Kita diingatkan filosofi Jawa "Digugu lan ditiru" yang artinya diturut
perkataannya dan ditiru lakunya. Demikian untuk seorang pemimpin
apalagi. "Sekecap omonge akeh gawene" tak perlu banyak bacot atau
koar-koar kesana kemari yang tandanya tidak 'digugu oleh bawahannya
alias ' ora diladeni (dianggap angin lalu).