Laman

Sabtu, 05 Februari 2022

Jumat, 04 Februari 2022

Gadis Borneo 28

 Euis Sri Sisilawati

Wajah cantik memesona

Lesung pipit hiasi pipi nan merona

Bukan blush on hanya bedak dingin ramuan leluhur

Mata sipit, kuning langsat

Senyum manis gadis dayak bak batu kecubung buat hati ulun terpikat

Gadis Borneo 27

 Laode Angse:



Duhai gadis Borneo

Di riak Kapuas kau bersolek diri

Di alun Mahakam kau beradu jemari

Di tepian Barito kau menantang hari

Menarilah laksana Pesut

Tarikan keberanianmu

Berkepaklah umpama Enggang

Kepakkan kegelisahanmu

Pada rimba yang digunduli

Pada sungai yang dicemari

Pada gambut yang dieksploitasi

Pekikanlah kegundahanmu

Gadis Borneo 26

 I Made Suantha:



Gadis manis dengan lentik jemari

Membangun alir sungai di setiap geriat darahnya

Menuju pusat hutan

Dengan restu para tetua

Menujum tanah: Pertiwi yang asri

Menari. Menari. Menari

Dengan tetabuhan kicau burung

Melembabkan panas cahaya matahari

Gadis manis dengan liuk tubuhnya

Menyimpan mata air

di jantungnya. Biar degupnya

gemuruhkan rindu ini

Dengan rafal para tetua

agar tuah tanah mewujud

Hutan pertiwi di gemuruh arus sungai

Menari. Menabuh. Menyanyi

Bangun gelora jiwa. Indahkan

pelangi seusai hujan

melengkungi hutan jiwa raga

Gadis manis di gurat telapak tangan

yang mana, kau simpan panas

matahati?

Gadis Borneo 25

 Denting Kemuning:



Gadis Borneo dengan tatap lembut, senyum memikat dan kulit kuning langsat, ahh siapa yang tak tertarik

Gadis Borneo 24

 Hesbullah Majnun:



diparuh burung enggang mengalir liur mahakam menjelma anak sungai, tubuhnya sintal memancarkan pesona, warna warni ditubuhnya menawarkan cinta, sungguh borneo mempesona

Gadis Berneo 23

 Iwang Nirwana:



Inilah indonesia dalam kayanya nusantara

Gadis gadis penuh budaya

Menari dalam balutan senja

Gadis Borneo 22

 Ramli Marpaung:



Senyummu mengantar beribu makna

Seperti pelangi mengitari awan

Tanah Borneo, tanah airku

Gadis Borneo 21

 Assa Kartika:



jemarinya lentik terselip bulu- bulu burung enggang

gemulaikan tari nafas kehidupan alam perawan

Di iring denting sampeq dari kejauhan

Menitis magis hayutkan jiwa pada penghambaan

Gadis Borneo 20

 Taba Heriyanto:



Sungai Rejang mengalir di Tanah Borneo

Menggairahkan kayuh dan langkah kaki para pemberani

Tiba di lembah dan bukit hutan subur lahirlah Negeri Rejang di Sumatera

Mereka menjaga tiap butir air yang mengalir ke Sungai Musi

Gadis Borneo 19

 Roy Hadi Sy:



Dari rupawan pradaban di sisi

Kalimantan terbujur pancasona

Germilang pertanda ada wujudnyata rasa ingin mendekap meski hanya bayangan semu,,!

Wahai borneo kuning langsat

Gadis Borneo 18

 Ayub Hamzah Fahreza:


Wahai gadis Burneo

Engkau kini terbang di udara

Lepas menguak awan hitam

Meliuk bersama desir angin

Suaramu menggema seantero

Kepak mu menari di dedunan

Gerakmu lembut bagai sepoi

Tetapi jangan coba menghina

Di pinggangmu terselip Mandau

Gadis Borneo 17

 Airin


Tarianmu menggelorakan jiwa penuh daya magis

Pesona tradisi disertai kecantikan yang menghipnotis

Wahai gadis-gadis yang manis

Teruskan gemulai tarian dalam ritmis nan dinamis

Gadis Borneo 16

 Uwa Muhammad Jayadi:


Gadis dayak yang cantik itu, pernah singgah di hatiku, masa remaja penuh senyuman manisnya di alam jiwaku. Kami pernah saling rindu, meski telah lama terpisah waktu, menjadi sebuah melodi berdebu. Di hulu Mahakam, kini ia menenun kisah baru. Juga aku, di Balangan kupijakkan jejak hatiku.

Gadis Borneo 15

 Sadrack Sarto Patampang:


Mereka melukis pelangi di tanah leluhur dengan anggun dan dari hatinya yang lembut tersimpan cinta yang agung.

