Sosiolog dan staf pengajar Fakultas ilmu sosial politik, Universitas
Airlangga, Surabaya, Hotman Siahaan mengatakan perlunya 'revitalisasi
kesadaran intelektual' masyarakat agar tidak terjerembab kebudayaan
ujug-ujug alias kebudayaan instan di tengah maraknya perilaku yang
konsumtif
Aku mendukung pernyataan sosiolog Hotman Siahaan pakar sosiologiUnv Airlangga Surabaya untuk perlunya revitalisasi kesadaran intelektual. Bukan tidak mungkin apabila ada orang bergelar doktor mempercayai hal-hal yang irasional di era maju seperti sekarang adalah orang bodoh yang diragukan ijasahnya (alias dapat beli). Contoh lain juga misalnya orang berpendidikan tinggi tapi suka menyuap untuk memperSeperti juga kampanye hitam yang dilakukan para tim pemenangan cagub-cawagub DKI adalah perilaku para intelektual yang menganggap masyarakat semuanya bodoh. Sebaliknya jika tim pemenangan cagub-cawagub DKI itu menganggap masyarakat bisa dikibulin dengan hal-hal bohong maka diragukan pula kadar intelektual para tim pemenangan itu sebab tidak mungkin menundukkan ular cobra dengan sebatang lidi.oleh jabatan. Alangkah tidak masuk akalnya dengan basic pendidikannya
Diakui memang maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya, gejala ini adalah penyakit penyebab orang berperilaku korupsi dalam pekerjaannya. Hal demikian ini harus menjadi catatan bagi pemerintah tidak hanya ingin cepat maju dan serba canggih tetapi karakter bangsa juga harus diberi penekanan sungguh-sungguh dan penumbuhan budi pekerti bangsa agar menjadi budaya masyarakat kita.
Aku mendukung pernyataan sosiolog Hotman Siahaan pakar sosiologiUnv Airlangga Surabaya untuk perlunya revitalisasi kesadaran intelektual. Bukan tidak mungkin apabila ada orang bergelar doktor mempercayai hal-hal yang irasional di era maju seperti sekarang adalah orang bodoh yang diragukan ijasahnya (alias dapat beli). Contoh lain juga misalnya orang berpendidikan tinggi tapi suka menyuap untuk memperSeperti juga kampanye hitam yang dilakukan para tim pemenangan cagub-cawagub DKI adalah perilaku para intelektual yang menganggap masyarakat semuanya bodoh. Sebaliknya jika tim pemenangan cagub-cawagub DKI itu menganggap masyarakat bisa dikibulin dengan hal-hal bohong maka diragukan pula kadar intelektual para tim pemenangan itu sebab tidak mungkin menundukkan ular cobra dengan sebatang lidi.oleh jabatan. Alangkah tidak masuk akalnya dengan basic pendidikannya
Diakui memang maraknya perilaku konsumtif menjadikan banyak orang ingin serba instan serba cepat kaya, gejala ini adalah penyakit penyebab orang berperilaku korupsi dalam pekerjaannya. Hal demikian ini harus menjadi catatan bagi pemerintah tidak hanya ingin cepat maju dan serba canggih tetapi karakter bangsa juga harus diberi penekanan sungguh-sungguh dan penumbuhan budi pekerti bangsa agar menjadi budaya masyarakat kita.