"Silahkan yang mau baca proklamasi? Siapa yang siap menjadi proklamator?" begitu Bung karno menawarkan para teman-temannya, sambil menenteng naskah teks proklamasi yang terlihat banyak coretan ralat. Tan Malaka, Ali sastroamijoyo, Iwa Kusumasumantri, Chaerul saleh hanya menggeleng kapala. Karena dihadapkan resiko maut . Ya didor ! penjajah resikonya. Di luar pemuda-pemudi menanti segera proklamasi merdeka dibacakan.