Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Minggu, 30 Agustus 2015
Selasa, 25 Agustus 2015
Instrospeksi dan Optimisme Diri
Ketika menyadari kekeliruan atau kebodohan , maka hikmah itu adalah pengalaman yang dapat ditarik sebagai pelajaran, sebab pengalaman adalah guru utama sebagai pemebelajaran diri. Agar tidak terjadi pengulangan yang sama di kemudian hari, tetapi yang memungkiri kekeliruan dan kebodohan diri maka terpancar betapa kualitas intelektual terbatas dan tampak oleh orang lain sebuah kompetensi yang begitu rendah.
Bagiku sebagai seorang penulis, untuk terus belajar sepanjang hayat, dan berkawan sebagai bagian menimba dan menyiram, penimba dan penyiram ilmu karena tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada menyombongkan diri paling hebat, lalu Soekarno melihat Paris, dan Roma dan negeri-negeri Eropa ternyata disana masih banyak yang lebih dari Monas, pulangnya suruh kumpulkan pematung pematung untuk membuat patung-patung monumen agar tak kalah lagi, jadilah monumen patung-patung di Jakarta yang memperindah kota, Jadilah Jakarta kota paling Indah , kemudian Ia pamerkan Ganevo (Senayan) sebuah gelanggang terbesar, namun tak juga memenuhi kreteria terbesar didunia, ketika ia lihat negeri kecil di Eropa memiliki stadion yang sebanding. Oleh karena itu janganlah puas dengan karya diri dan mengaku terhebat , ditempat lain masih banyak orang pandai melebihi kita.
Anda tahu Imelda Marcos? Ia menyimpan banyak sepatu dan sandal selop merek terkenal dan mahal, namun sebetulnya ia orang tuli karena tak mendengar derita dan tangis sepatu dan sandal yang ditaruh di almari itu. Mereka menunggu saat kapan dipakai oleh majikannya. Kapan ia merasa dihargai meski di alas kaki. Mereka merasa ada ketidak-adilan majikan karena yang dimanja oleh majikan hanya sandal jepit !
Tahu kunang-kunang? apalah artinya cahaya kunang-kunang dibanding bulan bersinar, dibanding lampu mercury, atau lilin sekalipun. Ketika cahaya bulan terhalang daun rimbunan pohon di hutan, hanya gelap pekat di dalam hutan. Kunang-kunang didalam hutan di malam hari tetap bisa terbang kesana kemari mencari makan serangga malam. Cahaya kecil itu tak terpengaruh terhalangnya cahaya bulan, kunang-kunang tetap eksis dalam dunianya. Suatu filosof bahwa kita harus bangga dengan karya kita asalakan buatan sendiri meski kecil , tak tergantung orang lain.
Bagiku sebagai seorang penulis, untuk terus belajar sepanjang hayat, dan berkawan sebagai bagian menimba dan menyiram, penimba dan penyiram ilmu karena tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada menyombongkan diri paling hebat, lalu Soekarno melihat Paris, dan Roma dan negeri-negeri Eropa ternyata disana masih banyak yang lebih dari Monas, pulangnya suruh kumpulkan pematung pematung untuk membuat patung-patung monumen agar tak kalah lagi, jadilah monumen patung-patung di Jakarta yang memperindah kota, Jadilah Jakarta kota paling Indah , kemudian Ia pamerkan Ganevo (Senayan) sebuah gelanggang terbesar, namun tak juga memenuhi kreteria terbesar didunia, ketika ia lihat negeri kecil di Eropa memiliki stadion yang sebanding. Oleh karena itu janganlah puas dengan karya diri dan mengaku terhebat , ditempat lain masih banyak orang pandai melebihi kita.
Anda tahu Imelda Marcos? Ia menyimpan banyak sepatu dan sandal selop merek terkenal dan mahal, namun sebetulnya ia orang tuli karena tak mendengar derita dan tangis sepatu dan sandal yang ditaruh di almari itu. Mereka menunggu saat kapan dipakai oleh majikannya. Kapan ia merasa dihargai meski di alas kaki. Mereka merasa ada ketidak-adilan majikan karena yang dimanja oleh majikan hanya sandal jepit !
Tahu kunang-kunang? apalah artinya cahaya kunang-kunang dibanding bulan bersinar, dibanding lampu mercury, atau lilin sekalipun. Ketika cahaya bulan terhalang daun rimbunan pohon di hutan, hanya gelap pekat di dalam hutan. Kunang-kunang didalam hutan di malam hari tetap bisa terbang kesana kemari mencari makan serangga malam. Cahaya kecil itu tak terpengaruh terhalangnya cahaya bulan, kunang-kunang tetap eksis dalam dunianya. Suatu filosof bahwa kita harus bangga dengan karya kita asalakan buatan sendiri meski kecil , tak tergantung orang lain.
Senin, 24 Agustus 2015
Pengertian Menulis Resensi Buku
Resensi Buku Cara Terpelajar Promosi
Buku dan Pengarang (rg bagus warsono)
Menulis resensi buku bebas saja, tergantung pada selera resensator itu. Sudut pandang penulisan resensi terhadap buku yang disorot untuk resensi itu juga tergantung selera resensatornya. Yang jelas sorotan tetap pada buku yang diulas kembali itu bukan buku yang lain.
Jika sebuah resensi ditulis di dalamnya membandingkan dengan buku lain maka itu berarti bukan mengulas kembali sebuah buku dari sudut pandang tertentu tetapi lebih mendekati ulasan banding dan mungkin juga sebuah kritik.
