Laman

Rabu, 26 Juli 2017

ikut aku bersama

Aku melihat sesuatu yang besar, terpancar dalam aura , kau waskita linuwih memanggilku untuk menghamba berguru, diam itu emas, aku tembaga rongsok atau parang berkarat, kulihat apimu tak bergoyang meski badai basah, kau sembunyi dibalik pelapah, aku melihat dalam mata wadag. Ampuni aku yang tak tahu diri, sebetulnya jiwa nusantara masih ada tenaga untuk berdiri dalam darahmu, ikut aku bersama Kang Mas.

Minggu, 23 Juli 2017

tema atau genre perlu ditambah

Karena penyair puluhan ribu banyaknya, Karya puisi perlu dipilah-pilah agar penyairnya mudah dikenal, genre itu perlu ditambah. Seperti puisi2 glayengan dengan motornya Aloysius Slamet Widodo. Puisi Religi dengan motornya KH Mustofa Bisri, Puisi Masa depan dengan motornya Tan Lioe Ie, Puisi Sosial dengan motornya Rendra, Puisi Heroik dengan motornya Chairil Anwar, Puisi Cinta seperti Aan Mansur, Puisi tentang pelestarian alam oleh Naning Pranoto, Puisi tentang Alam, tentang korupsi, tentang politik, tentang kemiskinan dan lain-lain Sakarepmu !

 Kenyataannya jarang penyair yang menekuni khusus memilih bidang garapannya yang sebetulnya merupakan modal besar bagi perkembangan kepenyairannya. Padahal sesuatu yang langka itu sebuah 'bintang pandang masyarakat. Contoh misalnya seorang penyair yang menggunakan bahasa daerah tertentu , misalnya, dan menekuninya terus-menerus adalah 'barang langka yang 'mahal nilainya.

 Penggalian ide kadang terhambat dengan yang sudah ada dan pernah diketahui (dibaca) dari karya orang lain dalam satu tema atau genre tertentu. Contoh untuk menggali masalah tema cinta, bukankah pemilik cinta itu tidak hanya dimilki muda remaja tetapi bagaimana percintaan orang bisu, buta, atau kakek yang jatuh cinta. Atau jatuh cintanya pengamen, jatuh cintanya polwan atau perempuan prajurit.

Merambah Pengenalan Buku

Jika aku mendapat tugas aku slalu memberi buku. Kuberikan 3 buah buku "Pertempuran Heroik di Ciwatu, Lumbung Puisi Jilid V dan Tadarus Puisi" . Tampak Bpk Drs, Iding Nur Erwandi memberikan buku2nya pada Kepala SDN Juntinyuat II . Dengan demikian jika itu buku antologi bersama maka semakin banhyak jumlah pembaca. (rg Bagus 22-07-17)

Dunia Penyair Itu

Jika itu manusia, apalah bedanya jelata dan si kaya, orang kebanyakan dan orang terkenal, gelandangan dan kalangan ningrat, penggembira dan artis , semua adalah sama manusia yang memiliki nafsu dan rasa eling. Nafsu itu berupa kesombongan, merasa paling benar, angkuh, takabur, merasa lebih terhormat, mersa paling tinggi kedudukannya, egois, merasa diri tak pantas bergaul dengan orang yang lebih rendah dan sebagainya yang berrupa nafsu jahat. Tetapi sebaliknya dalam nafsu itu ada keindahan nafsu seperti kesabaran, sosial, bersahaja, rendah hati, sabar dan sebagainya nafsu baik. Jadi tak berarti apa-apa pada dirimu jika bergaul dengan si kaya, si terkenal, si bintang, si pejabat dsb yang ternyata kau dipermainkan dengan nafsu jahatnya itu.