Gadis Borneo 14

 Hajah Aliyah:


Subhanallah"Nampak Molek"

Gadis Borneo 13

 Rosyidi Aryadi:


Narai kabar bawi bakena, uluh memegang adat istiadat tradisi leluhur moyang kami sebagai pedoman kehidupan di alam semesta

Gadis Borneo 12

 Deddy Firmansyah: 


Ditiap senyummu

Ditiap lirikanmu

Mengalir seni pradapan

Tak angkuh

Tak jumawa

Tetap berbalut pesona


Gadis Borneo 11

 Wawan Hamzah Arfan:


Kecantikan yang alami, natural

Tanpa rekayasa dan campur tangan dokter bedah plastik

Atau pun olah tubuh di tempat kebugaran

Ini murni tanpa formalin

Pesonanya, keanggunannya

Bagai manik-manik batu pualam

Gadis Borneo 10

 Deddy Firmansyah:


Berasa adem, ada tuh poto..

Gadis Borneo 9

 Ence Sumirat:


Gadis-gadis borneo dengan molek lekuk tubuh indah dan senyum takhenti ditebar menyeretku dengan sayap-sayap doa mengibaskan sejuta kerinduan dari perjalanaan panjang mengeja cinta di luka semesta

Gadis Borneo 8

 Safrul Hamdi:


Bersama hiasan burung enggang

Menyanggul rambutmu

Bercerita tentang keabadian zaman

Bumi Gambut bersambut

Batubara menyambut

Rerimbunan pohon menyembul

Menjaga rimba, rimba Borneo, rimba Indonesia

Hulu-hulu sungai besar dan kecil,

Menyapa kita

Haturkan kehidupan,

terus mengalir

Menjaga Kalimantan, Menjaga Jiwa Raga

Tanah Kalimantan, tanah kita bersama

Eksotisme Dayak, Dayak kita

Dan terus menyapa, tersenyum temani zaman

Gadis Borneo 7

 Amiruddin Hasan:


Menapak bumi dan sungai

Mengalirkan setiamu di tubuh adat yang suci

Membunyikan peradaban wasiat leluhur

Menghormati setiap nama keturunan Borneo yang jatuh dalam rahimmu

Gadis Borneo 6

 Khalid Alrasyid

Gadis borneo adalah burung-burung terbang dari surga yang mewarnai belantara

Gadis Borneo 5

 Mayek:


Kecantikan dan keramahan yang alami

Gadis Borneo 4

 Rosyidi Aryadi:

Menyungai asa membaca bakena bertahta di alam semesta membasuh luka jiwa menepikan mimpi kembara

Gadis Borneo 3

 S Ratman Suras:


Maka menarilah seperti burung enggang

Mencari pepohonan rindang

Pada belantara rimba raya

Bukan hanya untuk membangun sarang

Tapi untuk melanjutkan kehidupan

Yang terus tergerus zaman

Tanah burneo tanah tercinta

Tanah adat petuah sakti

Yang selalu hidup dalam hati

Gadis Borneo 2

 Idg Hans Botor Trilambang:

Cantik dalam tutur,sederhana,jaga wana,sabar meski kekayaan terangkut,terkuras kemana,rimbanya

Gadis Borneo 1

 Zaeni Boli:

Oh oh gadis Borneo dalam impian

Senyumnya membelah sungai dalam hutan yang perawan

Senin, 31 Januari 2022

Karet berfungsi agar mentul.

 Bukan filosofi roda berputar, tetapi ada karet di lingkar roda delman itu. Betapa kerasnya roda delman yang menggunakan besi di sekelilingnya tentu bersuara keras. Fungsi karet untuk menghaluskan suara. Artinya seterjal apa pun jalan hidup ini kita lalui dengan pegas agar dapat berjalan santai. Dan bila ada gundukkan atau lubang , karet berfungsi agar mentul.



Kamis, 20 Januari 2022

Tentang Rg Bagus Warsono oleh Khalid Alrasyid

 Khalid Alrasyid

Saya sangat setuju dengan apa yang sudah disampaikan Kang Wawan Hamzah Arfan tentang saudara RgBagus Warsono , awal di grup LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA IX 2021 yang beliau kelola saya melihat beliau sangat berbeda dari kebanyakan pegiat sastra, sedikit nyentrik dan nyeleneh 😀😀. Hebatnya lagi dapat mengelola Komunitas sastra seorang diri yang anggotanya ribuan 😱. Tentu yang paling berkesan ketika beliau memberi pengantar pada buku kedua saya yang berjudul "Biji-Biji Waktu" sebuah anugerah luar biasa bagi saya pribadi. Semoga beliau "Sang Pelindung Sastra" selalu diberi kesehatan, kesuksesa & selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Ketika Bahasa Daerah Menyebut Nominal Rupiah

 Di Indramayu bahasa jawa dialek Indramayu disebut "karobelah", di bengkulu seperti di sampaikan penyair Elly Azizah disebut "tengah duo", di Bali seperti dituturkan Winar Ramelan disebut "siu mangatus" juga oleh Fatws siti Fathimah di sebut " karo tengah ewu". 

Bahasa daerah juga mengikuti apa yang terjadi di masyarakat. Honda adalah merk sepeda motor Jepang. Tetapi kata honda dipakai dengan arti semua sepeda motor merk apa saja disebut "honda" seperti di sebagian Jawa, di Kalimantan Barat seeperti disampaikan Wahyu Yudi juga disebut demikian. Di Aceh seperti dituturkan Anie Ibunya Athala, juga semua merk sepeda motor disebut "honda".  Sedangkan di medan semua sepeda motor disebut "kreta" seperti disampaikan S Ratman Suras.

