Laman

Kamis, 16 Januari 2014

Menelusuri tepian Cimanuk


Lilin Penyair

Diam tak ada tiupan angin
Sedikit angin, api bergerak
Besar angin aku padam
Menari aku di angin pelan
airmata diam dalam nyala mahkotaku api
meleleh melumuri tubuh
bahwa mebekas pengalaman
Semakin kecil aku menerang
untuk semua dalam jangkauanku

(rg. Bagus Warsono 2004, menelusuri tepian cimanuk)



Pena Penyair

Menerjang lebaran hampa
menelusurui angan mencari idealisme 
menari kesombongan 
penuh kepalsuan diri 
pena penyair memberi keteduhan 
hati mengering menahan pergolakan
aku sampah atau emas
atau hanya menyiram di pasir gurun

(rg bagus warsono 2004 , menelusuri tepian cimanuk)