Aku
melihat sesuatu yang besar, terpancar dalam aura , kau waskita
linuwih memanggilku untuk menghamba berguru, diam itu emas, aku tembaga
rongsok atau parang berkarat, kulihat apimu tak bergoyang meski badai
basah, kau sembunyi dibalik pelapah, aku melihat dalam mata wadag.
Ampuni aku yang tak tahu diri, sebetulnya jiwa nusantara masih ada
tenaga untuk berdiri dalam darahmu, ikut aku bersama Kang Mas.