Laman

Minggu, 27 Agustus 2017

Proses Kreatif

Proses Kreatif
Proses kreatif adalah perjalanan seseorang penyair dalam pencarian jati diri dan pengembangan kreasi atas karyanya dalam menuju penemuan karya yang melekat dengan personalnya. Klimak proses kreatif sebetulnya pada pengakuan masyarakat atas karya-karya yang dilahirkan dalam perjalanan proses itu. Proses kreatif juga tampak tidak berujung dan bahkan berujung hingga akhir hayat seorang penyair.
Yang menjadi permasalahan banyak orang terlena atas karya yang dianggap dirinya merupakan klimak proses kreatit itu dan ia menikmatinya tanpa melakukan proses kreatif yang baru sehingga bukan tidak mungkin akan dikalahkan oleh orang lain yang melakukan proses kreatif yang sama tanpa henti dengan selalu berinovasi.













Sabtu, 26 Agustus 2017

Titel Haji

Menurut pendapat saya, suatu saat orang Indonesia enggan menggunkan titel haji setelah pulang dari menunaikan ibadah haji. Di zaman ilmiah ini, orang akan berfikir, bahwa haji adalah rukun Islam, jika menjadi titel (gelar) bagaimana dengan 4 rukun Islam lainnya, umpamanya orang yang baru menunaikan ibadah zakat atau saum , akankah nempel juga titel atau gelar zakat dan saum di namanya?

Penyair Bukan Biduan Dangdut Pantura.

Penyair Bukan Biduan Dangdut Pantura.
Dengan bermodal wajah cantik, pamer ketiak, dan belahan payudara penyanyi dangdut itu langsung melejit terkenal di beberapa kota pantura. Soal suara itu nomor dua, tinggal celananya dipendekan saja cengkok dan fibra suaranya sudah ehem ehem. Memang sih tidak semua biduan begitu.
Rupanya penyair niru-niru juga biduan dangdut pantura, tidak yang laki-laki atau perempuan banyak yang niru-niru biduan dangdut. Pokoknya 'penampilan dulu, karya nomor dua. Tentu saja cepat dikenal dan kesohor bahkan sampai pansel (pantai selatan jawa).
Oh walah ternyata dicari piringan hitamnya di Lokananta (perusahaan rekaman doeloe) suara biduan itu tidak ada! wah wah. Nah yang ngaku penyair harus punya karya donk, nanti disangka biduan dangdut pantura.

Jumat, 25 Agustus 2017

Pembenaran Siapa Penyair

  Pembenaran Penyair.
Pembenaran penyair berujung pada pengadilan publik atas karya yang diakui publik sebagai karya sastra. Publik adalah publik pembaca dalam hal ini masyarakat pencinta sastra, kurator, kritikus, akademika, dan perpustakaan serta pasar buku. Pembenaran penyair harus dimiliki oleh insan penyair agar menjadi cacatan sejarah bangsa. Bukan populair atau tidak populair tetapi catatan bangsa dari yang disebut diatas tersebut yakni pencinta sastra, kurator, kritikus, akademika, perpustakaan dan pasar buku. Pembenaran adalah pengakuan bahwa penyair itu memcipta karya sastra bermutu yang layak sebagai bacaan sastra. Jadi generasi muda tidak perlu khawatir dengan banyaknya penyair sebab mutu sastra tetap nomor satu dan publik yang mengadilinya.(rg bagus warsono 25-8-17)

Dulu sosok HB Yassin adalah pembenaran tunggal bagi pembenaran siapa penyair di Indonesia. Pada saat itu patut dimaklumi karena sejarah sastra kita begitu. Sekarang pembenaran tunggal tidak berlaku dalam kajian dan riset ilmiah sebab harus diperoleh sumber pembanding dari kurator lain. Demikian Pembenaran Penyair. ilmiah memerlukan banyak referensi sumber terpercaya lain agar tidak terjadi kesalahan atas penetapan kajian ilmiah.

 Kekeliruan sering kali terjadi atas penilaian dan peklasifikasian sastra sastrawan Indonesia. Jawabnya adalah sepele yaitu adanya 'kepentingan.
Jika kalian baca riwayat sastrawan Pramoedya Ananta Toer bagaimana ia dikucilkan namanya dari sastra Indonesia justru oleh kurator-kurator terkenal pada saat itu. Ini jawabnya sepele yaitu 'kekeliruan atas 'kepentingan.
Dan hal semacam ini, di masa semakin maju dan beradab ini mari kita mencegah agar tidak terjadi kekeliruan semacam itu.

