Laman

Kamis, 14 Januari 2021

Jadi jangan menyepelekan orang lain sebelum tahu betul.

 Suatu ketika Ir Soekarno menjadi presiden, ada seorang pejuang berpangkat perwira tinggi yang membenci Si Bung. Ia memang pintar dan cerdas. Si Bung tahu itu. Tetapi Si Bung orang baik, dipanggilah ia tetapi tidak sendiri dengan perwira lainnya untuk suatu kepentingan negara. Ketika orang itu menghadap Si Bung, duduk dihadapan sang Proklamator. Si Bung berkata "Mari agak mendekat, Mas". Ketika orang itu menggeser kursinya, tampak kaki orang itu gemetar , ngopyok. Persiden pun tersenyum.

Jadi jangan menyepelekan orang lain sebelum tahu betul.