia itu sendiri , dirimu sendiri.
Kata pujangga Ronggowarsito Orang Indonesia akan disaring, diayak . Dan
aku memberi tambahan bahwa sebetulnya yang mengayak atau menyaring itu
adalah diri manusia itu sendiri , dirimu sendiri.
turunnya grafik penjualan buku
Dunia internet dengan perkembangan situs-situs sastra serta sajian
budaya di media online yang terus berkembang, mengakibatkan turunnya
grafik penjualan buku sastra di berbagai toko buku besar. Beberapa toko
buku besar terpaksa mengecilkan ruangan untuk mengurangi karyawan untuk
menjaga kestabilan toko buku. Akhirnya mereka para tokoh penyair yang
selama ini memonopoli penerbitan buku gigit jari. Buku mereka lapuk di
rak-rak penjualan yang tak pernah disentuh pembeli. Kini boleh dikatakan
penyair-penyair pinggiran malah laris karyanya terbaca oleh masyarakat
melalui dunia internet.
, biarkan mereka mengapresiasi
Setelah masyarakat membaca karya kita, biarkan mereka mengapresiasi,
biarkan mereka menentukan apakah karya kita bagus atau buruk atau
teramat buruk. Sehingga mereka dapat mengadili siapa itu penyair. Jadi
tidak hanya pameran buku, unjuk penampilan atau gembar-gembor promosi
diri. Meskipun ini juga sangat penting untuk menunjang pengenalan pada
masyarakat.
'mengasah diri sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan
Tentu Anda pernah membacanya, Serial Api Dibukit Menoreh karya SH
Mintardja, ada suatu yang pantas untuk dijadikan pelajaran bahwa untuk
menjadi besar (orang besar) adalah : mengasah diri..Diceritakan
bagaimana Agung Sedayu dengan cita-citanya itu berlatih mengasah diri,
tidak hanya dari gurunya Kyai Gringsing tetapi justru ia menggali dari
apa yang ada pada dirinya, diri keluarganya, Meski ia ditingal sedari
kecil oleh ayahnya, Ki Sadewa, tetapi ia dapat menggali dirinya atas
warisan terselubung pada dirinya , seakan yakin memiliki potensi luar
biasa pada dirinya. Sehingga 'mengasah diri membuahkan ketajaman ilmu
yang pada gilirannya mampu membawa dirinya dalam jajaran petinggi
Kerajaan Mataram. Bahkan R Sutawijaya, Raja Mataram pertama dan juga
pendiri kerajaan itu mengakui ketinggian ilmu Agung Sedayu. Dari situlah
dipetik bahwa 'mengasah diri sangat diperlukan untuk meningkatkan
kemampuan diri dan akan membawa nama harum dan menjadikan diri seakin
besar.
Sebetulnya bulan itu slalu purnama.
Sebetulnya bulan itu slalu purnama.
Sadar bahwa bulan itu slalu purnama, Kalian saja yang salah tempat berdiri, Tak usah menanti kapan sebab bulan ada dipunggungmu. Jika mau purnama terus, tak hanya berdiri diam berdiri di bumi berputar, kita bergerak mengikuti bulan dan bulan slalu purnama.
Sadar bahwa bulan itu slalu purnama, Kalian saja yang salah tempat berdiri, Tak usah menanti kapan sebab bulan ada dipunggungmu. Jika mau purnama terus, tak hanya berdiri diam berdiri di bumi berputar, kita bergerak mengikuti bulan dan bulan slalu purnama.
Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.
Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.
Peluncurannya mengundang ratusan undangan hadir. Yang tak dapat undangan juga panitia mengundang. Disamping snak juga makan siang. Di tahun 2000-sampai sekarang. Disamping mengundang beberapa tokoh juga kritikus kenamaan, diundang pula redaktur budaya, wartawan liputan budaya. Spanduk , barner dan baliho dipasang. Gambar buku dan pengarang. Slogan dan pesan keagungan. 100 juta rupiah kata teman. Sehari meledak, seminggu bau mesiu, sebulan dibicarakan , setahun disinggung , selang lima tahun nama buku dan nama pengarang ditelan waktu akhirnya sama dengan antologiku. Kasihan.