Jika resensi menitik beratkan pada penilaian terhadap buku itu, itu sah tetapi dari mempelajari dan menyelidiki sebuah buku yang di revidere tetapi tentu bukan vonis baku karena kedudukannya sebagai resensator yang hanya memberikan 'penilaian tafsiran atau komentar.
Resensi bisa diartikan komentar terhadap buku. tetapi setelah dari kegiatan mempelajari/menyelidiki sebuah buku. Jika ada komentar pada sebuah buku tampa membaca untuk mempelajari/ menyelidiki buku, maka yang komen itu tidak beralasan sama sekali atau dikategorikan 'asal ngomong / 'asal tulis
Jika resensi memberikan pujian pada penulisnya tampa ulasan mutu buku, maka itu bukan resensi tetapi promosi pengarang.
Jika resensi memberikan ulasan kembali mutu sebuah buku dari membaca buku yang direcensere secara tidak langsung memeberikan gambaran mutu pengarang buku yang direcensere.
Jika resensi panjang mengulas tentang penulisnya saja maka itu bukan resensi tetapi lebih pada mengenalkan penulisnya dari sudut pandang tertentu
Jika resensi mengulas perjalanan buku ke buku dari seorang pengarang buku hingga buku terakhir yang direcensere itu maka itu bukan resensi tetapi riwayat kepenulisan seorang pengarang
Jika resensi ditulis dengan memberikan pujian terhadap buku itu tanpa memberikan ulasan mutu dari mempelajari atau menyelidiki bukunya maka itu berarti 'promosi toko buku
Jika resensi ditulis mengulas menyoroti kualitas buku kemudian mengajak orang lain untuk membaca buku yang diresensi itu berarti benar . Ini berarti telah memberikan gambaran singkat (komentar) tetang buku sekaligus pengarang dan promosi buku itu.
Pola penulisan resensi mau yang mengenalkan pengarang dulu, judul , isi buku , tentang bukunya, hingga harga buku dan dapat diperoleh dimana dengan mana yang terlebih dahulu ditulis itu sah-sah saja
Dan jika kalian ingin bukunya ditulis resensi olehku kemudian resensi itu dipublikasikan maka tinggal kirim 2 buah judul yang sama itu untukku. Sehingga sama sama menguntungkan
Resensi buku dari seorang pengarang menurut pandanganku lebih bermutu dan terpelajar ketimbang pamer buku dan pengarangnya sembari narsis karena cara kedua itu kita hanya disuguhkan sampul judul dan sosok pengarangnya.
Buku dan Pengarang (rg bagus warsono)
Menulis resensi buku bebas saja, tergantung pada selera resensator itu. Sudut pandang penulisan resensi terhadap buku yang disorot untuk resensi itu juga tergantung selera resensatornya. Yang jelas sorotan tetap pada buku yang diulas kembali itu bukan buku yang lain.
Jika sebuah resensi ditulis di dalamnya membandingkan dengan buku lain maka itu berarti bukan mengulas kembali sebuah buku dari sudut pandang tertentu tetapi lebih mendekati ulasan banding dan mungkin juga sebuah kritik.
Jika resensi menitik beratkan pada penilaian terhadap buku itu, itu sah tetapi dari mempelajari dan menyelidiki sebuah buku yang di revidere tetapi tentu bukan vonis baku karena kedudukannya sebagai resensator yang hanya memberikan 'penilaian tafsiran atau komentar.
Resensi bisa diartikan komentar terhadap buku. tetapi setelah dari kegiatan mempelajari/menyelidiki sebuah buku. Jika ada komentar pada sebuah buku tampa membaca untuk mempelajari/ menyelidiki buku, maka yang komen itu tidak beralasan sama sekali atau dikategorikan 'asal ngomong / 'asal tulis
Jika resensi memberikan pujian pada penulisnya tampa ulasan mutu buku, maka itu bukan resensi tetapi promosi pengarang.
Jika resensi memberikan ulasan kembali mutu sebuah buku dari membaca buku yang direcensere secara tidak langsung memeberikan gambaran mutu pengarang buku yang direcensere.
Jika resensi panjang mengulas tentang penulisnya saja maka itu bukan resensi tetapi lebih pada mengenalkan penulisnya dari sudut pandang tertentu
Jika resensi mengulas perjalanan buku ke buku dari seorang pengarang buku hingga buku terakhir yang direcensere itu maka itu bukan resensi tetapi riwayat kepenulisan seorang pengarang
Jika resensi ditulis dengan memberikan pujian terhadap buku itu tanpa memberikan ulasan mutu dari mempelajari atau menyelidiki bukunya maka itu berarti 'promosi toko buku
Jika resensi ditulis mengulas menyoroti kualitas buku kemudian mengajak orang lain untuk membaca buku yang diresensi itu berarti benar . Ini berarti telah memberikan gambaran singkat (komentar) tetang buku sekaligus pengarang dan promosi buku itu.
Pola penulisan resensi mau yang mengenalkan pengarang dulu, judul , isi buku , tentang bukunya, hingga harga buku dan dapat diperoleh dimana dengan mana yang terlebih dahulu ditulis itu sah-sah saja
Dan jika kalian ingin bukunya ditulis resensi olehku kemudian resensi itu dipublikasikan maka tinggal kirim 2 buah judul yang sama itu untukku. Sehingga sama sama menguntungkan
Resensi buku dari seorang pengarang menurut pandanganku lebih bermutu dan terpelajar ketimbang pamer buku dan pengarangnya sembari narsis karena cara kedua itu kita hanya disuguhkan sampul judul dan sosok pengarangnya.
