Tentu sarapan ini untuk konsumsi dewasa, seperti halnya membaca beda dengan 'membaca sesungguhnya. Bahasa memang membuat makna lain dalam pandangan pembaca meski bacaan yang sama.
Penulis mengamati beberapa tayangan youtube, jika ditelaah, isi status viral tak berarti status itu terjamin kebenarannya meski yang like itu banyak. Sebaliknya yang tidak suka bukan berarti sebuah tayangan itu hoax. Agaknya kita perlu memilah dengan teliti, tetapi sangat diperlukan adalah pemahaman tinggi.
Sumber daya manusia menjadi tolok ukur menyebut sebuah negara tertingal, berkembang atau maju. Jika ini menjadi pegangan maka betapa negeri kita tergolong sebagai negara berkembang. Artinya kita belum dapat 'membaca dalam tanda petik arti sesunguhnya.
Lalu bagaimana dengan membaca dengan mata hati? Oh masih jauh Mas. Jangankan yang bersifat ironi, paribahasa, atau nyerempet ambigu, yang jelas saja kadang salah arti. ! (rg bagus warsono 20-02-19)
Penulis mengamati beberapa tayangan youtube, jika ditelaah, isi status viral tak berarti status itu terjamin kebenarannya meski yang like itu banyak. Sebaliknya yang tidak suka bukan berarti sebuah tayangan itu hoax. Agaknya kita perlu memilah dengan teliti, tetapi sangat diperlukan adalah pemahaman tinggi.
Sumber daya manusia menjadi tolok ukur menyebut sebuah negara tertingal, berkembang atau maju. Jika ini menjadi pegangan maka betapa negeri kita tergolong sebagai negara berkembang. Artinya kita belum dapat 'membaca dalam tanda petik arti sesunguhnya.
Lalu bagaimana dengan membaca dengan mata hati? Oh masih jauh Mas. Jangankan yang bersifat ironi, paribahasa, atau nyerempet ambigu, yang jelas saja kadang salah arti. ! (rg bagus warsono 20-02-19)