Peluncurannya mengundang ratusan undangan hadir. Yang tak dapat undangan juga panitia mengundang. Disamping snak juga makan siang. Di tahun 2000-sampai sekarang. Disamping mengundang beberapa tokoh juga kritikus kenamaan, diundang pula redaktur budaya, wartawan liputan budaya. Spanduk , barner dan baliho dipasang. Gambar buku dan pengarang. Slogan dan pesan keagungan. 100 juta rupiah kata teman. Sehari meledak, seminggu bau mesiu, sebulan dibicarakan , setahun disinggung , selang lima tahun nama buku dan nama pengarang ditelan waktu akhirnya sama dengan antologiku. Kasihan.
Minggu, 11 September 2016
berkarya sastra bersamaku
Salah satu keuntungan berkarya sastra bersamaku adalah karyanya
diusahakan dibaca masyarakat, inklusif didalamnya masyarakat pendidik
dan peserta didik. meski manfaat kecil tapi berdampak kedepan, karena
namamu abadi.
Berorganisasi Sastra
Silahkan Anda mengikuti berbagai organisasi sastra apa pun namanya,
sebab di situ tempat belajar , bagaimana belajar membatasi ego pribadi,
belajar utuk tidak 'ijo melihat uang yang bukan haknya, belajar untuk
tidak menyalahi aturan rumah tangga organisasi itu.
Begitu juga ketika Anda menjadi pemimpin di organisasi sastra, suatu yang akan sulit adalah menyadari ketika ada anggota organisasi yang lebih dari pimpinan kemampuannya, bahkan lebih tinggi lagi bakal popularitasnya. Padahal jika terjadi semacam itu justru mengangkat nama organisasi inklusif nama pimpnannya.
Begitu juga ketika Anda menjadi pemimpin di organisasi sastra, suatu yang akan sulit adalah menyadari ketika ada anggota organisasi yang lebih dari pimpinan kemampuannya, bahkan lebih tinggi lagi bakal popularitasnya. Padahal jika terjadi semacam itu justru mengangkat nama organisasi inklusif nama pimpnannya.
Kalau penyair sudah terkenal seperti ini baru hebat :
Ketika membeli ikan segar di pasar ikan, bakul ikan itu menyambut, "Silahkan Den Penyair pilih ikan yang mana?". Ketka naik andong, sais delman itu mengakatan , "Monggo Den Penyair" sambil mempersilahkan pakai ibu jari. Ketika membeli rokok , pemilik warung rokok itu mengatakan , Mas Penyair monggo, rokok yang mana? Ketika mau masuk bank, satpam menyapanya . "Selamat siang Penyair" .dan Ketika orang mencari rumahnya bertanya, "Mas mau tanya dimana rumah penyair...." .
Jumat, 09 September 2016
Sedulur Sekasur
Sedulur Sekasur
Ndueni batur
Ketemu sedulur
cilik rak ketemu gede dadi sedulur
wong liya pada wong liya
sapa sira sapa ingsun
turu ning kasur dadi sadulur
saya suwe saya ngumur
kaya sadulur kandung
klalen sapa rayi sapa raka
rong jiwa dadi siji
Nunggu mati
sapa sira sapa ingsun
wis dadi
sadulur sejati
aku melu mati yen mati
Indramayu, 9-9-2016
Ndueni batur
Ketemu sedulur
cilik rak ketemu gede dadi sedulur
wong liya pada wong liya
sapa sira sapa ingsun
turu ning kasur dadi sadulur
saya suwe saya ngumur
kaya sadulur kandung
klalen sapa rayi sapa raka
rong jiwa dadi siji
Nunggu mati
sapa sira sapa ingsun
wis dadi
sadulur sejati
aku melu mati yen mati
Indramayu, 9-9-2016
Dan karya adalah sarana mencurahkan kejujuran
Dikekang, dipingit bukan zamannya lagi. kecuali keinginan diri mengekang
diri atau memingit dirinya sendiri. Sastra kini menghirup udara bebas
segar kecuali ada yang mengotori dengan asap sehingga polusi terjadi.
Kesegaran alam dan luasnya cakrawala itu disebabkan karena keinginan
hati nurani untuk berbuat jujur. Dan karya adalah sarana mencurahkan
kejujuran
diantara yang berhasil memiliki kedudukan tinggi terdapat juga bekas muridku yang hidup penuh kesengsaraan.
