Nita Tjindarbumi, tlah langka gadis belia merenda, ibu muda pun hampir tak dijumpai, Nita Tjindarbumi,
melestarikan ketrampilan itu. Sungguh suatu yang patut dilestarikan.
Tangan-tangan terampil tlah ada sejak Kartini dan Dewi sartika menginjak
dewasa. Ia (merenda) teman segalanya, senang, susah, gundah, nesu dan
marah tetapi juga menyimpan harapan dan cinta. Merenda ibarat memberikan
keindahan dari yang lurus (kejujuran) . Merenda itu jujur , sesuatu
yang bermakna. Aku suka itu. Bukan, bukan karena aku rindu Ibuku dulu
merenda benang menunggu Bapak pulang tetapi makna itu tersembunyi dalam
hati siapa pun yang merenda benang. Aku suka.