DUNIA PENYAIR ITU
Oleh RgBagus Warsono

Seperti tumbuhan pohon dalam hutan
Ada yang bermanfaat ada yang semak tak beguna
Ada yang tinggi rimbun dan mengayomi sesama ada yang terpencil tumbuh di atas batu.
Ada yang homogen dengan komunitasnya tersendiri ada yang unik dan langka
Ada yang sudah tua berbuah lebadiantara heterogen hutan itu
Aku ingin menjadi pohon sono keling yang berguna sebagai kayu furniture
Aku ingin menjadi bunga kantil dalam hutan yang mekar semerbak
Aku ingin menjadi durian menoreh yang nikmat dimakan
Atau aku menjadi rotan yang menjalar diantara semua pohon
Wanakaya, 15-7-14t dan ada yang baru tunas dengan kelopak kembang
Ada menjulang ada yang merambat mencari sandaran
Ada dirambati tumbuhan lain ada yang menjadi benalu
Ada yang beraroma khas ada yang berbau busuk bangkai
Ada yang berbunga indah namun ada yang berduri
Aku hanya tumbuhan ada di hutan penyair

Rasa Sejati

Suatu saat kau akan temukan teman sejati. Teman yang mengerti dalam segala hal tentang dirimu. Untuk memperoleh teman sejati tidak semudah memfilter gabah gabug dalam ayakan. Kau harus mendalami karakter diri dan orang lain. Pada hakekatnya semua manusia normal adalah baik, yang kurang baik itu pandanganmu karena ketidak-cocokan diri dan teman kita sehingga ada perbedaan. Perbedaan itu dikarenakan kurangnya pemahaman lebih dalam. Pada pengenalan yang lebih dalam itu akan ditemukan kesamaan yang dapat membuat ikatan silaturahmi.
Sifat bawaan manusia tersendiri karena sudah kodratnya, dalam kodratnya itu itu saja Allah memberi sifat baik bada setiap hambanya. Permasalahannya sifat baik itu ada yang ditampakkan dan ada yang tak tampak oleh pandanganmu. Berfikir positif agaknya sangat bermanfaat, tetapi itu belum cukup untuk menemukan teman sejati, teman sejati harus memiliki rasa sejati. Dan rasa itu apabila disentuh. Seperti buku Lumbung Puisi Jilid V yang memiliki Rasa Sejati.

Sabtu, 22 Juli 2017

Pak Poniman Guru Berbakti Sepanjang Umur

Pak Poniman Guru Berbakti Sepanjang Umur

Dalam sebuah kunjungan ke SDN Juntinyuat Ii Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, ditemukan seorang guru yang berusia 64 tahun. Keistimewaan guru ini adalah meski sudah memasuki pensiun tetapi oleh masyarakat di desa Juntinyuat masih diharapkan untuk mengajar, juga di SDN Juntinyuan II Pak Poniman ini sangat dibutuhkan tenaganya untuk mengajar kelas VI. Guru yang sudah sepuh ini terkenal cerdas dan pintar sehingga dibutuhkan untuk tetap mengajar. Menurut Kepala sekolahnya, Pak Poniman juga berperan penting dalam sekolah tersebut dan dipasrahi pekerjaan untuk menangani administrasi kesiswaan. Penulis sempat berbincang bincang dengan guru tua ini, katanya ia tidak mengharapkan imbalan apa pun dari sekolah ini, katanya gaji pensiunnya sudah cukup untuk menopang hidupnya bersama keluarga yang hanya tinggal berdua dengan istrinya, yang juga seorang guru, karena kebetulan anak-anaknya suidah bekerja. Pak Poniman adalah sosok pengabdi pendidikan yang tidak mengenal batas pensiun. Baginya kalau masih ada umur dan tenaga ilmu itu harus dimanfaatkan.
(rg bagus, 23-07-17)

Senin, 17 Juli 2017

Minggu, 16 Juli 2017

Bank Data Sastrawan Lumbung Puisi
Kemendikbud melalui Badan Bahasa membuat pangkalan data sastrawan.
Pentingnya data sastrawan itu, seperti Badan Bahasa lakukan, kami (Lumbung Puisi) berencana membuat bank data alamat dan telpon yang dapat dihubungi agar apabila diminta kami dapat memberikan alamatnya.
Keberadaan sastrawan menurutku harus berdasarkan karya, karena itu Lumbung puisi yang sampai saat ini telah menginjak jilid V menyimpan data sastrawan.
Kasusnya terjadi manakala aku disurati Metro TV dalam untuk menghubungi penyair/tertentu aku belum bisa memberikan alamatnya karena ketidaktahuan.
Tentu saja jika mulai pendataan itu, dalam pendataan nomor telepon harus disimpan rapih (bersifat rahasia) agar tidak disalahgunakan.