Aku bangga menjadi guru sekolah dasar, kebanggaaku tak akan dinodai
dengan meminta agar murid-muridku untuk berterima kasih sebab diantara
yang berhasil memiliki kedudukan tinggi terdapat juga bekas muridku yang
hidup penuh kesengsaraan.
dengan biaya berarti lemah penyeleksian
Sejak kemunculannya Untuk menjaga kualitas Lumbung Puisi peserta
pengirim puisi tidak dikenai biaya pendaftaran sebab ketika seseorang
mendaftar dengan biaya berarti lemah penyeleksian karena
penyelenggaraannya ditopang biaya pendaftaran.
Karena publiklah yang akan menentukan.
Pendapatku, menyadari pertumbuhan penyair dan sastrawan jenis lainnya
yang terus berkembang ini menjadikan kelak tak ada lagi sebutan 'penyair
nomor 1, 'Raja Penyair, atau 'Presiden Penyair, karena popularitas itu
akan seperti bintang sinetron tergantung siapa kesukaan pemirsa di
sinema apa di serial sinetron apa. Karena publiklah yang akan
menentukan.
bagus (sampulnya) spanduknya daripada isinya.
Gagasan kadang banyak dan membuat ngiler semua orang, tetapi banyak
gagasan bagus tak dibarengi dengan profesionalisme dan kemampuan materi,
sehingga pada pelaksanaannya bagus (sampulnya) spanduknya daripada
isinya. Gagasanku hanya kecil bagaimana mencatat penyair dan karya
hebatnya di buku dokumentasi sastra, kecil dan tak berarti.
Bahasa tulis kadang salah tafsir
Bahasa tulis kadang salah tafsir, apalagi bukan tulis tangan, Doeloe
bersurat cinta adalah budaya remaja, tulisannya diukir indah, dengan
frase yang indah pula. Kini semua serba pencet-pencet saja. Saking
cepetnya hingga salah pencet, akhirnya maksud kalimat menjadi salah
maksud ketika dibaca. Salah ejaan Bahasa Indonesia mengakibatkan salah
tafsir. Tetapi aku slalu berfikir positif ketika berjumpa dengan
orangnya betapa tulisan berbeda dengan kepribadian orang itu bahkan
sangat baik.
aplikasi yang sangat unggul
Dibanding yang lain facebook menurut penilaianku adalah aplikasi yang
sangat unggul dalam segala hal. Pengguna fb bisa memutus pertemanan,
bisa meng-kat informasi yang tak disukai, bisa memblokir, bisa mencegah
inbook, bisa menghapus apa saja seperti papan tulis dsb. Juga bisa
memilih teman. Bagiku ini aplikasi yang istimewa dan juga merakyat.
Namun jika pujaanku memutus statusku atau memblokir statusku tetap saja
aku bisa mengintipmu.
'membumi-nya karya terkini itu
Dalam segi keindahan karya-karya sastra terkini lebih unggul daripada
karya Angkatan Pujangga Angkatan 45. Tetapi ukuran 'membumi-nya karya
terkini itu diakui masih dibawah Semeru.
ada telur bebek albio yang tidak menetas.
Pandangan akademik adalah ilmiah-nya sesuatu yang dipertanggungjawabkan.
Jangan silau dengan nama penyair besar sebelum membaca membedah
karyanya dan diakui hebat oleh pribadi pembaca. Sebab ada telur bebek
albio yang tidak menetas.
Kalau bisa Anda sendiri yang harus tampil.
Sebagai orang yang juga mempelajari gejala politik, aku tidak suka
dengan penyair yang membebek tokoh penyair terkenal. Mempelajari
karyanya harus tetapi jangan mengkultuskan, Kalau bisa Anda sendiri yang
harus tampil.
apa yang dilihat.
Filosofiku terbalik: Bila kita berada di bawah tetap melihat ke bawah lagi.
Sebab kalau kita berada diatas dan melihat ke atas lagi , apa yang dilihat.
Sebab kalau kita berada diatas dan melihat ke atas lagi , apa yang dilihat.
Selasa, 06 September 2016
tentunya membuat tersenyum Rendra di sana.
