Laman

Senin, 09 April 2018

Kewajiban Pemerintah Memberi Layanan Literasi

Pertubuhan penulis semakin pesat, gairah sastra Indonesia makin besar. Komunitas tumbuh dimana-mana. Kenyataannya hanya menunggu waktu disaat masih sekolah, masih menjadi mahasiswa dan masih belum bekerja, setelah itu komunitas menjadi kenangan dan reuni sewaktu-waktu. Itu masih bagus, karena mengisi waktunya dengan yg bermanfaat. Pemerntah harus melihat hal seperti ini.
Jika mungkin sastra dan kegiatannya berpengguna semakin besar maka menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat memberi layanan dan dukungan, sebab sastra juga bagian dari turut mencerdaskan kehidupan bangsa yg merupakan amanat undang-undang.
Kenapa aku berfikir spt ini. Produk berkenaan dengan subjek dan objek sasaran. Pemerintah menggalakan literasi tapi hanya gembar-gembornya saja. Tanpa bukti ril yang nyata dan berdampak bagi suksesnya program literasi itu. Katanya Indonesia mau kerja, mau hebat, mau maju mau menyambut era kemajuan teknologi, tapi sangat minim dan bahkan tak ada hal yang menyentuh masyarakat. Mari ajak bicara pelaku-pelaku literasi di Indonesia, sastrawan/penulis, penyair diantaranya.
Pertubuhan penulis semakin pesat, gairah sastra Indonesia makin besar. Komunitas tumbuh dimana-mana. Kenyataannya hanya menunggu waktu disaat masih sekolah, masih menjadi mahasiswa dan masih belum bekerja, setelah itu komunitas menjadi kenangan dan reuni sewaktu-waktu. Itu masih bagus, karena mengisi waktunya dengan yg bermanfaat. Pemerntah harus melihat hal seperti ini. Jika mungkin sastra dan kegiatannya berpengguna semakin besar maka menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat memberi layanan dan dukungan, sebab sastra juga bagian dari turut mencerdaskan kehidupan bangsa yg merupakan amanat undang-undang.
Satu kekeliruan dari pelaku sastra kita adalah bertindak klasik. Spt puisi dan manfaatnya. Orang mengira hanya untuk dibaca dan dan menggairahkan cipta atau baca puisi dan pamer-pamer. Ini jelas tertinggal manakala literasi di berbagai negara digalakan. Bahasa dengan sastra adalah bagian dari kehidupan. Jika tak mempan dengan peraturan denda misalnya pada tatatertib lalu lintas, cobalah dengan sentuhan sastra, akan lebih bersahabat dan menyentuh.