Laman

Senin, 13 Desember 2021

Kata "adiluhung" juga memiliki makna hanya satu orang yang lain tidak.

 Sebagai orang yg berasal dari Jawa, memahami arti kata "adiluhung" adalah sesuatu yg bermutu dan bernilai, tetapi kata ini memiliki makna lain dalam keseharian di Jawa yaitu menganggap hanya seorang saja yang memiliki nilai bermutu itu,  dan orang lain tidak. Adi luhung secara otomatis menganggap semua masih dibawahnya.

Jadi penggunaan kata "adiluhung" juga memiliki makna hanya satu orang yang lain tidak.

Contoh: Para pahlawan nasional tidak disebut sebagai adi luhung padahal besar jasanya terhadap negeri. Ki Hajar Dewantara tidak menggunakan kata "diluhung" untuk menyebut RA Kartini. Juga RA Kartini rela memberikan beasiswanya kepada H Agus Salim demi untuk tidak dikatakan adiluhung. Juga Sultan Hadiwijaya (Mas Karebet) tidak mau dikatakan adiluhung dalam ilmu perang yang tak terkalahkan bahkan ketika mengalahkan Aryo Penangsang yang sakti. Kemudian Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamangkubuwono IX tak ada yang menyebutnya adiluhung. Bagi orang jawa, memiliki perasaan tidak menyombongkan menyebut adiluhung atau menyebut orang lain adiluhung karena orang dengan keadaannya itu undak undakan.(rg bagus warsono)