Satu dua penyair-penyair muda bersinar dari tiap kabupaten kota. Ini
menandakan lestarinya dunia sastra khusus puisi di Tanah Air. Dan
tentunya membuat tersenyum Rendra di sana.
dunia menantimu untuk membaca karyamu
Mungkin juga ada penyair-penyair muda lainnya di setiap daerah yang
menyembunyikan identitasnya , bersembunyi dalam keterasingan, sunyi dan
sepi. Ini sebetulnya suatu kesalahan di zaman yang sudah bebas ini.
Kenapa terus menerus berada dalam persembunyian sedang dunia menantimu
untuk membaca karyamu dan mendengar suaramu membaca sajak
karya adalah sarana mencurahkan kejujuran.
Dikekang, dipingit bukan zamannya lagi. kecuali keinginan diri mengekang
diri atau memingit dirinya sendiri. Sastra kini menghirup udara bebas
segar kecuali ada yang mengotori dengan asap sehingga polusi terjadi.
Kesegaran alam dan luasnya cakrawala itu disebabkan karena keinginan
hati nurani untuk berbuat jujur. Dan karya adalah sarana mencurahkan
kejujuran.
karena yang menjadi tokoh itu Anda penulis Lumbung Puisi.
Penulis Antologi Bersama Lumbung Puisi memiliki hak cipta yang sama,
sehingga boleh bertindak atas nama buku itu tanpa perlu melapor pada
siapa pun. Karena diberikan ketenangan hak cipta itu pada penulisnya
bukan pada penyelenggara atau aku penggagas buku itu. Sehingga kita
hemat dan tidak perlu mengeluarkan dana utuk memanggil seseorang tokoh,
karena yang menjadi tokoh itu Anda penulis Lumbung Puisi.
panggilan jiwa untuk berkarya nyata dalam sastra untuk masyarakat.
Penyair juga sastrawan jenis lainnya harus menyadari akan pertumbuhan
penyair dan sastrawan jenis lainnya yang berkembang fantastik sejak era
reformasi. Mungkin jumlahnya telah puluhan ribu sastrawan Indonesia.
Mereka tidak hanya semata-mata mencari popularitas diri tetapi pada
dasarnya adalah panggilan jiwa untuk berkarya nyata dalam sastra untuk
masyarakat.
popularitas itu akan seperti bintang sinetron
Pendapatku, menyadari pertumbuhan penyair dan sastrawan jenis lainnya
yang terus berkembang ini menjadikan kelak tak ada lagi sebutan 'penyair
nomor 1, 'Raja Penyair, atau 'Presiden Penyair, karena popularitas itu
akan seperti bintang sinetron tergantung siapa kesukaan pemirsa di
sinema apa di serial sinetron apa. Karena publiklah yang akan
menentukan.
Senin, 05 September 2016
Jabatan Pesanan
Jabatan pesanan itu gak akan lama, sekadar memberi hormat yang nitip
saja, kalau sudah dituruti duduk, kan sudah merasakan . Selang enam
bulan, sakit mikirin jabatan dicopot apa gak.
dibungkus pakai seleksi, lelang
Nepotisme itu dibungkus pakai seleksi, lelang, penghargaan, konflik dan
berita media yang bagus-bagus. (aku ora tega, Mas, kabeh sedulur)
Lumbung Puisi Jilid IV , antologi pertama berbeda dari yang lain
Kami yang pertama
Sebuah antologi bertema margasatwa
agak asing bagi puisi Indonesia dewasa ini
kami bangga dengan keunikan ini
antologi bersama yang khas
dari gorsan tangan pemahat kata sebuah
garapan penyair Indonesia tua muda ternama
dengan puisi yang terseleksi
agar lumbung penuh puisi bernas
Sebuah antologi bertema margasatwa
agak asing bagi puisi Indonesia dewasa ini
kami bangga dengan keunikan ini
antologi bersama yang khas
dari gorsan tangan pemahat kata sebuah
garapan penyair Indonesia tua muda ternama
dengan puisi yang terseleksi
agar lumbung penuh puisi bernas
Lumbung puisi JIlid IV adalah salah satu karya sastra mutakhir
Buku Lumbung puisi JIlid IV adalah salah satu karya sastra mutakhir
(terkini) dari karya karya sastra mutakhir (terkini ) lainnya oleh
penyair Indonesia. Banyak karya mutakhir lain yang bersifat nasional
seperti Lumbung Puisi. Kami serahkan penilaian itu pada publik.
