Uwa Muhammad Jayadi:
Gadis dayak yang cantik itu, pernah singgah di hatiku, masa remaja penuh senyuman manisnya di alam jiwaku. Kami pernah saling rindu, meski telah lama terpisah waktu, menjadi sebuah melodi berdebu. Di hulu Mahakam, kini ia menenun kisah baru. Juga aku, di Balangan kupijakkan jejak hatiku.