 Namun sungguh tak pantas dan tak masuk akal, kekeliruan justru terjadi di tahun 2014 tahun masuk dalam masa modern dengan pemikiran modern dan kajian intelektual yang semakin canggih dimana terjadi cacat sejarah sastra Indonesia manakala PDS HB Jassin mengumumkan 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia penetapan dari beberapa sastrawan. Kejadian ini anggap saja sebagai kekeliruan atas suatu kepentingan. Semoga dimasa akan datang tidak terjadi hal demikian itu.

Antara Senang dan Tidak Senang
Menulis siapa siapa penyair kini sah-sah saja terserah penulisnya. Adalah hak seorang penulis untuk menulis semau mereka. Polemik itu terjadi manakala ada antara senang dan tidak senang. Suka dan tidak suka. Seperti yang dikatakan Supardi Djoko Damono seni itu polemik semakin banyak dibicarakan semakin membuat terkenal. Namun tentu saja tetap berakhir pada mutu karena kini masyarakat sudah pandai memilah antara yang bermutu dan tidak bermutu.
(rg bagus warsono , 25 Agustus 2017 tinggal di Indramayu)

Selasa, 22 Agustus 2017

Dan suatu saat kelak beruntung pula nama2 yang disebut dalam bukuku

Inovasi puisi itu seperti campursari, pop dibuat keroncong, keroncong didangdutkan

Kata Abdul Hadi WM penyair itu sendiri, berkarya, dan terkenal karena sendiri

 Kata Abdul Hadi WM penyair itu sendiri, Kiprahnya untuk nama sendiri

 Jadi yg membuat terkenal. kata Abdul Hadi WM, itu bukan orang lain tp sendiri

 Beruntunglah nama2 penyair yg disebut Corrie Layun Rampan

 Dan suatu saat kelak beruntung pula nama2 yang disebut dalam bukuku

semuanya harus gratis tis tis . !

Apapun alasannya, pendidikan dasar 9 th itu gratis (SD/SMP negeri swasta penerima dana BOS), mau di desa atau dikota, sekolah biasa atau standar nasional, biasa-biasa saja atau unggulan, mau gedung asbes atau beritingkat, mau gurunya standar atau doktor , semuanya harus gratis tis tis . !

Masih Banyak yang Diperjuangkan untuk Merdeka

Muda-mudi itu sudah tidak bisa lagi berpacaran di pantai, tak ada ngabuburit di bulan Ramadhan di pantai. Pemancing geleng-geleng kepala, lokasi mancingnya sudah dilarang. Karena berdiri hotel mewah dengan area hotel yang luas dan menghadap ke pantai. Tahu tidak pantai bukan milik rakyat sekarang, katanya.

Ibu jangan berobat di sini, rumah sakit ini tidak melayani jaminan kesehatan rakyat miskin, padahal berlaku di rumah sakit mana saja. Dirumah sakit lain tak disentuh dokter, hanya perawat magang dari akademi perawat, obatnya pun dibedakan. Kalau bisa miskin mati saja jangan berobat. Duhai Indonesia, untuk apa mereka digaji negara? kita dijajah bangsa sendiri.

Dan komplek perumahan-perumhan elit itu dijaga satpam, jalan itu khusus warga komplek itu dan tamu warga komplek itu. Jangan lewat sini , ini bukan jalan umum, padahlah maksudnya agar melalui jalan itu lebih dekat. Apalagi pedagang gerobak dorong, pemulung pun dilarang takut mencuri, Oh republik merdeka masih ada larangan di jalan umum, kita memang dijajah bangsa sendiri.

Lalu sekolah-sekolah dibedakan peruntukannya, masyarakat kaya atau masyarakat miskin. Kamu sekolah di sana, di sini harus kuat membayar, di sini hanya orang-orang kaya. Jadilah si miskin berjalan kaki menjauh ke sekolah 'rakyat kecil. Kita dijajah lagi oleh bangsa sendiri.

Ketika di desa itu berdiri supermarket, warung-warung menjadi sepi pengunjung, toko kecil gulung tikar, pengrajin makanan turun produksi karena sudah jarang pembeli. Mereka kalah pemasaran, kalah manajemen, kalah pemodalan dan kalah semuanya dengan supermarket yang merambah desa. Perekonomian desa menjadi turun dratis, pengagguran bertambah, miskin bertambah. Kita Dijajah Lagi

Penyair dengan ciri puisinya

Ternyata puisi dapat dideteksi bagaimana karakter penyairnya, meski prosentase hasil deteksi karakter sangat rendah, namun pabila mempelajari puisi-puisi seorang penyair dalam beberapa judul dengan tema berbeda kita dapat mengenali karakter penyair. Hasil ini akhirnya menjadi ciri puisi seseorang penyair. Ciri yang unik menjadi faktor bahan pembicaraan yang mengundang perdebatan. Akhirnya pabila disepakati jadilah sebuah ciri yang identik anata puisi dan penyairnya. Ini dapat menjadi teknik untuk dapat dikenal masyarakat luas.