Serba Ilmiah

Serba Ilmiah
Sekarang ini informasi pun harus serba ilmiah. Ada referensi, nara sumber, dan prasasti (buku, peninggalan sejarah dsb.) . Referensi tidak hanya satu sumber, begitu pula nara sumber tidak satu orang itu-itu saja. Karena itu ada baiknya jika ada seminar tampil beberapa pembicara, sehingga semua yang difokuskan dalam pembahasan serba ilmiah dan dipertanggungjawabkan. Begitu pula ada baiknya penyelenggara mendatangkan berganti-ganti nara sumber, disamping diperlukan pendapat berbeda juga tidak membosankan peserta yang hadir.

Repotnya Data Sastrawan

Repotnya data
Penyair adalah juga seniman. Seniman rupa-rupa tingkah polah, karakter, dan kadang nyeleneh, atau mungkin 'ngedan (tidak gila tapi seperti orang gila). Mereka susah dicari juga dihubungi. Rumahnya tidak menetap di suatu tempat, karena anggapannya kolong langit ini tempat tinggalnya. Penyair seperti ini tidak sedikit jumlahnya, padahal mereka adalah orang-orang yang berfikir cerdas dan kadang memberikan pendapat atau ide yang brilyan. Menghadapi penyair seperti ini untuk mencari datanya harus tahu celahnya, he he he

Pengakuan Penyair

Pengakuan Penyair
Pengakuan penyair sebetulnya sangat mudah. Pertama adalah karya tulis (puisi dsb.) ,Kedua pengakuan dari orang lain, yaitu diiyakan oleh orang lain. Dan yang ketiga ada lembaga (bisa media masa) atau orang yang meng-iya-kan.
Antologi bersama sebetulnya memenuhi kreteria di atas. Karena buku antologi bersama dibaca oleh banyak penyair yang secara tidak langsung mengakui, dan meng-iya-kan.
Pengakuan selanjutnya adalah bentuk rekomendasi , hadiah, hingga penghargaan tertulis baik dari perorangan atau lembaga (tidak mesti pemerintah dan tentu saja tidak dimonopoli orang atau lembaga tertentu.

Bicara penyair adalah bicara realistik

Bicara penyair adalah bicara realistik tetapi pribadi penyair boleh idealis. Pengakuan penyair tentu dengan bicara realistik bukan idealis, tetapi kepribadian penyair silahkan saja idealis.

Jumat, 14 Juli 2017

Pembicara yang idealis

Pembicara yang idealis sungguh menyenangkan, tetapi jika ia egois maka ia sebetulnya bukan idealis tetapi dia telah mementingkan 'akunya bahkan tanpa batas.

Memandang Sebelah Mata

Memandang Sebelah Mata
Aku pernah bertemu dengan penyair dan kritikus sastra terkenal mereka tidak memandang sebelah mata walau aku orang ndeso dan penyair ecek-ecek. Krena ia telah berfikir ilmiah. Ia membaca dulu karya seseorang, kemudian baru ia bersuara.
Sebaliknya tidak sedikit penyair yang terkenal memandang dengan sebelah mata pada seseorang (penyair) yang baru dijumpainya padahal ia belum membaca sama sekali karya orang itu

Rabu, 12 Juli 2017

Rg Bagus Warsono dalam Kembang Kantil , memperkenalkan penyair Kediri Puspo Endah


Kembang Kantil

Kuncupnya rebutan dan mekarnya ditunggu
semerbak wangi
Semua memandang tak berkedip mata sipit
Kembang kantil di taman
Cempaka putih milik pangeran
kecil dicari menari
besar ditunggu menanti
wangi kantil wangi dirimu sejati
menutup sari kelopak putih
kau berada diatas puja
kuncup berguna mekar menawan
cantik nian kantin mekar
habis kata memujimu
kau memang menggoda mata capung

(Rg Bagus warsono, 11-07-17)

Puspo Endah Penyair Kediri