PRAJURIT JAGA MALAM
PRAJURIT JAGA MALAM
karya Chairil Anwar
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Demikian Chairil menjadi Prajurit Jaga Malam, Chairil tak bicara rokok atau kopi penahan kantuk, tak bicara nyamuk , kelelawar ddan embun dini hari. Chairil pandai menjadi puisi, menjadi dirinya seorang prajurit jaga malam, menusuk pikiran si penjaga malam, dan bersembunyi di hati dalam dada prajurit jaga malam. Chairil memang jempolan. (rg bagus warsono 23-8-15)
karya Chairil Anwar
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Demikian Chairil menjadi Prajurit Jaga Malam, Chairil tak bicara rokok atau kopi penahan kantuk, tak bicara nyamuk , kelelawar ddan embun dini hari. Chairil pandai menjadi puisi, menjadi dirinya seorang prajurit jaga malam, menusuk pikiran si penjaga malam, dan bersembunyi di hati dalam dada prajurit jaga malam. Chairil memang jempolan. (rg bagus warsono 23-8-15)
Taufik Ismail pandai menjual puisi.
Taufik Ismail pandai menjual puisi. Mari kita perhatikan puisi karya Taufik ini yang berjudul Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini. Judul yang tampak gagah dengan penggunaan kata-kata yang tegas 'Adalah, 'Pemilik, 'Sah dan juga penggunaan kata 'Republik pada saat 1966 itu memang lagi ngetrend.
Judul ini seakan membuat kita pernah diberi pertayaan, setidaklnya : masihkah kita diaku sebagai pemilik republik ini, atau : apakah yang punya republik ini orang-orang tertentu saja? , (rg bagus warsono 23-8-2015) yuk kita simak puisinya :
Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini
Karya Taufik Ismail.
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966
Judul ini seakan membuat kita pernah diberi pertayaan, setidaklnya : masihkah kita diaku sebagai pemilik republik ini, atau : apakah yang punya republik ini orang-orang tertentu saja? , (rg bagus warsono 23-8-2015) yuk kita simak puisinya :
Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini
Karya Taufik Ismail.
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966
Tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Ketika menyadari kekeliruan atau kebodohan , maka hikmah itu adalah pengalaman yang dapat ditarik sebagai pelajaran, sebab pengalaman adalah guru utama sebagai pemebelajaran diri. Agar tidak terjadi pengulangan yang sama di kemudian hari, tetapi yang memungkiri kekeliruan dan kebodohan diri maka terpancar betapa kualitas intelektual terbatas dan tampak oleh orang lain sebuah kompetensi yang begitu rendah.
Bagiku sebagai seorang penulis, untuk terus belajar sepanjang hayat, dan berkawan sebagai bagian menimba dan menyiram, penimba dan penyiram ilmu karena tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Bagiku sebagai seorang penulis, untuk terus belajar sepanjang hayat, dan berkawan sebagai bagian menimba dan menyiram, penimba dan penyiram ilmu karena tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada
Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada menyombongkan diri paling hebat, lalu Soekarno melihat Paris, dan Roma dan negeri-negeri Eropa ternyata disana masih banyak yang lebih dari Monas, pulangnya suruh kumpulkan pematung pematung untuk membuat patung-patung monumen agar tak kalah lagi, jadilah monumen patung-patung di Jakarta yang memperindah kota, Jadilah Jakarta kota paling Indah , kemudian Ia pamerkan Ganevo (Senayan) sebuah gelanggang terbesar, namun tak juga memenuhi kreteria terbesar didunia, ketika ia lihat negeri kecil di Eropa memiliki stadion yang sebanding. Oleh karena itu janganlah puas dengan karya diri dan mengaku terhebat , ditempat lain masih banyak orang pandai melebihi kita.
Kecil tapi buatan sendiri
Kecil tapi buatan sendiri
Tahu kunang-kunang? apalah artinya cahaya kunang-kunang dibanding bulan bersinar, dibanding lampu mercury, atau lilin sekalipun. Ketika cahaya bulan terhalang daun rimbunan pohon di hutan, hanya gelap pekat di dalam hutan. Kunang-kunang didalam hutan di malam hari tetap bisa terbang kesana kemari mencari makan serangga malam. Cahaya kecil itu tak terpengaruh terhalangnya cahaya bulan, kunang-kunang tetap eksis dalam dunianya. Suatu filosof bahwa kita harus bangga dengan karya kita asalakan buatan sendiri meski kecil , tak tergantung orang lain.
Tahu kunang-kunang? apalah artinya cahaya kunang-kunang dibanding bulan bersinar, dibanding lampu mercury, atau lilin sekalipun. Ketika cahaya bulan terhalang daun rimbunan pohon di hutan, hanya gelap pekat di dalam hutan. Kunang-kunang didalam hutan di malam hari tetap bisa terbang kesana kemari mencari makan serangga malam. Cahaya kecil itu tak terpengaruh terhalangnya cahaya bulan, kunang-kunang tetap eksis dalam dunianya. Suatu filosof bahwa kita harus bangga dengan karya kita asalakan buatan sendiri meski kecil , tak tergantung orang lain.
Rabu, 19 Agustus 2015
wujud pengakuan kita bahwa kita masih didjajah.
Usia '70
Masa usia 70 suruh 'Ayo Kerja'? Kalau usia segini paling adalah masa istirahat dan masa 'menghitung dosa artinya masa-masa menjelang menanti dipanggil Yang Maha Kuasa dengan pendekatan akhirat. .
Itu gambaran usia manusia tentunya, bagi ukuran sebuah negara tentu lain makna. Dengan suruh 'ayo kerja? ini berarti sebuah makna bahwa kita masih berjuang menyelesaikan sesuatu. Bukankah masih disuruh kerja bakti pada negara? Ini berarti wujud pengakuan kita bahwa kita masih didjajah.
