Tidak tegaan itulah watak mulia seorang penyair tulen, dari 10 penyair
yang kutemui 9,5 orang memiliki pribadi seperti itu. Jadi cuma setengah
orang yang diragukan. Setengah orang itu bukan karena apa-apa tetapi
hanya karena keadaan. Jadi semua penyair memiliki rasa solidaritas
tinggi.
Zaman dulu, penyair angkatan 45 dan 66 (angkatan perjuangan) karakter penyair pada saat itu memiliki prinsip pendirian yang keras , meski beresiko tetapi menerima resiko itu sebagai knsekwensi atas kekerasan hatinya. Namun demikian rasa sosialnya tetap ada.
Zaman sekarang, pendirian dan prinsip kadang disembunyikan, bukan berarti tidak memiliki, karena tingkat sosial yang dibarengi tingkat kebutuhan pada zaman dimana kebutuhan sekunder sama pentingnya dengan kebutuhan primer seperti sekarang ini. Maka jangan heran bila semuanya serba mungkin.
Ingat tidak? Waktu zaman film bioskop jaya-jayanya. Pemilihan Piala Citra dalam FFI yang diselenggarakan setiap tahun , yang terpilih mendapat Piala Citra peran apa saja terbaik seperti bergiliran. Padahal akting bintang film yang dapat giliran itu biasa saja.
Sifat yang sangat baik yang dimiliki pribadi para penyair itu perlu diberi apresiatif dan respon yang tinggi pula. Sekecil apa pun mereka perbuat dalam kegiatan sastra dan bersastra patut dihormati dan mendapat penghargaan yang tinggi. Sebab selama ini pemerintah pusat atau daerah dimanapun memandang kegiatan sastra sebelah mata
Melihat tingkat tingkat kebutuhan pada zaman dimana kebutuhan sekunder sama pentingnya dengan kebutuhan primer seperti sekarang ini akhirnya serba mungkin. Mungkin saja hari ini ada penobatan penyair ter-hebat, besok ada penganugerahan penyair apa, dan besoknya lagi ada terpilih penyair bagaimana, semua sahsah saja .
Zaman dulu, penyair angkatan 45 dan 66 (angkatan perjuangan) karakter penyair pada saat itu memiliki prinsip pendirian yang keras , meski beresiko tetapi menerima resiko itu sebagai knsekwensi atas kekerasan hatinya. Namun demikian rasa sosialnya tetap ada.
Zaman sekarang, pendirian dan prinsip kadang disembunyikan, bukan berarti tidak memiliki, karena tingkat sosial yang dibarengi tingkat kebutuhan pada zaman dimana kebutuhan sekunder sama pentingnya dengan kebutuhan primer seperti sekarang ini. Maka jangan heran bila semuanya serba mungkin.
Ingat tidak? Waktu zaman film bioskop jaya-jayanya. Pemilihan Piala Citra dalam FFI yang diselenggarakan setiap tahun , yang terpilih mendapat Piala Citra peran apa saja terbaik seperti bergiliran. Padahal akting bintang film yang dapat giliran itu biasa saja.
Sifat yang sangat baik yang dimiliki pribadi para penyair itu perlu diberi apresiatif dan respon yang tinggi pula. Sekecil apa pun mereka perbuat dalam kegiatan sastra dan bersastra patut dihormati dan mendapat penghargaan yang tinggi. Sebab selama ini pemerintah pusat atau daerah dimanapun memandang kegiatan sastra sebelah mata
Melihat tingkat tingkat kebutuhan pada zaman dimana kebutuhan sekunder sama pentingnya dengan kebutuhan primer seperti sekarang ini akhirnya serba mungkin. Mungkin saja hari ini ada penobatan penyair ter-hebat, besok ada penganugerahan penyair apa, dan besoknya lagi ada terpilih penyair bagaimana, semua sahsah saja .