Rabu, 09 Agustus 2017

Tentang Kemajuan Sastra Kita

Penyair kapan pun masanya melekat dengan dunia pendidikan, bahkan sejak zaman kerajaan Singosari. Jadi alangkah baiknya jika penyangga itu harus selalu dilibatkan baik sebagai objek maupun subjek sastra. Ingat bahwa penyangga terbesar masa depan sastra indonesia adalah pendidikan

Roadshow, Lauching, Bazar, Pentas, Antologi Bersama, Seminar, Bedah Buku, Musikalisasi, Pameran, Lomba baca, Lomba Menulis, Shoothing Baca, dll adalah kegitan positif dalam rangka memelihara sastra Indonesia yang justru kebanyakan dilaksanakan oleh masyarakat dan bukan oleh pemerintah.

Ketika orang beramai-ramai ingin menjadi warga negara ruang angkasa adalah gejala kehidupan modern yang pasti akan ditanggapi kalangan sastra. Dikarenakan sastra berkembang tidak hanya mengiringi zaman tetapi juga kadang melampaui masa. Sebagaimana penyair Tan Lioe Ie menulis tentang masa depan sebelum orang banyak ingin menjadi warga negara angkasa.

Ujung kegiatan positif itu adalah apresiasi masyarakat yang berimbas pada personal penyairnya yang berjerih payah memajukan sastra, sebuah promosi yang baik yang patut menjadi contoh untuk perkembangan nama seseorang. Namun demikian jangan sampai berhenti di satu pijakan itu saja. Pasalnya gelombang sastra terus berubah-ubah seiring kemajuan kehidupan dunia ini



Selasa, 08 Agustus 2017

Cinta Anak-anak Indonesia, karya Rg Bagus Warsono

Cinta Anak-anak Indonesia

Cinta anak-anak Indonesia
Pada hari libur
Di Tawangmangu
Di jalan Karanganyar
Bukit menawan
Cinta anak-anak Indonesia kian memudar
Tak menyukai alam
Nyaris hilang dihati

Katanya lebih bagus Amerika , Singapur dan Bangkok.
Wayang itu menyebalkan
Batik norak
Reog kampungan
Becak hanyalah penistaan hidup
Lalu mereka menelusuri tembok cina
Memandang Liberty yang kecapaian
Mengusung obor padam
Mengagumi menara efiel
Katanya Borobudur itu biasa
Prambanan masa lalu
Hanya gedung tak ber-ruang
Dikenakannya kaos warna-warni
Liverpul, Zuventus, dan Milan
katanya,
Persib itu ketinggalan persija ayam kandang.
Idih keroncong
Menyanyi apa ‘ngglendeng’
Dangdut apalagi
lagu sedih tapi berjoget
Namun ketika anak-anak amerika bermain yoyo dan gasing
Cinta anak-anak Indonesia negeri kena batunya
Katanya pengecualian
Jadilah yoyo dan gasing berbatubaterai
Bukan Amerika, Cina-lah yang mengambil kesempatan
Merebut cinta anak-anak Indonesia.
Rg Bagus Warsono

Takka Shi Murah , karya Rg Bagus Warsono

Takka Shi Murah

Tuan Takka Shi Murah
buatkan mobil kecil seukuran bandanmu yang tak laku dijual
di Eropa,
biar Mr Thiang Soul buatkan jembatan layang, ply Over, agar kamu tak bingung mikir
bagaimana lahan padi digusur Cikopo, Cipali, dan Pejagan?
di selat Karimata tangker penuh beras kawak siap kirim ke Jawa,
mengisi gudang dolog yang menjadi sarang tikus sawah

Tuan Takka Shi Murah
asal kau tak beli satelit dari pamanmu
karena langit nusantara tlah penuh sesak satelit
atau kau patungan dengan tetangga, Takka Shi Murah.
internet?
kan sudah dekat loket pembayaran pulsa Singapura
ada bonus android dan IOS
bisa buat narsis wajahmu cantik
Tuan Takka Shi Murah
limbah jadi premium, mesin potong rumput jadi sepedamotor
Sudahlah yang penting anak SMK dapat kerja
dari dulu cuma pandai buat baud.
08-08-17

