Kisah penyair terkenal yg ikut numpang mobil truk dari Jakarta-Surabaya, tak ada seorang pun yg mengenalnya padahal 8 x mampir di rumah makan, sedang sang sopir truk slalu disapa dan dikenal pemilik/pelayan rumah makan yg disinggahinya. Penyair yg dikenalkan supir truk pada setiap kali mampir sebagai sahabatnya tetap sebagai orang asing yang lebih rendah dari sang sopir. Jadi tak usah lah kita menepuk dada bahwa kita orang hebat terkenal, baru dengan sopir truk saja sudah tak ada apa apanya. Bahwa popularitas itu zaman modern pada bidangnya masing-masing (rg bagus warsono)
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Selasa, 21 September 2021
Rabu, 15 September 2021
kualitas pun harus juga disesuaikan pangsa pasarnya.
Dulu ada kita punya merk sepatu kualitasnya bagus, sampai-sampai India minta dikirimi sepatu ini, jadilah kita expor sepatu. Saking gembiranya ga tanggung2 kirim 10 kontainer . Sampai sana ukuran 40 hanya masuk kaki anak kecil itu pun tidak lucu karena diracang untuk orang dewasa. Jadi kualitas pun harus juga disesuaikan pangsa pasarnya.
Membuat antologi tunggal itu perjuangan
Membuat antologi tunggal itu perjuangan, yg sering mengganggu adalah kesehatan badan yaitu mata, pinggul, perut, kaki, tangan, hingga gangguan urat syaraf.
sebuah Pekan Raya Sastra,
Harus ada upaya membuat bazar tahunan buku sastra, di sebuah Pekan Raya Sastra, dimana penyair seindonesia berkumpul merayakan Hari Puisi yang disepakati bersama. Dengan aneka kegiatan berkaitan dengan Kesusastraan.
pijakan pengalaman penyair
Event-event antologi bersama tampak mulai ramai diselenggarakan berbagai komunitas, lembaga seni, dan juga lembaga pendidikan yang peduli dengan puisi. Bak mata rantai besi yang tak bisa lepas dari kegiatan satu ke kegiatan lain. Ini sebuah aktifitas kreatif yg justru datangnya bukan dari pemerintah yang punya kementerian pariwisata dan industri kreatif. Event-event antologi bersama itu adalah lokasi/objek wisata seni yang merupakan pijakan pengalaman penyair dalam meniti perjalanan sebagai pengalaman intelektual penyair dalam hidupnya dan tentu saja mengisi baris dalam biografinya. (rg bagus warsono)
seperti menara sutet
Ketika kau dan aku dekat hati menjadi jauh, sebaliknya ketika kita berjauh jarak kau seakan membuntuti berjalan dibelakang. Jadi lebih baik jauh-jauhan seperti menara sutet yang mengaliri mega volt listrik, sebab kalau dekat mudah terbakar.
kerinduan itu tak tersampaikan padanya walau lewat puisi
Kerinduan bertatap muka dengan perempuan penyair pujaan akan terobati di masa pandemi berlalu. Yang menjadi permasalahan kerinduan itu tak tersampaikan padanya walau lewat puisi. Ia tak mendengar kecuali Anda bertindak membeli tiket kereta api untuknya. Itulah pengorbanan kerinduan.
kegiatan sastra mulai menggeliat
Gairah kegiatan sastra mulai menggeliat, kehidupan New Normal kembali di depan mata, tak hanya sekedar berjabat tangan, tetapi bisa bercumbu, mencium, memeluk bahkan bersenggama dengan puisi. Hidup Penyair Dunia!!!