Masa usia 70 suruh 'Ayo Kerja'? Kalau usia segini paling adalah masa istirahat dan masa 'menghitung dosa artinya masa-masa menjelang menanti dipanggil Yang Maha Kuasa dengan pendekatan akhirat. .
Itu gambaran usia manusia tentunya, bagi ukuran sebuah negara tentu lain makna. Dengan suruh 'ayo kerja? ini berarti sebuah makna bahwa kita masih berjuang menyelesaikan sesuatu. Bukankah masih disuruh kerja bakti pada negara? Ini berarti wujud pengakuan kita bahwa kita masih didjajah.
tanah warisan embahmu?
Usia '70
Wk wk wk wk merdeka sudah lama 70 tahun masih urusan tanah perbatasan, emang ga dibuatin akta notaris apa? Dicaplok orang apa harus ngalah? emang tanah PU? Bekas tanggul sungai apa? Emang tanah warisan embahmu?
Kalau saja Pak Sudirman , Pak Nasution , Pak Oerip Sumoharjo masih hidup kamu ditempeleng ! Suruh jaga tanah warisan pejuang saja ga bisa!
Wk wk wk wk merdeka sudah lama 70 tahun masih urusan tanah perbatasan, emang ga dibuatin akta notaris apa? Dicaplok orang apa harus ngalah? emang tanah PU? Bekas tanggul sungai apa? Emang tanah warisan embahmu?
Kalau saja Pak Sudirman , Pak Nasution , Pak Oerip Sumoharjo masih hidup kamu ditempeleng ! Suruh jaga tanah warisan pejuang saja ga bisa!
Yang bener begini, putihnya diatas
Usia '70
" Mbah Kakung masang Bendera kok terbalik putihnya diatas?" " Lhoh lhoh Mbah jangan memberi hormat dulu itu kebalik !?"
" Kamu ngerti apa?" " Yang bener begini, putihnya diatas" kata Mbah Kakung sambil menghormat. Kemudian , " Kamu penyair goblok, sekarang harus begini, kalau putih dibawah berarti sucinya belakangan, kesucian harus didepan, kejujuran harus diatas , ngerti koe?"
"ya ya Mbah aku ngerti saiki"
" Mbah Kakung masang Bendera kok terbalik putihnya diatas?" " Lhoh lhoh Mbah jangan memberi hormat dulu itu kebalik !?"
" Kamu ngerti apa?" " Yang bener begini, putihnya diatas" kata Mbah Kakung sambil menghormat. Kemudian , " Kamu penyair goblok, sekarang harus begini, kalau putih dibawah berarti sucinya belakangan, kesucian harus didepan, kejujuran harus diatas , ngerti koe?"
"ya ya Mbah aku ngerti saiki"
Yang aku tulis ini ga pakai '...Hal-hal' lagi !
Usia '70
"Nulis apa, Mbah?"
"Ini naskah proklamasi yang baru"
"Lhoh kan sudah merdeka!"
"Tetep harus dikarang lagi yang baru"
"Maksudnya?"
"Kalau Bung Karno pakai kata '...Hal-hal' yang aku tulis ini ga pakai '...Hal-hal' lagi !"
" Ha ha ha ha ha Mbah hebat !!!"
"Nulis apa, Mbah?"
"Ini naskah proklamasi yang baru"
"Lhoh kan sudah merdeka!"
"Tetep harus dikarang lagi yang baru"
"Maksudnya?"
"Kalau Bung Karno pakai kata '...Hal-hal' yang aku tulis ini ga pakai '...Hal-hal' lagi !"
" Ha ha ha ha ha Mbah hebat !!!"
Gerilya itu artinya ngumpet
Usia 70'
"Mbah gerilya itu apa artinya, Mbah?"
"Ngumpet !"
"Kalau begitu yang ngaku gerilya tidak berperang?"
"Siapa yang menjawab '"perang?" kemudian Mbah sambil tolak pinggang "Kalau ikut perang semuanya modhar! tau ? "
'Oh begitu, Mbah"
"Mbah gerilya itu apa artinya, Mbah?"
"Ngumpet !"
"Kalau begitu yang ngaku gerilya tidak berperang?"
"Siapa yang menjawab '"perang?" kemudian Mbah sambil tolak pinggang "Kalau ikut perang semuanya modhar! tau ? "
'Oh begitu, Mbah"
Ibumu dikawin Londo !
Usia '70
"Mbah, mau tanya, kalau Nusantara tidak merdeka kita seperti apa , Mbah?"
"Kulit tubuhmu bule !"
"Kenapa?"
"Ibumu dikawin Londo !"
"Ha ha ha , kalau begitu aku masih senang jadi Indo. Mending tidak merdeka saja!"
"He jangan lari kamu, sini rokok Mbah dibawa ...asem koe!."
"Mbah, mau tanya, kalau Nusantara tidak merdeka kita seperti apa , Mbah?"
"Kulit tubuhmu bule !"
"Kenapa?"
"Ibumu dikawin Londo !"
"Ha ha ha , kalau begitu aku masih senang jadi Indo. Mending tidak merdeka saja!"
"He jangan lari kamu, sini rokok Mbah dibawa ...asem koe!."
masa bambu runcing berani melawan bedil
Usia '70
"Betul tidak Mbah, pejuang kita bertempur pakai bambu runcing?"
"Kata siapa?"
"Kata sejarah , foto, patung dan tugunya juga ada"
"Ada tidak foto bambu runcing nancab di dada serdadu Belanda?
