Aku banyak membaca syair/puisi karya penyair senusantara ini. Dari yang renta sampai yang bau kencur, dari yang terpopulair sampai yang terasing, dari pesisir sampai pucuknya gunung, dari terpencil sampai ramainya kota. Lalu aku pilih karya yang pas (menurutku) sebagai puisi dan disimpan bersama biodatanya. Kutelusuri nama, kutelusururi judul. Kemudian dilengkapi dan diarsipkan. Untuk kemudian nama puisi dan penyair itu hilang dari peredaran , tak mengapa. Namun aku yakin suatu saat arsip akan dibutuhkan. Dan namaku , tentu mengiringi arsip itu. Itulah kenapa aku menggagas Lumbung Puisi. Itulah makna lumbung puisimu.