Laman

Rabu, 20 Februari 2019

Filosofi keliru

"Kalau bekerja di sawah itu ikut kotor" , tak berlaku bagiku untuk persamaan pada bidang lain. "melu belok" (ikut kotor) tanpa sengaja dan tanpa niat, lain persoalannya dengan melakukan kotor-kotoran seperti orang lain padahal itu tau kotor.

Sesekali suami bekerja ada saja mendapat tambahan penghasilan yang sering diterima padalah itu tidak halal. Suaminya berkelit, "Bagaimana saya mau menolak, Bu, nanti tidak umum dengan karyawan lain" . Sebuah dilematika yang sebenarnya memiliki dua pilihan yang dapat ditentukn dengan cepat bagi pemilik idealis. Kenapa terus dilakukan?

Akhirnya "melu belok" meluas menjadi mengikuti apa kata orang banyak dengan alasan tidak umum juka menolak, ikut yang banyak dilakukan teman sehingga tidak beda dan diterima dalam pekerjaannya, dan alasan yang lain. Perbuatan ini akhirnya menjadi kebiasaan yang dianggap biasa. Ha ha ha . (rg bagus warsono, 20-02-19)