"Tidak ada, Mbah"
"Mau tahu? Itu yang pakai bambu runcing tamtama latihan dari pada tidak megang apa-apa"
"Kalau begitu sejarah bohong , ya Mbah?
"Nah kamu ngerti sekarang, emangnya orang Indonesia itu bodoh semua? masa bambu runcing berani melawan bedil? Ya cari mati itu."
"Betul tidak Mbah, pejuang kita bertempur pakai bambu runcing?"
"Kata siapa?"
"Kata sejarah , foto, patung dan tugunya juga ada"
"Ada tidak foto bambu runcing nancab di dada serdadu Belanda?
"Tidak ada, Mbah"
"Mau tahu? Itu yang pakai bambu runcing tamtama latihan dari pada tidak megang apa-apa"
"Kalau begitu sejarah bohong , ya Mbah?
"Nah kamu ngerti sekarang, emangnya orang Indonesia itu bodoh semua? masa bambu runcing berani melawan bedil? Ya cari mati itu."
Bung Karno sudah melunasi semuanya
Usia '70
"Mbah Kakung, tadi malam diskusi merdeka,banyak pengertiannya, pengertian Mbah tentang merdeka itu apa?"
"Itu yang diskusi kuliah dimana? ada tidak lulusan ekonomi?"
"Ada Mbah, S2 bisnis."
"Mbah tidak sekolah, tapi bisa lebih cerdas dari S2 temanmu itu"
"Apa jawabannya Mbah?"
"Merdeka itu artinya 'Nol (0) !"
Aku merenung sebentar kemudian kataku, " Saya ngerti Mbah, Jadi merdeka itu artinya impas ! hanya pada saat detik proklamasi, selanjutnya boleh ngutang lagi ! "
" Betul, Tole !!, kamu sekarang cerdas!"
"Ya Bung Karno sudah melunasi semuanya, Mbah. Anak-anak bangsa saja yang bikin tidak merdeka lagi, senengnya utang terus."
"Sekarang kamu pinter !
"Mbah Kakung, tadi malam diskusi merdeka,banyak pengertiannya, pengertian Mbah tentang merdeka itu apa?"
"Itu yang diskusi kuliah dimana? ada tidak lulusan ekonomi?"
"Ada Mbah, S2 bisnis."
"Mbah tidak sekolah, tapi bisa lebih cerdas dari S2 temanmu itu"
"Apa jawabannya Mbah?"
"Merdeka itu artinya 'Nol (0) !"
Aku merenung sebentar kemudian kataku, " Saya ngerti Mbah, Jadi merdeka itu artinya impas ! hanya pada saat detik proklamasi, selanjutnya boleh ngutang lagi ! "
" Betul, Tole !!, kamu sekarang cerdas!"
"Ya Bung Karno sudah melunasi semuanya, Mbah. Anak-anak bangsa saja yang bikin tidak merdeka lagi, senengnya utang terus."
"Sekarang kamu pinter !
Sabtu, 08 Agustus 2015
Terbit Surau Kampung Gelatik , Antologi puisi karya Rg Bagus Warsono, dkk
Telah lahir di Sastra Indonesia sebuah antologi puisi yang ditulis oleh Rg Bagus Warsono dengan 21 penyair lain dalam mengisi ibadah saum Ramadhan 1436 H yang baru lalu. Antologi yang berjudul Surau Kampung Gelatik ini akan turut mewarnai dunia sastra Indonesia yang syarat dengan berbagai antologi dari berbagai penjuru Tanah Air. Kekhasan antologi adalah karena syairnya yang mengangkat tema puasa di berbagai tempat di Indonesia dengan sudut pandang penyair Rg Bagus warsono dan 21 penyair lainnya. Buku yang diterbitkan oleh Sibukumedia Yogyakarta ini tidak untuk dijual belikan tetapi untuk dibaca siapa saja. Beberapa penyair pendukung antologi ini adalah:
1. Budhi Setyawan, Bekasi.
2. Bagus Setyoko Purwo , Jakarta
3. Dian Rusdiana, Bekasi.
4. Bambang Widiatmoko, Jakarta.
5. Heru Mugiarso, Semarang.
6. Ayid Suyitno PS, Bekasi.
7. Aloeth Pathi, Margoyoso-Pati.
8. Osratus, Sorong Papua.
9. Andrian Eksa,Boyolali.
10.Syarif hidayatullah, Banjarmasin Timur.
11.Didi Kaha (Usman Didi Khamdani) , Tangerang Selatan.
12.Mahbub Junaedi, Brebes .
13.NURAINI , Solo.
14.Ali Syamsudin Arsi,Banjarbaru.
15.Hasan Bisri BFC , Bogor.
16.Riswo Mulyadi, Banyumas Jawa Tengah.
17.Eddie MNS Soemanto, kelahiran Padang
18.Aris Rahman Yusuf Mojokerto, Jawa Timur.
19.ARIF KHILA, Pati.
20.Nani Tandjung, Jakarta.
21.Kurnia Fajar, Wonogiri.
'Perahu kecil saja berani bertarung di samudra, kau masuk sungai kecil.'
Sebuah falsafah agar hidup mengerti porsi masing-masing.
Karena yakin membaca arus air sungai demikian memberikan tanda-tada banyak ikannya Kapal Kursin (kapal kayu berukuran besar) urung melaut lepas. "Kita tak usah ketengah, masuk ke dalam sungai ini saja, ikannya lagi banya" kata Kapten Kapal Kursin"
" Jangan ! itu milik anak sungai (menyebut nelayan arad yaitu nelayan pencari ikan kecil)", kata jurumudi.
