Laman

Sabtu, 21 Agustus 2021

 Lalu aku memisahkan diri dengan sesama, karena aku besar dan hebat, dan bergabung dengan penyair2 yg tak pernah berkata kecuali meludah. Tapi alhandulillah, aku masih tetap seperti dulu, masih bersama sesama, karena kunci perbedaan penyair bukan pertemanan tetapi karya tiap2 penyair itu.

 Pahlawan Nasional itu tdk berhenti pd yg berjasa sd. th 1965 tetapi seterusnya. Marsinah, misalnya, patut diangkat sebagai Pahlawan Nasional.


 Apa2 yg aku sampaikan di lumbung adalah apa2 yg aku terima dlm hidup ini. Salah satu ilmu yg ibuku berikan padaku yaitu: Jika kau ingin besar seperti orang besar, berkaryalah seperti orang besar itu sehingga sejajar. Jika dalam dunia sastrawan, berkaryalah seperti karya  sastrawan ternama dan kau sejajar dengan sastrawan itu.

 


Puisi keroyokon pada malam 17 Agustus 2021 itu aseli tidak berubah urutannya, dan terjaga keasliannya

 Pahlawan Nasional itu tdk berhenti pd yg berjasa sd. th 1965 tetapi seterusnya. Marsinah, misalnya, patut diangkat sebagai Pahlawan Nasional.


 Berkelompok/bersastra itu bebas kemana suka, pilihan merdeka. Tetapi aku senang bersama yg yg kecil karena aku kecil, agar apa yg ada padaku, meski kecil tetapi bermanfaat, walau manfaat kecil tetapi nyata terlihat.

 Sebaliknya akupun berterima kasih kepada semua sahabat Lumbung Puisi, karena melalui Lumbung Puisi aku dibutuhkan. Dan ini kebahagiaan, bagaimana tidak, penyair penyair dari berbagai penjuru Tanah Air menitipkan buku padaku untuk dicatat dalam sejarah yg di dokumentasikan di lumbung puisi. Sebuah kepercayaan publik yg patut menjadi kebanggaanku.

 Siapa pun boleh memberi kritik puisi (KRIPUT: Kritik Puisi T)

 Bersyukur alhamdulillah dari th 2011 antologi bersama Lumbung Puisi tak pernah sepi

 Lumbung itu merdeka, mereka yg dibesarkan tak perlu menengok Lumbung puisi, sebab popularitas adalah prestasi penyair itu sendiri.

 Kritik yg bagus dan medasar, bukan patokannya penyair ternama atau sarjana bahasa.

 Kritik puisi itu bakal melahirkan: gemes, nesu, mungkes, dan kegugu!

 Jika yg ditampilkan puisi penyair ternama, jangan takut memberi kritik, sebab dlm lumbung posisi sejajar.

 Puisi yang akan diberi kritik ramai2 itu adalah puisi T ( Antologi Terbaru/Tersembunyi/Terpopuler) yang tengah digarap.

 Bgm penyair mendapatkan uang, jawabannya kelak suatu saat nanti kau akan merasakan fulus itu datang me dekat tanpa dipanggil

 Mengkritik karya seseorang yg memiliki hub emosional kebanyakan tidak jujur

 Sejak th 2011 Lumbung Puisi telah membuat antologi bersama, telah banyak puluhan buku terbit

 Kritik itu merdeka tdk memandang latar belakang pendidikan si pengkritik

 Telah banyak Lumbung mengantar penyair yg kini mapan menjadi terkenal.

 Kritik itu mengkritik puisinya, bukan menohok penyairnya

 Jangankan 10 puisi, 1 puisi saja aku sanggup membuatnya menjadi buku dng 200 halaman.

 Penyair harus mau puisinya dikritik, sebab kritik itu vitamin dan juga imunisasi

 Yg paling berat adalah mengkritik puisi Mantan!

 Kritik serius bisa menimbulkan pertentangan yg berujung 'ora wawuh. Karena itu aku berperan sebagai 'Tino Sidin

 Sebab belum terjadi dikritik aku faham karakter wajah. Sebab banyak penyair ternama emosional