Acara boleh membosankan, tapi buku tidak
Seberapa kuat bertahan sebuah acara tv, misalnya, akan berujung dengan membosankan. Tercatat sepanjang zaman hanya acara "Dunia dalam Berita" yang bertahan puluhan tahun dengan rutin acara setiap hari. Kemudian disusul acara musik keroncong setiap minggu sekali pada masa TVRI berjaya dulu.
Kini tv swasta acara akan bertahan bukan karena disukai pemirsa tetapi kekuatan sponsor bertahan apa tidak menghadapi persaingan sponsor dan kekuasaan media.
Drama kocak Srimulat pada masa jayanya dulu adalah sebuah acara yang bertahan hingga bertahun-tahun, sampai-sampai , katanya sang pelaku kehabisan ide lawakannya. Jadi lamanya kontrak tak berarti acara itu sukses.
Di samping itu sebuah acara dengan mengarah pemirsa khusus penggemar kini kurang diminati sponsor. Cantohnya seperti acara keroncong, jarang sekali ada perusahaan yang menyeponsori, bila pun ada sponsor minta diadakan siaran langsung dengan mengundang tamu pembesar yang berpengaruh.
Acara yang terus-menerus dengan isi yang tak berfariasi (itu-itu juga) akan membuat pemirsanya bosan dan kemudian meninggalkannya. Selanjutnya acara yang bersifat kontemporer tetapi disuguhkan terus-menerus juga sulit diharapkan sukses besar. Apalagi penontonnya sadar betul bahwa teman penonton lainnya adalah orang itu-itu juga.
Lain sebuah acara tv lain pula buku. Buku memiliki keistimewaan tersendiri.
(bersambung en'dho)
Seberapa kuat bertahan sebuah acara tv, misalnya, akan berujung dengan membosankan. Tercatat sepanjang zaman hanya acara "Dunia dalam Berita" yang bertahan puluhan tahun dengan rutin acara setiap hari. Kemudian disusul acara musik keroncong setiap minggu sekali pada masa TVRI berjaya dulu.
Kini tv swasta acara akan bertahan bukan karena disukai pemirsa tetapi kekuatan sponsor bertahan apa tidak menghadapi persaingan sponsor dan kekuasaan media.
Drama kocak Srimulat pada masa jayanya dulu adalah sebuah acara yang bertahan hingga bertahun-tahun, sampai-sampai , katanya sang pelaku kehabisan ide lawakannya. Jadi lamanya kontrak tak berarti acara itu sukses.
Di samping itu sebuah acara dengan mengarah pemirsa khusus penggemar kini kurang diminati sponsor. Cantohnya seperti acara keroncong, jarang sekali ada perusahaan yang menyeponsori, bila pun ada sponsor minta diadakan siaran langsung dengan mengundang tamu pembesar yang berpengaruh.
Acara yang terus-menerus dengan isi yang tak berfariasi (itu-itu juga) akan membuat pemirsanya bosan dan kemudian meninggalkannya. Selanjutnya acara yang bersifat kontemporer tetapi disuguhkan terus-menerus juga sulit diharapkan sukses besar. Apalagi penontonnya sadar betul bahwa teman penonton lainnya adalah orang itu-itu juga.
Lain sebuah acara tv lain pula buku. Buku memiliki keistimewaan tersendiri.
(bersambung en'dho)