Bagaimana menerima kritik
Kritik bentuk apa pun dan bersifat dari yang menyentil hingga menusuk kalbu, atau terbuka dan tertutup semua dapat diterima dengan santai apabila Anda berjiwa "demokratis" dan sudah melekat dengan darah. Demokratis itu tercermin pada "kerelaan memberi" apa saja baik benda maupun non benda.
Demokratis itu diajarkan bukan oleh orang lain tetapi oleh pengalaman dan 'hukuman yang dialami dalan hidup ini.
Kritik dapat melancarkan mesin kreativitas baik si pemberi maupun si penerima. Memberi dan menerima kritik akan seimbang apabila sebelum memberi kritik pada seseorang Anda merasakan dulu kritik itu andai pada diri sendiri.
Menerima kritik tentu melalui proses panjang. Tahap belajar menerima kritik mulailah dengan menerima penilaian atas karya atau kerja kita dari orang lain. Jangan sampai baru dinilai salah satu karya kita kita berkesimpulan bahwa semua karya kita jelek. Padahal baru mengkritik 1 puisi. (rg bagus warsono)