Bukan filosofi roda berputar, tetapi ada karet di lingkar roda delman itu. Betapa kerasnya roda delman yang menggunakan besi di sekelilingnya tentu bersuara keras. Fungsi karet untuk menghaluskan suara. Artinya seterjal apa pun jalan hidup ini kita lalui dengan pegas agar dapat berjalan santai. Dan bila ada gundukkan atau lubang , karet berfungsi agar mentul.
Sebuah catatan harian untuk lebih mengenal, sebagai sebuah tali persahabatan agar lebih rekat lagi.
Senin, 31 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022
Tentang Rg Bagus Warsono oleh Khalid Alrasyid
Khalid Alrasyid
Saya sangat setuju dengan apa yang sudah disampaikan Kang Wawan Hamzah Arfan tentang saudara RgBagus Warsono , awal di grup LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA IX 2021 yang beliau kelola saya melihat beliau sangat berbeda dari kebanyakan pegiat sastra, sedikit nyentrik dan nyeleneh 😀😀. Hebatnya lagi dapat mengelola Komunitas sastra seorang diri yang anggotanya ribuan 😱. Tentu yang paling berkesan ketika beliau memberi pengantar pada buku kedua saya yang berjudul "Biji-Biji Waktu" sebuah anugerah luar biasa bagi saya pribadi. Semoga beliau "Sang Pelindung Sastra" selalu diberi kesehatan, kesuksesa & selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin
Ketika Bahasa Daerah Menyebut Nominal Rupiah
Di Indramayu bahasa jawa dialek Indramayu disebut "karobelah", di bengkulu seperti di sampaikan penyair Elly Azizah disebut "tengah duo", di Bali seperti dituturkan Winar Ramelan disebut "siu mangatus" juga oleh Fatws siti Fathimah di sebut " karo tengah ewu".
Bahasa daerah juga mengikuti apa yang terjadi di masyarakat. Honda adalah merk sepeda motor Jepang. Tetapi kata honda dipakai dengan arti semua sepeda motor merk apa saja disebut "honda" seperti di sebagian Jawa, di Kalimantan Barat seeperti disampaikan Wahyu Yudi juga disebut demikian. Di Aceh seperti dituturkan Anie Ibunya Athala, juga semua merk sepeda motor disebut "honda". Sedangkan di medan semua sepeda motor disebut "kreta" seperti disampaikan S Ratman Suras.
Galon adalah ukuran volum internasional, tetapi masyarakat tahunya galon itu botol mineral besar. Mereka bilang "Beli galon sana!" padahal artinya galon itu ukuran, tetapi dibeli. Begitu juga kata "gas" yang artinya atam/molekul/ion masyarakat tahunya tabung berisi gas. Begitu juga ketika masyarakat menggunakan air tanah dengan mesin penyedot air dalam tanah , mereka bilang " Pasang sanyo".
Bahasa daerah memiliki perkembangan kata dan frasa yang cepat, oleh karena itu, misalnya bahasa jawa, jika dibuat kamus, tebalnya harus 2 kali lipat KBBI. (Rg Bagus Warsono)
Minggu, 09 Januari 2022
Sarapan Pagi: Kopi Musang
Sarapan pagi: Tidak tahu apakah alat pencernaan hewan musang itu adalah filter makanan sehingga kotoran yang dikeluarkan nilainya bertambah baik. Tidak tahu juga ketika di atas genting ada bau wangi , kemudian dijumpai ternyata ada musang di atas genting. Orang-orang tua kita dulu pandai melalukan penelitian ilmiah tanpa laboratorium. Mereka menemukan dari kesengsaraan, keprihatinan dan semangat hidup. Ternyata tuan empunya kebun kopi tak merasakan nikmatnya kopi musang yang dikumpulkan tetangga sekitar. Jadi belum tentu si kaya yang punya hektaran kebun kopi itu menikmati nikmatnya kekayaannya justru orang lain tanpa disengaja. Sebuah filosofi yang membuktikan bahwa Allah maha adil.
Jumat, 07 Januari 2022
Bagaimana menerima kritik
Bagaimana menerima kritik
Kritik bentuk apa pun dan bersifat dari yang menyentil hingga menusuk kalbu, atau terbuka dan tertutup semua dapat diterima dengan santai apabila Anda berjiwa "demokratis" dan sudah melekat dengan darah. Demokratis itu tercermin pada "kerelaan memberi" apa saja baik benda maupun non benda.
Demokratis itu diajarkan bukan oleh orang lain tetapi oleh pengalaman dan 'hukuman yang dialami dalan hidup ini.
Kritik dapat melancarkan mesin kreativitas baik si pemberi maupun si penerima. Memberi dan menerima kritik akan seimbang apabila sebelum memberi kritik pada seseorang Anda merasakan dulu kritik itu andai pada diri sendiri.
Menerima kritik tentu melalui proses panjang. Tahap belajar menerima kritik mulailah dengan menerima penilaian atas karya atau kerja kita dari orang lain. Jangan sampai baru dinilai salah satu karya kita kita berkesimpulan bahwa semua karya kita jelek. Padahal baru mengkritik 1 puisi. (rg bagus warsono)
2019 di Sisi Penyair:
2019 di Sisi Penyair:
Puisi Indonesia terus bergolak mengiringi tahun politik bangsa ini, seakan menjadi saksi sekaligus pelaku politik yang terlibat bersama sama rakyat untuk menentukan masa depan negeri ini. Penyair Indonesia dengan bahasanya menjadi saksi utama di tahun yg menentukan itu.
Gonjang ganjing peristiwa politik menjadikan perubahan pada karya karya penyair Indonesia. Yang acuh tak acuh disebut penyair buta tuli. Yang berpihak disebut penyair salah kaprah, dan yang independen disebut penyair tak punya pendirian atau penyair bingung (istilah penulis)
Rupanya perubahan itu menjadi menjadi ragamnya karya cipta puisi di tahun 2019. Karya-karya tersebut jelas tidak menjadi universal atau menjadi karya yang agung. Disamping ragamnya yang beraneka iklim negara ini tak membuat karya cipta melahirkan yang agung
.
Puisi puisi penyair oleh para penyair di 2019 yang penulis istilahkan di atas hanya sebatas menyindir, lempar batu, separo hujat dan sepro puji, kebingungan dan juga potret tragedi yang terabaikan dari hiruk pikuk ramainya isu politik .
Penulis tidak menyoroti karya untuk hal suasana panasnya suhu politik tetapi akan menyoroti beberapa karya penyair yang patut mendapat apresiasi tinggi yaitu penyair dan puisi yang jeli melihat sisi yang dilupakan dan ditinggalkan di sudut negeri di sudut peristiwa.
Di awal tahun 2019 hingga pertengahan puisi puisi tercipta dalam
kelahirannya termasuk kegiatan yang mengiringinya tak mendapat respon dari masyarakat. Keadaan ini disebabkan banyaknya isu hoax yang ramai dimasyarakat. Tak jarang puisi 2019 seperti pelaku pelaku politik semua hanya 'pencitraan . Bersambung ! (Rg Bagus Warsono kilas balik sastra Indonesia 2019)