Laman

Jumat, 10 April 2015

Tentang Merenda

Nita Tjindarbumi, tlah langka gadis belia merenda, ibu muda pun hampir tak dijumpai, Nita Tjindarbumi, melestarikan ketrampilan itu. Sungguh suatu yang patut dilestarikan. Tangan-tangan terampil tlah ada sejak Kartini dan Dewi sartika menginjak dewasa. Ia (merenda) teman segalanya, senang, susah, gundah, nesu dan marah tetapi juga menyimpan harapan dan cinta. Merenda ibarat memberikan keindahan dari yang lurus (kejujuran) . Merenda itu jujur , sesuatu yang bermakna. Aku suka itu. Bukan, bukan karena aku rindu Ibuku dulu merenda benang menunggu Bapak pulang tetapi makna itu tersembunyi dalam hati siapa pun yang merenda benang. Aku suka.