Laman

Jumat, 29 Mei 2015

Rg Bagus Warsono dalam Bunyikan Aksara Hatimu dan Catat Aku di Buku Pahlawan

11.
Bunyikan Aksara Hatimu

Lama menunggu di peron tawaran asong tiada
henti
kereta lewat bukan tujuan
karcis kupegang basah ditelapak
sileweran copet bodoh
reka kantong penuh dollar
corong stasiun Jogya kereta terakhir akan tiba
dan lampu tembak menerpa wajah duka
memutih
kau diam menutup jiwa bergolak
tebal kaca bola mata
kereta makin dekat kerikil gemeretak.
Getar badan kurus
hati tersayat iba
bilakah kereta barang yang tiba
menambah kalender karcis kereta
agar masih bersua
mega menggeser pura-pura
menambah deras hujan semata
mengapa rekat masih tebal
gigi menggigit bibir kecil
menahan bunyi aksara hatimu.

Indramayu, 13 Oktober 2000





12.
Catat Aku dibuku Pahlawan

Teman kita mahasiswa hari ini
menambah baris nama dengan kolom surga
dan buku harian pujangga penuh sesak kata
 bersayap
meratap
Teman kita mahasiswa hari ini
didor
karena teriak spanduk aksara menghunus ulu
 hati bapak
jerit megapon meraung di kampus malam
teman kita hari ini dijalan
berarak mengisi lembar-lembar buku
pahlawan.

Indramayu, 10 Nofember 1999