Laman

Rabu, 17 Juni 2015

mushola kecil di kampung gelatik

mushola kecil di kampung gelatik
kini penuh sesak
ramadhan membludak
toa kecil lantang adzan
dan beduk menggetar
sesak berhimpit dirumahMu
namun khusuk sholat
hanya suara toa kecil bercampur nafas jamaah
18-4-2015

Tiga orang dalam satu sajadah

Tiga orang dalam satu sajadah
dinginnya dinihari
surau kecil di sudut pemukiman
yang diberi jatah satu kapling
kami sujud mengikuti imam tua
tiga orang dalam satu sajadah
malam dingin disurau
bertahan menyangga tiangMu

Kubah pesegi dengan memolo alumunium

Kubah pesegi dengan memolo alumunium
di atas bukit tampak dari jalan raya menuju kotamu
dua kubah anakan tampa memolo
dikerumuni rindangan pohon-pohon
Ingin segera samapai
bersama mengecat pintu
melabur kapur tembok putihmu
agar tampak dari jalan di atas bukit
masjid jami desa
dengan tiang jati
menyangga kubah pesegi
tangan pemuda santri
di depan menjagamu

Sabtu, 13 Juni 2015

slalu dirundung kemalangan apa artinya?

Sebaliknya jika slalu dirundung kemalangan apa artinya? dalam dunia pendidikan kegagalan berarti meraih nilai kurang! nilai kurang itu bisa dinilai oleh orang lain (guru) juga penilaian pribadi. Artinya ini berarti harus melakukan evaluasi. Evaluasi yang berbobot secara ilmiah harus penuh banyak pengkajian dari berbagai disiplin ilmu. Hah?

Selasa, 09 Juni 2015

Siapa yang bertelor

Siapa yang bertelor?, tentu bebek. Bebek yang mana? bebek. Ia tidak pamer jasa siapa yang berjasa hari ini. Sebuah falsafah bahwa kita tak perlu menyombongkan diri atas sebuah jasa yang kita perbuat kelak nanti juga akan diketahui orang lain atas jasa kita tanpa berkoar.

Yang bangga bukan bebeknya jika telurnya banyak tetapi peternaknya. Itulah falsafah bebek. Seorang bawahan yang produktif tidak perlu bangga hanya pimpinannya saja yang mengaku hasil bawahannya.

Tak bertelor pun tetap diberi makan.

Kadang kita iri dengan kepribadian peternak bebek begitu adilnya. Ia tidak marah jika ada bebek yang tidak bertelur. Perlakuannya sama, semua diberi makan. Itulah kepribadian pemimpin yang perlu digali dari peternak bebek

Bakul ketika menghitung telor tak memikirkan bebek siapa, dipelihara siapa , kandangnya dimana, bebeknya dikasih makan apa, dikasih minum apa, dia tak lagi memikirkan semuanya kecuali telur dijual dan dapat untung besar. Ini artinya sebuah falsafah bahwa manusia kadang ingin mudahnya saja. tidak tahu prosesnya bagaimana. Jika orang tak tahu latar belakang proses selalu menggampangkan masalah.


Menghitung telur setiap hari slalu menghitung jumlah bebek. Jangan memaksa jumlah bebek sama jumlah telur setiap hari. Seandainya jumlah telur setiap hari melebihi dari jumlah bebek ada tidak merasa kehilangan bebek. Sebuah falsafah yang artinya jika kita mendapat rejeki harus menghitung siapa fakir yang kita hitung untuk diberi sebagian dari nikmat itu.


sebutir telur saja memiliki proses panjang, yang terakhir betapa bebek harus mengeluarkan tenaga ekstra ketika mengeluarkan sebutir telur dari duburnya.


Hewan juga tahu membalas budi baik. Bebek tak pernah hutang budi , ia langsung membayar budi baik dengan mengiklaskan telornya setiap hari.



Senin, 08 Juni 2015

Jangan halangi anak-anak kita mencintai sastra

Jangan halangi anak-anak kita mencintai sastra, justru dengan mencintai sastra akan membentuk jiwa kreatifitas, perkaya imajenasi, rekayasa, inovasi,daya hayal dan budi pekerti baik
Bahasa anak dengan tutur kata baik dapat digali dari bacaan sastra dengan bimbingan guru atau orang dewasa yang memahami sastra
Anak-anak yang mencintai sastra ia akan dapat memilih pilahan kata dalam berbicara dengan baik karena kaya akan perbendaharaan kata dalam otaknya.
Salah satu cara anak-anak kita mencintai sastra adalah kegemaran membaca harus dimulai sejak usia dini. Banyak guru -guru TK kita yang rajin memberikan metoda pembelajaran dengan pembacaan sajak sebagai bentuk pembelajaran pemahaman suatu benda, misalnya.
Sebagai contoh, misalnya, untuk memberikan pembelajaran pemahaman tentang orang tua menghormati , guru Taman Kanak-kanak membuat puisi berjudul Ibuku Sayang, kemudian ia ajarkan anak-anak untuk deklamasi. Kegiatan ini meski tampak sepele, namun guru telah memberikan nilai 'dasyat' bagaimana seorang anak menghargai orang tua. Hebat bukan?

Aku pandai mendongeng

Anda tidak tahu, di sela-sela waktu luang aku sempatkan datang ke Taman Kanak-kanak atau Paud, tidak sekedar mencari uang dari penyelenggara pendidikan itu tetapi aku menyalurkan bakatku mendongeng dan bercerita. Adapun kemudian penyelenggara memberikan transport atau honorarium itu rejeki. Tetapi akhirnya banyak sms datang memanggilku. Karena aku tidak pasang tarip. Berapa saja aku terima dengan ikhlas. Bahkan ada yang memberi hanya sebungkus rokok. Tetapi aku bahagia bisa berbuat seperti ini.