Sudah terlihat penyair 'papan atas itu membuat sensasi agar menjadi
perhatian 'sebuah management konflik agar menguntungkan dirinya, penyair
di daerah tak usah kepencut ikut menanggapi tulisan sensasi itu,
sebetulnya itu adalah kemenangan kita karena sebetulnya mereka ketakutan
ditingkat grass roots mereka tidak dikenal sama sekali.
Berbagai kekhawatiran mereka karena perkembangan di masyarakat dan juga masyarakat sastra yang beralih pandangan sejak informasi global menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Kini sudah banyak terlihat di berbagai lomba baca puisi di banyak daerah
telah menempatkan karya-karya penyair daerah sebagai puisi wajib atau
atau puisi pilihan dalam lomba itu. Itu bagus sekali sebagai penanaman
untuk penumbuhan idola oleh generasi muda/ pelajar bagi penyair daerah.
Penyair besar Emha Ainun Nadjib saja slalu bersama masyarakat dan
terkadang menolak untuk dipanggil di kalangan elit, ia tetap menjaga
untuk memelihara kedekatan dengan masyarakat bawah/kecil.Begitu pula Dalang Entus Susmono meski sudah menjadi Bupati disempatkan
untuk slalu dekat dengan rakyat dengan penampilan barunya Wayang Santri
yang di gelar di berbagai daerah tanpa mengharap imbalan.
Dan penulis juga menaruh hormat kepada panitia event sastra jika mengundang
penyair lokal sebagai pembicara atau bintang tamu, itu berarti telah
menghargai kearifan lokal dan telah memandang bahwa di zaman ini, di
zaman informasi global ini, orang pintar sudah banyak yang berada di
daerah.Bahkan beberapa mahasiswa berbagai universitas kini telah banyak
menyoroti karya penyair-penyair lokal/daerah sebagai bahan penelitian
dan seminar.
Sebagai seorang penulis aku sendiri merasa kagum dengan karya-karya penyair yang dekat dengan masyarakat seperti karya
Aloysius Slamet Widodo yang slalu bikin mesem, karya
Handrawan Nadesul yang menghanyutkan hati, juga karya-karya mereka yang muda-muda seperti karya
Sofyan RH Zaid yang menyirami kalbu,
Ali Arsy yang memotret kenyataan,
Eri Syofratmin yang maknanya tersembunyi,
Ersa Sasmita yang lugas ,
Marlin Dinamikanto slalu muncul tema baru,
Zaeni Boli yang pendek-pendek dan menusuk , juga karya-karya sahabat lain juga banyak yang sangat bagus.
Seperti penyair
Sutarso
juga telah memiliki khas yang tidak dimiliki orang lain. Ia slalu
menempatkan kata "protes" dalam puisinya sebuah kata yang mula dianggap
lucu padahal bentuk penyampaian khas yang akan menjadi ciri yang
menguntungkan penyairnya. Juga ada pada penyair-penyair lain.
Indramayu, 26-4-2017