Teorinya untuk mencapai swasembada pangan adalah menekan jumlah penduduk
disamping meningkatkan produk pangan. Rakyat diharuskan masuk program
KB pada saat itu. Disinilah letak kegembiraan bagi tuan-tuan dan
nyonya-nyonya itu karena jarang tersentuh program KB , karena rumahnya
tak berpintu tetapi terbuka apabila tokonya dibuka. Tak terkontrol
berapa punya anak.