4.Darah Seni Mengalir dengan Sendirinya
Sadar atau tidak, seseorang yang memiliki jiwa seni itu tumbuh dengan tanpa disadarinya. Terkadang bahkan tidak disangka. Sebagai contoh seseorang yang semula berprofesi di militer, misalnya, tak sedikit yang memiliki jiwa seni. Darah seni itu mengalir seperti mata air dari sumbernya. Ia mengalir meski berliku, meski terserap tanah kering namun terus mengalir hingga air jiwa seni itu terlihat dan memancar. Darah seni meski demikian tidak semua sungai diairi, namun terkadang mengalir sesuka hati. Anak seniman pun belum tentu warisi darah seni. Sebaliknya seseorang bisa memiliki darah seni dari mata air yang sama meski sungai berbeda. Mungkin dari kakek buyutnya, atau keluarga dari baris ibu.
Sadar atau tidak, seseorang yang memiliki jiwa seni itu tumbuh dengan tanpa disadarinya. Terkadang bahkan tidak disangka. Sebagai contoh seseorang yang semula berprofesi di militer, misalnya, tak sedikit yang memiliki jiwa seni. Darah seni itu mengalir seperti mata air dari sumbernya. Ia mengalir meski berliku, meski terserap tanah kering namun terus mengalir hingga air jiwa seni itu terlihat dan memancar. Darah seni meski demikian tidak semua sungai diairi, namun terkadang mengalir sesuka hati. Anak seniman pun belum tentu warisi darah seni. Sebaliknya seseorang bisa memiliki darah seni dari mata air yang sama meski sungai berbeda. Mungkin dari kakek buyutnya, atau keluarga dari baris ibu.