"Jangan bilang-bilang Bapakmu ya Jeng, aku ini penyair ya?"
"Kenapa?"
"Karena Bapakmu seniman, ngerti yen seniman itu pon pon kliwon dapat rejeki nya."
"Lho iki duit dari mana makan bakso?"
"Ngamen !"
"Yu aku temani ngamen Mas!"
"Loh kamu seniman joga toh"
...............
"Kalau aku pulang kampung, Adik minta dioleh-olehi apa?"
"Apa ya..........?"
"Kerajinan kulit, kain batik, atau jajanan tradisional semua ada di kampung"
"..............aku minta surat duda aja Mas"
"!" Aku kaget , dalam hatiku "Dari mana ia tau aku punya istri di kampung?"
"Sudahlah ,,,,,,,Mas , aku minta jajanan tradisional saja , nanti dimakan adik-adikku.
.".......... Aku permisi , Dik , pikir pikir pesananmu itu."
Si adik tersenyum .
"Katanya Mas Penyair, diam-diam menghanyutkan, sekarang ga ada siapa siapa kok Mas diam saja?"
"Yang mana dulu, Dik?"
"Terserah pilih yang mana, aku sudah pasrah..."
............................
"Jangan , Mas. Jangan ah !"
"Kenapa? tadi bilang boleh"
"Dasar penyair ngeres! diajak rundingan malah gerayangan!", jawab Dik Sun sambil masuk rumah.
"Sampaikan salam ke Mbakyumu , Dik ya?"
"Aku ga punya kakak perempuan, Mas"
"Kemarin kamu berjalan dengan siapa?"
"kakak"
"La itu, aku cocok, sama kakakmu itu"
"Itu ibuku , Mas, ibuku dikawin kakak iparku"
"Owalah , aku keduluan !"
"Kenapa?"
"Karena Bapakmu seniman, ngerti yen seniman itu pon pon kliwon dapat rejeki nya."
"Lho iki duit dari mana makan bakso?"
"Ngamen !"
"Yu aku temani ngamen Mas!"
"Loh kamu seniman joga toh"
...............
"Kalau aku pulang kampung, Adik minta dioleh-olehi apa?"
"Apa ya..........?"
"Kerajinan kulit, kain batik, atau jajanan tradisional semua ada di kampung"
"..............aku minta surat duda aja Mas"
"!" Aku kaget , dalam hatiku "Dari mana ia tau aku punya istri di kampung?"
"Sudahlah ,,,,,,,Mas , aku minta jajanan tradisional saja , nanti dimakan adik-adikku.
.".......... Aku permisi , Dik , pikir pikir pesananmu itu."
Si adik tersenyum .
"Katanya Mas Penyair, diam-diam menghanyutkan, sekarang ga ada siapa siapa kok Mas diam saja?"
"Yang mana dulu, Dik?"
"Terserah pilih yang mana, aku sudah pasrah..."
............................
"Jangan , Mas. Jangan ah !"
"Kenapa? tadi bilang boleh"
"Dasar penyair ngeres! diajak rundingan malah gerayangan!", jawab Dik Sun sambil masuk rumah.
"Sampaikan salam ke Mbakyumu , Dik ya?"
"Aku ga punya kakak perempuan, Mas"
"Kemarin kamu berjalan dengan siapa?"
"kakak"
"La itu, aku cocok, sama kakakmu itu"
"Itu ibuku , Mas, ibuku dikawin kakak iparku"
"Owalah , aku keduluan !"