Laman

Senin, 07 Desember 2015

2015 Suburnya Sastra Indonesia di Tahun Kemarau Panjang Rg Bagus Warsono

Panen puisi dan tren haiku dan karmina menjadi catatan tersendiri tahun 2015 dibanding tak berbuahnya 'pohon cerpen dan 'pohon novel, Sedang di sisi lain meski masih dalam perdebatan karya sastra atau bukan, komik merajai minat baca dan menjadi ladang khusus bak 'tanam cabai di Brebes yang banyak menggiurkan penerbit dan penulis.
........................
Sisi lain panen sastra Indonesia di 2015 ini adalah peran peran pelaku sastra yang tak henti 'bertelor membuahkan karya dan gerak karya sastra di Tanah Air. Tampak sangat jelas sekali kelahiran ini sama sekali tak dibantu 'bidan pemerintah, dan kalau pun ada boleh jadi hanya bantuan cuma-cuma dan bila pun serius diembel-embeli kepentingan.

Agenda kreatifitas sastra nasional tahun 2015 masih diwarnai isu-isu nasional seperti korupsi, kebijakan pemerintahan, peran lembaga legeslatif dan yudikatif, bencana alam, yang memberikan sorotan khusus pada 'alotnya perubahan mental bangsa ini melalui ajakan nurani melalui karya sastra.
Perempuan di tahun ini menunukan geliat aktifitas kreatifitas sastra dengan kemauan yang sangat menggembirakan sepanjang tahun . Peningkatan jumlah pelaku sastra dikalangan hawa ini tampak terlihat jelas dari peran sertanya beraktifitas karya dan pentas baca serta pertumbuhan pelaku sastra perempuan dari usia remaja. Secara kuantitas memgembirakan ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia telah menginginkan suasana kehidupan yang demokratis, berazasi, sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 yang dicitakan rakyat.
Mereka telah mengutarakan dengan bahasanya berupa hasrat, cita, menemu-tunjukan kelalaian , kebobrokan, ketimpangan dan sebagainya disamping keindahan dan suka cita yang dialami penduduk negeri. Pendek kata tahun 2015 ini semarak sastra Indonesia.