" Kan anak sungai juga bebas ke laut lepas?" jawab Kapten Kapal Kursin.
" ya , Kapten kita coba"
Akhirnya masuklah kapal Kursin itu ke dalam alur sungai. Ikan begitu banyak dimuara sungai. Sekali tebar jaring saja sudah terangkat ribuan ikan.
Setelah dirasa di muara sudah jarang ikan , Kapal Kursin masuk ke dalam lagi hingga mendekati perkampungan nelayan. Kemudian asyiklah Kapal Kursin mengambili ikan di sungai.
Ketika berpas-pasan dengan perahu kecil yang menuju ke laut, Kapal Kursin berkata , " He di sungai banyak ikan , kenapa kau ke Laut?"
Perahu kecil hanya tersenyum dan tertawa-tawa.
Kapal Kursin yang asyik mengimbil ikan di alur dalam sungai tak sdar waktu jelang sore hari di bulan tua. Air begitu cepat surut, Ia pun segera sdar bahaya karam. Namun perlu waktu menuju ke Laut. Sudah cukup jauh ke muara saja. Sedang beban Kapal semakin berat oleh ikan.
Walaupun dengan sekuat tenaga, Kapal Kursin tak dapat bergerak. Ia karam.
Penduduk nelayan di perkampungan itu hanya menonton. Sebuah atraksi gratis Kapal Kursin.
Kapten Kapal yang berpengalaman itu akhirnya memerintahkan agar menumpahkan seluruh ikan ke sungai lagi agar Kapal Terangkat air sungai. Sayang debet air hanya 1 meter, kapal tetap karam. Akhirnya Kapten kapal pun memerintahkan untuk mengeluarkan semua perbekalan termasuk perabot. Awak kapal melempar perbekalan ke penduduk nelayan yang menyaksikan di pinggir sungai. Penduduk nelayan tepi sungai itu pun bersorak sorai.
Setelah isi kapal itu habis, kapal mulai terangkat. terdengar mesin kapal perlahan bergerak dan kapal Kursin kembali kelaut tampa ikan dan habis perbekalan.
Aku suka
Jika menimbun barang bekas, pilihlah barang dari alumuniun, kuningan, timah, dan tembaga . Hanya karena kurang berat timbangan saja jadi tak terjual. Boboti karyamu dengan bernas . Aku suka itu.
Karya adalah pasar, komunitas adalah keluarga. Jika tak makan komunitaslah yang mengurusi, jika karya pasar yang mengadili.Bebaskanlah menjual karyamu seluas pasar dunia. Aku suka itu.
Tak ada yang buruk kecuali memburuki diri. Orang Solo mengajarkan pada kita , Temu ireng yang pahit saja jika diramu sebagai jamu mau diminum orang kaya di Jakarta. Nah jangan pernah berkecil hati , tetap optimis ! Aku suka itu.
Tembaga bukan memalsu emas, kata tembaga: "aku tetap tembaga. kau saja yang mengatakan aku emas palsu" , Biarlah kata orang ngomong apa saja , yang penting bukan plagiat . Aku suka itu..
Jika kau merasa emas, akan kesusahan diri di pasar perhiasan. Jangan mengaku diri emas walaupun kau memang emas, sebab ada pasar emas. Aku suka itu.
Jangan pernah berfikir aku adalah emas, plastik saja sudah cukup mahal, bahkan plastik bekas pun. Aku suka itu.
Tak ada kayu membusuk kecuali sentimen rayap. Tatal kayu pun berguna membakar masak serabi. Rehab dan inofatifkan karyamu suatu saat berguna. Aku suka
Jangan sembunyi menjual pisang, sejelek pisang akan terjual. Pisang batu pun dibuat tapai. Manis dan disukai orang. Jangan sembunyi karyamu , jual-lah di pasar buah kau dapat bersaing dengan anggur sekalipun. Tetap aku suka.
Kau memiliki nafas sendiri. itu aslimu. Harum nafasmu aroma hasrat birahi. Kau miliki nilai tawar tinggi. Maharmu tinggi. Aku suka itu.
Pedas saja dicari . Lombok dan cabai juga mahal.
Tetaplah dengan ciri khasmu yang 'menggigit' itu. Aku suka itu.
Karya adalah pasar, komunitas adalah keluarga. Jika tak makan komunitaslah yang mengurusi, jika karya pasar yang mengadili.Bebaskanlah menjual karyamu seluas pasar dunia. Aku suka itu.
Tak ada yang buruk kecuali memburuki diri. Orang Solo mengajarkan pada kita , Temu ireng yang pahit saja jika diramu sebagai jamu mau diminum orang kaya di Jakarta. Nah jangan pernah berkecil hati , tetap optimis ! Aku suka itu.
Tembaga bukan memalsu emas, kata tembaga: "aku tetap tembaga. kau saja yang mengatakan aku emas palsu" , Biarlah kata orang ngomong apa saja , yang penting bukan plagiat . Aku suka itu..
Jika kau merasa emas, akan kesusahan diri di pasar perhiasan. Jangan mengaku diri emas walaupun kau memang emas, sebab ada pasar emas. Aku suka itu.
Jangan pernah berfikir aku adalah emas, plastik saja sudah cukup mahal, bahkan plastik bekas pun. Aku suka itu.
Tak ada kayu membusuk kecuali sentimen rayap. Tatal kayu pun berguna membakar masak serabi. Rehab dan inofatifkan karyamu suatu saat berguna. Aku suka
Jangan sembunyi menjual pisang, sejelek pisang akan terjual. Pisang batu pun dibuat tapai. Manis dan disukai orang. Jangan sembunyi karyamu , jual-lah di pasar buah kau dapat bersaing dengan anggur sekalipun. Tetap aku suka.