Galon adalah ukuran volum internasional, tetapi masyarakat tahunya galon itu botol mineral besar. Mereka bilang "Beli galon sana!" padahal artinya galon itu ukuran, tetapi dibeli. Begitu juga kata "gas" yang artinya atam/molekul/ion masyarakat tahunya tabung berisi gas. Begitu juga ketika masyarakat menggunakan air tanah dengan mesin penyedot air dalam tanah , mereka bilang " Pasang sanyo".

Bahasa daerah memiliki perkembangan kata dan frasa yang cepat, oleh karena itu, misalnya bahasa jawa, jika dibuat kamus, tebalnya harus 2 kali lipat KBBI. (Rg Bagus Warsono)


Minggu, 09 Januari 2022

Sarapan Pagi: Kopi Musang

 Sarapan pagi: Tidak tahu apakah alat pencernaan hewan musang itu adalah filter makanan sehingga kotoran yang dikeluarkan nilainya bertambah baik.  Tidak tahu juga ketika di atas genting ada bau wangi , kemudian dijumpai ternyata ada musang di atas genting. Orang-orang tua kita dulu pandai melalukan penelitian ilmiah tanpa laboratorium. Mereka menemukan dari kesengsaraan, keprihatinan dan semangat hidup. Ternyata tuan empunya kebun kopi tak merasakan nikmatnya kopi musang yang dikumpulkan tetangga sekitar. Jadi belum tentu si kaya yang punya hektaran kebun kopi itu menikmati nikmatnya kekayaannya justru orang lain tanpa disengaja. Sebuah filosofi yang membuktikan bahwa Allah maha adil.

Jumat, 07 Januari 2022

Bagaimana menerima kritik

 Bagaimana menerima kritik


Kritik bentuk apa pun dan bersifat dari yang menyentil hingga menusuk kalbu, atau terbuka dan tertutup semua dapat diterima dengan santai apabila Anda berjiwa "demokratis"  dan sudah melekat dengan darah. Demokratis itu tercermin pada "kerelaan memberi" apa saja baik benda maupun non benda.

Demokratis itu diajarkan bukan oleh orang lain tetapi oleh pengalaman dan 'hukuman yang dialami dalan hidup ini.

Kritik dapat melancarkan mesin kreativitas baik si pemberi maupun si penerima. Memberi dan menerima kritik akan seimbang apabila sebelum memberi kritik pada seseorang Anda merasakan dulu kritik itu andai pada diri sendiri.

Menerima kritik tentu melalui proses panjang. Tahap belajar menerima kritik mulailah dengan menerima penilaian atas karya atau kerja kita dari orang lain. Jangan sampai baru dinilai salah satu karya kita kita berkesimpulan bahwa semua karya kita jelek. Padahal baru mengkritik 1 puisi. (rg bagus warsono)


2019 di Sisi Penyair:

 


2019 di Sisi Penyair:


Puisi Indonesia terus bergolak mengiringi tahun politik bangsa ini, seakan menjadi saksi sekaligus pelaku politik yang terlibat bersama sama rakyat untuk menentukan masa depan negeri ini. Penyair Indonesia dengan bahasanya menjadi saksi utama di tahun yg menentukan itu. 

Gonjang ganjing peristiwa politik menjadikan perubahan pada karya karya penyair Indonesia. Yang acuh tak acuh disebut penyair buta tuli. Yang berpihak disebut penyair salah kaprah, dan yang independen disebut penyair tak punya pendirian atau penyair bingung (istilah penulis) 

Rupanya perubahan itu menjadi menjadi ragamnya karya cipta puisi di tahun 2019. Karya-karya tersebut jelas tidak menjadi universal atau menjadi karya yang agung. Disamping ragamnya yang beraneka iklim negara ini tak membuat karya cipta melahirkan yang agung

Puisi puisi penyair oleh para penyair di 2019 yang penulis istilahkan di atas hanya sebatas menyindir, lempar batu, separo hujat dan sepro puji, kebingungan dan juga potret tragedi yang terabaikan dari hiruk pikuk ramainya isu politik .

Penulis tidak menyoroti karya untuk hal suasana panasnya suhu politik tetapi akan menyoroti beberapa karya penyair yang patut mendapat apresiasi tinggi yaitu penyair dan puisi yang jeli melihat sisi yang dilupakan dan ditinggalkan di sudut negeri di sudut peristiwa. 

Di awal tahun 2019 hingga pertengahan puisi puisi tercipta dalam 

kelahirannya termasuk kegiatan  yang mengiringinya tak mendapat respon dari masyarakat. Keadaan ini disebabkan banyaknya  isu hoax yang ramai dimasyarakat. Tak jarang puisi 2019 seperti pelaku pelaku politik semua hanya 'pencitraan . Bersambung  ! (Rg Bagus Warsono kilas balik sastra Indonesia 2019)