Laman

Rabu, 16 Desember 2015

Filosofi dalan sepur

Filosofi dalan sepur :

Dalan Sepur itu lurus
artinya, menjalani hidup itu harus lurus agar selamat, bila belok tak perlu tajam tetapi seperti tak terasa sudah melingkar dan kemudian lurus kembali

Rel itu ibarat pasangan suami-istri
artinya rumah tangga itu suami istri harus seirama, seiring jalan, sekata, 'tidak siji ngalor siji ngidul (tidak yang satu ke utara yang satu ke selatan), tidak jauh terpisah

Persahabatan itu seperti sambungan rel
artinya jangan nempel lekat 'bendanya tetapi kuatkan saja ikatannya bila perlu pakai baut mur yang besar.

Batalan rel itu harus kuat
Artinya pondasi rumah tangga itu mesti kuat sesuaikan dengan beban supaya rumah tangga tidak anjlok. jangan besar pasak dari pada tiang.

Kalau tak membuat rel ke kota itu tak mungkin sepur sampai di kota itu.
Artinya jika punya cita-cita buatkan dulu jalan rel dulu menuju cita-cita itu , jangan menghayal tidak karuan. Rel yang dibuat itu bisa pendidikan, menabung, atau bertahap

pasangan rel itu sama menanggung beban
artinya rel diibaratkan pasangan suami istri, rumah tangga yang baik semua menanggung beban, bukan berarti kalau ada sesuatu beban dipikul suami atau istri saja

rel itu ibarat pasangan suami istri , ikuti saja bersama suamimu kemana pergi
artinya, istri harus ikut suami kemana pergi, kalau masuk terongan juga ikuti saja, supaya tidak berpisah/bercerai.

Rel tidak menghalangi jalan, yang menghalangi itu kereta api.
Artinya dalan sepur tidak mengganggu orang lain jalan/lewat. Bahkan rel senantiasa berkorban oleh kendaraan jalan lain

rel rel , jalan mobil sendiri-sendiri
artinya rumah tangga itu jangan dicampuri oleh orang lain termasuk ibu/bapak atau mertua tetapi tetap seiring