Kau memiliki nafas sendiri. itu aslimu. Harum nafasmu aroma hasrat birahi. Kau miliki nilai tawar tinggi. Maharmu tinggi. Aku suka itu.
Pedas saja dicari . Lombok dan cabai juga mahal.
Tetaplah dengan ciri khasmu yang 'menggigit' itu. Aku suka itu.
Orang yang ...
Orang yang suka pamer harta kekayaannya (dan memang itu miliknya) itu sebenarnya orang itu bukan sombong tetapi menunjukan bahwa ia orang yang tidak tegaan dan suka menolong.
Orang yang takut disuruh tampil ke pentas / mimbar/ ngomong artinya orang itu menyadari kekurangannya dan rendah diri.
Orang yang penampilan nyentriknya dibuat-buat dan gonta/ganti cara/model itu tandanya masih mencari identitas , suka meniru/menjiplak, labil pendirian. dan kurang percaya diri.
Orang yang suka nawar barang yang hendak dibeli dengan rewel (kelihatannya nyemengit) itu tandanya orang itu kikir/ bahil.
Orang yang memamerkan (ria) atas apa (barang) yang ia sodaqohkan itu artinya lebih baik dari pada yang pelit tidak pernah sedekah.
Orang yang bertingkah di acara/forum/sidang tertentu dengan maksud cari perhatian , orang ini artinya manja dan lebih berat ke bodoh timbangannya.
Orang yang berguru dengan cara ngintil-ngintil gurunya kemana pergi itu berarti murid yang tolol dan bodoh.
Orang yang suka mengagungkan hasil karya tulis sendiri itu artinya kurang rajin membaca buku atau mengunjungi perpustakaan atau bukan pembaca buku (bukan kutu buku)
Orang yang kalau ada tokoh terkenal atau figur idola bagi masyarakat / komunitas tertentu, suka pengen foto bareng dengan tokoh/figur itu, artinya orang ini suka memfitnah dan kurang baik terhadap teman.
Orang yang namanya ingin selalu disebutkan di forum atau pentas itu namanya orang itu belum terkenal.
Orang yang takut disuruh tampil ke pentas / mimbar/ ngomong artinya orang itu menyadari kekurangannya dan rendah diri.
Orang yang penampilan nyentriknya dibuat-buat dan gonta/ganti cara/model itu tandanya masih mencari identitas , suka meniru/menjiplak, labil pendirian. dan kurang percaya diri.
Orang yang suka nawar barang yang hendak dibeli dengan rewel (kelihatannya nyemengit) itu tandanya orang itu kikir/ bahil.
Orang yang memamerkan (ria) atas apa (barang) yang ia sodaqohkan itu artinya lebih baik dari pada yang pelit tidak pernah sedekah.
Orang yang bertingkah di acara/forum/sidang tertentu dengan maksud cari perhatian , orang ini artinya manja dan lebih berat ke bodoh timbangannya.
Orang yang berguru dengan cara ngintil-ngintil gurunya kemana pergi itu berarti murid yang tolol dan bodoh.
Orang yang suka mengagungkan hasil karya tulis sendiri itu artinya kurang rajin membaca buku atau mengunjungi perpustakaan atau bukan pembaca buku (bukan kutu buku)
Orang yang kalau ada tokoh terkenal atau figur idola bagi masyarakat / komunitas tertentu, suka pengen foto bareng dengan tokoh/figur itu, artinya orang ini suka memfitnah dan kurang baik terhadap teman.
Orang yang namanya ingin selalu disebutkan di forum atau pentas itu namanya orang itu belum terkenal.
Yang slalu ingin tampil di panggung itu artinya telah merencanakan.
yang sering lagi-lagi mengucapkan kata maaf maaf berulang-ulang itu jangan diperintah atau disuruh , dia inginnya menunggu.
Yang ingin slalu difoto itu kemampuannya hanya satu macam (pas-pasan)
Yang kalau liat microfon slalu pengen ngomong itu tidak percaya pada diri sendiri
Yang tidak bisa berpidato itu lakunya (tindak tanduknya) sudah kata-kata (bahasa).
Yang membaca puisinya jelek itu berarti diamnya saja sudah mempesona.
Kamis, 06 Agustus 2015
slalu ada batang pendek pinsil habis berkali-kali dikerok.
Nulis dikerok, nulis lagi dikerok, nulis lagi dikerok lagi. "Saya salah apa?" kata pinsil. Tulisanmu jorok . "Kata siapa, kan banyak juga yang sopan". Tulisanmu tidak jelas. "Kata siapa yang terang-terangan juga banyak".Tulisanmu menghujat pejabat . "kata siapa kan banyak yang ngalem pejabat". Lalu pinsil diam dan kemudian "Terus saja aku dikerok, kamu tak akan bisa menghabisi pinsil karena slalu ada batang pendek pinsil habis berkali-kali dikerok. Jika kau habisi aku, tanganmu berdarah ikut dikerok.
Si Bung bukan pedendam.
Jika kita angkat anak buah sekalian anak buah itu mencapai apa yang yang dicita-citakannya walau anak buah itu melawan, dan pasti suatu saat akan merasa berterima kasih.
Inilah yang patut dipegang oleh semua orang. Jika kita disakiti orang kita harus merasa apakah pernah kita menyakiti orang lain.
Tahun 1965-1971 Si Bung masih berkuasa. Banyak anak buahnya yang menyakiti dirinya bahkan mengancam kedudukan dan keselamatannya.