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sekolah Isine Patungan



Sekolah Isine Patungan
Jarene guru wis mulya
numpake mangkat mulang rodane papat
umahe gedong rajeg wesi
mulang klambine apik kudunge anyar
sepatune mengkilap disemir
nyatane arep dagang
sekolah dadi toko kriditan
muride pinter tapi keder
kabeh aturan ana regane
patungan tuku buku langka lirenne
Bocah minder
wong tua murid mblenger
saben dina kudu ana
patungan werna-werna
guru saiki ora nduweni rai
rai kandel ilmune ngedabel .
RgBagus Warsono, 23 Januari 2016

Secepatnya bangsa asing itu harus ditumpas.

Rupanya Sultan Agung tidak main-main untuk mengusir VOC dari Jawa. Kemarahannya memuncak. ia ingin segera membersihkan Jawa dari bangsa asing yang ingin menguasai jawa, seperti VOC yang datang langsung ingin mengatur. Secepatnya bangsa asing itu harus ditumpas. Karena itu seluruh negeri bahawan Mataram harus turut serta membantu Mataram dalam penyerbuan Batavia itu. Bantuan pun datang dari negeri-negeri bawahan Mataram seperti Pati, Madura, Banyuwangi, Ponorogo, sampai Kediri. Pasukan kedua diberangkatkan melalui laut. Armada mataram susulan ini dipimpin oleh Pangeran Mandurareja, seorang penasehat kerajaan ahli dalam peperangan

penulis Belanda seenak wudelnya

Kurangnya penulis sejarah membuat penulis Belanda seenak wudelnya.Jan Pieterszoon Coen, gubernur Hindia Belanda yang juga kuasa dagang VOC itu dibilang meninggal karena sakit kolera, padahal telah digorok lehernya oleh prajurit Mataram saat keluar benteng Holandia pada th 1629 saat diungsikan oleh pasukan VOC yang kala itu terkepung. . Alasan penulis ini dikarenakan dalam sejarah kerajaan-kerajaan Majapahit hingga kesultanan eks Mataram menundukan kerajaan identik dengan menyerah atau terbunuhnya raja. Prajurit Mataram ingin segera menyudahi peperangan dalam penyerbuan Mataram ke Batavia. Bagi prajurit Mataram, menangkap hidup atau mati raja/pemimpin pihak lawan sama saja dengan mengalahkan kerajaan atau negara itu. (rg bagus warsono)

tata keprajuritan Mataram

Berikut sebuah gambaran bahwa tata keprajuritan kerajaan Majapahit hingga eks kerajaan matram memiliki aturan tatanan kepangkatan yang berpedoman pada tingkat kemampuan olah kanuragan dan ilmu kanuragan diri seorang prajurit :
Sultan Trenggono, raja kerajaan Demak , tertegun ketika melihat seorang anak muda melompat mundur hingga menyebrang selokan ketika beliau hendak melewati jalan itu. Bagi Sultan Trenggono yang faham akan ilmu persilatan, polah anak muda itu tidak sembarangan dan pasti memiliki tingkat ilmu yang tinggi. Jadilah anak muda tersebut menjadi tamtama kerajaan yang kemudian meningkat kariernya sebagai senopati di Demak. Ilmu yang tinggi yang dimiliki anak muda itu membuatnya sultan Trenggono rela menjadikan anak muda itu sebagai menantunya. (anak muda itu diketahui sebagai Mas karebet /Joko Tingkir dan setelah menjadi raja Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya)
Atas dasar ini dalam sejarah Penyerbuan Mataram ke Batavia , tidak mungkin Sultan Agung mengirim algojo untuk membunuh Senopati Bahureksa dan Pangeran Mandurareja , karena tinggkat kepangkatan algojo hanyalah sama dengan ki lurah yang memiliki tugas tertentu di sebuah pemerintahan kerajaan. Algojo tak akan berarti apa-apa dihadapan Senopati Perang seperti Bahureksa dan Pangeran Mandurareja cucu Ki Juru Murtani yang memiliki ilmu silat tinggi. (rg bagus warsono)

olahragawan berprestasi dunia.

Renungan HUT RI itu adalah kerinduan olahragawan berprestasi dunia.

kita dijajah lagi

Warung-warung sepi
akan kehadiran mini market di desa
yang membuat ramai perempatan jalan
dan angkringan malam hanya nyala boklam redup
karena tlah disebrang jalan sambal dan ayam goreng
..............