Amal kebaikan itu ada sumbernya.
Amal kebaikan itu ada sumbernya.
Aku menjumpai seorang pensiunan departemen keuangan di Pangandaran Ciamis yang menjadi sais andong wisata pantai pangandaran dan pelatih kuda pacu. Di sisi ekonomi Bapak tua ini telah kecukupan, dan anak nya sudah bekerja pula. Dari gajih pensiun sudah cukup lebih untuk hidup berdua dengan istri apalagi hidup di desa. Lalu kenapa ia rajin mencari uang terus dari berbagai kesibukan? katanya beramal itu ada sumber untuk berbuat amalnya. Makanya ia geluti apa saja yang hasilnya bisa berbuat amal.
Aku menjumpai seorang pensiunan departemen keuangan di Pangandaran Ciamis yang menjadi sais andong wisata pantai pangandaran dan pelatih kuda pacu. Di sisi ekonomi Bapak tua ini telah kecukupan, dan anak nya sudah bekerja pula. Dari gajih pensiun sudah cukup lebih untuk hidup berdua dengan istri apalagi hidup di desa. Lalu kenapa ia rajin mencari uang terus dari berbagai kesibukan? katanya beramal itu ada sumber untuk berbuat amalnya. Makanya ia geluti apa saja yang hasilnya bisa berbuat amal.
Idealisme Itu
Adalah Ibu Wardiningsih, salah satu diantara guru, adalah seorang
kepala sekolah yang berusaha membangun sekolah baik sisi akademik, metal
warga sekolah dan juga fisik sekolah dengan kemampuan diri dan rela
mengorbankan harta bendanya. Sehingga sekolahnya menjadi sekolah
terdepan di Indramayu. Ketika pemerintah memberikan suport terhadap
sekolah dengan Bantuan Operasional (BOS), ibu itu malah mengundurkan
diri diusia 54 th disaat prestasi lagi hebat-hebatnya. Ia pensiun muda.
Apa katanya? Ia bercerita padaku bahwa bukan karena apa-apa tetapi ia
beralasan bahwa ia tampil itu disaat tengah 'susah pendanaan pendidikan,
disaat banyak dana, katanya pengabdian itu dikotori oleh keinginan
kotor.
Cita-citaseseorang yang berusia 50 th?
Cita-cita. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.Bagaimana dengan seseorang yang berusia 50 th?
Adalah seorang ibu Subini (54h) ketika itu memulai kuliah S1 , staf guruku ketika aku memimpin sekolah dasar, Jika 2 th kuliah tepat waktu, karena sudah D2, maka akan selesai pada usia 56 th. Namun keterbatasan pikir karena ibu yang sudah sepuh itu perjalanan kuliah pun tak tepat waktu dan baru setelah 4 th lulus S1. diusia 58 tahun menjelang pensiun. Aku bertanya apa motifasi ibu kuliah? Katanya bukan utuk apa-apa, tetapi ia sebagai ibu dan nenek bagi cucu-cucunya memberikan contoh agar anak-cucunya mau menuruti jejaknya. Hebat bukan main ibu ini. Cita-cita itu ternyata bukan untuk diri tetapi untuk generasi selanjutnya.
Adalah seorang ibu Subini (54h) ketika itu memulai kuliah S1 , staf guruku ketika aku memimpin sekolah dasar, Jika 2 th kuliah tepat waktu, karena sudah D2, maka akan selesai pada usia 56 th. Namun keterbatasan pikir karena ibu yang sudah sepuh itu perjalanan kuliah pun tak tepat waktu dan baru setelah 4 th lulus S1. diusia 58 tahun menjelang pensiun. Aku bertanya apa motifasi ibu kuliah? Katanya bukan utuk apa-apa, tetapi ia sebagai ibu dan nenek bagi cucu-cucunya memberikan contoh agar anak-cucunya mau menuruti jejaknya. Hebat bukan main ibu ini. Cita-cita itu ternyata bukan untuk diri tetapi untuk generasi selanjutnya.