Laman

Rabu, 06 Mei 2015

Diskusi batasan tentang Peristiwa Sastra Nasional'

Bermula dari ucapan seorang penyair yang cukup dikenal mengatakan bahwa sebuah kegiatan sastra di daerah adalah bukan peristiwa nasional.Tentu saja hal ini langsung mendapat protes dari beberapa teman aktifis sastra di daerah. Bisa-bisanya ia membuat pernyataan begitu yang jika diukur dengan popularitas dirinya tak sebanding dengan intelektualnya.
Untuk hal ini marilah kita mulai memberi batasan sebuah peristiwa dikatakan menasional itu. Sebagai orang media saya biasa menentukan pemberitaan mana yang dipandang sebagai peristiwa nasional. Sebuah pendapat dari pandangan kaca mata pemberitaan.
Patokannya adalah 'gunung meletus' dalam tanda kutip. Gunung itu adanya jauh dari perkotaan. Di daerah sana. Bukan di Jakarta atau ibukota propinsi lainnya.
Meletus tergantung dari skala regter menunjukan angka berapa? Kemudian ekses gunung meletus itu apa. Berapa jumlah korban, berapa jumlah pengungsi. Kemudian berapa lama kondisi mencekam, berapa besar mengawatirkan, dan berapa besar kerugian dihitung. Kemudian barulah lokasi dan seberapa besar negara melindungi lokasi di dekat atau radius siaga itu dijaga.
Nah dari patokan 'gunung meletus' ini barulah kita bisa menentuakn apakah peristiwa sebuah kegiatan itu disebut layak sebagai peristiwa nasional. Nah , sahabat paham bukan?