Jika mau yang dari yang rewel, nyemengit, ugal-ugalan, atau sampai menghina oleh Si Bung akan dengan mudah "dislentik" mampus. Tetapi Si Bung tidak begitu. Tetap ia berbuat baik meski dirinya dikorbankan. Ia pandai mawas diri, ia banyak membuat sakit hati orang lain meski bukan kehenaknya, mungkin masalah wanita. Sehingga ia rela menerima semua itu. Bahkan anak buahnya yang melawan justru diberikan kesempatan karier yang bagus. Ia adalah guru yang baik, kalau mengangkat anak buah jangan tanggung tanggung sekalian menjadi orang.
Falsafah Blimbing Wuluh : Lebih baik berteman dengan yang saling mengerti.
Falsafah Blimbing Wuluh : Lebih baik berteman dengan yang saling mengerti.
Asam tetep saja Asam
Blimbing wuluh adalah buah yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.
Suatu ketika Blimbing Wuluh ingin naik kelas, dan ingin agar ikut bersama majikannya kemana pergi. Berbuatlah Blimbing Wuluh untuk menyenangkan majikannya. Buahnya makin lebat, daunya indah merangkai buah, bunganya coklat, merah keputihan pendek kata sangat indah. Ketika tamu-tamu datang sang majikan pun memperlihatkan Blimbing Wuluh yang menawan itu. Katanya Blimbing Wuluh ini tidak saja berguna untuk masak sayur tetapi juga untuk kesehatan dan lain-lain. Semakin GR aja Blimbing Wuluh kini. Ia pun semakin mempercantik diri.
Suatu ketika sang majikan hendak rekreasi bersama teman-temanya. Tentu Blimbing Wuluh akan diajak ikut serta. Semakin mempesona lah penampilan Blimbing Wuluh, buahnya makin lebat dan ada juga yang ranum yang akan membuat siapa pun ingin memetiknya.
Ketika tamu itu datang di hari minggu pagi hendak berangkat bersama-sama rekreasi tak seorang pun menyebut tanaman itu, apalagi mendekati, menoleh juga tidak. Persiapan majikanya untuk rekreasi sama sekali tidak memikirkan Blimbing Wuluh. Bahkan nyonya rumah yang biasa tiap sore menyiram Blimbing Wuluh pun tak menghiraukan Blimbing Wuluh. Yang dibawa adalah pisang, jeruk, apel , anggur dan duku. Blimbing Wuluh hanya melongo tak diajak. Ia menangis sedih, menyesali diri dan meratap. "Asam tetap saja asam" katanya. Lalu ia tersenum katanya lebih baik berteman dengan garam , terasi, lombok, atau bawang yang sama-sama saling mengerti.
Rabu, 05 Agustus 2015
Sabar dan Mengalah
Akhirnya aku dapatkan makna hidup ini. Ternyata sabar dengan mengalah sangat enak sekali untuk melepas problema. Mula memang terasa menyakitkan namun akhirnya justru sabar dan mengalah ini mendapatkan kemenangan luar biasa. Salah satu kemenangan itu bisa tidur siang. Bisa santai bersama keluarga, bisa menikmati hoby, bisa berkreatifitas lagi. Sedang yang mendapat kemenangan belum tentu bisa seperti menikmati hasil dari mengalah dan kesabaran ini.
Disupatani aja tidak mempan apalagi puisi
Sepertinya puisi-puisi harus melunak. Syair yang galak dalam 30 tahun tidak membawa perubahan. Tiada arti jari menekan pena hingga menebalkan kata, mengeluarkan butir keringat dan sampai darah menjadi tinta.
Kenapa? Jawabnya bangsa Indonesia itu orang sakti-sakti. Kuat dikritik, kuat disindir, kuat dihujat, kuat didemo, dan tak mempan 'disupatani'
Orang Indonesia itu sakti
Bicara tentang orang Indonesia sakti sakti banyak contohnya. Mantan jadi lagi, Hilang ketemu lagi, dipecat diangkat lagi, masuk bui bisa keluar lagi, dikubur hidup lagi, cerai rujuk lagi, mati hidup lagi, melarat jadi kaya lagi, nelangsa gembira lagu, jatuh bangun lagi, ditolak eh malah diterima, dibenci eh malah dipuja, dibuang eh malah di raup lagi, di singkirkan eh malah dirangkul lagi, Jadi memang orang Indonesia sakti-sakti.
Nasi menjadi bubur ?
Nasi menjadi bubur ? Oke. Tak ada itu berlaku bagi orang Indonesia kata terlanjur . Sudah ketahuan itu haram eh malah 'nyemplung' sekalian. Kepalang kagok, katanya. "Nanti gimana?" . " Kan gampang, semua bisa dibeli." : " Iya ya Mas, memanag semua bisa dibeli , penyair saja bisa dibeli" . " Eh nyindir aku, awas kamu !"
Sama-sama tak mungkinnya
Ketika aku guru muda di sd impres doeloe, ditanya apa cita citanya oleh seorang penilik sekolah. Aku menjawab menjadi Mentri Pendidikan. Penilik itu orang yang menghargai lawan bicaranya. "Hebat kamu", katanya. Aku juga ngerti itu sebuah kata yang mengatakan mustahil ! Lalu aku menerangkan " Ya , Pak , dari pada bercita-cita menjadi kepala Dinas pendidikan sama sama tak mungkinnya dengan bercita-cita menjadi Mentri Pendidikan !" Akhirnya aku dengan penilik itu tertawa bareng ha ha ha !





