"Kemat Jaran Guyang" adalah jampi-jampi seorang laki-laki untuk dapat dicintai oleh wanita pujaannya dalam proses ritual tersendiri dan merupakan cerita warisan budaya Cirebonan termasuk Indramayu. Perumpamaannya dikisahkan lewat cerita Baridin dan Ratminah karya pertunjukan tarling oleh H Abdul Adjid , Budayawan Cirebon, meski dalam cerita itu pun tokoh Baridin yang begitu cintanya terhadap Ratminah tetap tidak kesampaian. Tetapi cerita ini telah memberikan gambaran bahwa 'cinta yang tulus tak dapat dipaksakan karena guna-guna yang mereka dalam budaya Cirebon sebagai kemat yakni pengasihan yang didorong oleh bantuan goib sebetulnya hanya kisah.
Jadi jujur saja kalau ditolak cinta oleh si gadis sebaiknya berbuatlah kira-kira dia tertarik, kasihan, kagum, atau terkesan, atau 'kena batunya pada kita dengan hal nyata bahwa kita laki-laki itu ksatria. Jangan dukun bertindak karena itu upaya tolol lebih baik wujudkan dengan prilaku dan kesungguhan tulus serta tidak kalah dengan sainganmu dalam berbagai hal.
Jadi jujur saja kalau ditolak cinta oleh si gadis sebaiknya berbuatlah kira-kira dia tertarik, kasihan, kagum, atau terkesan, atau 'kena batunya pada kita dengan hal nyata bahwa kita laki-laki itu ksatria. Jangan dukun bertindak karena itu upaya tolol lebih baik wujudkan dengan prilaku dan kesungguhan tulus serta tidak kalah dengan sainganmu dalam berbagai hal.